Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Media Management Issue, Monitoring Media >> mahar.prastowo@gmail.com

PROTON: VINI VIDI VICI






Yang Kembali dan Menggedor Pasar

Proton datang dan yakin bisa berjaya di pasar mobil Indonesia

Tak Melayu hilang di dunia, (eit : TAK MELAYU HILANG DI BUMI) kata Hang Tuah. Begitu pula Proton, tampaknya produk otomotif negeri Melayu itu tak hendak hilang dari benak warga Indonesia. Bila jeli memperhatikan jalanan ibu kota, ada warga baru yang turut memacetkan lalu-lintas Jakarta dua bulan terakhir ini. Berpenampilan ciamik, dengan mesin turunan Mitsubishi berkapasitas 1,5 liter, mobil sedan bernama Wira itu gampang terlihat wara-wiri menyusuri jalan.

Meski kedatangannya belum lagi seumur jagung, tak sedikit orang tahu bahwa Wira adalah bagian keluarga besar pabrikan otomotif negeri tetangga, Malaysia, Proton. Umumnya mereka mengenal Wira dan anggota keluarga Proton lainnya dari kunjungan ke negeri tetangga tersebut, atau via media, seperti koran, televise dan terutama, internet. Memang, sejak kedatangan saudara dekatnya, Saga, 11 tahun lalu, Proton tidak lagi mengisi pasar dalam negeri. Selain saat itu Proton sendiri masih fokus mengisi pasar otomotif dalam negeri Malaysia, persoalan berat lain memang masih membebani Proton.

"Waktu itu kami masih terbebani bea masuk yang tinggi, sekitar 60 persen," kata Direktur Pelaksana Proton Holdings Berhad, Dato' Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir, kepada rombongan wartawan Indonesia yang menyambangi pusat pabrikan tersebut di Shah Alam, Selangor, Malaysia, pekan lalu. Dengan beban bea masuk sebesar itu, Proton harus berpikir ulang puluhan kali untuk masuk pasar Indonesia.

Tetapi tentu saja dunia berubah. Malaysia sendiri, yang juga menetapkan bea masuk tinggi untuk melindungi pasar mobil dalam negeri mereka, tidak mampu melawan geliat pasar yang menuntut keterbukaan. Pintu impor kendaraan bermotor pun harus mereka buka. Alhasil, serbuan produk otomotif asing itu kemudian mengambil sebagian kue pasar yang tadinya mereka nikmati. Ujung-ujungnya, produk Proton yang sebelumnya mengambil 60 persen pasar otomotif Malaysia itu, sejak 2004 lalu tinggal menikmati bagian pasar 44 persen saja. Angka itu dengan cepat turun dari tahun sebelumnya (2003) yang masih mencatat 48 persen. Meski masih menjadi tuan rumah di negeri sendiri, kisaran angka itulah yang kini dinikmati Proton.

Tetapi bukan semata itu yang membuat Proton kini gencar menggedor pasar berbagai negara Asia, juga Eropa dan kawasan lainnya. "Tidak mungkin kami menutup mata, Asia itu pasar yang menggiurkan," kata Syed Zainal. Ia merinci, paling tidak ada 500 juta warga Asia yang menjadi target potensial bagi produk kendaraan roda empat. Di Indonesia sendiri, menurutnya, potensi pasar dari negeri berpenduduk 240-an juta jiwa ini, tentu begitu besar. "Tinggal kami mencari formulasi yang tepat atas kualitas, harga produk dan layanan purna jual yang kami tawarkan," kata dia.

Lima Varian Baru
Berbeda dengan sebelas tahun lalu yang datang via imbal beli dengan pesawat produksi IPTN, CN-235, kedatangan Proton kali ini memang untuk menggebrak pasar. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan telah menyiapkan fasilitas perakitan seluas 13,4 hektare di Cikarang, Bekasi. Di fasilitas berkapasitas penuh 40 ribu unit mobil per tahun yang mereka beli dari Chrysler itu, persiapan serius untuk melakukan penetrasi pasar itu terlihat.

"Kami menargetkan, sedikitnya bisa menjual 3.000 unit untuk 2007 ini," kata Manajer Penjualan Internasional Proton, Ahmad Tifli Dato' Mohd Talha. Target itu bukan asal tunjuk angka. "April tahun lalu kami telah melakukan riset pasar guna mengetahui potensi pemasaran mobil di beberapa kota besar Indonesia, terutama Jakarta," kata Syed Zainal. Survey itu dilakukan dengan mengenalkan secara langsung lima model mobil keluarga Proton kepada sedikitnya 2.000 warga Indonesia. Hasilnya? "Kami menyimpulkan produk kami sangat kompetitif. Terutama untuk kalangan muda," ujar Syed Zainal, yakin.

Keyakinan bahwa mereka mampu mengisi ceruk tersendiri meski pasar mobil Indonesia telah sarat pemain itulah tampaknya, yang membuat Proton begitu antusias masuk ke Indonesia. Selain menyiapkan pusat perakitan di Cikarang, Proton juga siap membuka jaringan distribusi ritel di delapan kota besar Indonesia, dengan nilai investasi tidak kurang dari 26 juta dolar AS. "Beberapa bulan ke depan, setidaknya kami akan punya sepuluh dealer besar di kota-kota utama," kata Sales and Marketing Head PT Proton Edar Indonesia, Arief Gunawan. Arief merinci, dealer-dealer besar itu akan berada di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang atau Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan dan Makassar.

Menurut Arief, setidaknya sampai Juli mendatang lima varian Proton telah siap beredar di Indonesia. Selain Proton Wira yang masuk terdahulu, keempat model lain adalah Proton Savvy dan Gen 2, yang masuk mulai akhir Maret ini. Sementara pada Juli mendatang, dua varian lain, yakni Satria Neo dan Proton Waja, juga mulai merambah pasar Indonesia. Rencananya, mulai 2008 nenti mereka juga akan meluncurkan model kendaraan multiguna (MPV).

Di Malaysia, harga pasaran mobil-mobil tersebut berkisar pada angka 40.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 104 juta (pada kurs 2.600 untuk satu RM) untuk Savvy. Untuk Proton Waja sekitar 60.057 RM hingga 64.771 RM, sementara Proton Gen 2 dijual dengan harga antara 55.000 hingga 58.000 RM. Tentu saja bea masuk harus juga diperhitungkan. Mulai dari Arief hingga Syed Zainal sendiri saat ditanya tentang harga yang akan mereka patok di pasar Indonesia, belum berkenan menjawab. "Kami akan jawab saat peluncuran produk kami, Jumat mendatang (besok-red)," kata Syed Zainal di kantornya di Shah Alam, pekan lalu, tersenyum.

Dengan harga yang tampaknya akan berkompetisi ketat dengan merek lain yang sekelas, Proton masih punya keunggulan di sisi terpenting kendaraan, mesin dan kenyamanan. Dari pengalaman mengendarai berbagai varian Proton, dari Selangor ke Perak, pulang pergi sepanjang 215 km lebih, Republika mendapatkan kesan bahwa produk Proton layak diacungi jempol.

Gen-2, misalnya. Sedan kecil berkapasitas mesin 1332 cc itu wajar menjadi salah satu mobil favorit di Malaysia dan tumpuan Proton di pasar ekspor. Dengan hacthback yang didominasi lekuk membulat dan memipih, Gen-2 memberi kesan sportif yang kuat. Mobil yang mendapatkan sentuhan seniman Italia dan bermesin campro, asli buatan pabrik Lotus--yang 100 persen sahamnya kini dimiliki Proton-itu juga enak digeber di atas 140 km per jam di Jalan Tol Selangor--Perak, sebelum kami diperingatkan via radio. Mohon maklum, kecepatan maksimal kendaraan Malaysia di jalan tol hanya 110 km per jam. Padahal odometer Gen-2 sendiri menerakan angka hingga 230 km/jam.

Begitu juga varian-varian lain seperti Waja, Savvy, dan Satria Neo. Tanpa memperhatikan perbedaan kelas mesin, rasanya interior ketiga varian itu benar-benar memberi kesan mewah. Sayang, Republika belum berkesempatan mencoba Proton Perdana dan Proton Chancellor, yang disebut-sebut sebagai dua varian mewah kebanggaan pabrikan Malaysia tersebut. Tetapi untuk soal keselamatan, konsumen tampaknya tidak perlu khawatir. Rata-rata produk Proton dilengkapi airbag.

Persoalannya, akankah Proton mampu menggulung kompetitor lain non Jepang di Indonesia? Waktu dan kesungguhan pihak Proton memasarkan produknya yang akan menjawab.

Citra yang Menjadi Soal

Persoalan terbesar yang mungkin akan dihadapi Proton dalam pemasarannya di Indonesia, barangkali soal citra. Sudah menjadi rahasia umum, masyarakat Indonesia hanya mengenal Proton sebagai mobil yang dipakai sebagai taksi.

Wajar sebenarnya. Sebelum serangan kali ini, satu-satunya produk Proton yang masuk ke Indonesia pada 1996, Saga, memang digunakan untuk taksi. Kala itu produk hasil imbal beli dengan pesawat produksi IPTN, CN 235, itu dipakai perusahaan taksi Citra, milik Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut. Sepuluh tahun lebih absen dari pasar, kemunculan saudara Saga, Wira, pada awal tahun ini, bahkan seolah mengukuhkan citra Proton sebagai mobil taksi. Selain dipakai sebagai kendaraan taksi milik TNI AU di Riau, di Jakarta Proton Wira digunakan oleh sedikitnya tiga perusahaan taksi, yakni Mersindo, Diamond dan Putra.

Persoalan itu tampaknya telah diantisipasi pihak Proton. "Masalah itu juga terkuak saat survey pasar," kata Sales and Marketing Head Proton Edar Indonesia, Arief Gunawan. Karena itulah, kata Arief, pihaknya sengaja membawa rekan-rekan Wira secara serentak dalam peluncuran besok. Setidaknya lima varian Proton, seperti Wira sendiri, Savvy, Satria Neo, Gen-2 dan Proton Waja, masuk bersamaan.
Tetapi menurut Arief, saat survey pasar pun terkuak bahwa tidak sepenuhnya citra sebagai kendaraan taksi itu merugikan Proton. Paling tidak, responden umumnya mengenal Proton--Saga saat itu--sebagai kendaraan yang tangguh dan bandel. "Mereka bilang, perawatannya pun tidak rewel," kata Arief. Kini, menurut Arief, tinggal bagaimana merancang strategi yang tepat untuk memasarkan si Harimau Melayu tersebut di pasar
Indonesia. (rol-ds )


Technical details of EVE Hybrid technology demonstrator


Engine
Various changes have been made to the Proton gasoline 1597cc CamPro engine. The main modification is the redesign of the front end accessory drive (FEAD). This was done to accommodate a Valeo 'StARS' starter/alternator, which drives the micro hybrid start-stop system.
The redesigned FEAD also accommodates a Sanden hybrid Heating Ventilation and Air Conditioning (HVAC) compressor that operates by conventional belt drive and has an additional electrically driven capability which enables continued air conditioning operation when the engine is stopped.
During the FEAD redesign the opportunity was also taken to replace the belt driven Power Assisted Steering (PAS) and water pumps with electric units to enable the investigation into the economy benefits of such units. To accommodate the additional hybrid functionalities the Engine Management System (EMS) was updated to a Siemens VDO torque-based unit and re-calibrated by Lotus Engineering.
Motor/Generator
Due to tight packaging constraints and to minimise any loss in overall vehicle performance, bespoke electric motor and power electronics were developed in conjunction with specialist suppliers ElektroMagnetix and Turbopower Systems. The motor/generator and power electronics are water-cooled and include an auxiliary power unit to support the vehicle's 12volt systems.
An additional clutch supplied by AP Racing is packaged inside the motor and connects the IC engine to the traction motor. This enables the engine to be switched off for electric drive only use.

Gearbox
A Punch Continuously Variable Transmission (CVT) has replaced the conventional transmission and a modified bell housing accommodates the electric traction motor.
Battery Pack
The EVE Hybrid uses a Cobasys Series 1000, NiMH, 30kW 144V module that incorporates an integrated cooling system. This traction battery pack is securely mounted on the boot floor, displacing approx 47 litres of luggage space.

Control System
A sophisticated bespoke Lotus Engineering control system was developed to implement the energy management function by monitoring and controlling all sub-control systems including the engine management, motor/generator, transmission, HVAC, additional clutch, starter/alternator and battery pack.

Brake System
To maintain the integrity of the braking circuit when the petrol engine is off, a Mes-Dea electric vacuum pump maintains the vacuum assist for the brakes.

Steering System
An off-the-shelf TRW electro-hydraulic power assisted steering pump has been fitted, which allowed the retention of the existing steering column and hydraulic steering gear. This pump also provides hydraulic pressure for the additional clutch that engages the hybrid motor.
Interior
The instrument panel incorporates an additional LCD display developed by Lotus Engineering to show battery charge, power split between engine and motor, fuel economy and charge/discharge rate, and incorporates associated warning indicators where appropriate. Also fitted to the dash are new switches to select the car's operating mode - micro hybrid, full hybrid or electric vehicle.



NUJANIV DE BEUTE* LASER GREEN



Ciero Laundry-Dry Cleaning-Wet Cleaning


THE LEADING COUTURE CLEANING AND RESTORATION
FREE PICK UP & DELIVERY

Silent Warning Silent Campaign

marhaban ya ramadhan
bulan pernuh berkat (kenduri jaburan), rahmat dan ampunan
dimana setiap kebaikan pahalanya dilipatkan sepuluh x
(dari sononya, kata Nabi kalau suami istri bercinta malam jumat pahalanya seperti membunuh Yahudi Kafir sebanyak 3000, di bulan ramadhan ini jadi 30.000! AYO ....(ngapain...?!)
.........................
sugeng shiyam
selamat menjalankan ibadah puasa
(Siang jangan menggoda, malam jangan mengganggu)

*^$&*

DEWI SANDRA - LOREAL Pro-


Dewi Sandra, ikon Loreal Professional
dalam jumpa pers tanggal 4 September lalu.

Paulus Indra, CEO Puri Intirasa

Mengelola Kafe Karena Hobi

DI lingkungan industri pariwisata, Paulus Indra bukanlah orang baru. Ia adalah pendiri perusahaan biro perjalanan Puri Tour. Karena perusahaannya aktif bergerak di lingkungan industri pariwisata, ia kerap kali menjamu turis-turis yang datang ke Indonesia dengan membawa mereka antara lain ke restoran-restoran yang terbaik. Bisnis pariwisata itu selalu berhubungan dengan semua yang serba ‘wah’ atau glamour. Semua turis ingin menginap di hotel yang terbaik, ingin makan makanan yang enak, restorannya juga harus yang terbagus. Suatu ketika, timbul dipikirannya, kenapa tidak membuka restoran?

Bermula dari Nasi Uduk

Untuk membuat suatu restoran yang bagus, Paulus Indra tidak mau coba-coba atau tanggung-tanggung. Harus total. Karena restoran atau Kafe adalah bisnis baru buatnya, ia harus belajar lagi dari bawah.

“Saya harus mempersiapkannya sebaik mungkin. Saya tidak mau cuma buka sebentar lalu tutup. Saya mau restoran atau kafe yang saya buka bisa maju,” katanya bersemangat.

Ia pun mulai berpikir restoran apa kiranya yang akan mereka buka? Akhirnya, setelah lama menimbang-nimbang, Indra dan istrinya memilih nasi uduk sebagai menu utama yang akan mereka jual di restoran bakal dibuka. Lokasi yang dipilih, adalah di lingkungan perumahan Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Pada 1982, Restoran yang diberi nama Farini pun berdiri. Nama ini diambil dari nama ketiga anaknya Mario Fajar (32), Marco Hari (29), dan Maria Dini (27).

Indra dan Lucy Iskandar, sang istri pun sibuk melakukan survey harga-harga di pasar. “Bagi saya ini adalah hal yang baru, tetapi saya senang melakukannya,” kata Indra sambil mengenang saat pertama kali ia membuka usaha restoran.

Ia dan istrinya harus bangun pagi-pagi guna berbelanja berbagai kebutuhan di pasar. Istrinya boleh dibilang chef utama yang mengawasi sendiri bagaimana nasi uduk dimasak. Selain itu mereka pun aktif dalam melayani tamu-tamu yang datang.

Agar restorannya diketahui oleh khalayak ramai, sebelum dibuka, Indra setiap hari menugaskan orang memasang spanduk yang berisi pengumuman misalnya, tujuh hari lagi Restoran Farini dengan menu nasi uduk akan dibuka, enam hari lagi akan dibuka, lima hari lagi akan dibuka, dan seterusnya.

Karena publikasinya begitu gencar ditambah lagi makanannya yang lezat, setiap hari terjadi antrean panjang tamu-tamu yang ingin mencoba nasi uduk Farini. Bahkan ketika itu jalanan di sekitarnya sampai macet karena banyaknya mobil yang parkir di depan restorannya. Omzet penjualan nasi uduknya sebesar Rp 2,5 juta/hari dengan menghabiskan sekitar 17 hingga 18 dandang. Pada saat itu omzet tersebut sudah cukup besar.

Setelah tiga tahun mencoba dengan restoran nasi uduk, Indra pun mendapat semangat baru dan berani untuk melangkah lebih jauh lagi. Ia pun memutuskan hadir di Denpasar, Bali.

“Kali ini pilihan menu adalah seafood. Target pasar saya adalah turis-turis asing yang berkunjung ke Bali,” kata Indra. Saat ini ia memiliki tiga restoran sea food di Bali. Restoran yang pertama Mini Seafood Legian, di Legian. Kedua, Kuta Seafood, dan yang ketiga Bali Seafood juga di Kuta.

Survey Sampai ke Wina

Setelah membuka kegiatan di Bali, saya terpikir, kenapa tidak membuka usaha di Jakarta? Pertengahan 90-an, pendapatan perkapita penduduk Jakarta cukup tinggi, sekitar US$ 10.000/tahun. Selain itu banyak eksekutif muda yang sudah sering bepergian ke luar negeri. Banyak di antaranya lulusan luar negeri. Mereka ini memiliki gaya hidup yang berbeda. Tercetus gagasan dalam benak Indra untuk membuka sebuah kafe untuk kelas ini di Jakarta.

“Saya pun mengirim surat ke beberapa kedutaan asing yang terkenal dengan kafe-nya. Tetapi Austria yang lebih cepat membalas surat saya,” kenang Indra yang dikenal sangat serius dengan setiap bisnis yang dilakukannya.

Membuka kafe yang benar-benar menjadi favorit pengunjung, lagi-lagi Indra tidak mau coba-coba.

Ia pun memutuskan untuk berangkat ke Austria. Ia membawa timnya berangkat ke Wina untuk melakukan survey. “Kami bangun pagi langsung menuju ke kafe, kami pindah dari satu kafe ke kafe lain hingga malam hari. Berhari-hari kami mencoba mempelajari gaya hidup kafe-kafe di Wina, akhirnya kami pun mantap.” Kata Indra yang ingin tahu apa sih kafe itu? Menurut Indra, ia dan timnya singgah di sekitar 60 kafe, di Wina, Austria.

Namun demikian Indra dan timnya masih dua kali lagi datang ke Wina, Austria untuk memantapkan rencananya. Akhirnya pada 1997 Kafe Wien pun dibuka di Plaza Senayan. Di sini, para tamu yang datang selain dijamu dengan berbagai menu yang lezat, mereka pun dihibur dengan iringan musik klasik. Jadilah Kafe Wien sebagai kafe paling esklusif di Jakarta.

Beda Kafe dengan Restoran

Kita pernah bertanya kepada Indra apa sebenarnya perbedaan antara kafe dengan Restoran? Tiga kali bolak-balik Jakarta-Wina, membuat Indra menjadi ahli dalam hal kafe. “Kalau Restoran kan biasanya buka pukul 11.00 sampai 15.00. Lalu tutup dan mulai buka lagi pukul 18.00 sampai dengan pukul 21.00 untuk makan malam. Sedangkan kafe bukanya dari pagi sampai malam.

Kalau tadinya kafe hanya menyediakan menu coffee dan pastri serta sandwich, kini kafe mulai menawarkan makanan seperti steak dan lainnya. “cerita Indra. Kafe sebenarnya tempat diskusi tokoh-tokoh politik, budayawan, bisnismen, dan masing-masih tokoh memiliki kafe langganan tersendiri di mana mereka biasa menghabiskan waktu senggangnya.

Di kafe umumnya orang lebih santai dan tidak terlalu formal. Gaya menyantap makanan di kafe dibuat semudah mungkin dan tidak mengotori tangan. Sajiannya cepat dan lengkap. Waktu buka kafe lebih panjang dibandingkan restoran.

Marios Place

Setelah sukses dengan Kafe Wien, Indra kemudian membuka lagi berbagai kafe dan sebuah restoran. Dari deretan kafe dan restoran yang sudah dibukanya antara lain Tator Coffee Boutique, Kafe Patio, Kafe Mario, Dermaga Foodcourt, Restoran Waroeng Pojok, dan Marios Place.

Semua kafe dan resto yang didirikan Indra memiliki keunikan masing-masing. Marios Place misalnya di-design untuk segala usia. Untuk anak muda oke, eksekutif oke, orang tua juga oke.

Untuk memadukan berbagai keinginan ini, Indra menugaskan Asep R. Mulyadi, Manager Kafe Marios Place untuk menyusun berbagai program acara yang bisa mengakomodasi berbagai kelompok usia ini. Ada acara musik hidup setiap malam, antara lain Jazz Night, ada Cowboy Night, Latino Night, Top 40, dan masih banyak lagi program menarik lainnya. Oleh karena itu wajarlah kalau Marios Place sudah menjadi tempat favorit di kawasan Menteng kendati usianya satu tahun pada Juni yang akan datang.

Tak terasa, sudah 17 kafe dan resto yang didirikan Indra sejak lima tahun terakhir ini dengan jumlah pegawai sekitar 700 orang. Dari data yang tercatat, setiap bulan sekitar 250.000 tamu datang dan menikmati makanan dan minuman di seluruh restorannya yang tersebar di Jakarta dan Bali. “Saya berencana, membuka 13 restoran lagi dalam dua tahun mendatang, sehingga jumlahnya menjadi 30.” Kata Indra yang berkeinginan perusahaannya tercatat di Bursa Efek Jakarta.

"Tetapi saya tetap akan berkonsentrasi di Jakarta,” tambahnya. Indra ingin santai dan tidak mau lagi repot mondar-mandir ke kota lain kecuali beberapa outlet yang akan segera dibuka di Makassar dengan sistim waralaba. Kalau dengan sistem waralaba, Indra setuju untuk membuka di kota-kota lain. Resep agar restoran dan kafenya sukses adalah ia harus hadir di semua restorannya sesering mungkin. Ia harus selalu menjaga kualitasnya.

Dari semua kafe yang telah ia dirikan, Kafe Tatorlah yang menjadi tempat favoritnya. Di sini ia bisa menikmati suasana kafe dengan suguhan kopi Arabica asli Tanah Toraja. “Racikan kopi di kafe ini adalah racikan sendiri yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” kata Indra berpromosi.

Kini, Indra sibuk mengelilingi kafe satu ke kafe lain. “Ini pekerjaan saya. Melihat-lihat suasana, mencoba makanan atau minuman. Kelihatannya santai tetapi serius,” kata lelaki yang lahir di Bengkulu, 14 Oktober 1944. Yang pasti, menurut Indra, ada lima hal penting yang harus ada di setiap kafe dan restorannya. Pertama, makanan yang terbaik dengan rasa yang enak, kedua, tempat yang menyenangkan dengan dekorasi yang nyaman, kebersihan yang selalu terjaga, hiburan yang bagus, dan servis yang terbaik.

Kalau semuanya tersedia sudah pasti kafe dan restoran akan diserbu konsumen. (agt)

Istilah-istilah Umum dalam Kegiatan Korupsi

Uang Tip: Sama dengan 'budaya amplop' yakni memberikan uang ekstra kepada seseorang karena jasanya/pelayanannya. Istilah ini muncul karena pengaruh budaya Barat yakni pemberian uang ekstra kepada pelayan di restoran atau hotel.

Angpao: Pada awalnya muncul untuk menggambarkan kebiasaan yang dilakukan oleh etnis Cina yang memberikan uang dalam amplop kepada penyelenggara pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, hingga saat ini istilah ini digunakan untuk menggambarkan pemberian uang kepada petugas ketika mengurus sesuatu di mana pemberian ini sifatnya tidak resmi atau tidak ada dalam peraturan

Uang Administrasi: Pemberian uang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus agar penyelesaiannya cepat selesai.

Uang Diam: Pemberian dana kepada pihak pemeriksa agar kekurangan pihak yang diperiksa tidak ditindaklanjuti. Uang diam biasanya diberikan kepada anggota DPRD ketika memeriksa pertanggung jawaban walikota/gubernur agar pertanggung jawabanya lolos.

Uang Bensin: Uang yang diberikan sebagai balas jasa atas bantuan yang diberikan oleh seseorang. Istilah ini menggambarkan ketika seseorang yang akrab satu sama lain, seperti antara temen satu dengan yang lain. Misalnya A minta bantuan B untuk membeli sesuatu, si B biasanya melontarkan pernyataan, uang bensinya mana ?

Uang Pelicin: Menunjuk pada pemberian sejumlah dana (uang) untuk memperlancar (mempermudah) pengurusan perkara atau surat penting.

Uang Ketok: Uang yang digunakan untuk mempengaruhi keputusan agar berpihak kepada pemberi uang. Istilah ini biasanya ditujukan kepada hakim dan anggota legislatif yang memutuskan perkara atau menyetujui/mengesahkan anggaran usulan eksekutif, dilakukan secara tidak transparan.

Uang Kopi: Uang tidak resmi yang diminta oleh aparat pemerintah atau kalangan swasta. Permintaan ini sifatnya individual dan berlaku di masyarakat umum.

Uang Pangkal: Uang yang diminta sebelum melaksanakan suatu pekerjaan/kegiatan agar pekerjaan tersebut lancar

Uang Rokok: Pemberian uang yang tidak resmi kepada aparat dalam proses pengurusan surat-surat penting atau penyelesaian perkara/kasus penyelesaianya cepat.

Uang Damai: Digunakan ketika menghindari sanksi formal dan lebih memberikan sesuatu biasanya berupa uang/materi_ sebagai ganti rugi sanksi formal.

Uang di Bawah Meja: Pemberian uang tidak resmi kepada petugas ketika mengurus/membuat surat penting agar prosesnya cepat

Tahu Sama Tahu: Digunakan di kalangan bisnis atau birokrat ketika meminta bagian/sejumlah uang. Maksud antara yang meminta dan yang memberi uang sama-sama mengerti dan hal tersebut tidak perlu diucapkan.

Uang Lelah: Menunjuk pada pemberian uang secara tidak resmi ketika melakukan suatu kegiatan. Uang lelah ini bisanya diminta oleh orang yang diminta bantuanya untuk membantu orang lain. Istilah ini kemudian sering digunakan oleh birokrat ketika melayani masyarakat untuk mendapatkan uang lebih

Istilah-istilah Korupsi di Daerah

Medan

Hepeng parkopi (uang kopi):
Uang tambahan yang diberikan ketika melakukan suatu urusan, misalnya berkaitan dengan urusan administrasi

Hepeng par sigaret (uang rokok):
Uang yang dibayarkan oleh seseorang untuk mempercepat penyelesaian suatu urusan. Istilah ini muncul ketika warga harus berurusan dengan aparat, terutama ketika mengurus administrasi, seperti surat izin.

Hepeng pataruon (uang antar):
Uang yang diberikan kepada seseorang untuk meneruskan urusan kepada seseorang. Misalnya uang diberikan oleh warga kepada pegawai PDAM yang melakukan pencatatan meteran dan menagih pembayaranya. Warga bersedia melakukan itu karena merasa sudah ditolong sehingga tidak perlu bersusah payah membayar ke loket.

Uang pago-pago:
Uang yang diberikan suatu proyek atau kegiatan yang dibagi-bagikan. Misalnya, ketika mendapatkan proyek, kita harus memberikan uang pago-pago kepada pemberi proyek.

Silua:
Menggambarkan kebiasaan untuk membawa oleh-oleh ketika berkunjung ke rumah seseorang. Kebiasaan ini kemudian berkembang tidak hanya dilakukan ketika berkunjung ke rumah kerabat, tetapi juga dilakukan oleh bawahan ketika berkunjung ke rumah atasan agar memperoleh kenaikan jabatan.

Manulangi:
Membuat suatu acara dengan memberi makan kepada seseorang yang dihormati.

Hepeng hamuliateon:
Uang yang diberikan kepada seseoarang karena telah membantu mempercepat penyelesaian suatu urusan, misalnya dalam pengurusan administrasi.

Hapeng siram:
Uang yang diberikan untuk menyogok seseorang agar urusannya dipermudah.



Bandung

Biong:
Makelar tanah yang menjual tanah dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang besar meskipun itu tanah negara, dengan cara mempengaruhi masyarakat untuk menyerobot tanah negara dan dijual oleh makelar tersebut ke tangan orang lain dengan harga tinggi.
CNN (can nulis-nulis acan): Artinya tidak pernah nulis. Merupakan plesetan dari nama stasion televisi Amerika. Digunakan untuk menggambarkan wartawan yang suka meminta uang dari para pejabat yang korup dengan mengancam jika tidakdiberikan maka kedok pejabat tersebut akan dibuka.

Ceceremed:
Artinya panjang tangan, suka mengambil yang bukan haknya. Digunakan untuk menggambarkan orang yang mengambil barang milik kantor atau milik negara, misalnya mengambil pulpen dari kantor atau bahkan uang.

D3 (duit, duekuet dan dulur):
Merupakan akronim dari duit (uang), duekuet (dekat) dan dulur (saudara). Digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi di mana jika seseorang ingin memperoleh pekerjaan makaia harus mempunyai D-3.

Dikurud:
Artinya dipotong, memotongi janggut atau kumis. Kemudian digunakan untuk menggambarkan anggaran yang dipotong atau mengambil benda yang bukan miliknya. Misalnya suatu daerah menerima dana program, seharusnya 5 juta, tetapi kenyataanya hanya 2 juta karena sudah dipotong 3 juta.

Dipancong:
Artinya terkena cangkul secara tidak sengaja, istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan pemotongan anggaran, baik itu dana proyek maupun dana perjalanan.

Injek:
Digunakan untuk menggambarkan penyalahgunaan kekuasaan pejabat yang lebih tinggi untuk menekan pejabat yang lebih rendah yang dianggap menghalangi.


Padang

Uang takuik:
Uang takut, uang yang dipungut secara liar oleh preman dan agen liar di terminal atau di daerah-daerah tertentu yang dilewati oleh angkutan umum.

Jariah manantang buliah: Setiap ada pekerjaan harus diberi imbalan.

Bajalan baaleh tapak: Setiap ada perjalanan harus ada ongkosnya baik uang makan maupun uang yang diberikan ketika suatu urusan telah selesai.

Bakameh: Uang yang diberikan kepada seorang pejabat yang akan dipindahtugaskan atau habis masa jabatannya. Orang yang memberikan bakameh adalah mitra atau rekan pejabat tersebut.

Sumbar: Merupakan akronim dari semua uang masuk bagi rata. Misalnya, dalam suatu proyek ada dana sisa hasil proyek maka dana tersebut harus dibagi rata kepada semua orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

Uang danga: Uang dengar, yakni uang yang didapat dari kehadiran dan mendengar suatu transaksi yang bernilai jual.


Makasar

Pamalli kaluru: Tindakan yang dilakukan oleh petugas yang meminta imbalan uang kepada warga yang mengurus suatu urusan/surat-surat. Pihak-pihak yang terlibat adalah petugas suatu instansi pemerintah yang berurusan dengan surat-surat resmi, seperti imigrasi, keluruhan dan ditlantas

Pamalli bensing: Seseoarang yang meminta uang pembelian bensin kepada pejabat, jika ia akan bertugas karena diperintah oleh pejabat yang bersangkutan.

Passidaka: Memberikan hadiah sebagai penghormatan kepada tokoh agama atau tokoh masyarakat. Kemudian berkembang, pemberian hadiah itu tidak hanya ditujukan kepada tokoh agama/masyarakat, tetapi juga kepada pejabat. Tujuannya agar mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan, mendapatkan kenaikan jabatan atau agar urusan bisnisnya diperlancar.

Pa'bere: Pemberian kepada seseorang yang berjasa membantu urusan seperti KTP, SIM atau STNK sehingga proses pembuatanya cepat dan mudah.

Dikobbi: Tindakan yang dilakukan petugas/aparat ketika meminta sesuatu imbalan kepada yang berurusan, cukup dicolek saja agar urusan lancar. Istilah ini digunakan untuk memperhalus perilaku petugas yang meminta sogok.

Amapo (uang amplop): Digunakan oleh wartawan yang biasa meminta amapo kepada pejabat yang diwawancarainya. Istilah ini menggambarkan praktek penyuapan.

PELITA HATI KYAI KECIL


Kisah Tentang Seorang Kyai Kecil

Oleh: Mahar Prastowo

Ada Nabi Besar, tapi tak ada nabi kecil. Juga tak ada Kyai Besar meski sering menyelenggarakan dan menjadi pembicara tunggal dalam event Pengajian Akbar, tapi kali ini ada yang menyebut dirinya sebagai “Kyai Kecil” .

Perihal Kyai Kecil ini, sebenarnya berangkat dari ketidakpercayaan diri sang Kyai ketika dalam sebuah pengajian yang menurutnya juga kecil, namun cukup unik dan ini terobosan baru yang sangat mencerdaskan. Bagaimana tidak, kalau biasanya para pembicara yang Kyai Besar itu mendominasi seluruh waktu yang diberikan untuk ngecap, maka Pak Kyai Kecil ini meluangkan waktu untuk membuka sebuah dialog kecil dengan audience untuk menyampaikan uneg-uneg dan segala persoalan mengenai keberagamaan dan masalah social yang lain.

Nah, di jaman marak Poly Gamyt (kemaluan bercabang banyak) ini, yang dicontohkan diantaranya oleh Dalang asal Tegal dan Pengusaha Restoran asal Solo, rupanya membuat jengah seorang hadirin yang seorang janda dan menanyakan “Kenapa pak kyai tidak poligami. Apalagi sudah hampir 20 tahun menikah belum juga dikaruniai anak, bukankah poligami sunah Rasul?”

“Justru saya tidak poligami karena mengikuti sunah rasul.” Jawab Pak Kyai.

Berikutnya beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berpoligami ketika istri pertamanya, Khadijah masih hidup. “Apalagi saya ini hanya Kyai kecil.” Jelasnya seraya memberi alasan, apa kata orang nanti kalau sang Kyai yang hanya pengasuh pondok pesantren kecil, jumlah santrinya juga tak begitu besar, hanya punya sebuah masjid kecil, lahan kecil dan tingkat ekonominya juga kecil, kok berani-beraninya berpoligami.

Alasan lain, kata Pak Kyai, dengan jumlah keluarga kecil, dia dapat membantu keluarga lain yang kurang mampu, antara lain memberikan pendidikan dan menafkahi para santrinya yang nyantri dan mondok gratis, dan semuanya ditanggung sang kyai kecil berjiwa besar ini.

RENUNGAN


Iqra’: Membaca Gejala Alam

Iqra’, berarti membaca ayat .

Ayat, seluruh ciptaan Tuhan dengan segala gejalanya.

Ketika manusia dapat membaca ayat, maka ia akan dapat memprediksi sesuatu yang akan terjadi berdasarkan hasil pengamatannya. Orang seperti ini biasa disebut Wara’, yaitu orang yang dianggap punya kemampuan tingkat tinggi, yang sebenarnya adalah pengetahuan dan kefahaman tingkat tinggi sehinga menjadi arif dan bijaksana.

Gempa tektonik lintas Sumatera, dinilai banyak kalangan miskin informasi, tajuk rencana Media Indonesia juga mengatakan demikian. Meskipun, bagi sementara orang wara’, mungkin sudah terprediksi namun karena akses mereka untuk menggabungkan kefahamannya membaca gejala alam tidak beriringan dengan ilmu pengetahuan para intelektual akademis, sehingga informasi itu hanya menjadi milik mereka sendiri. Dan, ada hal-hal tertentu dalam sikap mereka ketika melihat suatu kejadian, antara lain TIDAK KAGETAN!

Saya bukan intelektual akademisi bidang meteorology maupun geofisika, apalagi wara’ yang dalam masyarakat kita kenal sebagai Warok (pendekar, bahkan penjahat, yang penting punya ilmu kebal). Adalah ketika terjadi gerhana bulan total, suatu gejala astronomi yang sangat ekstrim, saya memperkirakan akan terjadi sesuatu dengan bumi dalam waktu dua minggu mendatang. Kenapa? Karena kejadian ekstrim tersebut juga mengakibatkan perubahan ekstrim gravitasi terhadap bumi. Alam sebagai sebuah susunan system tatasurya magnetic mahabesar ini, pun akan mengalami penyesuaian-penyesuaian akibat perubahan gayatarik (gravitasi). Maka pada lapisan, lipatan atau lempeng bumi yang rawan, akan menyebabkan terjadinya perubahan perilaku dari diam, stabil menjadi bergerak yang mengakibatkan gempa tektonik.

Tidak berhenti disitu saja, karena gempa tersebut, ada aliran air, aliran mineral dalam tanah, saluran magma yang kemudian mendapatkan akibat. Ada yang tersumbat, namun adakalanya terbuka menjadi lebih lebar, dan ada pula yang sampai keluar menuju permukaan bumi. Cukup bagi kita menjadi catatan, bahwa akibat gempa bumi, terjadi beberapa kasus alamiah yang mengikuti seperti kekeringan yang melanda daerah Yogyakarta, Klaten dan sekitarnya akibat gempa lebih dari setahun lalu dengan banyaknya mata air sumur yang mati. Namun disisi lain, ada saluran yang semestinya aman jika berada didalam perut bumi namun karena terpicu gempa, ditambah terpicu perilaku pengeboran tanah, akhirnya memancar keluar dan mengakibatkan pancaran Lumpur panas seperti di Porong. (panasnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, namun hingga kini belum ada yang berani berpikir kearah tersebut).

Ketika terjadi gerhana bulan total, saya bicara dihadapan teman-teman dan keluarga, bahwa kemungkinan besar dalam minimal 2-3 minggu kedepan akan terjadi gempa tektonik (akibat pergeseran lempeng bumi) yang akibatnya juga bisa menyebabkan gempa vulkanik (akibat letusan gunung). Sebab, dengan pergeseran lempeng bumi yang disertai getaran hebat (gempa), juga memicu aktifitas gunung api. Kemarin (kamis, 13/9) terjadi gempa dengan pusat gempa di Bengkulu, akibatnya dirasakan di sepanjang jalur lintas barat Sumatera hingga ke Padang. Artinya, Gunung Talang dan Marapi serta gunung api tidur lainnya dijalur tersebut, bukan tidak mungkin akan segera memuntahkan lahar atau setidaknya memiliki aktifitas yang meningkat dari biasanya.

Kasus serupa tentu bukan hanya kali ini saja, karena sudah terlalu seringnya wilayah Indonesia terkenan anekarupa bencana alam. Dengan kemampuan memprediksi gejala alam, didukung hasil pengamatan BMG, diharapkan pada masa mendatang kewaspadaan nasional (pandas) terhadap bencana alam akan meminimalisir jumlah korban. (mahar.prastowo@gmail.com)

Tambahan:

Kasus kematian misterius di Kecamatan Ngablak, Kab. Magelang masih menjadi trauma bagi masyarakat sekitar. Namun opini masyarakat luas telanjur dimampatkan dengan keterangan resmi Depkes yang mengatakan bahwa para korban akibat keracunan tempe, meskipun keluarga korban meninggal dan korban sakit yang kemudian sembuh membantah karena merasa tidak mengkonsumsi tempe.

Sayang, bahwa keterangan Depkes tidak didukung bukti hasil analisa laboratorium, namun lebih dikarenakan ”ketidakmampuan” memecahkan persoalan. Atau, jika maksud pemerintah ingin menenangkan masyarakat, mestinya proses penelitian tetap berlanjut agar kejadian tdak terulang lagi atau setidaknya dapat diantisipasi untuk melakukan tindakan preventif.

PR untuk Media Massa, agar dalam memberitakan kasus semacam itu tidak hanya berdasarkan isu yang berkembang di masyarakat atau sekedar menunggu keterangan resmi Depkes. Mungkin akan lebih memberikan manfaat jika media massa bermitra lebih erat dengan lembaga penelitian atau lembaga pendidikan dengan memberdayakan para penelitinya sehingga para akademisi itu pun akan punya sumbangsih lebih nyata ke masyarakat, terpacu menemukan hal baru dan bukan hanya hafalan dari buku karena science selalu berkembang meski basic dan garis besarnya sudah tertuang didalam kitab suci sejak lebih dari 15 abad lalu.



kelana kota

22 Agustus 2007, 16:14:29, Laporan Eddy Prasetyo

28 Agustus

Indonesia Alami Gerhana Bulan Total Selama 5 Jam

SS; Masyarakat Indonesia bakal mengalami fenomena alam tidak biasa pada 28 Agustus 2007 mendatang, yakni gerhana bulan total (full moon eclipse).

Gerhana bulan ini terjadi ketika bulan memasuki bayang-bayang gelap bumi dan fenomena alam yang terakhir dalam tahun ini akan dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Surabaya.

Dr. TAUFIQ HIDAYAT Kepala Observatorium Boscha ITB pada suarasurabaya.net, Rabu (22/08) mengatakan waktu Indonesia bagian Barat tidak mengalami gerhana bulan total lebih lama dibandingkan waktu Indonesia bagian tengah maupun Timur karena adanya perbedaan waktu.

Untuk Indonesia bagian Barat, kata TAUFIQ, kontak bulan dengan penumbra bumi akan terjadi pada pukul 14.53. Proses awal gerhana bulan ini, ujar TAUFIQ, agak sulit dilihat dengan mata telanjang karena terhalang langit yang masih terang. Kemudian, bulan masuk ke umbra pertama pada pukul 15.51.

Bulan mulai memasuki bayang-bayang gelap bumi atau kontak umbra kedua pada pukul 16.52. Gerhana bulan total akan terjadi 17.51. “Ini bisa dilihat di ufuk Timur. Hanya saja memang tidak sejelas di Indonesia Timur karena saat itu di Indonesia bagian Barat, matahari belum terbenam,” kata TAUFIQ.

Setlah mengalami gerhana bulan maksimum, bulan mulai keluar dari bayang-bayang gelap bumi pada pukul 18.22 dan keluar sempurna dari bayang-bayang gelap bumi pada pukul 20.21.

Singkatnya, jelas TAUFIQ, di Indonesia, gerhana bulan ini akan terjadi dalam durasi sekitar 5 jam. “Ini lebih lama dari gerhana bulan terakhir pada awal Maret 2007 lalu,” ujar dia.

Ditegaskan TAUFIQ, gerhana bulan ini tidak akan menimbulkan dampak-dampak negatif pada bumi.(edy)


PROGRAM RADIO GARUDA-SURINAME

Maandag Dinsdag
00.00 uur Panglipuring Ati 00.00 uur Panglipuring Ati
05.00 uur Do'a 05.00 uur Do'a
05.05 uur Rahmatulloh Islam 05.05 uur Federatie
05.15 uur Pawartos Kasripahan 05.15 uur Pawartos Kasripahan
06.00 uur Pawertos Jam Nem 06.00 uur Pawertos Jam Nem
06.15 uur Pawartos Welang-Weling 06.15 uur Pawartos Welang-Weling
08.00 uur Pawartos Wanci Esuk 08.00 uur Pawartos Wanci Esuk
08.15 uur Olahraga 08.15 uur Olahraga
08.30 uur Pawartos Kasripahan 08.30 uur Pawartos Kasripahan
09.00 uur Selang-Seling Wanci Esuk 09.00 uur Selang-Seling Wanci Esuk
10.00 uur Pawartos Kasripahan 10.00 uur Pawartos Kasripahan
10.15 uur Kunst en Cultuur 10.15 uur Garuda aktueel
11.00 uur Ibu-Ibu 11.00 uur Ibu-Ibu
12.00 uur Suriapop 12.00 uur Suriapop
12.30 uur Werna-Werni 12.30 uur Werna-Werni
13.30 uur Pawertos Wanci Sore 13.30 uur Pawertos Wanci Sore
14.00 uur Music break 14.00 uur Music break
15.00 uur Muda-Mudi 15.00 uur Muda-Mudi
16.00 uur Pawartos Saudagar 16.00 uur Pawartos Saudagar
16.30 uur Gamelan 16.30 uur Gamelan
17.00 uur Panyuwunan 17.00 uur Panyuwunan
18.45 uur Anak-Anak 18.45 uur Anak-Anak
19.00 uur Panyuwunan 19.00 uur Panyuwunan
20.00 uur Pawartos Wanci Wengi 20.00 uur Pawartos Wanci Wengi
20.30 uur Pawartos Kasripahan 20.30 uur Pawartos Kasripahan
21.00 uur Panyuwunan 21.00 uur Panyuwunan
22.00 uur Lagu-Lagu Mix 22.00 uur Lagu-Lagu Mix
23.00 uur Nostalgie 23.00 uur Keroncong

Khalifah Juga Manusia


Dr. Fahmi Amhar
Alumnus Vienna University
Peneliti Sejarah Islam.


Konferensi Khilafah Internasional (KKI) yang digagas oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada 12 Agustus 2007 lalu mulai menuai bola salju. Di harian Media Indonesia 24 Agustus 2007 lalu muncul dua tulisan yang mempersoalkan ide-ide HTI.

M. Hasibullah Satrawi (alumnus al-Azhar Kairo) mempertanyakan prosedur pemerintahan seperti apa yang hendak diciptakan? Satrawi menganggap HTI mengalami kerancuan paradigma, yang di satu sisi ingin menegakkan pemerintahan khilafah (yang menurutnya pada masa awal Islam sarat dengan nilai-nilai demokrasi), tetapi di sisi lain HTI anti demokrasi. Bahkan dia pertanyakan apakah HTI sama atau memang Khawarij baru – suatu hal yang juga dilontarkan oleh kelompok Salafi.

Sedang Zuhairi Misrawi (Direktur Moderate Muslim Society) menggunakan pendekatan hermeneutik. Istilah khalifah dan khilafah dikatakan mengalami perkembangan dan partikularisasi, dari "mandat Tuhan yang diberikan kepada setiap manusia apapun agamanya" menjadi "justifikasi dan legitimasi suatu klan politik". Kedaulatan Tuhan atau sistem khilafah menurutnya adalah kalimat mulia tapi maknanya bisa menjadi batil.

Lepas dari soal setuju atau tidak dengan isinya, keberadaan dua tulisan itu dapat bernilai positif, dan justru diharapkan oleh HTI untuk membuka perdebatan ilmiah yang mengandalkan kekuatan logika. Sepanjang pergumulan saya dengan gerakan HT selama lebih kurang 17 tahun, saya melihat bahwa gerakan ini sangat concern dengan adu argumentasi ilmiah, dan bukan kekerasan atau main larang bicara yang hanya mengandalkan logika kekuatan. Justru logika kekuatan ini yang akhir-akhir ini ditunjukkan oleh penguasa negeri ini, yang mencekal dan mendeportasi dua pembicara KKI dari Luar Negeri, serta melarang dan menekan beberapa tokoh Dalam Negeri agar tidak berorasi di forum KKI.

Sebenarnya apa yang dipersoalkan oleh dua penulis di atas, sudah terjawab oleh buku-buku HT sendiri. Dalam buku Ajjihzah daulatih khilafah (Struktur Negara Khilafah) yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir (Internasional) tahun 2005, ditegaskan bahwa sistem khilafah adalah sistem manusia dan bersifat duniawi. Khalifah juga manusia, dan negara Khilafah bukan negara teokrasi.

Meskipun istilah Khalifah dipakai secara umum di dalam Qur'an Surat al-Baqarah ayat 30 (Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"), namun Rasul telah dengan jelas membatasi istilah itu untuk pemerintahan pasca Nabi. Nabi bersabda dalam hadits riwayat Muslim: "Dulu Bani Israel diurus dan dipelihara oleh para nabi. Setiap seorang nabi meninggal, nabi yang menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para khalifah, dan mereka banyak".
Para sahabat bertanya, "Lalu apa yang kau perintahkan kepada kami?" Nabi menjawab, "Penuhilah baiat yang pertama, yang pertama saja, dan berikanlah kepada mereka hak mereka. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka atas apa yang mereka urus".

Di hadits yang lain Rasulullah sangat menekankan kesatuan negara, sehingga melarang munculnya kepala negara tandingan. Dalam hadits riwayat Muslim tersebut Nabi secara eksplisit menggunakan istilah khalifah untuk kepala negara kaum muslimin: Jika dibaiat dua orang khalifah, maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya".

Tentang mekanisme pemilihan khalifah, apa yang terjadi pada masa khulafaur Rasyidin, dan diamnya mereka melihat mekanisme pemilihan Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali yang berbeda-beda, menunjukkan bahwa keempatnya adalah sah sebagai model. Hal ini karena ada sabda Nabi: "Ummatku tidak akan sepakat dalam kemungkaran". HT menyimpulkan bahwa kesepakatan (ijma') para sahabat (dan hanya berlaku untuk para sahabat Nabi) adalah sebuah sumber hukum.

Karena itu bagi HT mekanisme itu sangat jelas. Khalifah boleh dipilih secara langsung seperti Abu Bakar; atau dengan nominasi khalifah sebelumnya seperti Umar; atau dengan suatu komite pemilihan seperti Utsman atau dengan suatu pengambil alihan di saat terjadi vacuum of power seperti Ali. Keempat model ini semuanya absah pada saat yang tepat. Jadi keliru untuk mengatakan bahwa Islam atau sistem khilafah tidak memiliki model suksesi.

Sedang apa yang terjadi di masa dinasti Umayah, Abbasiyah atau Utsmaniyah adalah penyalahgunaan sistem nominasi. Namun bukan metode nominasinya sendiri yang salah. Dalam sistem demokrasi juga ada nominasi. Hampir semua penerus Perdana Menteri pada sistem demokrasi parlementer adalah dinominasikan oleh PM sebelumnya. Toh nominasi ini hanya akan berjalan dengan baik kalau diterima oleh Parlemen dan diperkuat lagi oleh pemilu berikutnya.

Dalam sistem khilafah, nominasi ini baru akan sah ketika ada baiat. Baiat adalah semacam kontrak antara umat (yang terwakili oleh tokoh-tokoh kunci kekuatan umat, yaitu di politik atau militer) yang siap taat dan membela seseorang agar menerapkan syariat Islam. Orang yang menerima baiat itulah yang kemudian menjadi khalifah, atau amirul mukminin, atau sultan atau sebutan lain yang sah.

Sebaiknya kalau kita meneropong suatu sistem pemerintahan, kita jangan hanya terpaku pada sistem suksesinya. Konstitusi negara manapun tidak hanya mengatur suksesi. Di UUD 45 hasil amandemen, soal suksesi hanya ada pada 3 pasal dari 37 pasal. Maka, ketika kita menilai kualitas sebuah negara, jangan pula hanya dilihat suksesinya. Kalau kita mau jujur,
Indonesia ini meski sukses melakukan suksesi secara demokratis, tetapi kualitas kehidupan masyarakatnya justru semakin parah dan semakin jauh dari cita-cita proklamasi.

Sementara, se-despot apapun para khalifah Islam di masa lalu, mereka masih melindungi rakyatnya, mencerdaskannya, menjadikannya sejahtera, dan menorehkan sejarah peradaban emas Islam. Umar bin Abdul Azis dari bani Umayyah berhasil mensejahterakan rakyatnya dalam 2,5 tahun, padahal waktu itu kekuasaanya membentang dari Spanyol hingga
Iraq. Khalifah al Rasyid dan al Makmun dari bani Abbasiyah mensponsori aktivitas keilmuan yang luar biasa di masanya. Al Mu'tashim Billah dengan tegas menindak suatu negara boneka Romawi yang serdadunya melakukan pelecehan seksual atas wanita muslimah di negeri itu. Bayangkan dengan apa yang diperbuat Republik Indonesia yang sangat demokratis pemilunya ini pada ribuan perempuan buruh migran yang tidak cuma dilecehkan namun juga disiksa di luar negeri? Al Qanuni dari bani Utsmaniyah berhasil menahan – untuk beberapa abad kemudian – laju imperialisme kekaisaran-kekaisaran Eropa saat itu (Habsburg Austria, Tsar Russia, dll). Andaikata khilafah Utsmani ini tidak pernah ada, barangkali Islam belum berkembang di Indonesia seperti saat ini.

Menganggap sistem khilafah awal sarat dengan nilai-nilai demokrasi justru menunjukkan kebutaan kita terhadap demokrasi. Demokrasi direduksi hanya dalam proses pemilu (demokrasi prosedural). Orang-orang Islam liberal pun sangat paham akan hal ini, sehingga merekapun menentang kalau orang hanya menggunakan demokrasi sebatas prosedural. Padahal dalam demokrasi itu juga ada asas sekulerisme (penetralan kehidupan publik dari acuan agama apapun), asas liberalisme (kebebasan berpikir, berpendapat dan berperilaku sepanjang tidak mengganggu kebebasan orang lain) serta asas kapitalisme (pasar bebas dengan modal sebagai panglima). Demokrasi boleh mempersoalkan apa saja (termasuk Islam), namun tidak boleh mempersoalkan ketiga asas pendampingnya. Sementara itu ide khilafah yang diusung HT sebenarnya tidak pernah mempersoalkan demokrasi sebagai prosedur, namun menentang keras tiga asas pendampingnya. Adakah demokrasi tanpa sekulerisme, liberalisme dan kapitalisme? Negara mana contohnya? Kalau anda yakin jawabannya ada, mungkin anda masih bermimpi!