Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

Perlu, Hari Batik Nasional

___________________________________________
H, Muhammad “Ook” Arifin, Pemilik Katacraft

Turun temurun semenjak kakek buyutnya, darah pedagang kain batik juga diwarisi insinyur pertanian UGM yang jago IT ini. Kalau sebelumnya batik Ambologo hanya dapat ditemui di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, bersama “kawan mancing”nya, Aput dibukalah cabang distribusi batik Ambologo dengan bendera Katacraft di Jakarta. Blok M Square dan JaCC dianggap sebagai pilihan tepat mendekatkan diri ke pelanggan, setelah sebelumnya sempat dibuka di kawasan Kalimalang dan Pejaten.

Dalam membuka usaha distribusi dan butik batik ini, ia mendapatkan koleksi batiknya dari sentra-sentra batik di Indonesia, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pelanggan juga dapat memesan batik dengan membawa desain sendiri sesuai yang diinginkan.

Soal kapasitas produksi, Arifin tidak membatasi, apalagi dari sejarah batik di Jawa tengah, keluarganya termasuk pemain utama baik dalam produksi maupun distribusi dengan menjalin kemitraan perajin dan mendirikan ratusan toko di sentra-sentra bisnis.

Saat ini, menurutnya, persaingan batik di Indonesia sangat kompetitif dengan pemain-pemain lama yang masih eksis, dan ditambah dengan pemain-pemain baru. Namun demikian, kondisi ini tidak membuatnya takut atau minder, karena rezeki itu sudah diberi oleh Tuhan.


Hari Batik Nasional

Arifin atau yang akrab dipanggil Mas Ook ini juga menyambut gembira, ditetapkannya Batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Dengan berkembangnya batik ke seluruh dunia, akan turut mencitrakan Indonesia, seperti halnya di kuliner, Pizza bisa menjadi identitas Italy, Hoka-hoka Bento [Jepang], dan sebagainya.

Apresiasi terhadap pengakuan Unesco juga ditanggapi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga menghimbau untuk memakai busana batik pada hari Jumat 2 Oktober 2009 ini.

Sebagai pelaku bisnis distribusi batik untuk busana, tas, ornamen interior, meubel, stationary dan lain-lain, Ook berharap pemerintah melestarikan batik dengan membuat satu momentum yang berkesinambungan misalnya menetapkan 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Untuk mendapatkan informasi tentang produk-produk Katacraft, dapat dating langsung ke cabang distribusi di JaCC dan Blok M Square, atau menghubungi Mitro [Mgr. Operasional] di 0817 781 366, atau 021-710 372 051. [iklan]

LPM 2009, EKSPLORASI KAIN INDONESIA

_______
Tahun ini merupakan kebangkitan dari Batik Indonesia. Munculnya kebanggaan atas warisan bangsa ini dipicu oleh negara tetangga yang beberapa saat lalu melakukan klaim atas Batik sebagai budaya Melayu. Munculnya kesadaran atas warisan budaya saja tidaklah cukup, perlu adanya terobosan agar budaya kita menjadi relevan kembali ke generasi muda.


"Diperlukan munculnya desainer muda yang melakukan inovasi atas budaya, warisan dan tradisi, karena merekalah yang memahami semangat zaman, dan dari merekalah lahir sesuatu yang baru." Demikian disampaikan Andi S. Boediman, seorang Creative entrepreneur menanggapi penyelenggaraan Lomba Perancang Mode 2009.

Sebagai inpirator industri kreatif di Indonesia, Andi juga sependapat jika dari busana dapat memunculkan nasionalisme, namun demikian, para desainer muda hendaknya tak melulu berkutat pada eksplorasi Batik yang sudah ada, masih banyak hal berciri khas Indonesia dapat diangkat melalui fashion.

_______



Setelah melalui seleksi ketat, 10 calon desainer telah terpilih sebagai finalis dalam lomba fashion design prestisius, Lomba Perancang Mode Femina Group 2009 (LPM 09). Lomba ini merupakan bagian dari Jakarta Fashion Week 09/10 (JFW 09/10) yang akan berlangsung pada 14-20 November 2009 di Pacific Place, Jakarta. Jakarta Fashion Week 09/10, yang tahun ini dipersembahkan oleh Bank BRI, merupakan fashion week utama di Indonesia yang memberikan arahan fashion Indonesia dan memeragakan bakat dan kreativitas desainer fashion Indonesia.

Tema lomba kali ini adalah Eksplorasi Kain Indonesia. Menurut Zornia Devi, Ketua Pelaksana Lomba Perancang Mode 2009, pemilihan tema ini didasari pemikiran bahwa tanah air kita ini kaya akan beragam kain tradisional, namun yang terangkat baru batik saja. “Upaya eksplorasi kreatif dari desainer muda akan membuat kain Indonesia terus dikenal dan dimanfaatkan di masa mendatang, serta menjadi elemen fashion global,” kata Zornia. Untuk menjaring bakat-bakat baru, panitia LPM telah membuka pendaftaran sejak Mei 2009 lalu dan mengadakan road tour ke beberapa sekolah mode, seperti ESMOD, LaSalle College, LBTP Susan Budihardjo dan Phalie Studio.

Tahun ini panitia berhasil menjaring 202 peserta. Setelah melalui tahap penjurian awal, terpilihlah 20 semifinalis yang telah mempresentasikan konsep rancangan di depan dewan juri pada Selasa, 15 September 2009. Para semifinalis ini harus mewujudkan satu desain yang telah dipilih juri berdasarkan desain dan tingkat kerumitan pembuatannya. Hasilnya, mereka berhasil mewujudkan karya desainnya menjadi karya yang inovatif dan mengundang decak kagum. Sepertinya, hanya di ajang ini bisa ditemukan kain songket Makassar sebagai gaun 2-in-1, kain sarung bergaya kimono, kain lurik model ponco, sampai modifikasi kain tenun Bali yang membawa kesan mewah pada busana yang diciptakan.

Karakteristik yang sangat terlihat pada desain peserta adalah karya-karya yang sangat kreatif dan berani keluar dari kebiasaan. “Rata-rata usia para peserta yang relatif muda mungkin membuat mereka lebih terekspos perkembangan industri fashion dunia. Kedekatan mereka dengan lingkungan pop culture juga ikut mempengaruhi karya-karya mereka,” kata Petty S. Fatimah, pemimpin redaksi Femina, yang juga duduk di kursi Dewan Juri. Rata- rata peserta LPM tahun ini adalah 23 tahun, relatif lebih muda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain Petty S. Fatimah, dewan juri tahun ini terdiri atas Sebastian Gunawan (desainer), Taruna K. Kusmayadi (desainer, Ketua APPMI), Ninuk Pambudy (redaktur senior Kompas) dan Timur Angin (fashion photographer).

Dewan Juri menilai hasil rancangan para semifinalis berdasarkan kreativitas, orisinalitas, daya pakai, dan daya jual. Tambahan penilaian yang mesti direbut oleh para semifinalis adalah penampilan wujud rancangan dan konsep rancangan ketika dikenakan oleh model.

Setelah melalui diskusi yang panjang dan pelik, terpilihlah 10 Finalis LPM 2009 sebagai berikut (Red: Nama desainer, usia, domisili, sekolah mode, tema koleksi):

1. ALBERT GARRY YANUAR, 24, Jakarta, ESMOD – Percampuran Budaya
2. BETHANIA AGUSTHA TAMSIR, 19, Tangerang, ESMOD – Mood Swing
3. DENISE KRISTI TRISNA, 25, Jakarta, Susan Budihardjo; Abinieri Ang – Contradictive
4. ELIZABETH MYRA JULIARTI, 33, Jakarta, ESMOD – Culture Rocks!
5. GALIH PRAKARSA, 19, Jakarta, Susan Budihardjo – Mahadewata
6. IMELDA KARTINI, 23, Jakarta, ESMOD – Impossible-Possible
7. KURSIEN KARZAI, 29, Jakarta, Interstudy – Save The Forest
8. REVIANSYAH AL HAMIDI, 22, Jakarta, ESMOD – Papua Nugini’s Gold
9. VINORA NG, 20, Jakarta, ESMOD – Edito
10. VONNY CHYNTHIA KIRANA, 22, Jakarta, ESMOD – Indonesian Beauty

Walaupun hasil yang masuk sangat memuaskan, namun secara keseluruhan masih tersisa tantangan besar untuk sekolah mode dan media untuk memperkenalkan kain-kain khas Indonesia secara lebih konsisten kepada generasi muda. “Meski secara ide sangat menarik, masih banyak peserta yang memiliki konsep yang belum matang. Pengetahuan mereka tentang kain Indonesia relatif belum banyak,” kata Petty S. Fatimah.

Kini Lomba Perancang Mode 2009 kian mendekati babak menegangkan, karena kesepuluh finalis akan berlaga di malam final pada 19 November 2009. Pemenang akan meraih kesempatan menuntut ilmu di sekolah mode bergengsi, yaitu Fashion Institute of Design & Merchandising, Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka juga akan mengikuti kesuksesan para alumni LPM, seperti Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan.

Peneliti India Temukan Air di Bulan

_________________
New Delhi,

Peneliti India menemukan bukti adanya air dalam jumlah cukup besar di bulan. Kesimpulan ini didapat dari tiga misi penelitian negara itu ke bulan. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Kamis 24 September 2009, data dari pesawat luar angkasa, Chandrayaan-1, menemukan bahwa air masih dibentuk di permukaan bulan.

Direktur proyek Indian Space Research Organisation Mylswamy Annadurai, menyatakan senang dengan temuan itu. "Salah satu tugas Chandrayaan-1 adalah menemukan bukti adanya air di bulan," kata dia.

Peneliti yakin, air terbentuk di kutub dengan bantuan angin di bulan. Dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Science, peneliti menjelaskan bahwa air mungkin bergerak dalam bentuk partikel kemudian membentuk dan menyatu dengan debu-debu di permukaan bulan.

Chandrayaan-1 diluncurkan ke orbit bulan Oktober tahun lalu. Pesawat luar angkasa ini diperlengkapi dengan Moon Mineralogy Mapper (M3). Peralatan ini didesain memang untuk mencari air dengan cara mendeteksi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan mineral-mineral di permukaan bulan.

M3 sangat sensitif untuk mendeteksi keberadaan air sekalipun dalam jumlah yang kecil. Menurut peneliti dari Brown University di Rhode Island, Carle Pieters, "saat berbicara soal air di bulan, kita tidak berbicara soal danau, laut, atau bahkan kubangan."

Air di bulan berarti molekul pembentuk air, yakni hidrogen dan oksigen. "Senyawa dua molekul ini kemudian berinteraksi dengan batu dan debu," kata Pieters yang ikut meneliti data dari Chandrayaan-1 itu. Para peneliti mengatakan temuan ini jadi terobosan baru dalam misi penelitian dan eksplorasi berikutnya ke bulan. [tvone]

Warga Malaysia Tergila-gila Sinema Indonesia

__________
"Indonesia adalah negara yang besar. Produk-produk perfilman Indonesia ditayangkan di Malaysia. Dan kebanyakan rumah tangga di Malaysia tergila-gila bahkan terobsesi dengan sinetron dan film-film Indonesia." Dato' Seri Jawhar Hassan-CEO Institute for Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia.

10 Inovasi Strategis di Dunia Masa Depan

______________________
Oleh Yulvianus Harjono
______________________

Inovasi adalah kunci masa depan. Kesejahteraan yang dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari inovasi yang telah dilahirkan pada masa lampau. Melalui berbagai penemuan yang telah diciptakan saat ini, kita pun dapat ”mengintip” masa depan.

Hal-hal yang dulu hanya bisa disaksikan di film-film fiksi dan buku ternyata menjelma sebagai realitas. Memandang sangat pentingnya inovasi, seperti diungkapkan Presiden AS Barack Obama dalam pidato mingguannya di radio dan media cyber, 1 Agustus 2009, Livescience merilis 10 obyek inovasi strategis yang telah dirintis dan akan menentukan pada masa depan.


Peralatan pembaca pikiran

Adam Wilson, ilmuwan dari Teknik Biomedis University of Wisconsin, AS, menciptakan sebuah interface (antarmuka untuk komputer) yang mampu menerjemahkan pikiran ke dalam bentuk teks.

Sistem antarmuka yang bekerja pada alat berupa elektrode dan kabel terkoneksi di kepala ini mampu mengubah sinyal listrik menjadi bentuk fisik, seperti tangan memindahkan cursor.

Teknologi ini sangat bermanfaat bagi pasien yang tak bisa berkomunikasi sama sekali, seperti penderita stroke atau penyakit langka Lou Gehrig (Amyotrophic Lateral Sclerosis) untuk bisa ”berbicara”. Alat ini dapat difungsikan sebagai alat pengetes kejujuran.


Keliling dunia 90 menit

Dari novel dan film kita ketahui, Phileas Fogg asal Inggris mampu mengelilingi dunia dalam 80 hari pada awal tahun 1870-an. Ke depan orang bisa hanya butuh kurang dari sejam untuk ke belahan dunia lain.

Dalam penelitian yang disponsori Pusat Sains Angkatan Udara AS dan Angkatan Udara Brasil, mimpi transportasi canggih dibangun di atas teknologi propulsi laser kecepatan hipersonik. Riset pimpinan Leik Myrabo, profesor Teknik Dirgantara dari Institut Politeknik Rensselaer, Troy, AS, ini tengah dilakukan di Laboratorium Hipersonik dan Aerodinamika Henry T Nagamatsu di Sao Jose, Brasil.

Kekuatan puncaknya dapat mencapai skala gigawatt. Alat ini diklaim mampu meluncurkan nano-satelit (1-10 kilogram) dan mikro-satelit (10-100 kilogram) ke orbit rendah dalam sekejap. Teknologi ini juga didesain untuk meluncurkan pesawat ke stasiun luar angkasa.


Lengan bionik

Ingat tokoh Luke ”Skywalker” di film Star Wars? Ya, tangan kanannya yang putus adalah sebuah lengan bionik. Tidak lama lagi, para veteran korban perang ataupun mereka yang terlahir tanpa lengan dan tungkai kaki bisa menikmati teknologi canggih Skywalker ini.

Banyak pusat penelitian di dunia mengembangkan lengan dan kaki bionik. Salah satunya adalah Touch Bionics yang telah memasarkan produknya, lengan i-LIMB. Lengan bionik ini memiliki kontrol intuitif.

Elektrode desain khusus ditempatkan di permukaan kulit untuk membaca sinyal-sinyal otot (myoelectric) yang dikirimkan otot di tungkai/lengan yang tersisa. Lengan i-LIMB berbahan dasar plastik itu dapat bergerak layaknya tangan biasa. Teknologi bionik yang tak kalah canggih tengah dirintis Miguel Nicolelis (Duke University, AS). Lengan buatan rancangannya, digerakkan otak langsung.


”Gadget” indera keenam

Pranav Mistry, mahasiswa program doktor dari Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT), menciptakan alat Sixth Sense, yang bisa menampilkan informasi virtual tiga dimensi saat berinteraksi dengan obyek yang dilihat.

Sebagai contoh, dengan melihat kulit wajah sebuah buku, beragam informasi: resensi, harga, bahkan komentar tentang buku itu, langsung muncul di hadapan kita layaknya tayangan dari sebuah proyektor LCD.

Sixth Sense adalah sebuah gadget yang memungkinkan segala informasi di internet terhubung langsung dengan dunia nyata dan membentuk sajian bernama realitas tambahan. Gadget yang ringkas ini mengingatkan kita pada teknologi canggih di film


Minority Report.

Teknologi ini menggabungkan webcam dan proyektor mini yang terkoneksi dengan ponsel cerdas secara nirkabel.


Organ tubuh artifisial

Suatu saat ke depan, manusia yang menderita penyakit gagal hati bisa memiliki organ hati baru. Bukan lagi sekadar transplantasi, melainkan sebuah organ asli. Colin McGucklin dan Nico Forraz—duo peneliti dari Newcastle University, Inggris— menciptakan lever artifisial.

Lever manusia pertama yang pernah diciptakan ini masih dalam skala prototipe. Ukurannya mini, setara sebuah koin ukuran kecil. Lever ini dibuat dari sel punca (stem cell) yang diambil dari tali pusat manusia.
Bioreaktor untuk menumbuhkan sel punca diperoleh dari NASA. Pada masa depan kemungkinan bukan hanya lever yang bisa diproduksi, melainkan juga organ-organ vital lain, seperti ginjal, bahkan jantung.


Memberi makan dunia

Mencukupi kebutuhan pangan dunia bakal menjadi hal sangat krusial pada masa depan. Ilmuwan terus berupaya menciptakan varietas gandum, jagung, dan beras unggulan yang bisa panen berlipat ganda. Termasuk menyesuaikan dengan gejala pemanasan global.
Seiring pesatnya riset bioteknologi, muncul ide pembuatan superfood—makanan berbentuk pil yang mencakup seluruh nutrisi yang dibutuhkan. Ada yang mengembangkan makanan sintetis dari sel punca hewan. Riset ini salah satunya dilakukan di Ulrecht University, Belanda.


Melenyapkan limbah

Limbah akan menjadi persoalan besar pada masa depan jika tidak diantisipasi serius. Di negara-negara maju, melalui pemanfaatan teknologi, berbagai sampah diolah menjadi bahan baku daur ulang. Bulu ayam, oleh peneliti di Virginia Tech, AS, bisa diolah menjadi senyawa polimer sebagai bahan untuk membuat plastik pada masa depan.


Menjiplak nuklir Matahari

Reaksi fusi nuklir menjaga Matahari tetap bersinar cemerlang selama miliaran tahun. Ed Moses, dari National Ignition Facility, AS, melakukan penelitian bertujuan menciptakan fusi nuklir seperti di Matahari.

Dia mencampur 150 mikrogram deuterium dan tritium yang ditembakkan dengan laser raksasa sebagai inti tenaga untuk membangkitkan fusi nuklir. Percobaan ini mirip dengan adegan cerita fiksi film Spiderman 2. Pada 2010 dijadwalkan tes, yang diprediksi menghasilkan energi hingga 500 triliun watt.


Merekayasa iklim Bumi

Salah satu cara mencegah pemanasan global adalah melalui rekayasa kebumian (geoengineering). Muncul berbagai gagasan geoengineering yang hi-tech, seperti membuat cermin atau menaburkan partikel pemantul sinar matahari. Untuk mengurangi badai topan di AS akan dicoba mengaduk lautan, oleh sejumlah armada kapal, agar air laut mendingin. Teknologi rekayasa kebumian kian dimungkinkan.


Membuat otak manusia
Masih banyak bagian dari otak manusia yang menyimpan misteri. Di balik miliaran neuron, tersembunyi segala pemikiran dan teknologi canggih yang tak pernah terbayangkan akan dilahirkan.

Peneliti yang tergabung dalam Blue Brain Project di Swiss mengumumkan rencana membuat otak artifisial beberapa dekade lagi. Simulasi dilakukan dengan membuat otak tikus buatan, menggunakan IBM Supercomputer Blue Gene.

_____________________________________________________
Sabtu, 19 September 2009 | 03:04 WIB-Kompas

Telusur Sejarah, Cari Gigi Emas dalam Tengkorak Tan Malaka

___________________________________________
Identifikasi Jenazah yang Diduga Tan Malaka
___________________________________________

JAKARTA - Pemeriksaan terhadap jenazah yang diduga Tan Malaka tak hanya mengandalkan tes DNA (deoxyribonycleic acid). Tapi juga ciri fisik khas Tan Malaka yang dikenal kerabat dekatnya. Salah satunya adalah geraham dari emas yang terdapat di antara gigi geligi tokoh pergerakan kemerdekaan itu.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, Tan Malaka tak memiliki keturunan. Satu-satunya garis keluarga yang masih tersisa adalah Zulfikar Kamarudin. Dia adalah anak dari adik laki-laki Tan Malaka, Kamarudin Rasyad. Dua saudara Zulfikar sudah meninggal.

Karena itu, DNA jenazah yang diambil dari desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, itu akan dibandingkan dengan DNA Zulfikar.

“Selain DNA, juga diperiksa ciri fisik Tan Malaka yang diketahui kerabat terdekatnya. Pokoknya ada gigi emasnya. Zaman dulu orang kan suka mengganti gigi yang lepas dengan gigi palsu dari emas,” kata kata Asvi kepada JPNN di Jakarta kemarin (13/9).

Asvi juga ikut mendampingi sejarawan Belanda Harry Poeze saat penggalian makam di Selopanggung, Kediri, itu.

Seperti diwartakan, sebuah makam yang diduga berisi kerangka Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dibongkar Sabtu lalu (12/9). Seluruh kerangka yang diambil dari makam yang berada di lereng Gunung Wilis itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk tes DNA.

“‘Prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu,” ujar Ketua Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Djaja Surya Atmadja di sela-sela pembongkaran. Pembongkaran makam itu merupakan buah penelitian Harry Poeze selama 22 tahun merunut jejak Tan Malaka.

Lantas, dari mana Harry Poeze bisa menduga makam itu adalah makam tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1963 itu.

Kata Asvi, ada sebuah tugu kecil di pinggir Kali Brantas. Tepatnya di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di desa tersebut dibangun tugu untuk menandai tempat pembuangan jenazah Tan Malaka ke Kali Brantas.

“Harry Poeze mewawancarai banyak saksi sejarah untuk merunut, apa memang jenazah Tan Malaka dibuang di Kali Brantas,” katanya.

Harry Poeze, kata Asvi, merunut ke mana saja perjalanan Tan Malaka. Kemudian, di mana tokoh yang dikenal berseberangan dengan Sjahrir itu ditangkap dan ditembak.

“Harry Poeze menemukan bahwa Tan Malaka ditangkap kemudian ditembak di sekitar kaki Gunung Wilis. Itu yang akhirnya membawa dia ke desa Selopanggung,” katanya.

Kata Asvi, Tan Malaka ditangkap oleh Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Penangkapan Tan Malaka itu sebenarnya tidak atas perintah atasan Soekotjo. Namun, saat itu Soekotjo yang memimpin gerilya dan operasi di kawasan tersebut menemukan bahwa Tan Malaka adalah sosok yang dinilai membahayakan negara.

“Apalagi, dia berbeda pendapat dengan Sjahrir. Zaman dulu di militer kan begitu. Kalau tidak sependapat, diculik,” katanya.

Tan Malaka pun ditangkap. Tanggal penangkapannya antara 19-21 Februari 1949. Asvi mengaku tak tahu pasti. Yang jelas, pada 21 Februari warga desa menemukan jenazah tersebut. Mereka kemudian menguburkannya sebagai “orang luar desa” yang meninggal tanpa identitas.

Kemudian ada cerita ada sebuah makam yang dipindahkan di samping makam Mbah Selo, seorang pendiri Desa Selopanggung. Makam itu tanpa identitas. Nah, di makam Mbah Selo itu terdapat sebuah pohon Kamboja besar.

“Dari situ kita tahu kalau makam di samping Kamboja besar itu adalah makam yang diduga jenazah Tan Malaka,” katanya. (aga/oki/jp
________________________________________________
source: http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=UTAMA&id=158528
senin, 14 September 2009

Janji Joni eh Joko: Bugil Di Circle K

___________________________________________________________________________________
Penuhi Janji, Joko Anwar Bugil di Minimarket

Jakarta Hati-hati dalam mengucap janji atau anda akan berakhir seperti Joko Anwar. Sutradara kenamaan tersebut terpaksa telanjang bulat di minimarket karena janji di twitter dan ini bukan adegan film!

Selasa (23/9/2009) sekitar pukul 14.00 WIB Joko Anwar memposting tweet di account twitternya. "If I got my 3000th follower today, I'll go into a Circle K naked," demikian janji Joko yang pernah menyutradarai film 'Janji Joni' itu.

Tak lama setelah itu pengguna account Twitter langsung menyebarkan pesan tersebut. Satu jam setelah janji tersebut dibuat, pengikut Joko di twitter telah menembus angka 3 ribu. Sampai malam ini ia melakukan aksinya, pengikut pria kelahiran 3 Januari 1976 tersebut hampir mencapai 13 ribu.

Mau tak mau Joko harus melakukan 'sumpah'nya itu. Saking populernya 'sumpah twitter' tersebut bahkan kata 'Circle K' sempat menjadi trending topics nomor satu di Twitter.

Joko pun menyerah 'diserang' ribuan orang. Di akun Twitternya ia berkata akan menepati janjinya pada malam hari.

Rabu dini hari, Joko dan beberapa temannya yang juga berkecimpung di dunia perfilman menuju lokasi 'Circle K' yang mereka pilih. Setelah beberapa kali pindah lokasi, akhirnya mereka menemukan 'Circle K' di kawasan Bintaro untuk menjalankan aksinya.

Setelah hampir dua jam bersiap-siap di lokasi pilihan akhirnya penulis 'Quickie Express' tersebut menjalankan aksinya. Ia masuk ke minimarket 24 jam tersebut tanpa sehelai benang pun.

"PICS WILL BE UP SOON!! We are baik2 saja haha!! Thank u for all ur supports tweeps! HAIL TO @jokoanwar! FULLY NAKED @CircleK !! HE did it!," demikian tulis Nitta Noer teman Joko yang menjadi saksi dalam akun Twitternya sekitar pukul 00.10.

Sekitar pukul 00.30 WIB untuk membuktikan janjinya, Joko pun memposting foto aksinya di twitter "A promise is a promise, Mr. Politicians!," tulis Joko dengan disertai foto bugilnya

Well, hati-hati membuat janji, jangan sampai janji anda akan menjadi seperti 'Janji Joko'.(eny/ikh)

source: detikhot Rabu, 23/09/2009 00:31 WIB

Call for Applications 2010 Conservation Leadership Programme Awards

__________________________
Deadline 6th November 2009

The Conservation Leadership Programme (CLP) is now accepting applications for 2010 Conservation Awards. The CLP aims to promote the development of emerging conservation leaders and equip them with the capacity to address the most pressing conservation issues of our time. We do this by providing small grants, training, mentoring and networking opportunities, where award winners gain practical skills and experience and develop leadership capabilities through the implementation of projects focused on high-priority biodiversity conservation issues.

The CLP is a partnership of four international conservation organizations – Birdlife International, Conservation International, Fauna & Flora International and the Wildlife Conservation Society – with support from multinational energy company BP. The CLP has been helping young conservationists to achieve their goals and move into positions of influence within the conservation sector – and 2010 marks the 25th Anniversary of this highly successful program!

This year we are happy to announce that we will be accepting applications from teams working across Africa, Asia, Eastern and South-eastern Europe, the Middle East, the Pacific, Latin America and the Caribbean. Countries that are NOT ELIGIBLE include those countries designated as high-income economies by the World Bank, with the exception of island nations in the Pacific and Caribbean and some countries in the Middle East. If you have any questions about eligible countries, please contact the CLP.

Available awards include:
• Future Conservationist Awards: Approximately 20 awards of up to $12,500 each
• Conservation Follow-up Awards: Approximately 5 awards of up to $25,000 each (available only to previous CLP award winners)
• Conservation Leadership Awards: 2 awards of $50,000 each (available only to previous CLP award winners)

The application deadline is 6th November 2009 for ALL applications, and awards will be announced in March 2010. Please visit the CLP website for detailed eligibility criteria, guidelines and an application form. Please forward this announcement to other interested individuals, organizations or academic institutions.

Successful applicants will:
1.) Develop the knowledge, skills and abilities of team members;
2.) Implement a focused, high-priority conservation project combining research and action; and
3.) Contribute to the long-term success of local conservation efforts.

All teams submitting an application will receive feedback on their proposal*.

Applicants are strongly encouraged to contact a member of the CLP team well before the application deadline for advice on project eligibility, methods and project activities. The CLP can also put teams in touch with local partner offices or other experts who can provide additional advice.

A representative from each award-winning team will be invited to attend an international training event and the International Congress for Conservation Biology in Edmonton, Alberta, Canada in June/July 2010 organized by the CLP. These events will allow winners to share ideas and experience, develop new skills and network with their peers and experts.

*If you are interested in participating in the application review process, please send an email with your name, contact details, countries and regions where you have worked and taxonomic expertise.

Have additional questions or need advice? Send an email to clp@birdlife.org or visit our website: www.ConservationLeadershipProgramme.org.

Tangkap! Penulis & Penerbit Buku Pelajaran Perusak Mental

-[bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk beraksi!]-Anak adalah generasi masadepan bangsa, mereka adalah aset penentu arah akan seperti apa dan berjalan kemana bangsa ini. maka, harus disadari, apakah yang telah kita berikan kepada mereka, apakah pendidikan formal saja cukup? lantas, bagaimana jika ternyata pendidikan formal justru menjadi sumber malapetaka masa depan anak?
ICW telah melaporkan Depdiknas soal pengadaan buku pelajaran yang materinya tidak sesuai dengan kebutuhan anak didik. bahkan kita bisa menemukan begitu banyak pelajaran atau matakuliah mahasiswa PGSD dan siswa sekolah menengah didalam buku anak-anak SD.
pantas saja, bahwa kemudian Bank Dunia meminta kembali hibah Rp 10 triliun untuk buku pelajaran, dan harus dikembalikan oleh Depdiknas lantaran ketidaksesuaian yang terjadi dengan menyeret puluhan nama penerbit yang terlibat.
jika anda temukan muatan materi tidak layak konsumsi seusia anak anda dalam buku pelajarannya, bawa ke forum sekolah untuk dicari pemecahannya, atau laporkan penulis naskah dan penerbitnya, kalau perlu tangkap ramai-ramai dan dimassa.

Undangan Diskusi Soft Launching buku “NEW DEAL for PAPUA"

Kepada Yth :
Rekan-rekan Papua
Di –
Tempat


Salam sejahtera semoga kita dalam lindungan Tuhan yang Maha Kuasa. Amin.

Sehubungan dengan akan diadakannya diskusi soft lounching buku “NEW DEAL for PAPUA
(Menata Ulang Papua dengan Hati?), karya Velix Vernando Wanggai, MA; pada

Hari/tanggal:
Kamis, 17 September 2009

Tempat:
Taman Ismail Marzuki (TIM)

Jam:
15.00 Wib (sampai buka puasa bersama)

Pembicara:
Andy Malaranggeng (dlm konfirmasi),
Aryo Bima (pengamat muda Politik),
Dr. Jhon Jopari (intelektual Papua),
Anis Baswedan (Rektor Paramadina) dan
Velix Vernando Wanggai (penulis buku).

Untuk itu kami harapkan kepada rekana-rekan mahasiswa/wi dan masyarakat Papua se-JABODOTABEK, menghadiri acara peluncuran buku intelektual muda Papua yang sebentar lagi akan meraih gelar Doktor ilmu pemerintahan dari Universitas ternama Australia
ini.

Demikin undangan ini kami sampaikan, atas partisipasinya kami ucapkan terimakasih.


Yosep
Ismail Assso

aneka kartu iedul fithri zamrud-khatulistiwa









aneka kartu iedul fithri zamrud-khatulistiwa 1









Score One for Indonesia in the War Over Batik



By PETER GELLING
Published: September 14, 2009

JAKARTA — For Indonesians, it is a point scored in a long-running rivalry with their neighbor Malaysia: The United Nations has decided to recognize Indonesian batik as one of the world’s important cultural traditions.
Skip to next paragraph

Indonesian women tried on batik sarongs at the Gunawan batik makers shop in Solo, Indonesia.

A worker used a copper stamp to apply wax in finely detailed designs to batik fabric before it was dyed.

After a run of what Indonesian nationalists view as Malaysia’s poaching of its culture, the announcement last week that the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization would add batik to its Intangible Cultural Heritage list at a ceremony at the end of this month was especially welcome. To celebrate, President Susilo Bambang Yudhoyono has asked all Indonesians to wear batik on Oct. 2.

“It is so important that the world finally recognize and acknowledge batik as an Indonesian heritage,” said Obin, one of the country’s leading fashion designers. “It is a part of our soul.”

But bragging rights to batik, the process of creating intricate patterns on textiles with wax-resistant dyes, is only one of a slew of issues — cultural, social and political — that have bedeviled relations between Malaysia and Indonesia of late. In June, things had reached the point where Malaysia’s defense minister felt it necessary to declare that, contrary to appearances, the two countries were not on the brink of war.

Indonesia and Malaysia’s numerous commonalities have often sparked disputes. Their historically fluid borders gave rise to populations that share both the Islamic religion and very similar languages. The two countries fought a real war over territory on the island of Borneo in the 1960s, and several conflicts over small, but resource-rich, islands and coastal territories continue today.

The most recent cultural squabble, however, is mostly one-sided. Malaysians, responding to a torrent of letters in Indonesian newspapers, say they are mostly perplexed by Indonesians’ strong reactions to suspicions that they are being encroached upon by Malaysia. Some young Indonesians, who refer to their neighbor as “Maling-sia” — “maling” means “thief” in Indonesian — have pledged their readiness to fight should war become necessary.

The most recent flare-up began with a song.

In early 2007, the Malaysian government began using a folk tune titled “Rasa Sayange,” or “Feeling of Love,” in its “Malaysia: Truly Asia” overseas tourism campaign. Indonesians, claiming the song as their own, began staging protests outside the Malaysian embassy in Jakarta.

Indonesian lawmakers entered the fray, and by December 2007, Indonesians were whipped into such a fury that Malaysia was forced to remove the song, as well as clips of dances that Indonesians also insist are theirs, from its advertising and apologize.

Relations were further complicated last May when a Malaysian naval vessel veered into the disputed, and oil-rich, waters of Ambalat, setting off another diplomatic scuffle and renewed claims of Malaysian theft.

Then there was the headline-grabbing escape from Malaysia that same month of an Indonesian starlet, Manohara Odelia Pinot, who claimed she had been tortured by her husband, a Malaysian prince.

The following month, reports that Indonesian maids in Malaysia were being abused prompted the Indonesian government to temporarily stop sending domestic workers there.

Anger toward Malaysia grew so intense here that the Malaysian defense minister, Ahmad Zahid Hamidi, felt compelled to offer a guarantee that there would be no war between the two countries. At the same meeting, his Indonesian counterpart, Juwono Sudarsono, warned the public not to inflate small problems into major ones.

Tensions dropped to a low boil until a few weeks ago, when the Malaysian government was again put on the defensive over a promotion for a documentary series on the Discovery Channel about Malaysia that featured a dance thought to have originated on the Indonesian island of Bali.

Apologies all around did not stop the ever-present throngs of Indonesians outside the Malaysian Embassy in Jakarta from pelting it with eggs and rocks.

It was in this context that Unesco was considering Indonesia’s claim that batik is part of its distinct cultural heritage and worth preserving.

Protecting batik, whether from cheaper printed imitations from China or efforts in Malaysia to copyright designs, became a national obsession.

The Indonesian government stepped up its promotion of the fabric significantly in 2007, calling on civil servants and the public to wear it more often and enlisting fashion designers to find more appealing uses for it. Batik is now a staple in upscale malls and galleries in Jakarta.

Finance Minister Sri Mulyani has become known for her elegant batik dresses. Many offices in Indonesia now observe “Batik Fridays.” Applications to copyright batik motifs have intensified; currently about 300 designs have been copyrighted in Indonesia. Most of those claims were made since 2007, according to industry figures.

“There is no question, really,” said Ari Safitri, 22, gesturing to the centuries-old batik patterns inside the Danar Hadi Museum in Solo, a Central Javanese city famed for its batik, where she is a guide.

“Everyone always asks about Malaysia,” she said. “But I tell them that we are sure batik comes from Indonesia.”

Historians and non-Indonesian analysts question Indonesia’s claims.

“For Indonesians to claim that batik is solely Indonesian is to stretch the point,” Farish Noor, a senior fellow at the S. Rajaratnam School of International Studies at Nanyank Technological University in Singapore, wrote in a recent editorial in The Straits Times.

“The post-colonial histories of almost all Southeast Asian states tend to over-emphasize the nation-state and its borders,” Noor continued. “This ignores the fact that the people of the region have long moved across the archipelago with ease, bringing — and leaving — their languages, beliefs and cultures.”

Malaysians, for their part, appear mostly perplexed by the Indonesian batik campaign. Jamal Ibrahim, a Malaysian, wrote in a letter to The Jakarta Post, “We heard about the controversy, but hardly any Malaysian has given it serious attention.”

Gunawan Setiawan, who sells batik made in a centuries-old workshop in Solo, brushed aside the controversy as nonsense, though he admitted he was happy that the squabble had at least sparked a popular resurgence of the fabric at home.

“Since the 1970s, the biggest demand for batik has come in the last few years because of this situation with Malaysia,” he said in the workshop, where women were applying melted wax in swirling motifs on lengths of cloth. “I’m not sure anyone can claim batik, but it’s been good for business.”

Polisi berang soal Century, para Pemred disurati

Kepada yth: Pemred Media Massa

1. Untuk tidak terulang lagi seperti apa yang ditulis oleh majalah Tempo dengan judul berita yang ditampilkan di halaman sampul depan Tempo edisi 14-20 September 2009 "AKSI SUSNO DI CENTURY........dst Ada apa di balik itu ?" dan isi berita hal 23 "AKSI Susno di Century" yang tidak lagi mengindahkan norma dan etika pemberitaan. Padahal semula saya sangat bangga dan percaya kepada Majalah Tempo karena saya yakin Tempo pasti akan memelihara TRUST pembaca dengan menyajikan informasi yang didukung fakta, bukan praduga dan kesimpulan subjektif penulis berita yang sudah diracuni opini publik.

2. Keyakinan ini bertambah setelah Tempo kalah digugat Hercules atas pemberitaan Tempo yang mengabaikan norma dan etika, tidak lagi mengindahkan kode etik jurnalis.

3. Ternyata dugaan saya meleset, terbukti dengan adanya judul berita yg ditampilkan di halaman sampul depan Tempo edisi 14-20 September 2009 "AKSI SUSNO DI CENTURY........dst Ada apa di balik itu ?" dan isi berita hal 23 " AKSI Susno di Century".

4. Sama sekali isi berita itu tidak di-crosscheck pada saya. Kalau saja Tempo mau buka file, banyak sekali penjelasan saya tentang materi berita itu, tapi Tempo abaikan. Antara lain:

a) Sama sekali saya tak pernah panggil pimpinan Century ke Bareskrim. Yang benar, mereka yang meminta difasilitasi dan minta tempat di Bareskrim. Bisa di-crosscheck pada saudara Lucas, pengacara Bapak BS (Budi Sampurna) atau pada pimpinan Century.

b) Yang meminta surat klarifikasi justru pimpinan Century via pengacara Budi Sampurna sdr Lucas, bukan saya. Saya justru heran dan bertanya kenapa harus pakai surat, padahal sudah diklarifikasi dan rekening sudah ditelusuri bersama. Koq repot. Kan tinggal cek pada Pak Lucas selaku pengacara, dan pimpinan Century.

c) Perintah membayar ? Aneh kalau dituduh saya yang memerintahkan membayar. Tugas Bareskrim terkait kasus bank Century adalah: Pertama, menyidik kejahatan perbankan-nya. Kedua, ikut dalam tim menelusuri aliran dana pd berawal dari bank Century untuk menentukan mana yang kealiran dana hasil kejahatan bank Century untuk diblokir dan disita oleh penyidik Bareskrim, dan rekening yang tidak teraliri uang haram bank Century langsung bisa beraktivitas seperti semula.
Peranan Bareskrim jelas sekali. Contoh, menelusuri dana milik BS sebesar US $ 18 juta untuk menentukan ada/tidak dana tersebut. Dan kalau hilang, siapa yang curi untuk kemudian dijadikan tersangka dan dananya dicari untuk dibekukan dan disita. Itu tugas Bareskrim. Aneh kalau mempertanyakan kenapa Bareskrim melakukan hal itu dan menuduh campur tangan. Justru dengan si jurnalis memuat pendapat pribadinya mempertanyakan keberadaan Bareskrim, justru si jurnalis telah mempersoalkan/campur tangan dalam urusan penegakan hukum. Lupa kalau dia adalah seorang jurnalis.
Kabareskrim membuat surat bahwa rekening Pak Budi Sampurna gak ada urusan lagi sama kriminal. Lu harus bayar tentunya donk. Dan saya baik hati kasih tau ingat Pak BS melalui pengacaranya telah mengadukan Century karena tidak mau bayar. Itu namanya penggelapan.
Aneh jurnalis Tempo mengajari saya dengan kalimat semestinya saya harus begini dan begitu... Loh jelas tersentak saya membacanya. Ditulisnya pada halaman bergengsi yang mestinya memuat tulisan wartawan senior yang ahli pada bidangnya.

c) Siapa yang menelusuri aliran dana dan menentukan terlibat uang haram/tidak, dapat dibayar/tidak, bukan Susno pribadi, melainkan oleh tim gabungan (BI, Century, Polri, PPATK) yang kerja keras menelusuri aliran dana, dan dana Pak Budi Sempurna sudah diputuskan statusnya clear, masih gak bisa dibayaran katanya Century sudah digrojoki duit lebih daripada yang diperlukan. Ada apa ini !

d) Sampai dengan saat ini, dana tersebut tidak bisa cair walau sudah clear. Ada apa ?

e) Saya sangat membantu menjaga Century supaya tidak ambruk. Buktinya walau manajemen Century sudah dilaporkan resmi lebih dari 6 bulan masih juga belum diproses, tentu tujuannya supaya tidak terjadi rush ke dua agar trust pada Bank Century tetap terpelihara. Salahkah saya ?

5. Kenapa ya kalau fakta berupa: Bareskrim berhasil melacak dan membekukan asset owner century dan keluarga serta pelaku kejahatan bank Century lainnya di LN sudah dibekukan dan sedang diproses untuk kembali ke Indonesia senilai Rp 13 Triliun dan di dalam negeri sekitar Rp 1,1 Triliun, kok tidak diberitakan. Padahal ini fakta dan informasi ini yang ditunggu masyarakat dan para korban. Tapi Tempo enggan memberitakan fakta dan kebenaran serta kebaikan.
Mungkin masih dibayangi pradigma jurnalis lama yaitu selalu diawali dengan contoh kalimat: menurut issue tak sedap yg beredar... atau .... Menurut isu beredar... Apakah wajar media yang sedewasa Tempo merelease berita yg tak jelas sumbernya atau menurut tafsir pribadi yang subjektif, saya kecewa berat bukan karena dizolimi pemberitaan, tapi harapan dan impian saya makin jauh dari kenyataan, yaitu kapan Indonesia punya media sekaliber time ?

6. Terus, ada apa dengan berita Tempo yang memojokkan saya. Siapa yang pesan? Jangan korbankan TRUST public demi oplah sesaat !

7. Koq tempo mengarah kepada pemberitaan sensasi atau gosip, sayang donk !

8. Susno tidak perlu dilindungi dari kesalahan, tidak perlu dipuja. Saya sudah menghapus kata-kata off the record dari kamus saya.

9. Mari kita berjuang memberantas ketidakadilan atas nama penegakan hukum, korupsi, penyalahgunaan wewenang dll penyakit yg menghancurkan negeri ini. Selamat berjuang, saya yakin mayoritas jurnalis adalah berjuang untuk rakyat dan merah putih. Mohon maaf kalau ada kata yg salah.

Regards,

Susno Duadji

Masuk Ambalat disambut Welcome to Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Malaysia untuk mengklaim Ambalat dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ternyata tidak hanya dilakukan dengan melanggar batas wilayah saja. Jalur elektronik pun ditempuh oleh negeri Jiran itu untuk mengklaim wilayah perairan yang kabarnya kaya sumber daya minyak itu.

Itulah yang dirasakan Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno. Ia mengaku kaget saat dirinya beberapa waktu yang lalu berkunjung ke perairan Ambalat. Pasalnya, saat memasuki kawasan tersebut, telepon genggam yang dimilikinya bertuliskan welcome to Malaysia (selamat datang ke Malaysia).

"Waktu saya ada di Ambalat beberapa waktu yang lalu, ada penjajahan secara elektronik di sana. Waktu saya masuk ke sana (perairan Ambalat) saya kaget HP (handphone) saya bertuliskan welcome to Malaysia," kata Kasal di acara dialog interaktif "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Radio" di Auditorium Radio Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Kasal, hal merupakan sebuah penjajahan elektronik yang dilakukan Malaysia terhadap Indonesia. "Ini harus kita cegah. Jadi ada suatu penjajahan elektronik," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh berjanji untuk mengambil tindakan. Saat ini Departemen Komunikasi dan Informasi sedang memperbesar dan memperluas bandwidth atau jaringan elektronik di berbagai wilayah Indonesia. "Insya Allah di 2010 sudah tidak ada lagi welcome to itu (Malaysia)," katanya.

Diresmikan, mesjid 'Sewu Kurang Siji' amanat Pak Harto

Mesjid Yayasan Muslim Amalbhakti Pancasila (YAMP) ke 999 diresmikan Rabu (9/9) oleh Menterti Agama Maftuh Basyuni.. Inilah mesjid yang ke 999 yang didirikan atas bantuan Yayasan Amalbhakti Muslim Pancasila. Yayasan yang digagas oleh mendiang mantan Presdien Soeharto, Presiden RI ke 2 ini telah mendirikan mesjid sejumlah 999 mesjid sejak yayasan ini dibentuk pada 17 Februari 1982. Masjid yang ke 999 ini berlokasi di perumahan karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jatimakur Bekasi dengan type 19 dan ukuran 19×19 m.

Dalam sambutannya, Sulastomo, ketua YAMP mengatakan pendirian mesjid YAMP yang ke 999 ini merupakan pesan dari mendiang Soeharto. "Waktu itu pembangunan mesjid YAMP sudah mencapai angka 854 unit," kata Sulastomo. Pada tahun 2006, sambung Sulastomo, ketika bertemu dengan presiden Soeharto, ia diamanati agar 999 mesjid itu diselesai pada tahun 2009. Amanat tersebut memiliki pemikiran dan falsafah yang mendasari berdirinya YAMP. "Bagi kami merupakan pelajaran yang sangat berharga betapa Pak Harto selalu melangkah dengan falsafah kehidupan yang bermakna," ujarnya.

Dalam acara persemian tersebut selain dihadiri dua putri mantan presiden Soeharto yakni Hj Siti Hardianti Rukmana, Siti Hartati Rukmana dan Siti Hediati tampak hadir juga pengusaha Jaya Suprana serta sejumlah pejabat masa orba seperti Subyakto Tjakrawerdaya, Probosutedjo dan lain-lain. [*'

Antara "Fraud" dan Kekalutan dalam Kasus Century

Oleh: Kwik Kian Gie, Mantan Menko Perekonomian

Apa yang digambarkan dalam tulisan ini atas dasar pemberitaan, pernyataan dan analisis dari sekian banyaknya orang yang sudah dimuat di berbagai media massa. Kesemuanya itu dirangkai dalam beberapa gambaran dan pertanyaan.

Dengan tidak adanya blanket guarantee di Indonesia, tetapi jaminan maksimum Rp 2 miliar per rekening, menaruh uang dalam jumlah besar, terutama di bank kecil sangat berbahaya. Tetapi, Bank Century yang begitu kecil dimasuki dana simpanan dalam jumlah sangat besar oleh beberapa deposan besar.

Mengapa berani menempatkan uangnya pada bank yang demikian kecil? Karena ada maksud tertentu yang tidak sesuai dengan praktik bisnis yang wajar atau karena ada motif politik tertentu. Mereka merasa aman, karena deposan mempunyai hubungan khusus petinggi negeri ini.

Dugaan mereka ternyata benar. Century rusak karena uang simpanan para deposan besar dicuri atau digelapkan para pemegang sahamnya sendiri. Century disuntik oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) empat kali hingga sejumlah Rp 6,76 triliun. Dari jumlah ini Rp 3,8 triliun dipakai untuk menutupi penarikan deposan besar (SP, 31 Agustus 2009).

Media lain menyebutkan, Direktur BI bidang Pengawasan Bank mengungkapkan bahwa, "Rp 5,7 triliun dari Rp 9,63 triliun ditarik dari Century antara November dan Desember 2009."

Bukankah ini sudah bukti bahwa penyuntikan dana ke Century tidak untuk menghindari kerusakan perbankan dan perekonomian yang sudah "sistemik", tetapi untuk menelikung peraturan jaminan maksimum yang hanya Rp 2 miliar per rekening. Tujuannya, supaya deposan besar tetap bisa menarik depositonya dalam jumlah besar.

Bagaimana Seharusnya?

Kalau motifnya murni untuk menyelamatkan bank dan perekonomian nasional dengan cara menghindari efek domino, tindakan pemerintah bisa sebagai berikut, semua tagihan dari bank dibayar sepenuhnya, semua tagihan lainnya dibayar sampai jumlah maksimum Rp 2 miliar sesuai peraturan yang berlaku, selanjutnya Bank Century dilikuidasi. Tolong dibantah mengapa kebijakan seperti ini tidak bisa dilakukan dan tidak dilakukan?

Pada satu saat yang krusial, Wapres Jusuf Kalla (JK), yang dalam kasus Century ini bertindak sebagai Presiden ad interim (a.i.), pada 25 November 2008 dilapori Gubernur BI Boediono dan Menteri Keuangan merangkap Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati tentang penyuntikan dana ke Century. Dari pembicaraan itu JK langsung menyimpulkan, rusaknya Century karena perampokan uang yang ada di bank
itu oleh para pemegang sahamnya sendiri.

Maka, JK langsung mengatakan penyuntikan dana yang sudah dilakukan itu salah kaprah. JK justru minta Boediono melaporkan kepada Polri dan menangkap pemegang saham Century, yakni Robert Tantular. Boediono menolak dengan alasan tidak mempunyai landasan hukum untuk itu.

Sebagai Presiden a.i., JK langsung memerintahkan Polri untuk menangkap Robert dan memprosesnya lebih lanjut. Ternyata, baik Polri maupun Kejaksaan menemukan dasar hukum yang kuat untuk menuntutnya di pengadilan. Perkaranya kini sedang disidangkan, dengan tuntutan hukuman penjara 8 tahun dan denda Rp 50 miliar.

Dari rangkaian fakta tersebut, kita layak mempertanyakan bagaimana Boediono, yang kini menjadi wapres terpilih mempertanggungjawabkan kasus itu? Bolehkah Boediono menolak perintah Presiden walaupun BI independen? Bukankah Gubernur BI yang dipilih oleh DPR hanya mungkin dari calon-calon yang diajukan oleh Presiden? Bukankah kewenangan JK pada 25 November 2008 adalah sebagai Presiden a.i., karena Presiden SBY sedang berada di luar negeri? Berbagai pertanyaan tersebut, adalah menyangkut
aspek yuridis dan tata kelola pemerintahan.

Berikut ada sejumlah pertanyaan kritis seputar kasus Bank Century.

Apakah bank bekerja pada Minggu?

Dari kronologi yang disampaikan, penyuntikan dana dilakukan pada 23 November 2008, yang adalah Hari Minggu. Bagaimana prosesnya secara teknik perbankan? Apakah demikian mendesak kalau motifnya penyelamatan perbankan dan perekonomian nasional? Bukankah urgensinya karena deposan besar harus bisa secepatnya menarik uangnya yang tidak dibatasi Rp 2 miliar per rekening?

Mengapa Burhanuddin Abdullah dipenjara?

Burhanuddin Abdullah ditangkap, diadili, dan divonis 6 tahun penjara. Apa sebabnya? Karena selaku Gubernur BI, dia membubuhkan tanda tangannya untuk pencairan dana Rp 100 miliar yang dianggap koruptif. Satu rupiah pun tidak ada yang dinikmatinya. Maka paling-paling dia dianggap gegabah, bodoh, atau solider yang kebablasan.

Kalaupun tidak ada motif kecurangan material atau finansial, begitu banyak tanda tangan yang ada kaitannya dengan suntikan dana Bank Century yang mencapai Rp 6,7 triliun itu, tentu jauh melebihi kasus yang menimpa Burhanuddin Abdullah dan sejumlah koleganya.

Apakah benar negara tidak dirugikan?

Dikatakan bahwa keuangan negara tidak dirugikan karena dana talangan Century tidak berasal dari APBN, tetapi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bukankah uang Rp 100 miliar yang dijadikan landasan penghukuman Burhanuddin Abdullah dan kawan-kawannya juga tidak dari APBN? Mengapa pencairan uang yang sudah dipisahkan dari BI untuk dimasukkan ke dalam sebuah yayasan, pelakunya dihukum? Siapa yang dianggap dirugikan? Apakah tidak bisa dianalogikan pengucuran bailout dari LPS ke Century, dengan kasus yang menimpa Burhanuddin, sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Century juga harus dimintai pertanggungjawaban hukum?

Huruf-huruf harafiah versus substansi.

Menkeu Sri Mulyani berpendapat, tidak peduli apa sebab kerusakan sebuah bank, kalau sudah dianggap berdampak sistemik harus disuntik dana secukupnya (yang notabene dipakai untuk membayar deposan besar supaya bisa mendapatkan kembali uangnya secara utuh, karena sudah dicuri pemegang saham Century).

Anggota DPR Dradjad Wibowo berpendapat, bank yang kolaps karena dikelola secara sembrono, dan dimanfaatkan pemegang saham secara tidak wajar dan terindikasi penipuan, tidak perlu diselamatkan dengan alasan apapun.

Sedangkan mantan Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita menyesalkan lembaga negara yang seharusnya mengawasi dan mensupervisi perbankan, malah saling lempar tanggung jawab. Persoalan ini bukan hanya menyangkut penyelamatan sebuah bank atas pertimbangan-pertimbangan yang bersifat teknis, tetapi sudah menjadi kebijakan pengelolaan aset negara.

Lantas, mana yang relevan bagi pengaturan negara? Main pokrol dengan tafsiran harafiah semata, ataukah menafsirkan segala sesuatunya atas dasar substansi dan fakta?

Gagasan blanket guarantee yang ditolak.

Sebelum kerusakan Century, ada gagasan supaya pemerintah memberikan penjaminan secara penuh (blanket guarantee) kepada semua deposan di Indonesia. Kalau tidak, masyarakat tidak percaya lagi kepada bank-bank di Indonesia, di tengah guncangan lembaga keuangan di seluruh dunia akibat krisis finansial di AS kala itu. Usul penjaminan penuh itu datang dari Boediono dan Sri Mulyani. Sebaliknya, JK menentang sangat keras.

Akhirnya terjadi kompromi, penjaminan hanya sebatas Rp 2 miliar per rekening.

Benarkah bukan "domain" Presiden?

Mensesneg Hatta Rajasa mengatakan, Presiden tidak mau mencampuri urusan Century, karena urusan ini tidak termasuk di dalam domain-nya. Apa ada urusan dalam sebuah negara yang bukan monarki konstitusional, yang republik, dan lebih-lebih lagi yang sistemnya presidensial, seorang presiden tidak boleh ikut campur dalam urusan dan persoalan yang ada dalam domain pejabat lain?

Apakah ada penyelenggaraan negara yang tidak chaotic (semrawut) kalau pemisahan ke dalam yudikatif, eksekutif, dan legislatif ditafsirkan secara mutlak total tanpa adanya bidang-bidang singgungannya?

Inilah pertanyaan-pertanyaan kritis, untuk memberi perspektif yang lebih mendalam di dalam kita menyikapi dan mengkritisi kasus Bank Century yang terus bergulir hebat. *

DELL FullColours "i Luv U full..."



Welcome to DELL STORES located in Mangga Dua MALL Lt 1 no:38. Right here you can have a FULL-SELECTIONS of DELL Products. From selections of Laptops, NetBooks, Desktops, Hybrid, Tower Servers, 1Us, 2Us or 5Us Servers, LCDs or even Projectors. This is good for people who are looking for IT Solutions under one roof.

We are inviting you all to come and VISIT our Unique DELL STORES, and you can see all DELL Products line to full-filled your business needs, leisure, hobbies or even for educations. And do not forget that right now DELL have full range of Colours Selections of the Laptops, Netbooks and Desktops. ( Selections of Colors are : RED, BLACK, BLUE, GREEN, YELLOW, PINK, BLUE, WHITE, PURPLE, Orange )


For more information on products or check our blogspot to look into our events and photos/ products photos. And Find GOOD DEALS on our HOT PRODUCTS. Have You seen the DELL-ADAMO yet ? You will fall in love.

Silahkan anda drop " nama, nama company, dan email address" untuk bisa mendapatkan catalog dari DELL.

DELL STORES @ M2M ( DELLm2m)
(Distribution, Sales & Service, 7 Days a Week)
Dell Mangga Dua Mall Lantai 1 No. 38
Ph = 021 6220-2908 / 09
Fax = 021 612-6114
Email : channel@dellm2m.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Web : http://www.dellm2m.com
Blog : http://dellm2m.blogspot.com
Facebook Group : Dell Stores ( Please Join )
YM Smile: dellm2m
Hubungi : DEWI

Wong Fei Hung Ulama China Faisal Hussein Wong?

co-paste dari milis bersumber blog tetangga,

Masih inget perang candu di Cina? yang tokoh utamanya bernama wong fei Hung?
*********
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab- kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju.

Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

Ini dia Blog yang Menista Indonesia

Negara Indonesia adalah negara yang paling korup di dunia. Jika ingin membuka kilang atau gedung kita perlu membayar wang saguhati kepada hampir 6 pihak. Setiap seorang kena bayar 100 juta rupiah.Banyaknya kena bayar.Patutlah orang tidak mahu melabur di Indonesia. Negara ini juga tidak stabil. demonstrasi berlaku di mana mana setiap hari. Kilang dan gedung anda akan di rompak bila bila masa....
selengkapnya buka di http://sayabenciindon.blogspot.com/

Difilmkan sebagai Muslim Teroris, Seorang Kristen Gugat Sutradara “Bruno”

Ayman Abu Aita, lelaki Palestina membuktikan ucapannya untuk menuntut sutradara asal Inggris, Sacha Baron Cohen karena telah mengindikannya sebagai "teroris" dalam film berjudul "Bruno". Gugatan itu sudah diajukannya ke pengadilan hari Senin kemarin.

Dalam gugatannya, Abu Aita menuntut agar sosok dirinya yang muncul dalam film itu dihapus karena penggambaran yang dilakukan Cohen menimbulkan kesan bahwa seluruh rakyat Palestina adalah teroris. Ia juga menggugat agar film tersebut disensor dan menuntut kompensasi atas Cohen dianggap telah mencemarkan nama baik rakyat Palestina.

Abu Aita yang tinggal di Beit Shaour, Bethlehem Timur juga mengatakan bahwa ia telah ditipu oleh Cohen. Saat bertemu Abu Aita, Cohen mengaku sebagai seorang wartawan yang sedang membuat film dokumenter.

"Saya bertemu dengan Cohen di Hotel Everest, Beit Jala. Saya bertanya pada kru tentang film yang akan dibuat dan mereka menjawab film itu dibuat untuk menyampaikan persoalan-persoalan Palestina pada anak-anak muda di seluruh dunia. Saya percaya dan Cohen mewawancarai saya selama dua setengah jam," tutur Abu Aita.

Menurutnya, Cohen menanyakan hal-hal yang "normal" dan Abu Aita tidak melihat indikasi bahwa Cohen akan menipunya. Tapi di akhir wawancara, Abu Aita terkejut karena Cohen meminta agar diculik. Abu Aita menegaskan bahwa rakyat Palestina adalah orang-orang yang beradab dan bukan teroris.

Bukan cuma itu, Cohen meminta Abu Aita dan koleganya untuk mencukur janggut mereka dan mengatakan," raja Anda Usamah (Usamah bin Ladin) mirip raja-raja jahat atau Santa si tuna wisma".

Bukan cuma itu, Cohen ternyata menggunakan wawancara dengan Abu Aita untuk film komersilnya berjudul "Bruno" yang akhirnya menjadi film yang cukup laku di pasaran. Tapi dalam film itu, Cohen menyebut Abu Aita sebagai pimpinan Brigade Martir Al-Aqsa-sayap militer Fatah dan mengaku bahwa ia butuh waktu tiga tahun berkordinasi dengan CIA untuk bertemu dengan Abu Aita yang disebutnya "teroris".

Manipulasi itulah yang mendorong Abu Aita menggugat Cohen secara hukum. Apalagi dalam film tersebut Cohen juga menyebutkan bahwa Abu Aita membawa senjata dan dijaga oleh orang bersenjata saat mereka bertemu di sebuah tempat terpencil.

"Kalau saya bersenjata, akan terlihat jelas dalam wawancara. Saya hanya bersama dua orang laki-laki ketika itu, satu orang Amerika dan seorang wartawan. Kami juga bertemu di hotel terkenal bukan di tempat terpencil," bantah Abu Aita.

Satu hal yang akan membuktikan bahwa Cohen telah melakukan manipulasi, kata Abu Aita, Cohen lupa satu fakta penting bahwa Abu Aita seorang Kristiani. Cohen, tambah Abu Aita, melakukan kesalahan fatal dengan menyebutnya sebagai seorang islamis "teroris" yang mendukung Al-Qaida.

"Dia tidak tahu kalau saya seorang Kristen," kata Aita membongkar kebohongan Cohen.

Abu Aita yang kini aktif di politik pernah meringkuk di penjara Israel selama sembilan tahun karena dituduh sebagai simpatisan Fatah. Seperti kebanyakan warga Palestina lainnya, rumah Abu Aita juga menjadi korban penggusuran Israel pada era tahun 1980-an. (ln/aby)






sumber: Eramuslim
link: www.brunomovie.com

Australia "Ngotot" Hambali Diadili

Rabu, 2 September 2009 20:04 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam |

Brisbane (ANTARA News) - Pemerintah Australia menganggap Hambali, warga negara Indonesia yang sejak enam tahun terakhir ditahan aparat keamanan Amerika Serikat (AS), sebagai "seorang teroris" wajib diadili.

"Hambali adalah teroris yang harus diadili," kata Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith, Rabu, menanggapi laporan media yang mengindikasikan aparat hukum AS tidak memiliki cukup bukti untuk menjerat Hambali dalam kasus Bom Bali 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia.

Menurut laporan ABC, Menlu Smith menyerahkan sepenuhnya keputusan apakah Hambali dapat didakwa terlibat kasus Bom Bali atau tidak kepada otoritas hukum AS namun Australia tetap menganggapnya sebagai seorang teroris yang harus diadili.

Nama Hambali alias Encep Nurjaman alias Riduan Isamuddin ini kembali menarik perhatian pemerintah dan media di Australia setelah akhir pekan lalu "The Weekend Australian" memuat berita tentang tidak cukupnya bukti para jaksa penuntut militer AS untuk menjerat WNI asal Cianjur ini dalam kasus Bom Bali 2002.

"The Weekend Australian" mendapat informasi tentang tidak cukupnya bukti keterlibatan Hambali dalam insiden Bom Bali 12 Oktober 2002 yang menewaskan 202 orang dan melukai 209 orang lainnya itu dari sejumlah pejabat senior AS.

Hambali ditangkap di Thailand pada 2003 dan sejak itu ditahan aparat keamanan AS. Selama ini, WNI yang dituduh sebagai salah seorang pentolan kelompok Jamaah Islamiyah ini dicurigai ikut berperan dalam insiden Bom Bali 2002 dan serangkaian aksi terorisme lainnya di Indonesia.

Maret lalu, surat kabar Singapura "Straits Times" menurunkan berita tentang pertemuan beberapa orang aparat Densus 88 Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) dengan Hambali di Penjara Guantanamo, Kuba.

Mengutip sumber yang mengetahui pertemuan tersebut, "Strait Times" menyebutkan bahwa Hambali mengaku terlibat dalam sejumlah aksi teror, termasuk bom malam Natal tahun 2000, bom Bali 2002, dan serangan terhadap Hotel JW Marriott Jakarta (2003). (*)

Rilis: Kapitalisme Bersembunyi di Balik Pasal-Pasal UU BHP

*
*
TIM ADVOKASI KOALISI PENDIDIKAN

SELAMAT DATANG PASAR PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN MODEL PASAR

"Kapitalisme Bersembunyi di Balik Pasal-Pasal UU BHP"


Pilihan kebijakan Pemerintah dan DPR RI yang menjadikan sistem BHP (Badan Hukum Pendidikan) sebagai landasan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional bertentangan dengan paradigma pendidikan yang telah ditegaskan oleh UUD 1945. Pemerintah dan DPR RI melalui UU BHP telah mendorong pendidikan terjun ke dalam pasar pendidikan dan telah menciptakan pendidikan model pasar.

Pada hari ini, Kamis 3 September 2009, pk. 11.00 WIB, Mahkamah Konstitusi kembali menggelar sidang Uji Materil UU No 9 Tahun 2009 tentang BHP dan Pasal 53 ayat (1) UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) setelah sempat tertunda oleh perkara Pemilu. Para Pemohon yang terdiri dari mahasiswa, dosen, guru, orang tua murid, dan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan diwakili oleh Tim Advokasi Koalisi Pendidikan akan menghadirkan sejumlah pakar untuk memberikan keterangan ahli di persidangan, diantaranya Prof. Winarno Surachmad, Prof. Imam Chourmain dan Prof Wuryadi. Sementara itu, rencananya Pemerintah RI akan menghadirkan para ahli, diantaranya Prof. Arifin Soeria Atmaja dan Prof Johannes Gunawan yang selama ini mendukung sikap Pemerintah yang memaksakan sistem BHP sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan nasional, dan di berbagai kesempatan -sama halnya dengan Menteri Pendidikan Nasional- selalu menuding bahwa seolah-olah penolakan masyarakat terhadap UU BHP disebabkan masyarakat belum membaca dan tidak mengerti.

Para ahli yang dihadirkan Para Pemohon akan menjelaskan bagaimana sebenarnya paradigma pendidikan di Indonesia menurut UUD 1945 dan apa yang dimaksud dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945. Kemudian, sistem seperti apa yang diciptakan oleh UU BHP dan bagaimana dampaknya. Sementara itu, ahli dari Pemerintah sudah dipastikan akan berdalih bahwa pasal-pasal UU BHP telah menjawab berbagai kekhawatiran masyarakat sehingga UU BHP layak dipertahankan. Padahal menurut Pemohon, yang menjadi masalah mendasar dalam UU BHP adalah "BHP sebagai sistem", bukan "bagaimana BHP dilaksanakan". Sekalipun terdapat pasal-pasal dalam UU BHP yang seolah-olah telah mengakomodir keinginan masyarakat, justru pasal-pasal tersebut sebenarnya hanyalah pasal tempelan untuk mengesankan seolah-olah UU BHP tidak kapitalis tetap tetap saja sebenarnya terlihat dipaksakan karena memang tidak sesuai dengan roh UU BHP itu sendiri dan menutupi semangat dasar sistem BHP, yakni secara perlahan tapi pasti melepaskan tanggung jawab Pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan, membebankannya kepada masyarakat dan akhirnya menciptakan biaya pendidikan tinggi.

Sidang pada hari ini merupakan pertarungan ideologi dan paradigma pendidikan. Sebuah perdebatan mengenai akan dibawa kemana pendidikan di Indonesia. Semoga uji materil UU BHP ini dapat mendorong terciptanya pendidikan yang terjangkau dan dapat dijangkau seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, dengan cara menyatakan UU BHP inkostitusional dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.


Jakarta, 3 September 2009
Hormat Kami
Tim Advokasi Koalisi Pendidikan
Taufik Basari, S.H., S.Hum, LL.M/Koordinator

PRESS RELEASE AL GHUROBA TERKAIT AKSI TERORISME DI INDONESIA

KETERANGAN PERS/ PRESS RELEASE
TENTANG
PEMBERITAAN SEPUTAR AKSI TERORISME DI INDONESIA
YANG TERKAIT DENGAN PENGGUNAAN NAMA AL-GHUROBA’
NOMOR: 01/31 /08 -09/PR
TANGGAL 31 AGUSTUS 2009

Bismillahirrahmanirrahim



Dengan hormat,

Menanggapi perkembangan berita terkait aktifitas terorisme di Indonesia maupun di berbagai penjuru dunia, serta kejadian-kejadian yang beberapa hari ini sedang gencar diberitakan, yaitu terkait dengan kelompok yang menggunakan kata al ghuroba dan semisalnya, yang dikaitkan dengan aktifitas terorisme atau yang semisalnya. Yakni temuan pihak kepolisian tentang majelis/organisasi Al Ghuroba yang dibentuk di Pakistan dan terkait dengan tindak teroris, seperti diungkap beberapa media massa, diantaranya Solopos (30/08/2009) dan liputan6.com (31/08/2009 13:4).

Maka dengan ini kami dari Perusahaan Jamu Al-Ghuroba’ menyatakan sebagai berikut :

1. Bahwa kami telah menggunakan nama Al-Ghuroba’ sejak tahun 1994, tidak terkait sama sekali dengan aktifitas apapun dengan organisasi Al Ghuroba Pakistan dan cabang-cabangnya, maupun petingginya

2. Perusahaan ini dimaksudkan awalnya semata-mata untuk memproduksi dan mendistribusikan produk-produk herbal berkualitas yang berbasis madu, jintan hitam (biji habbatussauda', black seed, nigella sativa) , minyak zaitun, minyak jintan hitam (minyak habbatussauda', black seed oil, nigella sativa oil), serta bahan alami lainnya yang merupakan hasil bumi dalam negeri, seperti temulawak, kunir putih, jahe merah, dan lain sebagainya). Kemudian dengan izin serta kemudahan Allah Ta’ala berkembang menjadi sebuah produsen Jamu yang distribusinya telah tersebar hampir di seluruh penjuru tanah air

3. Penggunaan istilah Al Ghuroba banyak dipakai orang, termasuk yang terkait kegiatan teroris, sementara kami berkiprah di bidang kesehatan dan sosial kemasyarakatan, berkiprah di bidang Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) dengan surat ijin dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, nomor persetujuan prinsip 503/13462/2/1Z-IKOTIV/2005

4. Pihak kami PJ Al-Ghuroba’ tidak mendukung terorisme, alhamdulillah kami telah mendaftarkan nama Al-Ghuroba’ ke Dirjen HAKI melalui jasa Indopaten di kota Solo (terdaftar dengan penggunaan min (-) setelah kata al, dan menggunakan tanda petik (') setelah kata ghuroba)

5. Guna memiliki status sebagai perusahaan resmi di wilayah kab. Sukoharjo, maka kami mendaftarkan perusahaan kami ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Penanaman Modal Kab. Sukoharjo. Sehingga PJ Al-Ghuroba’ pada tanggal 19 Oktober 2005 mendapatkan TDP no. 113552408425 dengan alamat usaha resmi di Dk. Mantung, RT 02/RW 05, Ds. Sanggrahan, Kec. Grogol, Kab. Sukoharjo, dengan kegiatan usaha pokok, produksi Jamu

6. Selain itu, guna memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak, PJ Al-Ghuroba’ mendaftarkan diri ke Kanwil DJP Jawa Tengah II, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukoharjo, sehingga diterbitkan NPWP untuk usaha yang sama

7. Bahwa kami tidak ada kaitannya sama sekali dengan organisasi atau pun perkumpulan apapun dan dimana pun, yang sama-sama menggunakan penamaan al Ghuroba, sebagaimana yang saat ini sedang gencar-gencarnya diberitakan mass media

8. Bahkan kami sangat menentang setiap tindakan teroris yang mengatas namakan Islam ataupun Jihad fii sabilillah yang sebenarnya justru merusak nama baik Islam itu sendiri. Sebuah kekonyolan dalam berfikir dan pemahaman, yang menganggap tindakan teror, pembunuhan, dan semisalnya sebagai suatu bentuk Ibadah yang mulia di dalam Islam. Segala kegiatan teror yang merupakan bentuk perlawanan terhadap pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kegiatan yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni dengan pemahaman Salafus Shalih. Pemahaman tentang terorisme telah dijelaskan secara baik dalam artikel, maupun buku terbitan Pustaka Qaula Sadida, Malang.

Selengkapnya silakan simak di situs kepercayaan kami, di http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1515 dan http://www.mereka adalahteroris.com. Juga melalui penerbitan dan penyebaran buletin dan buku-buku yang terkait dengan paham menyimpang tersebut yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat

9. Bahwa kami sangat mendukung seluruh kegiatan dan upaya-upaya pemerintah melalui TNI dan Kepolisian Republik Indonesia dalam rangka pemberantasan pemahaman, upaya-upaya, serta tindakan anarkis yang mengatasnamakan Islam, jihad dan semisalnya hingga ke akar-akarnya

10. Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden beserta segenap jajaran pemerintah dalam setiap aktifitasnya terkhusus dalam memberantas dan menupas segala aksi terorissme. Amin.

Dengan adanya press release ini, kami berharap seluruh pihak tidak gegabah menyamakan antara Perusahaan Jamu Al-Ghuroba’ dan segenap aktifitasnya dengan Al Ghuroba yang sedang marak diberitakan oleh media massa akhir-akhir ini. Kiranya seluruh rekanan, pelanggan, serta seluruh agen mampu membedakan 2 nama yang mirip tersebut dan kiprahnya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita sekalian. Atas perhatian dan kerjasamanya seluruh pihak media massa terkait, kami ucapkan terima kasih.


Sukoharjo, 31 Agustus 2009

Hormat kami,

ttd



Widodo

(Pemilik PJ Al-Ghuroba’)

Pers rilis resmi di http://img186.imageshack.us/img186/8240/presalg1.jpg & http://img143.imageshack.us/img143/1624/presalg2.jpg