Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

10 Inovasi Strategis di Dunia Masa Depan

______________________
Oleh Yulvianus Harjono
______________________

Inovasi adalah kunci masa depan. Kesejahteraan yang dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari inovasi yang telah dilahirkan pada masa lampau. Melalui berbagai penemuan yang telah diciptakan saat ini, kita pun dapat ”mengintip” masa depan.

Hal-hal yang dulu hanya bisa disaksikan di film-film fiksi dan buku ternyata menjelma sebagai realitas. Memandang sangat pentingnya inovasi, seperti diungkapkan Presiden AS Barack Obama dalam pidato mingguannya di radio dan media cyber, 1 Agustus 2009, Livescience merilis 10 obyek inovasi strategis yang telah dirintis dan akan menentukan pada masa depan.


Peralatan pembaca pikiran

Adam Wilson, ilmuwan dari Teknik Biomedis University of Wisconsin, AS, menciptakan sebuah interface (antarmuka untuk komputer) yang mampu menerjemahkan pikiran ke dalam bentuk teks.

Sistem antarmuka yang bekerja pada alat berupa elektrode dan kabel terkoneksi di kepala ini mampu mengubah sinyal listrik menjadi bentuk fisik, seperti tangan memindahkan cursor.

Teknologi ini sangat bermanfaat bagi pasien yang tak bisa berkomunikasi sama sekali, seperti penderita stroke atau penyakit langka Lou Gehrig (Amyotrophic Lateral Sclerosis) untuk bisa ”berbicara”. Alat ini dapat difungsikan sebagai alat pengetes kejujuran.


Keliling dunia 90 menit

Dari novel dan film kita ketahui, Phileas Fogg asal Inggris mampu mengelilingi dunia dalam 80 hari pada awal tahun 1870-an. Ke depan orang bisa hanya butuh kurang dari sejam untuk ke belahan dunia lain.

Dalam penelitian yang disponsori Pusat Sains Angkatan Udara AS dan Angkatan Udara Brasil, mimpi transportasi canggih dibangun di atas teknologi propulsi laser kecepatan hipersonik. Riset pimpinan Leik Myrabo, profesor Teknik Dirgantara dari Institut Politeknik Rensselaer, Troy, AS, ini tengah dilakukan di Laboratorium Hipersonik dan Aerodinamika Henry T Nagamatsu di Sao Jose, Brasil.

Kekuatan puncaknya dapat mencapai skala gigawatt. Alat ini diklaim mampu meluncurkan nano-satelit (1-10 kilogram) dan mikro-satelit (10-100 kilogram) ke orbit rendah dalam sekejap. Teknologi ini juga didesain untuk meluncurkan pesawat ke stasiun luar angkasa.


Lengan bionik

Ingat tokoh Luke ”Skywalker” di film Star Wars? Ya, tangan kanannya yang putus adalah sebuah lengan bionik. Tidak lama lagi, para veteran korban perang ataupun mereka yang terlahir tanpa lengan dan tungkai kaki bisa menikmati teknologi canggih Skywalker ini.

Banyak pusat penelitian di dunia mengembangkan lengan dan kaki bionik. Salah satunya adalah Touch Bionics yang telah memasarkan produknya, lengan i-LIMB. Lengan bionik ini memiliki kontrol intuitif.

Elektrode desain khusus ditempatkan di permukaan kulit untuk membaca sinyal-sinyal otot (myoelectric) yang dikirimkan otot di tungkai/lengan yang tersisa. Lengan i-LIMB berbahan dasar plastik itu dapat bergerak layaknya tangan biasa. Teknologi bionik yang tak kalah canggih tengah dirintis Miguel Nicolelis (Duke University, AS). Lengan buatan rancangannya, digerakkan otak langsung.


”Gadget” indera keenam

Pranav Mistry, mahasiswa program doktor dari Media Lab Massachusetts Institute of Technology (MIT), menciptakan alat Sixth Sense, yang bisa menampilkan informasi virtual tiga dimensi saat berinteraksi dengan obyek yang dilihat.

Sebagai contoh, dengan melihat kulit wajah sebuah buku, beragam informasi: resensi, harga, bahkan komentar tentang buku itu, langsung muncul di hadapan kita layaknya tayangan dari sebuah proyektor LCD.

Sixth Sense adalah sebuah gadget yang memungkinkan segala informasi di internet terhubung langsung dengan dunia nyata dan membentuk sajian bernama realitas tambahan. Gadget yang ringkas ini mengingatkan kita pada teknologi canggih di film


Minority Report.

Teknologi ini menggabungkan webcam dan proyektor mini yang terkoneksi dengan ponsel cerdas secara nirkabel.


Organ tubuh artifisial

Suatu saat ke depan, manusia yang menderita penyakit gagal hati bisa memiliki organ hati baru. Bukan lagi sekadar transplantasi, melainkan sebuah organ asli. Colin McGucklin dan Nico Forraz—duo peneliti dari Newcastle University, Inggris— menciptakan lever artifisial.

Lever manusia pertama yang pernah diciptakan ini masih dalam skala prototipe. Ukurannya mini, setara sebuah koin ukuran kecil. Lever ini dibuat dari sel punca (stem cell) yang diambil dari tali pusat manusia.
Bioreaktor untuk menumbuhkan sel punca diperoleh dari NASA. Pada masa depan kemungkinan bukan hanya lever yang bisa diproduksi, melainkan juga organ-organ vital lain, seperti ginjal, bahkan jantung.


Memberi makan dunia

Mencukupi kebutuhan pangan dunia bakal menjadi hal sangat krusial pada masa depan. Ilmuwan terus berupaya menciptakan varietas gandum, jagung, dan beras unggulan yang bisa panen berlipat ganda. Termasuk menyesuaikan dengan gejala pemanasan global.
Seiring pesatnya riset bioteknologi, muncul ide pembuatan superfood—makanan berbentuk pil yang mencakup seluruh nutrisi yang dibutuhkan. Ada yang mengembangkan makanan sintetis dari sel punca hewan. Riset ini salah satunya dilakukan di Ulrecht University, Belanda.


Melenyapkan limbah

Limbah akan menjadi persoalan besar pada masa depan jika tidak diantisipasi serius. Di negara-negara maju, melalui pemanfaatan teknologi, berbagai sampah diolah menjadi bahan baku daur ulang. Bulu ayam, oleh peneliti di Virginia Tech, AS, bisa diolah menjadi senyawa polimer sebagai bahan untuk membuat plastik pada masa depan.


Menjiplak nuklir Matahari

Reaksi fusi nuklir menjaga Matahari tetap bersinar cemerlang selama miliaran tahun. Ed Moses, dari National Ignition Facility, AS, melakukan penelitian bertujuan menciptakan fusi nuklir seperti di Matahari.

Dia mencampur 150 mikrogram deuterium dan tritium yang ditembakkan dengan laser raksasa sebagai inti tenaga untuk membangkitkan fusi nuklir. Percobaan ini mirip dengan adegan cerita fiksi film Spiderman 2. Pada 2010 dijadwalkan tes, yang diprediksi menghasilkan energi hingga 500 triliun watt.


Merekayasa iklim Bumi

Salah satu cara mencegah pemanasan global adalah melalui rekayasa kebumian (geoengineering). Muncul berbagai gagasan geoengineering yang hi-tech, seperti membuat cermin atau menaburkan partikel pemantul sinar matahari. Untuk mengurangi badai topan di AS akan dicoba mengaduk lautan, oleh sejumlah armada kapal, agar air laut mendingin. Teknologi rekayasa kebumian kian dimungkinkan.


Membuat otak manusia
Masih banyak bagian dari otak manusia yang menyimpan misteri. Di balik miliaran neuron, tersembunyi segala pemikiran dan teknologi canggih yang tak pernah terbayangkan akan dilahirkan.

Peneliti yang tergabung dalam Blue Brain Project di Swiss mengumumkan rencana membuat otak artifisial beberapa dekade lagi. Simulasi dilakukan dengan membuat otak tikus buatan, menggunakan IBM Supercomputer Blue Gene.

_____________________________________________________
Sabtu, 19 September 2009 | 03:04 WIB-Kompas

Telusur Sejarah, Cari Gigi Emas dalam Tengkorak Tan Malaka

___________________________________________
Identifikasi Jenazah yang Diduga Tan Malaka
___________________________________________

JAKARTA - Pemeriksaan terhadap jenazah yang diduga Tan Malaka tak hanya mengandalkan tes DNA (deoxyribonycleic acid). Tapi juga ciri fisik khas Tan Malaka yang dikenal kerabat dekatnya. Salah satunya adalah geraham dari emas yang terdapat di antara gigi geligi tokoh pergerakan kemerdekaan itu.

Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam mengatakan, Tan Malaka tak memiliki keturunan. Satu-satunya garis keluarga yang masih tersisa adalah Zulfikar Kamarudin. Dia adalah anak dari adik laki-laki Tan Malaka, Kamarudin Rasyad. Dua saudara Zulfikar sudah meninggal.

Karena itu, DNA jenazah yang diambil dari desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, itu akan dibandingkan dengan DNA Zulfikar.

“Selain DNA, juga diperiksa ciri fisik Tan Malaka yang diketahui kerabat terdekatnya. Pokoknya ada gigi emasnya. Zaman dulu orang kan suka mengganti gigi yang lepas dengan gigi palsu dari emas,” kata kata Asvi kepada JPNN di Jakarta kemarin (13/9).

Asvi juga ikut mendampingi sejarawan Belanda Harry Poeze saat penggalian makam di Selopanggung, Kediri, itu.

Seperti diwartakan, sebuah makam yang diduga berisi kerangka Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dibongkar Sabtu lalu (12/9). Seluruh kerangka yang diambil dari makam yang berada di lereng Gunung Wilis itu kemudian dibawa ke Jakarta untuk tes DNA.

“‘Prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu,” ujar Ketua Tim Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dr Djaja Surya Atmadja di sela-sela pembongkaran. Pembongkaran makam itu merupakan buah penelitian Harry Poeze selama 22 tahun merunut jejak Tan Malaka.

Lantas, dari mana Harry Poeze bisa menduga makam itu adalah makam tokoh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1963 itu.

Kata Asvi, ada sebuah tugu kecil di pinggir Kali Brantas. Tepatnya di Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Di desa tersebut dibangun tugu untuk menandai tempat pembuangan jenazah Tan Malaka ke Kali Brantas.

“Harry Poeze mewawancarai banyak saksi sejarah untuk merunut, apa memang jenazah Tan Malaka dibuang di Kali Brantas,” katanya.

Harry Poeze, kata Asvi, merunut ke mana saja perjalanan Tan Malaka. Kemudian, di mana tokoh yang dikenal berseberangan dengan Sjahrir itu ditangkap dan ditembak.

“Harry Poeze menemukan bahwa Tan Malaka ditangkap kemudian ditembak di sekitar kaki Gunung Wilis. Itu yang akhirnya membawa dia ke desa Selopanggung,” katanya.

Kata Asvi, Tan Malaka ditangkap oleh Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Penangkapan Tan Malaka itu sebenarnya tidak atas perintah atasan Soekotjo. Namun, saat itu Soekotjo yang memimpin gerilya dan operasi di kawasan tersebut menemukan bahwa Tan Malaka adalah sosok yang dinilai membahayakan negara.

“Apalagi, dia berbeda pendapat dengan Sjahrir. Zaman dulu di militer kan begitu. Kalau tidak sependapat, diculik,” katanya.

Tan Malaka pun ditangkap. Tanggal penangkapannya antara 19-21 Februari 1949. Asvi mengaku tak tahu pasti. Yang jelas, pada 21 Februari warga desa menemukan jenazah tersebut. Mereka kemudian menguburkannya sebagai “orang luar desa” yang meninggal tanpa identitas.

Kemudian ada cerita ada sebuah makam yang dipindahkan di samping makam Mbah Selo, seorang pendiri Desa Selopanggung. Makam itu tanpa identitas. Nah, di makam Mbah Selo itu terdapat sebuah pohon Kamboja besar.

“Dari situ kita tahu kalau makam di samping Kamboja besar itu adalah makam yang diduga jenazah Tan Malaka,” katanya. (aga/oki/jp
________________________________________________
source: http://www.radartarakan.com/berita/index.asp?Berita=UTAMA&id=158528
senin, 14 September 2009

Janji Joni eh Joko: Bugil Di Circle K

___________________________________________________________________________________
Penuhi Janji, Joko Anwar Bugil di Minimarket

Jakarta Hati-hati dalam mengucap janji atau anda akan berakhir seperti Joko Anwar. Sutradara kenamaan tersebut terpaksa telanjang bulat di minimarket karena janji di twitter dan ini bukan adegan film!

Selasa (23/9/2009) sekitar pukul 14.00 WIB Joko Anwar memposting tweet di account twitternya. "If I got my 3000th follower today, I'll go into a Circle K naked," demikian janji Joko yang pernah menyutradarai film 'Janji Joni' itu.

Tak lama setelah itu pengguna account Twitter langsung menyebarkan pesan tersebut. Satu jam setelah janji tersebut dibuat, pengikut Joko di twitter telah menembus angka 3 ribu. Sampai malam ini ia melakukan aksinya, pengikut pria kelahiran 3 Januari 1976 tersebut hampir mencapai 13 ribu.

Mau tak mau Joko harus melakukan 'sumpah'nya itu. Saking populernya 'sumpah twitter' tersebut bahkan kata 'Circle K' sempat menjadi trending topics nomor satu di Twitter.

Joko pun menyerah 'diserang' ribuan orang. Di akun Twitternya ia berkata akan menepati janjinya pada malam hari.

Rabu dini hari, Joko dan beberapa temannya yang juga berkecimpung di dunia perfilman menuju lokasi 'Circle K' yang mereka pilih. Setelah beberapa kali pindah lokasi, akhirnya mereka menemukan 'Circle K' di kawasan Bintaro untuk menjalankan aksinya.

Setelah hampir dua jam bersiap-siap di lokasi pilihan akhirnya penulis 'Quickie Express' tersebut menjalankan aksinya. Ia masuk ke minimarket 24 jam tersebut tanpa sehelai benang pun.

"PICS WILL BE UP SOON!! We are baik2 saja haha!! Thank u for all ur supports tweeps! HAIL TO @jokoanwar! FULLY NAKED @CircleK !! HE did it!," demikian tulis Nitta Noer teman Joko yang menjadi saksi dalam akun Twitternya sekitar pukul 00.10.

Sekitar pukul 00.30 WIB untuk membuktikan janjinya, Joko pun memposting foto aksinya di twitter "A promise is a promise, Mr. Politicians!," tulis Joko dengan disertai foto bugilnya

Well, hati-hati membuat janji, jangan sampai janji anda akan menjadi seperti 'Janji Joko'.(eny/ikh)

source: detikhot Rabu, 23/09/2009 00:31 WIB

Call for Applications 2010 Conservation Leadership Programme Awards

__________________________
Deadline 6th November 2009

The Conservation Leadership Programme (CLP) is now accepting applications for 2010 Conservation Awards. The CLP aims to promote the development of emerging conservation leaders and equip them with the capacity to address the most pressing conservation issues of our time. We do this by providing small grants, training, mentoring and networking opportunities, where award winners gain practical skills and experience and develop leadership capabilities through the implementation of projects focused on high-priority biodiversity conservation issues.

The CLP is a partnership of four international conservation organizations – Birdlife International, Conservation International, Fauna & Flora International and the Wildlife Conservation Society – with support from multinational energy company BP. The CLP has been helping young conservationists to achieve their goals and move into positions of influence within the conservation sector – and 2010 marks the 25th Anniversary of this highly successful program!

This year we are happy to announce that we will be accepting applications from teams working across Africa, Asia, Eastern and South-eastern Europe, the Middle East, the Pacific, Latin America and the Caribbean. Countries that are NOT ELIGIBLE include those countries designated as high-income economies by the World Bank, with the exception of island nations in the Pacific and Caribbean and some countries in the Middle East. If you have any questions about eligible countries, please contact the CLP.

Available awards include:
• Future Conservationist Awards: Approximately 20 awards of up to $12,500 each
• Conservation Follow-up Awards: Approximately 5 awards of up to $25,000 each (available only to previous CLP award winners)
• Conservation Leadership Awards: 2 awards of $50,000 each (available only to previous CLP award winners)

The application deadline is 6th November 2009 for ALL applications, and awards will be announced in March 2010. Please visit the CLP website for detailed eligibility criteria, guidelines and an application form. Please forward this announcement to other interested individuals, organizations or academic institutions.

Successful applicants will:
1.) Develop the knowledge, skills and abilities of team members;
2.) Implement a focused, high-priority conservation project combining research and action; and
3.) Contribute to the long-term success of local conservation efforts.

All teams submitting an application will receive feedback on their proposal*.

Applicants are strongly encouraged to contact a member of the CLP team well before the application deadline for advice on project eligibility, methods and project activities. The CLP can also put teams in touch with local partner offices or other experts who can provide additional advice.

A representative from each award-winning team will be invited to attend an international training event and the International Congress for Conservation Biology in Edmonton, Alberta, Canada in June/July 2010 organized by the CLP. These events will allow winners to share ideas and experience, develop new skills and network with their peers and experts.

*If you are interested in participating in the application review process, please send an email with your name, contact details, countries and regions where you have worked and taxonomic expertise.

Have additional questions or need advice? Send an email to clp@birdlife.org or visit our website: www.ConservationLeadershipProgramme.org.