Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Management Issue, Monitoring Media, wa.me/081387284468 >> mahar.prastowo@gmail.com >> fb.com/editor.wiki

Pimp. KPK ditangkap karena beredar transkrip ini?

Sejumlah nama petinggi Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI bermunculan.

Berikut cuplikan transkrip tersebut.

Anggodo ke Wisnu Subroto (22 Juli 2009:12.03)
“… nanti malam saya rencananya ngajak si Edi (Edi Soemarsono, saksi dan teman dekat mantan Ketua KPK Antasari Azhar, red.) sama Ari (Ari Muladi, tersangka kasus pemerasan dan teman Anggodo, red.) ketemu Truno-3 (Mabes Polri kerap disebut sebagai "Trunojoyo").

Wisnu Subroto ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)
“Bagaimana perkembangannya?”
“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes.”
“Pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), minggu ini, terus balik ke sini, terus action.”
“RI-1 belum.”
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal.”

Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)
“Yo pokoke saiki Berita Acara-ne kene dikompliti (ya pokoknya sekarang Berita Acara-nya dilengkapi).”
“Wes gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R)
“Janji ambek Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung), final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”
“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (... tinggal menunggu surat dari RI-1?)”
“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”
“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”

Hadiatmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Far (nama lelaki) semua,”
“Sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono, Pak, yang Antasari itu, Pak. Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK, Pak.”
“Ada pertemuan di ruang rapat Chandra (Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah, red.)”

Anggodo ke Kos (nama laki-laki, red) (28 Juli 2009, 12.42)
“Kos, itu kronologis jangan lu kasih dia loh, Kos.”
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan.”
“Cuman lu harus ngomong sama dia: ’terpaksa lu harus jadi saksi,’ karena Chandra lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng.”

Anggodo ke seorang perempuan (28 Juli 2009, 21.41)

“Besok kon tak ente…, ngomong ke Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung, red.) (Besok kamu saya tunggu ..., bicara ke R), Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua.”
“Besok penting ngomong. Edi ngingkari, Pak, padahal Antasari bawa Chandra.”


Anggodo ke Prm (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)

“Kelihatannya kronologis saya yang benar.”
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalu lintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok.”

Anggodo ke Wisnu Subroto (29 Juli 2009, 13.58)
“Terus gimana, Pak, mengenai Edi gimana, Pak?”
“Edi udah tak omongken Ir (nama salah satu jaksa di Kejaksaan Agung) apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah.”
“Iya, padahal dia saksi kunci Chandra.”
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu (nama petinggi Kejaksaan Agung), gak apa-apa kan, Pak.”
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apa lah.”
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Ir (nama jaksa di Kejaksaan Agung) kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah… perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu gak ngaku. Terus siapa
yang ngaku?”
“Ya, you sama Ar.”
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra.”
“Nggak, saya dengar dari Edi.”
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha, Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak, dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit, gimana, Bos?”
“Ya ndak apa-apa”

Anggodo ke Wisnu Subroto (30 Juli 2009, 19.13)

“Pak tadi jadi ketemu?”
“Udah, akhirnya Kos (nama seseorang) yang tahu persis teknis di sana. Suruh dikompromikan di sana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari.”
“Nah itu.”
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian.”
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada di situ, diwalik (dibalik) sama-sama doa, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya gak jadi masalah pak, itu saya suruh…”
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu.”
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi AR (pimpinan KPK, red) segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa, Pak? Kan nggak nyambung, Pak”
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu, kan, karena kalo gak ada yang merintah Chandra, Pak, nggak nyambung uang itu, lho."
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau Edi nggak ngaku ya
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”
“Kan saksinya kurang satu.”
“Saksinya akan sudah dua, Ari sama Anggodo”
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana, kan.”
“Kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, hahaha…”
“Suruh dia ngaku lah, Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma, Pak, punya temen.”
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti, Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik.”
"Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja.”
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”
“Tapi, kalo dia nggak bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno.”
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno.”
Anggodo dengan seorang perempuan (6 Agustus 2009, 20.14)
“Iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae, Yang, ojo ragu-ragu… (Iya, tapi ditanyakan ini tanda tangan siapa, iya toh tidak bisa menjawab. Modelnya bajingan semua, Yang. Chandra itu dijebloskan saja, Yang, jangan ragu-ragu...).”

Anggodo dengan seorang laki-laki (7 Agustus 2009, 22.34)
“Menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar.”
“Dia bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu,
orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main.”
“Truno (Trunojoyo, red) minta TV dikontak hari ini, supaya besok counter-nya dari Anggoro.”

Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)
“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma Abang saja tahu bahwa BAP-nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong.”
“Siap, Bang.”
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu
sindikat mau memeras kita, ya Bang”
“Iya.”
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si Edi nggak tahu kita.
”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu, Bang.”
“Iya.”
“Sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh, Bos.”
“Iya.”
“Menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana tersebut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa.”
“Betul.”

Al (nama seorang laki-laki) dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)
“Secara keseluruhan apik (bagus). Anggoro nggak lari.”
“Kenceng dia ngomonge (gamblang dia bicaranya).”
“Kenceng. Tak rekam banter mau? (Gamblang. Saya rekam keras-keras mau?)”
“Yo wes (ya sudah). Terus poin-poinnya tersasar, kan?”
“Sudah.”
“Tidak lari. Ciamik dee njelasno (bagus sekali dia menjelaskannya).”
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro (tiba-tiba) karena ada testimoni, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”
“Mengenai cekal, salah sasaran”
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”

Alex dengan Anggodo dan Rob (nama laki-laki 3) (10 Agustus 2009:18.07)
“Iya memang di cuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bon (nama pengacara Anggoro), kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press release hari ini.”

BABI INVASI KEHIDUPAN MANUSIA

>
Kecuali suara khas jeritannya, kandungan hewan ini seakan menginvasi kehidupan manusia. Dari permen hingga peluru dan senjata kimia!
>

Bagi mereka yang mengkonsumsi daging babi, ketika menikmati sepotong bacon sandwich, mungkin hanya sedikit yang bertanya-tanya kemana perginya bagian tubuh lain dari babi yang telah mengorbankan nyawanya untuk manusia itu.

Seorang penulis yang penasaran, Christein Meindertsma, mencoba melacak kemana saja bagian-bagian tubuh babi itu pergi.

"Seperti kebanyakan orang, saya hanya sedikit mengetahui apa yang terjadi setelah seekor babi meninggalkan rumah jagal. Oleh karena itu saya berusaha untuk mencari tahu. Saya mendatangi seorang teman peternak babi yang setuju mengizinkan saya untuk mengikuti salah satu dari hewan-hewannya."

Dengan nomor identitas 05049 yang tertulis pada label kuning yang melekat di telinganya, perjalanan seekor babi berakhir dalam keadaan yang menakjubkan. Bagian-bagian tubuhnya digunakan paling tidak untuk 185 keperluan yang berbeda. Mulai dari pabrik permen dan shampo, hingga roti, body lotion, bir, dan peluru.

Christein berkata, "Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekedar dipandang sebagai hewan , tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan."

Menurut catatan babi dengan nomor identitas 05049 yang diikutinya, sebanyak 4,9 pon dari total bobot tubuhnya 272 pon, digunakan untuk pembuatan permen kenyal. Sementara 4,8 pon digunakan untuk pembuatan permen liquorice. Dalam proses tersebut, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

Meskipun tidak semua permen di Inggris mengandung gelatin babi, tapi banyak yang menggunakannya. Termasuk permen produksi Marks & Spenser yang sangat populer dan sesuai namanya, yaitu permen Percy Pigs.

Tidak hanya permen yang mengandung gelatin. Dalam bir, anggur, dan jus, gelatin babi digunakan untuk menghilangkan warna keruh dari minuman. Gelatin itu bekerja sebagai agen pencerah, dengan cara bereaksi dengan tannin dalam cairan dan menyerap keruh.

Sebagian eskrim, whipped cream, yogurt, dan juga mentega, mengandung gelatin. Demikian pula makanan hewan peliharaan. Yang lebih mengejutkan, sejumlah produk obat-obatan juga mengandung gelatin. Semuanya, mulai dari penghilang rasa sakit hingga multivitamin.

Produk-produk kebersihan diri dan kecantikan, juga dibuat dengan bahan babi. Asam lemak dikeluarkan dari lemak tulang babi, yang digunakan dalam shampo dan conditioner untuk memberi efek tampilan yang bersinar, sepeti mutiara. Jenis asam ini juga bisa ditemui di sejumlah body lotion, alas bedak, dan krim anti kerut.

Glycerin yang dihasilkan dari lemak babi, juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai macam produk pasta gigi.

Christein yang berasal dari Belanda, adalakalanya bertemu dengan beberapa perusahaan yang enggan untuk membantu dalam petualangannya mengikuti perjalanan sang babi. Sebagian perusahaan lainnya menyatakan, tidak sadar jika produk mereka mengandung elemen yang diambil dari bagian tubuh babi, karena ada pihak antara yang terlibat dalam proses produksi dan distribusinya.

Kebingungan konsumen juga tidak terbantu dengan hanya melihat label bahan pembuatan produk, karena tidak dijelaskan dari mana bahan-bahan itu diambil.

Menurut Food Standards Authority, tidak ada kewajiban hukum bagi produsen untuk menyebutkan secara khusus, apakah gelatin yang mereka gunakan berasal dari babi atau hewan lain. Bila disebut secara khusus dengan sebutan suiline gelatin, seringkali membingungkan. Karena suiline bukanlah kata yang dikenal masyarakat umum (dalam bahasa Inggris).

Menurut Richard Lutwyche, seorang peternak babi yang berpengalaman lebih dari 60 tahun, Ketua Traditional Breeds Meat Marketing Company dan seorang anggota dari British Pig Association, alasan terbesar dari kebingungan masalah produk babi ini karena kebanyakan peternakan babi berskala industri.

"Di Inggris, peternakan komersial besar mengirim babi-babi mereka ke sejumlah rumah jagal besar. Tempat pejagalan yang akan menjual babi-babi itu ke pasar yang berbeda, berdasarkan produksinya," kata Lutwyche.

"Apapun yang tidak bisa mereka jual, maka mereka harus membakarnya. Maka adalah demi kepentingan mereka, untuk menjual sebanyak mungkin yang mereka bisa."

"Ada ungkapan lama yang mengatakan, 'bicara soal babi, Anda bisa memanfaatkan semuanya, kecuali bunyi jeritannya.' Selama lebih dari 100 tahun penggunaannya berkembang pesat," ujar Lutwyche.

Yang mengejutkan, banyak produk lain yang juga dibuat dengan babi sebagai bahannya. Seperti negatif film yang menggunakan kolagen dari tulang babi. Sepatu yang menggunakan kulit babi dan lem tulang dari babi untuk meningkatkan kualitas bahan-bahan kulit lainnya. Serta cat yang menggunakan lemak tulang babi untuk memperkuat efek bersinarnya.

Sebagian pabrik rokok menggunakan hemoglobin dari darah babi untuk membuat filter pada rokok.

Lain kali jika membeli roti, mungkin Anda perlu melihat kemasan pembungkusnya. Sebagian produsen menggunakan L-cysteine, yaitu protein yang dibuat dari bulu babi atau hewan lain, yang berguna untuk melembutkan adonan.

Penggunaan paling aneh dari babi yang berhasil ditemukan Christein adalah dalam pembuatan peluru dan bahan peledak. Gelatin tulang babi digunakan untuk memasukkan bubuk mesiu ke dalam peluru.

Sulit rasanya untuk tidak terkesan dengan variasi dan fleksibitas dari hewan ini, yang bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan industri.

Sepertinya tidak ada yang terbuang dari babi nomor 05049 itu. Moncongnya menjadi makanan camilan untuk anjing. Sementara kupingnya menjadi bahan percobaan dalam pembuatan senjata kimia, karena kesamaannya dengan jaringan kulit/daging manusia.

Pembuat tato seringkali membeli potongan dari kulit babi untuk melatih keterampilan mereka, karena kesamaannya dengan kulit manusia. Alasan yang sama digunakan untuk mengobati pasien yang terkena luka bakar.

Babi memberi kontribusi besar dalam bidang kedokteran, dengan insulin yang dihasilkannya, obat pengencer darah dari heparin dan katup jantung babi. Semuanya bisa dimanfaatkan.

Berikut daftar penggunaan bagian-bagian tubuh babi dalam berbagai macam produk:

1. Ujicoba senjata kimia: karena kesamaan jaringan kulit /daging babi dengan manusia.

2. Eskrim: gelatin mencegah kristalisasi gula dan memperlambat proses pencairan.

3. Pupuk: dibuat dari bulu babi yang diproses.

4. Mentega rendah lemak: gelatin digunakan untuk memperbaiki teksturnya.

5. Bir: gelatin digunakan untuk mencerahkan warna minuman agar tidak keruh.

6. Pelembut pakaian: asam lemak dari tulangnya memberi warna

7. Kuas cat: dibuat dari bulu babi.

8. Jus buah: gelatin membuat warnanya tampak cerah.

9. Shampo: asam lemak dari tulang digunakan untuk membuat penampilannya terlihat seperti mutiara.

10. Lilin: asam lemak dari tulang memperkeras bahan lilin (wax) dan meningkatkan titik lumernya.

11. Roti: protein dari bulu babi digunakan untuk melembutkan adonan.

12. Peluru: gelatin dari tulang digunakan untuk mempermudah proses pemasukan bubuk mesiu ke dalam cangkang peluru.

13. Tablet obat: gelatin digunakan untuk pembungkusnya agar lebih keras.

14. Bubuk pembersih / deterjen: asam lemak dari tulang, digunakan untuk mengeraskan serbuknya.

15. Cat: asam lemak dari tulang digunakan untuk meningkatkan efek kilaunya.

16. Tamborin: dibuat dari kantung kemih babi.

17. Minuman anggur: gelatin menyerap elemen keruh sehingga membuat cairannya bening

18. Kertas: gelatin dari tulang digunakan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi kelembaban.

19. Heparin: digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah, diambil dari lendir yang ada di usus babi.

20. Sabun: asam lemak dari tulang digunakan untuk memperkeras dan memberi warna sabun.

21. Gabus: gelatin tulang digunakan untuk merekatkannya.

22. Insulin: diambil dari pankreas babi, karena hampir mirip dengan struktur kimia dalam tubuh manusia.

23. Yogurt: kalsium dari tulang babi ditambahkan ke dalam proses pembuatan yogurt.

24. Rokok: hemoglobin dari darah babi digunakan dalam pembuatan filter rokok yang diharapkan bisa mengurangi efek kimia yang masuk kedalam tubuh perokok.

25. Negatif film: gelatin tulang babi digunakan sebagai zat perekat pada lembaran film.

26. Makanan anjing: hemoglobin darah babi digunakan sebagai zat pewarna merah.

27. Terapi fotodinamik: hemoglobin digunakan dalam obat untuk merawat retina mata. Obat itu diaktifkan dengan menembakkan sinar laser ke dalam mata.

28. Pelembab: menggunakan asam lemak tulang babi.

29. Camilan anjing: moncongnya digoreng.

30. Krayon: asam lemak digunakan untuk mengeraskannya.

31. Sepatu / tas: lem tulang babi digunakan untuk meningkatkan tekstur dan kualitas kulit (hewan apapun). Di samping itu banyak juga sepatu yang terbuat dari kulit babi (bisa dilihat dari corak bintik pada kulit)

32. Rem kereta: abu tulang babi digunakan dalam proses produksinya.

33. Pasta gigi: glycerin babi digunakan utuk membentuk tekstur pastanya.

34. Lem transparan: lem sangat kuat yang digunakan dalam industri perkayuan, diturunkan dari kolagen babi.

35. Masker wajah: kolagen untuk menghilangkan kerut.

36. Energi alternatif: bagian-bagian sampah yang tersisa digunakan sebagai bahan bakar untuk listrik.

37. Energy bar: kolagen yang diproses merupakan sumber protein yang murah untuk para binaragawan atau mereka yang ingin membentuk tubuhnya.

38: Keju krim: gelatin menjadikannya stabil.

39. Whipped cream: gelatin memperbaiki teksturnya.

40. Permen: gelatin babi digunakan untuk bahan perekat dan pembuat gel, dan memastikan bahwa adonan permen mencapai tekstur tertentu. Sering digunakan untuk pembuatan jenis permen liquorice, permen kenyal dan permen karet.

Bagi Muslim, orang vegetarian, Yahudi, dan orang-orang lain yang berharap bisa menghindari produk terbuat dari bahan babi, berita tentang penggunaan babi yang begitu luas bukanlah sebuah berita bagus. Kerja rumit yang harus dilewati oleh produsen makanan global dan proses industri, seakan memastikan bahwa hampir tidak mungkin menghindari babi sama sekali.

Namun, bagi seorang Muslim ada kunci yang selalu harus diingat, yaitu bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, di antara keduanya ada yang samar-samar atau syubhat. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara yang syubhat, berarti ia telah selamat. [/]
____________________
source: hidayatullah

Sinema & TV: Tayang Ulang Masih Marak [1]

_________________________________________
oleh: Mahar Prastowo, ex Editor Metrofilm
_________________________________________

Setiap tahun, televisi kekurangan program hingga puluhan, bahkan ada yang mengatakan kekurangan suplai antara 52-70 program. Ini tantangan untuk creator dan PH, yang kalau diladenin, akan tercapai cita-cita UU Perfileman yang menginginkan konten tayangan dalam negeri [lokal]-luar negeri [impor] dengan perbandingan 60:40, dan produksi sinema dalam negeri meningkat seperti harapan Menbudpar Jero Wacik, yang menargetkan pada 2014 nanti sebanyak 200 film dibuat.

Termotivasi, itulah sikap yang seharusnya dimiliki insan perfileman tanah air, dengan cita-cita Menbudpar.

Apalagi, pada 2012 nanti, Bali, akan menjadi tuan rumah festival film bertaraf internasional yang melibatkan ratusan negara di belahan dunia.

Kenapa tidak di Indonesia? [Lho, memangnya Bali bukan Indonesia?]

"Sebenarnya Indonesia yang ditunjuk sebagai tuan rumah, namun Menteri Kebudayaan dan Pariwisata mempercayakan pelaksanaannya di Bali," begitulah kata Kasubdis Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Propinsi Bali I Made Santha di Denpasar, yang dikutip Wartawan. Salah satu persiapan yang dilakukan Bali, menumbuhkan industri kreatif produksi film di kalangan masyarakat maupun produsen film paa 2010 nanti dengan pembuatan film dokumenter yang diharapkan bisa diikutsertakan dalam festival film internasional tersebut.

Film dokumenter tersebut, akan memberikan cerita tentang Bali sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki keunikan seni budaya serta panorama alam yang indah. "Est Pray Leve" (Makan doa cinta), demikian film tersebut, melibatkan sejumlah bintang film Hollywood dengan lokasi pembuatan di Jimbaran, Sanur, Candidasa dan perkampungan seniman ubud, Bali. Diproduksi "Elizabeth Gilbert", dengan membawa bintang film Hollywood Julia Robert.

***

Keterbatasan investasi, creator / SDM dan ide menjadi alasan masih tiarapnya industri sinematografi di Indonesia. Meski Ada Apa Dengan Cinta, Petualangan Sherina dan seterusnya sampai Ayat-ayat Cinta misalnya, adalah rentetan bahwa sinematografi kita mengalami kebangkitan.

Tapi bangkit saja tidak cukup. Apalagi jika baru melihat kebangkitan saja, pemerintah bukan membuka kran selebar-lebarnya agar industri ini bertumbuh kembang, namun justru mewaspadai sebagai sebuah gerakan kebangkitan yang harus diberikan batasan-batasan dengan regulasi kurang berpihak.

Soal investasi, sejauh ini sudah banyak orang berminat, dan jika berangkat idealisme, mungkin Bank bisa membantu. Dari sisi SDM, berbagai lembaga pendidikan telah mampu mensuplai SDM unggul bidang sinematografi dan multimedia. Digital Studio College [DSC]yang kini menjadi IDS [International Design School] adalah salah satunya. Saat artikel ini ditulis, Filem animasi layar lebar pertama Indonesia, Meraih Mimpi, dengan crew 95% lulusan DSC/IDS, tiketnya nyaris menembus angka 200.000. Film ini sebenarnya sudah beredar sekitar setahun lalu di luar negeri, dan animo masyarakat internasional dipakai untuk 'syarat' layak-tidaknya ditayangkan di Indonesia. Saya jatuh pada satu kesimpulan, kelayakan peredaran Film di Indonesia masih terpaku pada ukuran animo saja, belum pada hal-hal lain yang bersifat edukasi dan isnpirasi.

Meraih Mimpi adalah film dari judul asli Sing To The Dawn. Judul edisi Indonesianya saya kritisi sebagai 'kata bersayap'. Apakah Meraih Mimpi terkait Dana, si Gadis yang berjuang untuk tanah leluhurnya, atau tercapainya cita-cita para Crew yang sebenarnya-meminjam istilah Thukul-ndeso dan katrok itu? Ya, mereka membuktikan, terpilih menjadi bagian dari kerja besar insan-insan perfileman Hollywood.

Makanya saya ingin sekali mengupgrade pengetahuan tentang perfileman, dengan bergabung pada sebuah acara seminar tentang produksi film oleh International Design School [www.IDSeducation.com], pada 10 Oktober ini. dari rekan yang menjadi peserta seminar sebelumnya, ia mengaku langsung diterima bekerja di sebuah PH bukan lantaran IPnya yang tinggi dan ia dapat dari sebuah perguruan tinggi ternama, namun karena ia memiliki sertifikat Workshop Digital Studio/IDS.

Dibawah ini adalah artikel yang mungkin pernah anda baca namun akibat banyaknya arus informasi masuk ke dalam relung kehidupan, lantas terlupa begitu saja. Bukan sekedar soal faktanya yang pasti sudah basi, tapi apakah kemudian telah menjadi lebih baik saat ini, setelah 12 tahun sejak artikel ini ditulis? [Waktu itu, saya masih menjadi penulis masalah-masalah remaja di beberapa media lokal dan menjadi Writerpreneur yang memproduksi MABOK-MAjalah temBOK-beberapa SMU, yang sekolahnya menyediakan budget tentunya].

***

Tayangan ulang di televisi semakin memperparah image, bahwa broadcast kita kurang siap dalam suplai paket. Film - film luar pun kini makin sering diputar.

PENAMBAHAN jam tayang oleh hampir semua stasiun televisi swasta, ternyata berisiko tak terpenuhinya jam siar oleh masing - masing studio. Terbukti, akhir - akhir ini hampir tiap TV swasta melakukan penayangan ulang program masa lalu yang dimiliki. Lihatlah tayang ulang Si Doel Anak Sekolahan, Lika - Liku Laki Laki, Senja Makin Merah oleh RCTI. Atau lihat juga tayang ulah Tahta dan telenovela Marimar dan serial silat The Legend of Condor Heroes atau Ivy oleh Indosiar. Tak cuma dua stasiun itu, SCTV dan TPI juga melakukan hal yang sama.

Dalam hal penayangan film lepas, pengulangan terlihat semakin parah. Betapa tidak? Penayangan sebuah film asing biasa dilakukan berulang kali. Yang berbeda cuma jam tayangnya. Jika RCTI yang menayangkan, biasanya sebuah film pertama kali ditayangkan untuk acara Layar Emas. Saat kemudian film yang sama bisa ditayangkan pada acara Film Tengah Malam untuk selanjutnya ditayangkan lagi pada acara Film Dini Hari.

Kalau film itu ditayangkan Indosiar sebuah film bisa ditayangkan pada acara Sinema Unggulan, kemudian pada acara Sinema Aksi atau bahkan bisa pada acara Pekan Film Aksi atau Pekan Film Drama.

Kesemarakan itu kian parah jika kita mau menambahkan dengan kecenderungan stasiun lain yang ikut - ikut menayangkan film yang sudah ditayangkan stasiun lainnya. SCTV, misalnya biasa menayangkan film asing yang sudah ditayangkan RCTI. Sebaliknya begitu juga dengan RCTI, Indosiar, ANteve dan TPI.

Kalau tayang ulang cuma dilakukan untuk film - film asing, mungkin pemirsa masih bisa memaklumi. Adalah wajar jika sebuah stasiun televisi melakukan tindakan itu. Meski mungkin dari tindakan itu dapat dilihat atau diukur kelas stasiun televisi bersangkutan. Tapi bagaimana jika penayangan ulang dilakukan juga terhadap sinetron lokal?


Tanda - tanda Krisis

Jika dilihat sekilas, penayangan ulang sebuah sinetron lokal seperti Si Doel Anak Sekolah, Tahta, Si Manis Jembatan Ancol dan sebentar lagi Ketulusan Kartika oleh RCTI dan Indosiar, memang ada keuntungan yang bisa didapat pemirsa. bagi yang belum pernah atau belum lengkap menyaksikan sinetron tersebut, bisa mengikutinya kembali. Tapi inilah satu - satunya keuntungan yang didapat. Selebihnya membosankan.

Tak cuma itu penayangan ulang tersebut jelas memperlihatkan betapa tidak siapnya televisi swasta memenuhi jam siar yang mereka perpanjang sendiri. Boleh dibilang inilah risiko yang harus dihadapi pengelola televisi akibat tak dimilikinya konsep yang jelas.

Boleh jadi, pihak televisi swasta beralasan penayangan ulang akibat tak adanya acara - acara lokal berkwalitas untuk ditayangkan.

Sementara untuk membeli sebuah serial produk manca sangat mahal. Alasan seperti ini sah - sah saja. Cuma soalnya, alasan itu tak cukup rasanya jika dijadikan alasan untuk menayang ulang sinetron lokal yang sudah berulang - ulang disuguhkan kepada pemirsa. Akan lebih baik rasanya jika pihak televisi bersangkutan mengurangi jam siar. Jam siar yang pendek, rasanya akan lebih berarti jika diisi dengan tayangan-tayangan berkualitas dan bukan pengulangan.

Melihat kecenderungan televisi swasta melakukan tindakan seperti itu, jangan - jangan ramalan beberapa pengamat televisi yang beberapa waktu lalu mengatakan daya tahan stasiun televisi nasional tak akan lama, bisa jadi akan terbukti. Tentu hal itu tak diinginkan pemirsa televisi di negeri ini. Yang diharapkan sudah pasti perkembangan dan kemajuan sarana hiburan murah itu. Semoga kecenderungan penayangan ulang yang dilakukan hampir oleh kelima stasiun Tv swasta itu segera berakhir. (Fikri - 27/sm/040497)

Yahoo! Daftar Hitam Maskapai Penerbangan

Blacklist
The first line of defence against potentially unsafe airlines is the
Commission's
blacklist - which details all airlines barred from European airspace. While
largely composed of African and Asian airlines, there are also a number
closer to home:

Name of the legal entity of the carrier
State of the operator

Ariana Afghan Airlines (AFG)*
Afghanistan

Aerojet
Angola

Air26
Angola

Air Gemini
Angola

Air Gicango
Angola

Air Jet
Angola

Air Nave
Angola

Alada
Angola

Angola Air Services
Angola

Diexim
Angola

Gira Globo
Angola

Heliang
Angola

Helimalongo
Angola

Mavewa
Angola

Rui & Conceicao
Angola

Sonair
Angola

Aero Benin
Benin

Africa Airways
Benin

Alafia Jet (IGA)
Benin

Benin Golf Air
Benin

Benin Littoral Airways (BLA)
Benin

Cotair
Benin

Royal Air
Benin

Trans Air (TNB)
Benin

Siem Reap Airways International (SRH)
Cambodia

Air Koryo (KOR)
Democratic People's Republic of Korea

Africa One (CFR)
Democratic Republic of Congo

African Air Services Commuter
Democratic Republic of Congo

Aigle Aviation
Democratic Republic of Congo

Air Beni
Democratic Republic of Congo

Air Boyoma
Democratic Republic of Congo

Air Infini
Democratic Republic of Congo

Air Kasai
Democratic Republic of Congo

Air Katanga
Democratic Republic of Congo

Air Navette
Democratic Republic of Congo

Air Tropiques
Democratic Republic of Congo

Bel Glob Airlines
Democratic Republic of Congo

Blue Airlines (BUL)
Democratic Republic of Congo

Bravo Air Congo
Democratic Republic of Congo

Business Aviation
Democratic Republic of Congo

Busy Bee Congo
Democratic Republic of Congo

Butembo Airlines
Democratic Republic of Congo

Cargo Bull Aviation
Democratic Republic of Congo

Cetraca Aviation Service (CER)
Democratic Republic of Congo

CHC Stellavia
Democratic Republic of Congo

Comair
Democratic Republic of Congo

Compagnie Africaine D'aviation
Democratic Republic of Congo

Doren Air Congo
Democratic Republic of Congo

El Sam Airlift
Democratic Republic of Congo

Entreprise World Airways
Democratic Republic of Congo

Espace Aviation Service
Democratic Republic of Congo

Filair
Democratic Republic of Congo

Free Airlines
Democratic Republic of Congo

Galaxy Kavatsi
Democratic Republic of Congo

Gilembe Air Soutenance
Democratic Republic of Congo

Goma Express
Democratic Republic of Congo

Gomair
Democratic Republic of Congo

Great Lake Business Company
Democratic Republic of Congo

Hewa Bora Airways (ALX)
Democratic Republic of Congo

International Trans Air Business
Democratic Republic of Congo

Katanga Airways
Democratic Republic of Congo

Kin Avia
Democratic Republic of Congo

Kivu Air
Democratic Republic of Congo

Lignes Aeriennes Congolaises (LCG)
Democratic Republic of Congo

Malu Aviation
Democratic Republic of Congo

Malila Airlift (MLC)
Democratic Republic of Congo

Mango Aviation
Democratic Republic of Congo

Piva Airlines
Democratic Republic of Congo

Rwakabika Bushi Express
Democratic Republic of Congo

Safari Logistics Sprl
Democratic Republic of Congo

Safe Air Company
Democratic Republic of Congo

Services Air
Democratic Republic of Congo

Sun Air Services
Democratic Republic of Congo

Swala Aviation
Democratic Republic of Congo

Tembo Air Services
Democratic Republic of Congo

Thom's Airways
Democratic Republic of Congo

Tmk Air Commuter
Democratic Republic of Congo

Tracep Congo Aviation
Democratic Republic of Congo

Trans Air Cargo Services
Democratic Republic of Congo

Transports Aeriens Congolais
Democratic Republic of Congo

Virunga Air Charter
Democratic Republic of Congo

Wimbi Dira Airways (WDA)
Democratic Republic of Congo

Zaabu International
Democratic Republic of Congo

Cronos Airlines
Equatorial Guinea

Ceiba Intercontinental (CEL)
Equatorial Guinea

Egams (EGM)
Equatorial Guinea

Euroguineana De Aviacion Y Transportes (EUG)
Equatorial Guinea

General Work Aviacion
Equatorial Guinea

Getra - Guinea Ecuatorial De Transportes Aereos (GET)
Equatorial Guinea

Guinea Airways
Equatorial Guinea

Star Equatorial Airlines
Equatorial Guinea

Utage - Union De Transport Aereo De Guinea
Equatorial Guinea

Ecuatorial (UTG)
Equatorial Guinea

Air Services
Gabon

Air Tourist (Allegiance) (NIL)
Gabon

Nationale Et Regionale Transport (Nationale) (NRT)
Gabon

Nouvelle Air Affaires Gabon (NVS)
Gabon

Scd Aviation
Gabon

Sky Gabon (SKG)
Gabon

Solenta Aviation Gabon
Gabon

Air Pacific Utama
Indonesia

Alfa Trans Dirgantata
Indonesia

Asco Nusa Air Transport
Indonesia

Asi Pudjiastuti
Indonesia

Atlas Delta Satya
Indonesia

Aviastar Mandiri
Indonesia

Balai Kalibrasi Fasitas Penerbangan
Indonesia

Cardig Air
Indonesia

Dabi Air
Indonesia

Deraya Air Taxi (DRY)
Indonesia

Derazona Air Service
Indonesia

Dirgantara Air Service (DIR)
Indonesia

Eastindo
Indonesia

Ekspress Transportasi Antar Benua
Indonesia

Gatari Air Service (GHS)
Indonesia

Indonesia AirAsia (AWQ)
Indonesia

Indonesia Air Transport (IDA)
Indonesia

Intan Angkasa Air Service
Indonesia

Kal Star
Indonesia

Kartika Airlines (KAE)
Indonesia

Kura-Kura Aviation
Indonesia

Lion Air (LNI)
Indonesia

Linus Airways
Indonesia

Manunggal Air Service
Indonesia

Megantara Airlines
Indonesia

Merpati Nusantara Airlines (MNA)
Indonesia

Metro Batavia (BTV)
Indonesia

Mimika Air
Indonesia

National Utility Helicopter
Indonesia

Nusantara Buana Air
Indonesia

Nyaman Air
Indonesia

Pelita Air Service (PAS)
Indonesia

Penerbangan Angkasa Semesta
Indonesia

Pura Wisata Baruna
Indonesia

Republic Ekspress (RPH)
Indonesia

Riau Airlines (RIU)
Indonesia

Sampoerna Air Nusantara
Indonesia

Sayap Garuda Indah
Indonesia

Smac (SMC)
Indonesia

Sriwijaya Air (SJY)
Indonesia

Survei Udara Penas
Indonesia

Transwisata Prima Aviation
Indonesia

Travel Ekspress Aviation Service (XAR)
Indonesia

Travira Utama
Indonesia

Tri Mg Intra Airlines (TMG)
Indonesia

Trigana Air Service (TGN)
Indonesia

Wing Abadi Nusantara (WON)
Indonesia

Air Company Kokshetau (KRT)
Kazakhstan

Atma Airlines (AMA)
Kazakhstan

Berkut Air/Bek Air (BKT)
Kazakhstan

East Wing (Airline) (EWZ)
Kazakhstan

Sayat Air (SYM)
Kazakhstan

Starline KZ (LMZ)
Kazakhstan

Air Manas (MBB)
Kyrgyz Republic

Avia Traffic Company (AVJ)
Kyrgyz Republic

Aerostan (Ex Bistair-Fez Bishkek) (BSC)
Kyrgyz Republic

Click Airways (CGK)
Kyrgyz Republic

Dames (DAM)
Kyrgyz Republic

Eastok Avia
Kyrgyz Republic

Golden Rule Airlines (GRS)
Kyrgyz Republic

Itek Air 04 (IKA)
Kyrgyz Republic

Kyrgyz Trans Avia (KTC)
Kyrgyz Republic

Kyrgyzstan (LYN)
Kyrgyz Republic

Max Avia (MAI)
Kyrgyz Republic

S Group Aviation
Kyrgyz Republic

Sky Gate International Aviation (SGD)
Kyrgyz Republic

Sky Way Air (SAB)
Kyrgyz Republic

Tenir Airlines (TEB)
Kyrgyz Republic

Trast Aero (TSJ)
Kyrgyz Republic

Valor Air
Kyrgyz Republic

Silverback Cargo Freighters (VRB)
Rwanda

Air Rum, Ltd (RUM)
Sierra Leone

Destiny Air Services, Ltd (DTY)
Sierra Leone

Heavylift Cargo
Sierra Leone

Orange Air Sierra Leone Ltd (ORJ)
Sierra Leone

Paramount Airlines, Ltd (PRR)
Sierra Leone

Seven Four Eight Air Services Ltd (SVT)
Sierra Leone

Teebah Airways
Sierra Leone

Air West Co.Ltd (AWZ)
Sudan

Aero Africa (RFC)
Swaziland

Jet Africa Swaziland (OSW)
Swaziland

Royal Swazi National Airways Corporation (RSN)
Swaziland

Scan Air Charter Ltd
Swaziland

Swazi Express Airways (SWX)
Swaziland

Swaziland Airlink (SZL)
Swaziland

One Two Go Airlines Company Limited (OTG)
Thailand

Motor Sich Airlines (MSI)
Ukraine

Ukraine Cargo Airways (UKS)
Ukraine

Ukrainian Mediterranean Airlines (UKM)
Ukraine

Volare Aviation Enterprise (VRE)
Ukraine

Cabut Iklan Sekolah Gratis

[JAKARTA] Ketua Klub Guru Ahmad Rizali menegaskan, Depdiknas harus segera mencabut iklan sekolah gratis karena tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kalau mau sekolah digratiskan, tidak perlu digembor-gemborkan melalui iklan.

Rizali kepada SP di Jakarta, Minggu (27/9) menegaskan, kalaupun sekolah gratis direalisasikan, seharusnya dilakukan dengan pengawasan ketat. Dikatakan, daripada mengiklankan sekolah gratis yang tidak jelas maknanya lebih baik pemerintah mengimbau guru atau masyarakat untuk lebih peduli kepada anak-anak yang belum atau tidak mengenyam pendidikan untuk disekolahkan.

"Guru harus proaktif, jika melihat anak-anak di sekitar sekolah mereka yang tidak sekolah karena ketidakmampuan orangtuanya. Sekolah atau guru harus menarik anak-anak itu untuk bersekolah. Bukankah tunjangan guru sudah besar. Itu lebih bijaksana," katanya.


Korupsi Dana BOS


Sementara itu, peneliti bidang pendidikan Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, secara terpisah di Jakarta, Minggu menyatakan, penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) merupakan ironi sekolah gratis. Sebab, sekitar 60 persen sekolah menyelewengkan dana BOS dan pungutan malah marak di sekolah.

Disebutkan, dana BOS yang ditilap mencapai Rp 13,7 juta per sekolah. Buktinya, berdasarkan audit (Badan Pengawas Keuangan (BPK) diketahui bahwa terdapat 6 dari 10 sekolah menyimpangkan dana BOS. Selain itu, katanya, ICW juga menemukan beberapa dinas kabupaten/kota mengarahkan pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) kepada pihak ketiga.

Temuan ICW, terdapat pula dana sekitar Rp 852,7 miliar yang berpotensi diselewengkan dalam pengelolaan anggaran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Dia mengemukakan, Depdiknas juga dinilai gagal dalam mengelola anggaran pendidikan yang besar, karena laporan keuangan Depdiknas hanya bisa mendapat status opini Wajar Dengan Pengecualian pada tahun 2008 dari BPK.

Dikatakan, tingginya dana yang berpotensi untuk diselewengkan tersebut merupakan ironi di tengah meningkatnya anggaran pendidikan dan anggaran Depdiknas. "Depdiknas saat ini merupakan penyandang alokasi anggaran yang paling besar," katanya.

Dia mengingatkan, Depdiknas periode 2004-2009 mengelola anggaran 115 persen lebih besar dari periode sebelumnya. ICW juga menyatakan penindakan kasus korupsi di sektor pendidikan masih sangat rendah, antara lain karena penegak hukum terkesan tidak terlalu serius dalam mengurus jenis kasus korupsi bidang pendidikan.

"Penindakan kasus korupsi pendidikan masih sangat rendah dibandingkan dengan besaran alokasi pendidikan dan potensi korupsi pendidikan berdasarkan audit BPK,"
katanya.

Menurutnya, penindakan kasus korupsi pendidikan hanya menjerat pelaku di tingkat dinas pendidikan dan sekolah. Sementara banyak pelaku di tingkat departemen dan DPR masih bebas. Sejauh ini, sebanyak 287 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka yang sebagian besarnya berasal dari dinas pendidikan sebanyak 42 orang dan jajarannya sebanyak 67 orang.

"Penindakan kasus korupsi pendidikan masih sangat rendah dibandingkan dengan besaran alokasi pendidikan dan potensi korupsi pendidikan berdasarkan audit BPK,"
katanya.

Koordinator Koalisi Pendidikan Lody Paat mengemukakan, korupsi sangat menghambat kemajuan pendidikan. "Korupsi di sekolah akan meninggalkan jejak kepada anak-anak dan bisa mengganggu perkembangan moral mereka," katanya. [W-12]

_____________
http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=10692

Orangtua Termakan Iklan Sekolah Gratis

_____________
SP/Alex Suban

[DEPOK] Iklan sekolah gratis dari Depdiknas yang ditayangkan berulang-ulang di televisi, benar-benar menyesatkan dan membohongi publik. Kalau saja apa yang diiklankan itu faktanya benar, memang sangat bagus dan ditunggu-tunggu masyarakat, tetapi masalahnya adalah, kenyataannya tidak seperti yang digambarkan di iklan tersebut.

Pengakuan itu dilontarkan seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/9) pagi. Guru yang tak mau disebut identitasnya itu mengatakan, meskipun materi iklan itu akhirnya berubah dari sebelum kampanye, dampaknya tetap saja menyesatkan, karena orangtua murid sudah termakan dengan iklan sebelumnya.

Menurutnya, di Depok memang sudah memberlakukan pendidikan gratis, terutama yang menyangkut operasional sekolah yang dibiaya pemerintah melalui dana bantuan operasioanl sekolah (BOS), tetapi dana itu tidak menutup biayai kebutuhan lain di sekolah yang seharusnya perlu. Hanya saja, ketika mau meminta sumbangan kepada orangtua murid, mereka sudah berkilah dengan sekolah gratis yang mereka artikan sekolah tanpa pungutan apa pun.

"Kami tidak berani meminta apa-apa dari orangtua. Sebab, nanti dikira sekolah melakukan pungutan," katanya.

Senada dengan itu, salah seorang guru di SDN 02 Lebak bulus, Jakarta Selatan sebelumnya juga mengakui, program sekolah gratis memang sangat membantu orangtua murid, karena mereka tidak lagi harus membayar uang pangkal ataupun iuran per bulan si anak. Tetapi sebaliknya, bagi pihak sekolah, anggaran untuk sekolah gratis dirasakan masih kurang.

Akibatnya, katanya, pihak sekolah harus bekerja keras mencari cara untuk memenuhi kekurangannya. "Anggaran itu kurang, terlebih pada sekolah yang mempunyai banyak kegiatan ekstrakurikuler dan itu sangat terasa ketika sekolah mengikuti lomba ekstrakurikuler," ujarnya.


Hanya Impian


Sementara itu, para orangtua murid SD atau madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah menengah pertama (SMP) atau madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Malang, Jawa Timur yang berjumlah sekitar 107.834 orang, hanya dapat tersenyum kecut. Pasalnya, dana BOS yang dikucurkan pemerintah pusat, belum mencukupi untuk program sekolah gratis di Kota Malang, sementara pemerintah setempat belum menyediakan dana bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) yang seharusnya dianggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Wali Kota Malang Drs Peni Suparto MAP, belum lama ini mengatakan, justru dengan adanya kenaikan suntikan dana BOS 2009/2010 dari pusat, pihaknya meniadakan dana pendamping atau bopda. "Kita manfaatkan dulu BOS dari Pempus yang dikirim langsung ke rekening masing-masing sekolah, sehingga pengelolaan dan penggunaannya langsung diatur oleh sekolah yang bersangkutan," kata Peni.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang HM Shofwan sendiri menyatakan melarang SD dan SMP menarik uang SPP. Alasannya, dana BOS sudah mencukupi untuk menutupi biaya operasional sekolah. Jadi, SPP harus gratis.

Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 8 Malang, Drs Gunarso mengatakan akan menerapkan ketentuan tersebut, karena dana BOS sudah cukup untuk memenuhi kegiatan operasional sekolah. Namun, karena sekolahnya tetap berusaha meningkatkan kualitas hasil pendidikan, minimal di atas SNP, maka bersama-sama komite sekolah, selaku lembaga wakil para orangtua siswa, tetap meminta pengertiannya untuk membantu dana sumbangan pengembangan pendidikan (SBPP).

Koordinator Badan Pekerja Malang Corruption Watch (MCW), Zia Ul Haq, mendesak Dinas Pendidikan Kota Malang membentuk tim pengawas khusus dana BOS. Menurut dia, selama ini penggunaan dana BOS di Kota Malang banyak bermasalah, seperti adanya mark up data siswa dan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan peruntukannya. "Ini harus diawasi oleh tim khusus dan nantinya pelanggar harus diberi sanksi," katanya.

Dia mengingatkan pula tentang modus untuk menghabiskan anggaran dana BOS dan menarik dana dari orangtua murid di tahun sebelumnya. Pihak sekolah bersama komite sekolah membuat anggaran pengeluaran yang tidak realistis untuk penggunaan dana BOS. Dari anggaran itu, pihak sekolah punya alasan untuk menarik dana dari orang- tua murid. Akibatnya, dana BOS seolah tidak mencukupi untuk operasional sekolah, sehingga sekolah memiliki alasan untuk menarik dana dari orangtua siswa, jadilah program sekolah gratis itu hanya impian. [W-12/070]
__________

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=10668

Gempa Sumbar: Bantuan Malaysia Ditolak

JAKARTA - Berbagai bantuan telah mengalir dan mulai menumpuk di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat sejak Kamis lalu, hal ini cukup mengganggu kepadatan traffic di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, yang sudah cukup tinggi dan mengakibatkan sejumlah penerbangan mengalami delay. Bahkan pesawat yang ditumpangi Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dan Menko Kesra Aburizal Bakrie sempat tertahan di udara Padang selama beberapa jam.

Namun ada yang menarik dari tumpukan bantuan tersebut, yaitu dipisahkannya bantuan dari Pemerintah Malaysia dengan bantuan dari negara-negara lainnya, hal ini di sebabkan karena adanya penolakan bantuan dari Pemerintah Malaysia dikarenakan alasan sumber dana Judi.

"Kami sangat berterimakasih atas kepedulian Pemerintah Malaysia, namun karena dibeberapa tempat terjadi penolakan dikarenakan alasan judi, kami memilih untuk memisahkan bantuan Pemerintah malaysia dengan bantuan negara lain, akan tetapi banyak juga bantuan dari perkumpulan warga minang di Malaysia yang mengirim bantuan dan tidak ditolak" ujar Kepala Distribusi Bantuan Bandara Minangkabau, Departemen Perhubungan Budi S Ervan.

Seperti diketahui Pemerintah Malaysia memiliki fasilitas perjudian terbaik dan terlengkap di Asia Tenggara dengan omset pendapatan 4 Milliar Dollar/tahun bernama Genting Highland, dan hal tersebut dinilai warga Sumatra Barat sangat bertolak belakang dengan budaya Muslim negeri Jiran tersebut.Bantuan Pemerintah Malaysia berupa Mie Instan, Selimut, Tenda dan obat-obatan terlihat dibiarkan menumpuk di sisi kiri bandara Minagkabau dan sangat menggangu lalulintas bantuan korban gempa.

"Bantuan dari Negara Jepang yang tiba lebih dulu berupa 2500 Genset, 500 Tenda, 25 Instalasi penyaringan air, 400 Toilet portable dan 10 Kontainer Rumah Sakit Mini sudah kami sebarkan di 6 Kabupaten, sedang dari Pemerintah Amerika, Brasil, Jerman, Filipinna, Brunai, Australia, Thailand, Vietnam dan Russia berupa Beras, obat-obatan, tenda, selimut, bahan makanan, instalasi air yang total keseluruhan berjumlah sekitar 28.000 ton akan tiba mulai hari ini, kami berusaha berkadinasi Barkorlak dan Palang Merah Internasional untuk penyediaan tempat penyimpanan dan penyalurannya" ujar Budi S Ervan.

Harian Kota, 2 Oktober 2009
*

Khotbah Jum'at Berbaju Batik



Ustad Ali Al Firdausy, pada 2 oktober ini, turut menyambut gembira atas ketukan palu United Nations Education Social and Cultural Organization (UNESCO)di Abu Dhabi, yang menetapkan batik Indonesia sebagai bentuk budaya bukan benda warisan manusia (representative list of intengible cultural heritage of humanity).

Kegembiraan Ustadz Ali ditunjukkan dengan memakai Baju batik saat Khotbah Jumat di Masjid Baitul Abdullah, kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Ini adalah momentum yang baik untuk kita bangkitkan kembali kebanggaan terhadap batik Indonesia, budaya adiluhung, masterpiece yang diwariskan nenek moyang kita." ujarnya, ditemui usai sholat jum'at. Batik yang dikenakannya adalah batik fraktal dengan motif-motif khas Yogya.

Pada saat yang sama, Drs, H. Sarji, perintis Lembaga Kajian Dakwah Ma'ruf Amin Center juga sedang berada masjid bersama H. Hardi-pengusaha Ayam Potong yang mensuplai pasar Jabotabek. Keduanya tampak berbusana batik dan asyik bercengkerama
soal keputusan Unesco yang sempat menjadi nomor 4 di deretan trending topics Twitter.



"...memang sudah terbiasa memakai batik, dan kebetulan juga bersamaan dengan pengakuan UNESCO. Bapak Presiden juga menghimbau untuk memakai batik hari ini." kata Drs. H. Sarji yang disahut oleh H. Hardi, " Saya melihat hal ini akan membuka peluang lebih luas, kebangkitan batik Indonesia sebagai warisan nenek moyang yang bernilai seni tinggi dan harus dilestarikan."

Rupanya gaung batik sampai ke dalam masjid yang biasanya identik dengan baju koko/gamis, tsurban/peci dan sarung. Tak heran, di twitter ada ajakan ke masjid pakai batik.
mkesuma Wearing Batik to Masjid on this weekend! #batik #indonesia #unesco.

inilah universalitas batik ...

Undangan Halal bi Halal AJIJAK

Nomor : 149/AJIJAK/IX/09
Perihal : Undangan Halal Bihalal

Kepada Yth.
Kawan-kawan Anggota AJI Jakarta
di T E M P A T

Dengan Hormat,
Untuk menjaga tali silaturahmi dan meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan organisasi, maka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengundang kawan-kawan anggota pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 6 Oktober 2009
Waktu : Pukul. 17.00 WIB - selesai
Tempat : Sekretariat AJI Jakarta, Jl. Prof.Dr. Soepomo no. 1A,
Kompleks BIER, Menteng Dalam (belakang Hotel Bidakara, Pancoran)
Jakarta Selatan.

Agenda :
1. Halal Bihalal Anggota dan Pengurus AJI Jakarta
2. Peluncuran Buku Indonesia For Sale karya Dhandy Dwi Laksono
3. Pelantikan Anggota Baru

Besar harapan agar kawan-kawan sekalian dapat hadir dalam acara ini. Terima kasih

Jakarta, 1 Oktober 2009

Shanty Fitria Wahyu
Dhyatmika
Manajer Keanggotaan Ketua AJI Jakarta

Surat Pemirsa: Etika Wawancara On Air TV One

____________________

Yth. Pimpinan TV ONE

Saya sungguh marah melihat perkataan salah satu Penyiar anda saat Breaking News Gempa di SUMBAR tentang evakuasi 60 siswa korban gempa sumbar yang tertimbun di reruntuhan sekolahan mereka.

Disana Penyiar memberondong pertanyaan-pertanyaan yang tidak pantas ditanyakan kepada orang tua korban dari siswa tersebut lewat telepon acara ini disiarkan secara langsung.

Saya tidak habis pikir kenapa penyiar menanyakan
"gimana perasaan bapak mengenai hal ini"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak tidak ditemukan"
"gimana perasaan bapak apabila putri bapak ternyata tewas" dsb.

Sedangkan si bapak sudah menyatakan bahwa dia pasrahkan saja semua ini kepada Allah, yang penting putrinya dan semua korban bisa segera dievakuasi. Semoga bapak mendapat Hidayah dari NYA.

Tapi sang Penyiar ini masih memberondong dengan pertanyaan2 yang seharusnya tidak perlu malah membuat sang bapak tersudut.

Mohon diperhatikan karyawan Bapak.

Saya tidak bisa menyebutkan nama karena bapak pasti sudah tahu.


Hormat saya

Tito Doni Asmoro

Rien Kuntari, di PHK Kompas Upah Tak Dibayar?



Terkait pemecatan terhadap Cordula Maria Kuntari, wartawan senior yang telah bekerja selama 18 (delapan belas) tahun di Harian Umum Kompas; akan diadakan konferensi pers oleh kuasa hukumnya, Johnson Panjaitan,S.H. dari kantor hukum JOHNSON PANJAITAN & PARTNERS.

Cordula Maria Kuntari adalah mantan pengurus Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK); dan penulis buku “Timor Timur Satu Menit Terakhir-Catatan Seorang Wartawan”. Ia telah di PHK dan tidak dibayar upahnya oleh PT. Kompas Media Nusantara.

Rencana, Kamis, 1 Oktober ini konferensi pers tersebut digelar pukul 11 siang di Bakoel Coffee Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, untuk menggalang solidaritas dan memberikan keterangan yang benar kepada publik.

Kalau Berani, Klaim Lagu Petani ini

___
Dibawah ini adalah lagu aseli Petani Indonesia. Jika pada awalnya dinyanyikan dalang wayang kulit-biasanya habis panen raya petani di jawa nanggap wayang-dan pada tahun 1960an dipopulerkan melalui panggung-panggung Lekra dalam bersinergi dengan Petani dibawah bendera BTI mengkampanyekan butir-butir misi kerakyatan nilai-nilai komunisme [kemerataan, kesamaan dan kebersamaan].

Pasca G30S [pengganyangan perwira] dan Gestok [kudeta], PKI beserta onderbownya dikebumikan dengan berbagai cara, mulai dari aksi pembunuhan sampai pengecapan [pembunuhan karakter]. bahkan lagu genjer-genjer milik petani sebagai simbol rakyat, ikut dikebumikan karena pernah dinyanyikan para petani BTI, Gerwani dan Lekra. Genjer, rumput hama tanaman padi yang rasanya getir, segetir kehidupan rakyat macam petani, dan rakyat memakannya karena tak mampu beli lauk, sebagai selingan lompong dan lumbu [batang dan daun talas].

Berikut syair lagu genjer-genjer yang kini juga beredar lagunya dalam format MP3 maupun sebagai Ringtone HP, dinyanyikan Lilis Suryani, Bing Slamet dan versi reggae oleh Jawaika.

Gendjer-gendjer nang kedo'an pathing keleler
Gendjer-gendjer nang kedo'an pathing keleler
Emak'e thole teko-teko mbubuti gendjer
Emak'e thole teko-teko mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh
Gendjer-gendjer saiki wis digawa mulih

Gendjer-gendjer esuk-esuk didol neng pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk didol neng pasar
Didjejer-djejer diuntingi pada didasar
Didjejer-djejer diuntingi pada didasar
Emak'e djebreng pada tuku gawa welasan
Gendjer-gendjer saiki wis arep diolah

artinya :
Genjer-genjer di tengah sawah berhamparan
Genjer-genjer di tengah sawah berhamparan
Ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
ibunya anak-anak datang mencabuti genjer
Dapat sebakul dipilih yang muda-muda
Genjer-genjer sekarang sudah dibawa pulang

Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Genjer-genjer pagi-pagi dibawa ke pasar
Ditata berjajar diikat dijajakan
Ditata berjajar diikat dijajakan
Emaknya jebreng pada beli dimasukin keranjang
Genjer-genjer kini t'lah tersedia untuk dimasak

* masih juga tak berani mengklaim?
* pada acara sahur bulan ramadhan lalu, radio solo memutar lagu genjer-genjer dan siangnya didemo oleh HTI-Hizbuttahrir Indonesia, kelompok transnasional islam yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia.

Mudahnya Wujudkan Mimpi jadi Filmmaker. Ikuti Seminarnya!

___
Pernah mimpi menjadi seorang filmmaker ?


[klik gambar untuk melihat gambar penuh]

Bukalah mata, dan sampaikan cerita-cerita spektakuler melalui film.
Dengan budget seminim mungkin, ternyata sebuah film garapan sendiri bisa sehebat karya Quentin Tarantino, George Lucas, Robert Rodriguez dan filmmaker handal lainnya.

Peralatan digital yang makin terjangkau dalam harga dan teknis penggunaannya, memudahkan siapapun memproduksi film.

Untuk menghasilkan sebuah film berkualitas, apa saja yang perlu diketahui?

Jangan lewatkan kesempatan bergabung dalam seminar kreatif: "Cool & Famous" Be a Creativepreneur! Ekspresikan Kreatifitas dalam Film.

Seminar dengan pembicara Pandu Birantoro ini akan diselenggarakan oleh IDS [International design School] pada hari Sabtu, 10 Oktober 2009 dari pukul 10.00 - 12.00 WIB. Untuk biaya mengikuti seminar ini, tergolong sangat murah hanya dengan Rp 75.000 untuk Pelajar/Mahasiswa dan Rp 100.000 untuk umum. [Diskon 50% dengan membawa Mini Booklet atau Creative Box IDS].

Tema aplikatif yang akan dibahas adalah hal-hal yang harus dilakukan seorang filmmaker dari A-Z, sehingga memahami apa itu Definisi Film, Kreatifitas dan Semangat dalam Indie Filmmaking, Teknologi rumahan untuk membuat film yang profesional, Distribusi gerilya, dan bagaimana mengemas cerita-cerita filmmaker yang inspiratif.


Tentang Pembicara

Pandu Birantoro adalah seorang lulusan Vancouver Film School, Canada, jurusan
Film Production (Directing) & Entertainment Business Management. Film panjang pertamanya yang berjudul “3 Bersaudara” mendapatkan kehormatan untuk diputar di Vancouver International Film Center di Kanada lalu mendapatkan kesempatan lagi untuk diputar di Montreal World Festival dan Melbourne Indonesia Film Festival 2007. Pandu juga terlibat di dalam produksi film-film local (Indonesia), beberapa diantaranya adalah Jermal dan Drupadi.

Informasi lebih lanjut, hubungi:
IDS | International Design School
Gedung Syariah Mandiri Lantai 3
JI. Sultan Hasanudin No. 57,
Kebayoran Baru, Jakarta - Indonesia
Telp. 021 - 2701518
http://www.idseducation.com
http://idseducation.blogspot.com
http://www.facebook.com/ideasyoung
info@idseducation.com