Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

Piala Dunia: Inilah 10 Stadion Berlangsungnya World Cup 2010 Afsel

Dibawah ini adalah gambar ke-10 stadion yang digunakan dalam perhelatan akbar Worldcup 2010 Afrika Selatan. Menakjubkan bukan? Kapan stadion-stadion seperti itu berdiri di Indonesia?

1. Soccer City Stadium, Johannesburg
Soccer City stadium (FNB Stadium) terletak di soweto, johannesburg Afrika Selatan. Stadion ini merupakan stadion terbesar di Afrika dengan kapasitas 94.700. Rencananya stadion ini digunakan pada acara pembukaan pertandingan antara afrika selatan vs meksiko, selain itu stadion ini digunakan 4 kali putaran pertama, 1 kali putaran kedua, 1 perempat final, dan final.










2. Peter Mokaba Stadium, Polokwane
Peter Mokaba Stadium, Polokwane terletak di polokwane sebelum pietersburg Afrika Selatan. Stadion ini berkapasitas 46.000












3. Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
Royal Bafokeng Sports Palace, stadion ini berlokasi di phokeng dekat Rustenburg, Afrika Selatan. Stadion ini awalnya berkapasitas 38.000 kemudian direnovasi menjadi 42.000. Dan hanya digunakan 4 kali putaran pertama dan 2 kali putaran kedua nantinya pada saat pertandingan piala dunia 2010.













4. Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
Nelson Mandela Bay Stadium berlokasi di port elizabeth dengan kapasitas 46.500.












5. Moses Mabhida Stadium, Durban
Moses Mabhida Stadium terletak di Durban, Afrika selatan. Kapasitas stadion ini kurang lebig 70.000












6. Mbombela Stadium, Nelspruit
Mbombela Stadium dengan kapasitas 43.500 kursi, dan masih dalam pembenahan. Stadion ini terletak 6 kilometer dari barat Nelspruit, Afrika Selatan














7. Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
Loftus Versfeld Stadium terletak di pretoria dengan kapasitas 51.762 dan semuanya berkursi.













8. Free State Stadium, Bloemfontein
Free State Stadium (Vodacom Park) terletak di kota Bloemfontein, Afrika Selatan dengan kapasitas 45.000. Untuk rencananya stadion ini digunakan pada pertandingan Jepang vs Kamerun pada 14 Juni 2010














9. Ellis Park Stadium, Johannesburg
Ellis Park Stadium terletak di kota Johannerburg, provinsi Gauteng Afrika Selatan. Dengan kapasitas 60.000. Stadion juga dinamakan dengan coca-cola park. Rencananya Stadion ini digunakan pada 5 kali putaran pertama, 1 kali putaran kedua dan 1 perempat final. Pada saat ini masih dalam pembenahan dan kapasitas akan bertambah 5.000.












10. Cape Town Stadium, Cape Town
Cape Town Stadium berlokasi di Green Point Afrika Selatan. Stadion ini dilengkapi dengan tempat-tempat belanja bagi turis dan berkapasitas 68.000. Rencananya stadion ini digunakan 5 kali pertandingan putaran pertama, 1 kali putaran babak kedua, 1 perempat final dan semifinal.










Rekening Gendut Perwira Polisi Gendut

Transaksi mencurigakan di rekening sejumlah perwira polisi yang dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

1. Inspektur Jenderal Mathius Salempang, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur
Kekayaan: Rp 8.553.417.116 dan US$ 59.842 (per 22 Mei 2009)

Tuduhan:
Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana tak jelas. Pada 29 Juli 2005, rekening itu ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.

"Saya baru tahu dari Anda."
Mathius Salempang, 24 Juni 2010


2. Inspektur Jenderal Sylvanus Yulian Wenas, Kepala Korps Brigade Mobil Polri
Kekayaan: Rp 6.535.536.503 (per 25 Agustus 2005)

Tuduhan:
Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005, US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.

"Dana itu bukan milik saya."
Sylvanus Yulian Wenas, 24 Juni 2010


3. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian
Kekayaan: Rp 4.684.153.542 (per 19 Agustus 2008)

Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

"Berita itu sama sekali tidak benar."
Budi Gunawan, 25 Juni 2010


4. Inspektur Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian
Kekayaan: Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000 (per 24 Maret 2008)

Tuduhan:
Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta dan menerima dana rutin setiap bulan.

"Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim."
Badrodin Haiti, 24 Juni 2010


5. Komisaris Jenderal Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Kekayaan: Rp 1.587.812.155 (per 2008)

Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.

"Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas."
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)


6. Inspektur Jenderal Bambang Suparno, Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri
Kekayaan: belum ada laporan

Tuduhan:
Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.

"Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh."
Bambang Suparno, 24 Juni 2010

[sumber: tempo]

Ngakak: "Halo Ariel ... ketemu lagi!"


Seorang wanita ke toko hewan dan melihat Beo besar yang indah, harga hanya Rp 50 ribu.
"Kok murah sekali?" tanya wanita itu pada pemilik toko.

Si pemilik menjawab," iya nih, bu. soalnya burung Beo ini dulunya dipelihara di rumah bordil, jadi kadang-kadang dia ngomong kata-kata yang lumayan jorok".


Tanpa pikir panjang wanita ini memutuskan membeli burung yang indah itu. ia merumahkan pada sangkar yang ia gantung di ruang tamu sambil menunggu burung itu menunjukkan kepiawaiannya bicara.

Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat si wanita, dan berkata, "Rumah baru, germo baru".

Wanita itu merasa kaget, tapi lalu menganggapnya lucu, "Tidak apalah".


Saat dua anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihat mereka dan berkata, "Rumah baru, germo baru, perek baru".


Gadis-gadis dan wanita itu merasa sedikit tersinggung tapi akhirnya bisa mengerti.


Beberapa saat kemudian suami wanita itu, Ariel, pulang dari kantor. Burung itu melihatnya dan berkata, "Halo Ariel ... ketemu lagi!"

"how do i delete my facebook account"

"Bila Anda peduli dengan privasi Anda maupun teman-teman, jangan lagi pakai Facebook. Kita ini dianggap produknya, bukan konsumennya," tulis Andrew Brown di The Guardian, mengutarakan kekecewaannya kepada Facebook.

Meningkat, jumlah Facebookers yang memilih menutup akun mereka. Hal ini terjadi setelah pengelola jejaring social ini ‘ketahuan’ bahwa selama ini telah lalau melindungi ruang pribadi (privasi) pemilik akun sehingga kegiatan yang dilakukan di akun-nya bisa diintip bahkan ‘dikerjai’ orang lain.

Harian The Financial Times mengungkapkan, bahwa melalui mesin pencari Google kita dapat mengetahui berapa banyak orang ingin keluar dari facebook karena merasa telah dikecewakan. Mesin pencari Google menunjukkan jumlah pencarian kata yang mencari tahu "bagaimana menghapus akun di Facebook" meningkat hingga mencapai rekor tertinggi, dan sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.

Ketika masuk ke Google dan ketik "how do i" dalam kolom pencarian, secara otomatis akan ditunjukkan seluruh kalimat dengan ‘how do I” termasuk "how do i delete my facebook account" (bagaimana saya bisa menghapus akun di Facebook) dan sempat bertengger di daftar teratas pencarian.

Pengelola Facebook dibuat sibuk meladeni pemberitaan negatif media massa atas kemampuannya dalam melindungi privasi pemilik akun. Inilah yang membuat sejumlah kolumnis terkemuka spesialis rubrik teknologi dan para blogger terkenal memilih untuk menutup akun mereka dari Facebook secara permanen.

Peter Rojas, pendiri laman gadget terkemuka gdgt.com, kepada stasiun televisi ABC News mengaku sudah tak mau lagi berurusan dengan Facebook. Pasalnya, Rojas mengaku sudah tak tahan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengatur akun-nya agar tidak diintip atau disalin oleh sesama pengguna Facebook yang tidak dia kenal.

"Terus-terusan memantau pengaturan [setting] tampilan pribadi ternyata sangat rumit. Kita tidak pernah bisa yakin dapat mengendalikan semuanya," kata Rojas.

Dalam blog yang ditampilkan di laman The Guardian, Andrew Brown pun mengutarakan kekecewaannya kepada Facebook. "Bila Anda peduli dengan privasi Anda maupun teman-teman, jangan lagi pakai Facebook. Kita ini dianggap produknya, bukan konsumennya," tulis Brown.

Kalangan pejabat perlindungan data Eropa telah menulis surat kepada Facebook bahwa perubahan kebijakan dalam pengaturan ruang pribadi pemilik akun Desember tahun lalu "tidak dapat diterima." Sejumlah senator di AS pun juga menaruh perhatian serupa kepada Facebook.

Sejauh ini Facebook pekan lalu baru menonaktifkan layanan chat setelah mereka menemukan suatu bug yang membuat seorang pengguna bisa mengintip isi percakapan teman-temannya dengan orang lain secara pribadi.

Sementara itu, pengelola Facebook menolak mengungkapkan berapa banyak pengguna yang telah menghapus akun mereka. Pengelola Facebook justru hanya mengungkapkan bahwa, sejak konfrensi antar developer web "f8" bulan lalu, pengguna aktif Facebook telah bertambah 10 juta menjadi lebih dari 400 juta orang.

Lev Popov, seorang teknisi piranti lunak Facebook, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melengkapi laman itu dengan sejumlah perangkat pengaman yang menjamin data pribadi pemilik akun tidak gampang disusupi orang asing. Upgrade sistem yang baru-baru ini dilakukan Facebook juga membuat pemilik akun bisa memblokir akses yang mencurigakan.

"Kami percaya bahwa perangkat dan sistem baru ini akan banyak berguna dalam mencegah akses tanpa izin dan gangguan yang diakibatkan oleh penyusupan itu," kata Popov seperti yang dimuat halaman situs stasiun televisi BBC.

Namun, menurut Popov, keamanan yang paling ampuh adalah berasal dari pemilik akun yang bersangkutan. "Seperti biasa, garis pertama pertahanan adalah Anda sendiri. Kami butuh bantuan Anda untuk menerapkan perilaku yang aman dalam menggunakan Facebook maupun saat berselancar ke laman lain," kata Popov.

Sebelumnya, alasan untuk keluar dari facebook berawal dari berbagai kasus mulai penyusupan, pemalsuan sampai kejahatan penipuan. Dan yang tercatat paling tinggi terjadi di Amerika dan Indonesia adalah perceraian atau keretakan rumah tangga penggunanya.

Pemerintah Vietnam mengambil pelajaran dengan membuat kebijakan pemblokiran facebook, serta beberapa negara lain yang sadar akan bahaya situs jejaring ini bagi dunia intelijen dan perilaku warga negaranya. Sebagian dari kita, sedang gemar2nya update status dan menambah daftar teman, atau mencari pacar yang lama tak bersua dan berharap CLBK. [disarikan dari berbagai sumber]

"Sapta Subaya" 7 Janji [Bai'at] Tentara Wanita Islam Indonesia TWII/NII

1. Seorang tentara Islam harus berdisiplin
2. Seorang tentara islam Indonesia harus berani
3. Seorang tentara Islam Indonesia harus jujur dan hemat
4. Seorang tentara Islam Indonesia harus bijaksana
5. Seorang tentara Islam Indonesia harus membela sesama mujahid
6. Seorang tentara Islam Indonesia harus membela Komandan Tentara Islam Indonesia dan sebagai tulang punggung NII
7. Seorang tentara Islam pantang menyerah.

source:
AKBP Bahagia Dachi- Kapolres Surabaya Selatan

10 Siswa Penerima Beasiswa Melanjutkan Pendidikan ke Luar Negeri

SUBANG-writerpreneur newsnetwork

Bupati Subang, Eep Hidayat menyampaikan bahwa Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri terinspirasi oleh keberhasilan warga Indonesia yang dinilai berhasil belajar dan bekerja di Subang. Secara eksplisit Bupati menyebutkan sosok BJ. Habibie yang berhasil meningkatkan kemajuan Indonesia setelah lama belajar dan menimba pengalaman di Jerman. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Subang saat melepas 10 siswa hasil seleksi untuk diikutsertakan dalam Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri. Acara pelepasan berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Subang.


Saat ini, lanjut Bupati, berdasarkan data dari salah satu penukaran uang asing, menyebutkan uang masuk mencapai nilai Rp 1 trilyun per tahun. “Nilai sebesar ini belum termasuk dari lembaga keuangan perbankan swasta ataupun pemerintah,” kata Bupati.


Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Drs. Makmur Sutisna, M.Pd., nilai 1 trilyun yang masuk seperti yang diutarakan bupati itu berasal dari TKI dengan latarbelakang pendidikan SMP sampai SMA, maka akan lainnya dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi. Itu dari sisi uang masuk, belum lagi dengan pembangunan industri dalam negeri. Maka dari itu pengiriman pelajar memiliki muatan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kulitas pendidikan dimasa depan. Ketika selesai menempuh pendidikan, mereka diharapkan bisa membangun sistem pendidikan di sekolah asalnya atau sekolah di Subang dengan berbasiskan kompetensi. 

“Harapan kami, ketika selesai menempuh pendidikan, mereka bisa mengembangkan pendidikan di sini (di Subang). Selanjutnya bisa saja nanti dalam memproduksi pesawat terbang, misalnya, sekolah ini membuat disain sayap, sekolah itu menciptakan mesinnya, dan sekolah lainnya membuat disain interiornya. Maka tidak menutup kemungkinan industri pesawat terbang bisa dibuat dengan percepatan dari putra-putri kita,” terang Makmur memaparkan harapannya.

Pada saat pelepasan Bupati membacakan puisi ciptaannya yang berjudul “Anaking Jimat Awaking” yang berisikan serangkaian harapan orang tua kepada anaknya yang ingin anaknya berguna untuk masyarakat.


Dalam pembacaan “Ikrar Putra Kabupaten Subang” dibacakan ulang oleh siswa yang diantara isinya menyatakan bahwa bila setelah lulus akan bekerja di Jerman guna menimba pengalaman kemudian akan mengamalkannya untuk kepentingan kemajuan Subang.


10 siswa hasil seleksi yang meliputi seleksi mata pelajaran matematika, fisika & kimia dan psikotes yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Program Beasiswa atas dasar hukum Perda Subang No. 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kab. Subang,
Perbup No. 10 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri untuk Program Sarjana bagi Lulusan SMK, SMA dan MA 5 angkatan 2010 sampai dengan 2014, Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemkab Subang dengan ITB No. 650/PK.17-BAPPEDA, dan Kepbup No. 422.5/Kep.152-Disdik/2010, tanggal 16 Juni 2010 tentang Penerimaan Bantuan Pendidikan ke Luar Negeri bagi Lulusan SMK, SMA di Kabupaten Subang.
 
Seleksi menghasilkan 10 siswa dan asal sekolah adalah sebagai berikut: Adi Wibowo SMAN 1 Subang, Agung Gumilar SMAN 1 Subang, Cevi Herdian SMAN 1 Subang, Musiga Buana Juli Chrissy SMKN 2 Subang, Lilis Mulansari SMAN 1 Pagaden, Rio Mathias Mungok SMAN 1 Subang, Yulia Iskandar SMAN 1
  Tanjungsiang, Galuh Permana SMAN 2 Subang, Rahmah Mulyawati SMAN 1 Pabuaran, dan Eha Rohayati SMAN 1 Compreng.

Diantara para tamu yang hadir dalam acara pelepasan tersebut ialah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ir. Agus Masykur Rosyadi, MM, Dandim 0605/Subang, Letkol Inf Stefanus Mahuri, Kepala Bappeda, Ir. Besta Besuki, MM., dan Kabag Bina Mitra Polres Subang, Kompol Sirat Harsono yang hadir
mewakili Kapolres.

Usai dilepas secara resmi kemudian para siswa menuju Bandung untuk dikarantina guna pembekalan tentang penguasaan bahasa dan tata budaya negara tujuan sekaligus menjalani penentuan penempatan lembaga pendidikan di Jerman.

Petualangan Lengkap InuYasha Hadir di Animax!

“Ini adalah kesempatan unik bagi penonton dan penggemar InuYasha untuk menyaksikan petualangan epik dan kisah cinta mengagumkan dari awal hingga akhir di Animax,” kata Gregory Ho, Vice President dan General Manager Animax Asia. 

 Animax menayangkan perjalanan lengkap salah satu titel anime tersukses,  InuYashayang terdiri dari 167 episode musim pertama serial anime InuYasha (ditayangkan pertama pada tahun 2000 – 2004) dan diikuti oleh 26 episode serial kedua dan terakhirnya InuYasha – The Final Act (ditayangkan pertama pada tahun 2009 – 2010) mulai 22 Juni 2010, tiap Senin hingga Jum’at pukul 18:30 WIB hanya di Animax!

Seperti halnya film dan tayangan televisi, tidak banyak titel yang tak lekang oleh masa dan kehebatannya melebihi genre dan penggemar setianya – dan InuYasha adalah satu dari sedikit serial anime seperti Dragonball, Naruto, dan Slam Dunk yang kesuksesannya melebihi genre anime dengan fenomena yang mampu merebut hati lebih dari para penggemar anime, karena telah menjadi brand global yang dikenal orang yang awam anime.

Sebagai saluran pertama dan terdepan di Asia yang mendedikasikan diri pada tayangan hiburan anime dan anak muda, Animax adalah saluran pertama dan satu-satunya di Asia, di luar Jepang, yang menghadirkan InuYasha dan InuYasha – The Final Act ke layar kaca secara berurutan. “Ini adalah kesempatan unik bagi penonton dan penggemar InuYasha untuk menyaksikan petualangan epik dan kisah cinta mengagumkan dari awal hingga akhir di Animax,” kata Gregory Ho, Vice President dan General Manager Animax Asia.

Kisah InuYasha diawali dari Kagome, siswi SMU di Tokyo di era modern yang jatuh ke dalam sumur dan tiba-tiba terbangun di masa feodal Jepang dimana ia bertemu dengan pendekar berwujud mahluk jadi-jadian setengah manusia dan anjing bernama InuYasha. Ternyata Kagome memiliki ‘Jewel of Four Souls’, artefak yang dicari-cari semua orang karena kemampuannya untuk meningkatkan kekuatan dan mengabulkan permintaan. InuYasha yang awalnya mencari artefak ini untuk meningkatkan kekuatannya dan mengubahnya menjadi mahluk seutuhnya, kemudian jatuh cinta pada Kagome.

Karena semua mahluk jahat dengan segala bentuk mencoba merebut dan menguasai artefak itu, InuYasha mencoba melindungi Kagome dan artefaknya, namun, artefak itu jatuh berkeping-keping. Kisah kemudian berlanjut dengan perjalanan sepasang kekasih itu, bersama teman mereka si rubah Shippo, biksu yang dikutuk Miroku, dan pembasmi mahluk jahat Sango untuk mengumpulkan kepingan-kepingan artefak sebelum jatuh ke tangan yang salah. Diadaptasi dari serial manga karya Rumiko Takahashi (Ranma 1/2) yang memenangkan Shogakukan Manga Award tahun 2002, serial anime InuYasha menghidupkan 36 volume pertama manganya ke layar kaca.

Penayangan serial anime InuYasha akan langsung diikuti dengan penayangan InuYasha – The Final Act, yang melanjutkan kisah petualangan InuYasha dan teman-teman sebanyak 26 episode dan menghadirkan episode terakhir yang telah memikat hati fans di seluruh dunia. Dalam serial ini, InuYasha, Kagome dan rekan-rekannya melanjutkan misi mereka dan harus bertarung dengan tokoh jahat Naraku yang berambisi memiliki artefak itu untuk menguasai dunia. Nasib dari hidup dan kisah cinta Kagome dan InuYasha akan juga terungkap dalam petualangan indah di dunia mistik Jepang di masa feodal. Sebagai sekuel serial anime InuYasha, InuYasha – The Final Act menghidupkan 20 volume terakhir karya Rumiko Takahashi.

Bahkan dengan rentang waktu lima tahun antara serial anime InuYasha dan InuYasha – The Final Act, kedua serial ini tetap diproduksi oleh para kru dan pemain yang sama. Yasunao Aoki (Yakitate!! Japan) menyutradarai kedua serial ini, aktor sulih suara favorit Kappei Yamaguchi (Death Note, Ranma1/2) dan Satsuki Yukino (Bleach, Full Metal Panic) masing-masing mengisi suara sang tokoh utama InuYasha dan Kagome. Kedua serial InuYasha dan InuYasha – The Final Act diproduksi oleh studio animasi ternama di Jepang, Sunrise, yang juga memproduksi serial anime populer lain seperti Gundam, Sergeant Keroro, Cowboy Bebop dan Code Geass.

Dengan berbekal popularitas dan kesuksesannya, titel InuYasha berhasil merambah dunia lebih dari sekedar serial manga dan animenya. Empat film layar lebar InuYasha dengan alur kisah berbeda dirilis tiap tahunnya antara 2001 hingga 2004, dan meraih box office di Jepang dengan pendapatan lebih dari US$20 juta, sembilan titel game InuYasha diproduksi dari tahun 2001 hingga  2007 untuk  Sony PlayStation dan Sony PlayStation 2, juga handheld console WonderSwan dari Bandai, Game Boy Advance, dan Nintendo DS.

Hadirkan keajaiban petualangan dan kisah cinta abadi InuYasha dan Kagome di penayangan maraton dan lengkap serial InuYasha dan InuYasha – The Final Act mulai 22 Juni, tiap Senin-Jum’at pukul 18:30 hanya di Animax!

BETTER OFF TED-Drama Sitkom Pekerja Kantoran, "Saya kira OB..."

Hidupkan Kamis malam Anda dengan kelucuan dan kegilaan Better Off Ted, drama situasi komedi seputar kehidupan perkantoran yang akan tayang bulan Juni ini di AXN BEYOND!
 
Tayang Perdana mulai 24 Juni 2010, tiap Kamis pukul 22:00 WIB pertama dan eksklusif hanya di AXN BEYOND melalui Indovision Channel 155 dan TelkomVision Channel 126.


Format  : Drama Situasi Komedi
Durasi  : 13 episode, @ 45 menit
Pemain : 


Jay Harrington sebagai Ted Crisp   
Portia de Rossi sebagai  Veronica Palmer  
Andrea Anders  sebagai Linda Katherine Zwordling  
Jonathan Slavin sebagai  Dr. Philip “Phil” Myman  
Malcolm Barrett sebagai Dr. Lem Hewitt  
Isabella Acres   sebagai  Rose Crisp





Pencipta & Produser Eksekutif   :  Victor Fresco
 

______




Tayang perdana 24 Juni 2010, dan ditayangkan tiap Kamis pukul 22:00 WIB, pertama dan eksklusif di Asia di kanal AXN BEYOND, Better Off Ted Musim Kedua kembali menghadirkan kekonyolan di Departemen Riset dan Pengembangan Veridian Dynamics, perusahaan teknologi yang tidak berperikemanusiaan, yang memproduksi berbagai alat penemuan yang baru yang daya inovasi dan kreatifitasnya benar-benar di luar dugaan dan imajinasi manusia. Saking tak “berperikemanusiaannya”, perusahaan ini tak segan-segan mengubah karyawannya menjadi es loli manusia dan mengubah buah biasa menjadi senjata militer, demi meraup keuntungan.

Ted Crisp (Jay Harrington, pemeran Dr. Ron kekasih Susan di Desperate Housewives), tokoh utama dan narator pada serial ini, akan membawa para penonton menjelajahi kekonyolan dan keanehan yang terjadi tiap hari di perusahaan yang  selalu berorientasi meraup keuntungan sebanyak-banyaknya walau mengorbankan moral dan hak-hak asasi manusia. Sebagai Kepala Departemen Riset dan Penembangan, Ted mencoba menyeimbangkan kehidupannya dengan melakukan apa yang diperlukan untuk mempertahankan pekerjaannya namun juga menjadi manusia yang bermoral.

 Wanita yang menghayati benar moto Veridian Dynamics: ‘Uang Lebih Penting Dari Manusia’ adalah bos Ted yang dingin dan tidak memiliki belas kasih, Veronica (Portia de Rossi, yang menikah dengan Ellen DeGeneres, pemain Arrested Development, Ally McBeal) yang tak akan membiarkan siapapun menghalanginya untuk berupaya mencapai tujuan-tujuan perusahaannya yang tak bermoral.

Ted, yang pernah terlibat hubungan asmara singkat dengan Veronica, berperang melawan prinsipnya untuk hanya memiliki satu kisah percintaan di kantor, karena ternyata ia menaruh hati pada Linda (Andrea Anders, Joey, The Class), rekan kerjanya yang pembangkang dan suka menentang kebijakan manajemen. Selain itu ada duo ilmuwan yang jenius dan berada di balik berbagai penemuan Veridian Dynamics: Phil (Jonathan Slavin, Andy Richter Controls the Universe) dan Lem (Malcolm Barrett, Law & Order), yang sudah lama bekerja sama hingga hubungan mereka lebih mirip seperti pasangan yang menikah.

Nantikan serial cerdas dan lucu ini yang bakal mengupas kehidupan dan hubungan antar staf Veridian Dynamics yang diperkaya dengan berbagai produk-produk nyentrik terbaru dari perusahaan aneh ini, seperti misil stealth; es krim nikotin, TV berbentuk segi tiga; lampu bohlam beraroma; alat penerjemah multi bahasa yang bisa menghasilkan 90 macam suara robot; jaket laboraturium berwarna merah untuk meningkatkan produktivitas bekerja.. dan lain-lainnya..

Episode pertama musim ini mengisahkan adanya sistem baru yang diterapkan di kantor Veridian, para pegawai saling dipasangkan dengan lawan jenisnya berdasarkan hasil tes kecocokan genetik satu sama lain. Hal ini dilakukan agar perusahaan bisa menghemat biaya pemeliharaan kesehatan bagi anak-anak mereka di masa datang. Namun, Ted dan Linda tidak memiliki kecocokan genetik satu sama lain dan dipasangkan dengan rekan kerjanya yang lain. Bahkan, Ted tertarik dengan pasangannya dan akhirnya terlibat dengan hubungan asmara, sementara Linda terpaksa harus menerima kondisi pasangannya yang gemar berdandan seperti beruang. Sementara itu, Phil ditawarkan untuk menjalani vasektomi secara gratis tanpa diberitahukan alasannya, ia tidak mengetahui bahwa perusahaannya mengetahui dari hasil tes bahwa ia terlalu “produktif” dan akan menghabiskan biaya pemeliharaan kesehatan jika dibiarkan menjadi ayah karena ia berpotensi bisa “menghasilkan” anak sebanyak-banyaknya! Semua ini terjadi saat tim mereka mengembangkan jenis tanaman yang bisa tumbuh dan dimakan di kapal ulang alik untuk para astronot NASA!

Better Off Ted Musim Kedua telah mendapat pujian para kritikus, bahkan lebih dari 10 media utama di Amerika memberikan pujian pada serial ini berkat kelucuan dan kecerdasan humornya. Koran ‘New York Post’ dan ‘Kansas City Star’ menyebut musim terbaru Better Off Ted ‘lebih lucu’ dan ‘lebih baik; dari musim pertamanya. Bahkan, ‘New York Daily News’ menyebut Better Off Tedsalah satu drama situasi komedi terbaik di televisi” sementara ‘Newsday’ menyebutnya sebagai “salah satu program terlucu di TV”.

Kekocakan dan keanehan Ted, Veronica dan berbagai penemuan serta sistem kerja yang mengagumkan dan menggelikan di Veridian Dynamics dijamin akan membuat Kamis malam Anda lebih berwarna. Saksikan Better Off Tedd mulai 24 Juni 2010, tiap Kamis pukul 22:00 WIB pertama dan eksklusif hanya di AXN BEYOND melalui Indovision Channel 155 dan TelkomVision Channel 126.

Eddy Kimas: "Barometer Pengembangan Bisnis Grafika Indonesia Timur"

Oleh: Mahar Prastowo, Blogger

-EDGE2010, Gramedia Expo Surabaya, 3-6 Juni-

"Pameran ini akan menjadi barometer bagi pengusaha untuk melihat peluang pengembangan bisnisnya di Indonesia Timur. Begitu juga dengan pelaku usaha baru, ini merupakan peluang yang sangat bagus karena dapat bertemu langsung dengan supplier, calon customer dan juga tempat untuk menimba ilmu dan berbagai informasi grafika." Ujar Eddy Kimas, Direktur Utama PT Primagraphia yang berkantor di sentra industri percetakan Kalibaru, Jakarta Pusat.

Eddy Kimas adalah salah satu pengunjung dari Jakarta yang sengaja datang ke pameran EDGE2010 untuk melihat peluang bisnis serta bertemu dengan rekan-rekan sesama pengusaha industri grafika dari kawasan Indonesia Timur. Baginya, pameran seperti ini menjadi penting karena menjadi sarana bertemunya pelaku bisnis, konsumen dan kalangan dunia pendidikan industri grafika.

EDGE2010 adalah pameran tentang industri grafika yang kembali diselenggarakan untuk kedia kalinya setelah EDGE2008 lalu, bertempat di Gramedia Expo, 3-6 Juni 2010. East Design & Graphic Expo (EDGE) 2010 yang dilaksanakan selama empat hari ini mengangkat berbagai hal dalam kemajuan teknologi grafis yang tersedia di Indonesia saat ini. Diharapkan, melalui expo ini masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan bidang grafika, termasuk para desainer grafis, fotografer, termasuk para penggiat industri kreatif lainnya, mendapatkan pengetahuan dan informasi terkini.

EDGE2010 digelar oleh FGDforum bekerja sama dengan Dyandra Promosindo di Surabaya, event East Design & Graphic Expo [EDGE] merupakan interval atau pameran penyela pameran terbesar industri grafika asia tenggara, FGDexpo, yang diselenggarakan dua tahunan di Jakarta sejak 2003.

Dengan luas area 1.784m2, EDGE menghadirkan lebih dari 60 usaha berbagai bidang, serta pengenalan berbagai produk canggih dalam industri grafika yang meliputi packaging, promotion dan publishing. Pameran ini sekaligus membuka berbagai peluang bisnis karena dunia grafika merupakan industri yang memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Pendapat Eddy Kimas tadi juga senada dengan Sigit Pramono, Ketua Perhimpunan Bank-bank Nasional [Perbanas], “...Surabaya dipilih untuk menyelenggarakan EDGE karena merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta, dan Surabaya adalah kota penghubung utama, pintu gerbang untuk ke wilayah Timur Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bayangkan, seberapa besar potensi bisnisnya,” demikian Sigit Pramono, komisaris bank swasta terbesar yang memberikan sambutan dalam pembukaan pameran yang diselenggarakan FGDforum ini.

Industri yang terlibat dalam EDGE2010 kali ini terdiri dari industri packaging industry, Print on Demand, Paper & Ink, promotions, publishing, praktisi seperti perusahaan desain grafis, fotografer, dan lain-lain.

“Tahun ini kami mencoba menyelenggarakan berbagai aktivitas selain expo, seperti seminar dan talkshow dengan pembicara dari kalangan praktisi yang nama dan karyanya sudah dikenal khalayak luas. Ada Darwis Triadi, Hermawan Tanzil yang karya-karyanya dikenal sangat ‘Indonesia’, ada pembicara dari Australia dan Jerman, dan lain-lain,” papar Emir Hakim, ketua penyelenggara EDGE 2010 ketika menjelaskan program expo yang mengundang kalangan pebisnis, praktisi, mahasiswa, dan media ini.

***
untuk informasi, publikasi dan personal/corporate/brand activation silahkan kirim email ke mahar.prastowo@gmail.com atau 0815 8579 2280.

Pumpunan KKG: SRI MULYANI INDRAWATI (SMI), BERKELEY MAFIA, ORGANISASI TANPA BENTUK (OTB), IMF DAN WORLD BANK (WB)

Oleh Kwik Kian Gie

Mundurnya Sri Mulyani Indrawati (SMI) sebagai Menteri Keuangan RI menimbulkan kehebohan dan banyak pertanyaan tentang penyebab yang sebenarnya. Ada yang mengatakan bahwa perpindahannya pada pekerjaan yang baru di World Bank (WB) adalah hal yang membanggakan. Tetapi ada yang berpendapat, bahkan berkeyakinan tidak wajar, terutama kalau dikaitkan dengan skandal Bank Century (Century).

Saya termasuk yang berpendapat, bahkan yakin sangat tidak wajar. Alasan-alasan saya sebegai berikut.

Beberapa ungkapan dan pernyataan dalam berbagai pidato perpisahannya mengandung teka-teki dan mengundang banyak pertanyaan, yaitu : “Jangan ada pemimpin yang mengorbankan anak buahnya.” “Saya tidak bisa didikte”. “Saya menang”. “Saya tidak minggat, saya akan kembali”. Dalam pidato serah terimanya kepada Menkeu yang baru mengangisnya tidak wajar, berkali-kali dan sangat-sangat sedih. Lucu, menyatakan menang kok menangis sampai seperti itu. Juga sangat tidak wajar adanya sikap yang demikian fanatiknya dari staf Departemen Keuangan dengan ungkapan belasungkawa, seolah-olah SMI sudah meninggal.

SMI sedang diperiksa oleh KPK sebagai tindak lanjut dari penyelidikan tentang skandal Century. Dalam proses yang sedang berjalan, Bank Dunia menawarkan jabatan dengan dimulainya efektif pada tanggal 1 Juni 2010. Bank Dunia yang selalu mengajarkan good governance dan supremasi hukum ternyata sama sekali tidak mempedulikan adanya proses hukum yang sedang berlangsung terhadap diri SMI.

Menurut Jakarta Post, yang memberitakan melalui siaran pers tentang pengangkatan SMI sebagai managing director di WB adalah WB sendiri. Setelah itu, melalui wawancara barulah SMI mengakui bahwa berita itu benar. Itu terjadi pada tanggal 4 Mei 2010.

Juru bicara Presiden memberi pernyataan bahwa Presiden SBY akan memberi konperensi pers setelah memperoleh ketegasan dari Presiden WB Robert Zoelick. Namun sehari kemudian diberitakan bahwa SBY telah menerima surat dari Presiden WB pada tanggal 25 April 2010. Mengapa SBY merasa perlu berpura-pura seperti ini ?

Dalam konperensi persnya, SBY memuji SMI sebagai salah seorang menteri terbaiknya yang disertai dengan rincian prestasi dan capaian-capaiannya. Tetapi justru dengan bangga melepaskan SMI supaya tidak melanjutkan baktinya kepada bangsa Indonesia.

SMI diberi waktu 72 jam untuk memberikan jawabannya menerima atau menolak tawaran WB. Tetapi SMI tidak membutuhkan waktu itu, karena dalam 24 jam langsung saja memberikan jawaban bahwa dirinya menerima tawaran itu.

Dan antara penerimaan tawaran dan efektifnya dia berfungsi di WB hanya 25 hari. Seorang sopir saja membutuhkan waktu transisi yang lebih lama untuk majikannya perorangan. Tetapi SMI dan SBY merasa tidak apa-apa kalau jangka waktu tersebut hanyalah 25 hari.

Mustahil bahwa WB yang mempunyai kantor perwakilan di Indonesia tidak mengetahui dan tidak mengikuti bekerjanya Pansus Century di DPR. Mustahil juga bahwa kantor perwakilan WB di Jakarta dan kantor pusatnya tidak mengetahui isi dari Laporan BPK. Dengan sendirinya juga mustahil bahwa WB tidak mengetahui bahwa sampai dibuktikan sebaliknya, SMI memang belum bersalah, tetapi jelas bermasalah yang masih dalam proses penyelesaian dan kejelasan oleh KPK.

Tetapi WB yang di seluruh dunia mengumandangkan dan mengajarkan Good Governance dan jagoan dalam menegakkan supremasi hukum melakukan penginjak-injakan proses hukum yang sedang berjalan di KPK.

Ketika itu, tindakan WB jelas melecehkan dan bahkan menganggap keseluruhan proses yang telah berjalan di Pansus Century DPR RI sebagai tidak ada atau hanya dagelan saja. Maka sangatlah menyedihkan bahwa sikap yang demikian oleh WB didukung oleh

Presiden RI, sedangkan SMI bersikap tidak akan ada siapapun di Indonesia yang bisa menyentuhnya selama WB ada di belakangnya.

Ketika berita itu meledak, banyak orang termasuk saya sendiri yang bertanya-tanya, apakah pengangkatannya ini tidak akan menimbulkan gejolak. Ternyata sama sekali tidak. Dalam waktu 10 hari sudah tidak ada lagi yang berbicara dengan nada kritis. Sebaliknya, banyak sekali yang berbicara dengan nada memuji.

Yang lebih mengejutkan lagi yalah praktis tidak ada elit politik Indonesia yang marah kepada WB. Sebaliknya, dalam konperensi persnya Presiden RI SBY merasa berterima kasih kepada WB yang telah memberikan penghargaan kepada Indonesia, karena telah sudi memungut SMI menduduki jabatan yang terhormat di WB sebagai Managing Director.

Ada suara dari DPR, terutama dari Faisal Akbar (Hanura) yang menyerukan agar SMI dicekal sebelum pemeriksaannya oleh KPK tuntas dengan kesimpulan bahwa SMI memang bersih dalam kebijakannya bailout Century. Namun pernyataan yang sangat logis ini tidak bergaung. Respons dari KPK justru mengatakan bahwa pemeriksaan dapat dilanjutkan di Washington, DC. Langsung saja muncul reaksi yang mengatakan bahwa pemeriksaan semacam ini akan sangat mahal, karena jaraknya yang jauh, dan juga akan terkendala oleh tersedianya dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Saya sendiri tidak dapat membayangkan bahwa WB akan mengizinkan adanya seorang managing director--nya diperiksa oleh KPK di markas WB di Washington, DC.

Tadinya saya berpikir bahwa kalau dilakukan, pemeriksaan seorang managing director oleh KPK di Washington, DC pasti akan menarik perhatian pers internasional. Ternyata salah. Kenyataan adanya pengangkatan seorang MD WB yang bermasalah sama sekali tidak menarik perhatian pers internasional, terutama pers AS. Masih segar dalam ingatan kita betapa hebohnya reaksi pers internasional ketika Paul Wlfowitz terlibat skandal, sehingga memaksanya mengundurkan diri. Apa artinya ? Begitu hebatkah SMI, atau begitu remehnya bangsa Indonesia di mata pers internasional, sehingga peristiwa Century yang sedang berlangsung dianggap tidak ada ?

Episode paling akhir dari hijrahnya SMI ke WB adalah penampilan SMI dalam pertemuan-pertemuan perpisahan. Pidatonya yang mendapat tepuk tangan sambil berdiri (standing ovation) dari orang-orang seperti Gunawan Mohammad, Marsilam Simanjuntak, Wimar Witoelar mengundang renungan apa gerangan yang ada di belakang ucapannya yang hanya sepotong tanpa penjelasan lanjutannya itu ? Yaitu : “Saya menang”, “Jangan lagi ada pemimpin yang tidak melindungi atau mengorbankan anak buahnya.” “I will come back” yang sangat mirip dengan ucapan Mac Arthur : “ I shall return”. Akankah SMI membentuk semacam pemerintahan in exile yang akan kembali menjadi Presiden RI ? Sudah ada yang menyuarakan bahwa SMI-lah yang paling cocok untuk menjadi Presiden RI di tahun 2014.

Di satu pihak demikian gagah beraninya sikap yang ditunjukkan oleh SMI dalam beberapa pidatonya, tetapi beliau menangis berkali-kali dengan wajah yang sangat-sangat sedih ketika berpidato dalam acara serah terima jabatan kepada Menteri Keuangan yang baru. Ada apa ? Sedihkah ? Menurut SMI sendiri tidak, dia menangis karena merasa “plong”, merasa lega. Bukankah orang menangis karena sedih atau karena terharu ? Kalau lega, apalagi “plong” biasanya bersorak sorai.

Apa pula yang menyebabkan Presiden SBY menghapus pengangkatan Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan tanpa yang bersangkutan diberitahu sebelumnya. Anggito mengetahuinya dari media massa seperti kita semua. Maka demi harga diri profesional, dia mengundurkan diri, membuang semua karir cemerlang yang dijalaninya. Demikian kejam, manipulatif, raja tega, main diktator, ataukah ada kekuatan besar, ada big stream that Presdient SBY can not resist ?



METAFORSA BERKELEY MAFIA MENJADI ORGANISASI TANPA BENTUK (OTB)

Fenomena adanya sekelompok ekonom yang dikenal dengan sebutan Berkeley Mafia sudah kita ketahui. Aliran pikiran yang dihayati oleh kelompok ini juga sudah kita kenali. Komitmennya membela rakyat Indonesia ataukah membela kepentingan-kepentingan yang diwakili oleh 3 lembaga keuangan internasional (Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF) juga sudah diketahui oleh masyarakat luas.

Pembentukan kelompok yang terkenal dengan nama Berkeley Mafia sudah dimulai sejak lama. Namanya menjadi terkenal dalam Konperensi Jenewa di bulan November 1967 yang akan diuraikan lebih lanjut pada bagian akhir tulisan ini. Awalnya kelompok ini adalah para ekonom dari FE UI yang disekolahkan di Universitas Berkeley untuk meraih gelar Ph.D. Tetapi lambat laun menjadi sebuah Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang sangat kompak dan kokoh ideologinya. Ideologinya mentabukan campur tangan pemerintah dalam kehidupan ekonomi. Afiliasinya dengan kekuatan asing yang diwakili oleh Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF, sehingga sangat sering memenangkan kehendak mereka yang merugikan bangsanya sendiri. Lambat laun para anggotanya meluas dari siapa saja yang sepaham. Banyak ekonom yang tidak pernah belajar di Universitas Berkeley, bahkan tidak pernah belajar di UI menjadi anggota. Mereka membentuk keturunan-keturunannya.

Anggotanya ditambah dengan para sarjana ilmu politik dari Ohio State University dengan Prof. Bill Liddle sebagai tokohnya, karena dia merasa dirinya “Indonesianist” dan diterima oleh murid-muridnya sebagai akhli tentang Indonesia. Paham dan ideologi yang dihayatinya sama.

Kemudian diperkuat dengan orang-orang yang merasa dirinya paling pandai di Indonesia, sedangkan rakyatnya masih bodoh. Sikapnya seperti para pemimpin dan kader Partai Sosialis Indonesia (PSI) dahulu, yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir. Kecenderungannya memandang rendah dan sinis terhadap bangsanya sendiri, dengan sikap yang selalu tidak mau menjawab kritikan terhadap dirinya, melainkan disikapi dengan senyum yang khas, bagaikan dewa yang sedang tersenyum sinis. Sikap ini terkenal dengan sikap “senyum dewata”. Dengan senyum dewata banyak masalah sulit yang sedang menggantung memang menjadi lenyap.

Dengan demikian sebutan Berkeley Mafia sebaiknya diganti dengan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB).

Ilustratif tentang adanya OTB ini adalah pidato Dorodjatun Kuntjorojakti yang pertama kali dalam forum CGI sebagai Menko Perekonomian dalam kabinet Megawati. Kepada sidang CGI diberikan gambaran tentang perekonomian Indonesia. Setelah itu dikatakan olehnya bahwa dia mengetahui kondisi perekonomian Indonesia dengan cepat karena dia selalu asistennya Prof. Ali Wardhana dan dekat dengan Prof. Widjojo Nitisastro. Selanjutnya dikatakan bahwa “dirinya bukan anggota partai politik. Tetapi kalau toh harus menyebut organisasinya, sebut saja Partai UI Depok”. Setengah bercanda, setengah bangga, secara tersirat Dorodjatun mengakui bahwa OTB memang ada, pandai, profesional dan berkuasa.


KAITAN Sri Mulyani Idrawati (SMI), PERAN KELOMPOK “BERKELEY MAFIA” DAN PENGANGKATANNYA SEBAGAI MANAGING DIRECTOR DI BANK DUNIA.


Jauh sebelum SMI menjadi “orang”, Berkeley Mafia sudah lahir dan sangat instrumental buat kekuatan asing. SMI adalah salah satu kader yang berkembang menjadi “Don”.

Marilah kita telusuri sejarahnya. Pencuatan Berkeley Mafia yang pertama kali dan fenomenal terjadi di Jenewa di bulan November 1967, ketika mereka mendukung atau lebih tepat “mengendalikan” pimpinan delegasi RI, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Adam Malik. Tentang hal ini akan saya kemukakan pada bagian akhir tulisan ini dengan mengutip John Pilger, Jeffrey Winters dan Bradley Simpson yang akan diuraikan pada bagian akhir tulisan ini. Kita fokus terlebih dahulu pada jejak dan track record SMI.


JEJAK SMI DAN TRACK RECORD-NYA SEBAGAI KADER OTB YANG SANGAT GIGIH DAN MILITAN

SMI adalah orang yang sejak awal sudah disiapkan sebagai kader yang militan dari OTB. Seperti yang lain-lainnya, karir dimulai dari FE-UI. Karirnya yang menonjol tidak sebagai dosen, tetapi sebagai Direktur Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI). Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa FE UI dan Departemen Keuangan adalah pusat pengkaderan OTB.

Ketika sudah terlihat jelas bahwa PDI-P akan menang dalam pemilu tahun 1999, dan Ketua Umumnya Megawati diperkirakan pasti akan menjadi Presiden, Kongres-nya di Bali menarik perhatian dari seluruh dunia. Saya terkejut melihat SMI, Dr. Sjahrir almarhum dan teknokrat Berkeley Mafia lainnya hadir dalam Kongres tersebut yang mendapat tempat khusus di stadion berlangsungnya pidato pembukaan oleh Megawati, yaitu duduk di kursi di bawah panggung. Tidak berdiri di depan panggung bersama-sama dengan massa yang mendengarkan pidato Ketua Umum PDI-P. Buat saya sangat mengherankan karena Berkeley Mafia adalah arsitek pembangunan ekonomi di era Soeharto yang dengan sendirinya bersikap berseberangan dan sangat melecehkan serta memandang rendah PDI-P. Mengapa mereka sekarang hadir dalam Kongres PDI-P ? Ternyata mereka dibawa oleh orang yang ketika itu sangat dekat dengan Megawati. Mereka diperkenalkan kepada Megawati sebagai calon-calon menteri dalam Kabinet Mega nantinya.

Dari sini sangatlah jelas bahwa buat OTB, yang penting memegang kekuasaan ekonomi tanpa peduli siapa Presidennya dan tanpa peduli apa ideologi Presidennya. Mereka mempunyai organisasi sendiri yang saya sebut OTB tadi dengan kekuatan dan pengaruh yang sangat besar. Sepanjang 32 tahun rezim Soeharto, mereka selalu memegang tampuk kekuasaan ekonomi.

Ketika pak Harto mengundurkan diri dan digantikan oleh Habibie, walaupun sudah tidak 100% lagi, kekuasaan ekonomi ada di tangan para menteri OTB.

Sejak pak Harto berkuasa sampai dengan Megawati, dua Don dari OTB, Widjojo Nitisastro dan Ali Wardhana selalu secara resmi penasihat Presiden atas dasar Keputusan Presiden.

Habibie digantikan oleh Gus Dur sebagai Presiden. Dalam kabinet Gus Dur tidak ada satupun menteri dari OTB. Menko EKUIN dipegang oleh Kwik Kian Gie (KKG), Menteri Keuangannya Bambang Sudibyo, Menteri Perdagangan dan Industri Jusuf Kalla. Tiga orang ini jelas tidak ada sangkut pautnya dengan OTB dan sama sekali tidak dapat dipengaruhi oleh OTB.

Dalam waktu singkat Gus Dur ditekan oleh kekuatan internasional dan kekuatan para pengusaha besar di dalam negeri untuk memecat KKG. Karena sudah lama bersahabat, Gus Dur menceriterakannya terus terang kepada KKG, sambil mengatakan bahwa beliau telah mencapai kompromi dibentuk Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dengan Emil Salim sebagai Ketua dan SMI sebagai sekretarisnya. Di dalamnya ada beberapa anggota yang hanya berfungsi sebagai embel-embel. Mereka tidak pernah aktif kecuali SMI dan Emil Salim. DEN berhak menghadiri setiap rapat koordinasi oleh Menko EKUIN. Sebelum dan setelah KKG menjabat Menko EKUIN DEN tidak pernah ada. Jadi DEN memang khusus diciptakan untuk menjaga, mengawasi dan memata-matai KKG supaya jangan neko-neko terhadap OTB dan kepentingan World Bank, Bank Pembangunan Asia dan IMF.

Dalam rapat koordinasi yang pertama KKG mengatakan kepada para menteri yang ada dalam koordinasinya bahwa kita sedang berhadapan dengan IMF yang mengawasi dengan ketat pelaksanaan Letter of Intent (LoI). Banyak dari butir-butir dalam LoI yang merugikan bangsa Indonesia, antara lain, bea masuk untuk impor beras dan gula harus nol persen, sedangkan ketika itu produksi dalam negeri melimpah. Maka KKG mengatakan supaya para menteri bersikap membela kepentingan bangsa Indonesia, kalau perlu menelikung, menghambat atau menyiasati LoI yang merugikan bangsa kita. Kalau mereka menghadapi persoalan KKG sebagai Menko EKUIN akan bertanggung jawab.

Beberapa hari kemudian Emil Salim mendatangi KKG menegur dengan keras bahwa KKG tidak boleh bersikap seperti itu. KKG harus taat melaksanakan semua butir yang ada di dalam LoI, karena KKG sendirilah sebagai Menko EKUIN yang menandatangani LoI.

Beberapa hari lagi setelah itu, Bambang Sudibyo (Menkeu), KKG dan Emil Salim dipanggil oleh Gus Dur. Gus Dur mempersilakan Emil Salim mengkuliahi KKG dan Bambang Sudibyo yang isinya tiada lain adalah butir-butir dari LoI.

Mungkin dirasakan tidak mempan, sidang kabinet diselenggarakan secara khusus yang agendanya tunggal, yaitu membahas LoI. Kepada setiap menteri diberikan selembar formulir yang isinya butir-butir LoI yang harus dilaksanakan oleh masing-masing menteri yang bersangkutan, dan kemudian harus ditandatangani. Menteri-menteri menggerutu diperlakukan seperti anak SD.

Dalam sidang kabinet itu, Mensesneg Bondan Gunawan membacakan uraiannya tentang butir-butir LoI yang mutlak harus dilaksanakan oleh setiap menteri, lengkap dengan slides. SMI hadir dalam sidang kabinet itu. Seusai membacakannya, Bondan sambil berkeringat menggerutu kepada KKG sambil mengatakan “diamput” bahwa dirinya tidak mengerti ekonomi kok disuruh memaparkan hal-hal seperti itu. Ketika KKG menanyakannya siapa yang membuatnya, dijawab singkat : SMI.

Sebagai Menko EKUIN KKG ex officio menjabat Ketua KKSK yang memimpin dan memutuskan tentang rekapitalisasi bank-bank seperti yang tercantum dalam LoI. Dalam rapat tentang rekap BNI sebesar Rp. 60 trilyun, LoI mengatakan bahwa rekap dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp. 30 trilyun, seluruh Direksi diganti dan

dipantau apakah bekerja dengan baik menurut ukuran IMF. Kalau ya, maka Rekap. kedua sebesar Rp. 30 trilyun dilakukan. Darmin Nasution yang ketika itu Direktur di Kementerian Keuangan hadir mewakili Depkeu. Dia mengusulkan supaya Rekap. dilakukan sekaligus saja sebesar Rp. 60 trilyun, agar pemerintah tidak perlu dua kali minta izin/melaporkan kepada DPR. SMI yang hadir protes, mengatakan bahwa dalam LoI tercantum Rekap. dalam dua tahap. KKG merasa usulan Darmin Nasution masuk akal. Maka diputuskan olehnya bahwa Rekap. dilakukan sekaligus. Terlihat SMI sibuk dengan HP-nya.

Seusai rapat, begitu KKG tiba di ruang kerjanya dari ruang rapat, telpon berdering dari John Dordsworth, Kepala Perwakilan IMF di Jakarta yang marah-marah karena KKG memutuskan tentang Rekap. BNI yang bertentangan dengan ketentuan LoI. Begitu telpon diletakkan telpon berdering lagi dari Bambang Sudibyo yang menceriterakan bahwa dirinya baru dimarah-marahi oleh Mark Baird, Kepala Perwaklian Bank Dunia di Jakarta tentang hal yang sama. Sangat jelas tugas SMI ternyata melaporkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Pemerintah dan dianggap menyimpang dari yang dikehendaki oleh IMF, walaupun yang dikehendaki oleh IMF merugikan bangsa Indonesia.

Peristwa selanjutnya adalah ketika KKSK harus merekap Bank Danamon. Bank Danamon diwakili oleh Dirutnya, seorang Amerika bernama Milan Schuster dan Direkturnya puteranya Ali Wardhana, Mahendra Wardhana. Mereka mengemukakan bahwa Bank Danamon menderita kerugian setiap bulannya dan CAR-nya juga di bawah 8%. KKG bertitik tolak dari jumlah kerugian setiap bulannya. Untuk menutup kerugian ini, surat utang pemerintah yang bernama Obligasi Rekapitalisasi Perbankan (OR) yang harus diinjeksikan haruslah Rp. X yang harus memberikan pendapatan bunga sebesar kerugian Bank Danamon. Maka keluarlah angka Rp. 18 trilyun. Dengan pendapatan bunga sebesar 1% sebulan dari OR yang Rp. 18 trilyun, kerugian Bank Danamon akan tertutup, atau Bank Danamon tidak akan bleeding lagi. SMI langsung protes mengatakan bahwa menginjeksi OR sebesar Rp. 18 trilyun berarti menjadikan CAR-nya sebesar 36%, sedangkan LoI memerintahkan merekap bank-bank sampai CAR-nya menjadi 8% saja. KKG tidak peduli, karena yang hendak dicapai adalah supaya Bank berhenti merugi. Kalau rekap dilakukan dengan jumlah yang hanya cukup untuk menjadikan CAR 8% saja, pendapatan bunganya akan jauh lebih kecil daripada kerugiannya, sehingga rekapitalisasi tidak akan menghentikan kerugian-nya (masih tetap bleeding).

Kebijakan KKG yang menyimpang dari LoI, tetapi jelas-jelas lebih logis ini ternyata dilaporkan kepada IMF oleh SMI. Saya mengetahui tentang hal ini, karena ketika melakukan kunjungan kehormatan pada Menteri Keuangan Larry Summers di kantornya di Washington, DC, saya diterima oleh Larry Summers sendiri sebagai Menteri Keuangan, didampingi oleh Timothy Geithner selalu Deputy-nya plus beberapa pejabat tinggi lainnya yang memarahi KKG bahwa KKG selalu menelikung LoI-nya IMF. Ketika saya tanyakan tentang apa konkretnya sebagai contoh, dia menceriterakan persis seperti yang dikatakan oleh SMI dalam rapat KKSK.

Selaku Menko EKUIN KKG harus memimpin delegasi RI ke Paris Club untuk berunding tentang penjadwalan kembali pembayaran hutang yang sudah jatuh tempo, karena Pemerintah tidak mampu membayarnya. KKG diundang ke Departemen Keuangan guna menerima penjelasan-penjelasan tentang jalannya perundingan, dan juga diberikan arahan-arahan oleh 3 perusahaan konsultan asing yang terkenal dengan nama “Troika”. Saya lupa nama dari masing-masing perusahaan konsultan tersebut. Dikatakan juga bahwa KKG beserta delegasinya (Dono Iskandar dari BI dan Jusuf Anwar dari Depkeu) harus siap bahwa lamanya perundingan 24 jam non stop tanpa dapat tidur, yaitu dari jam 10.00 pagi sampai jam 10.00 pagi keesokan harinya.

KKG mengatakan bahwa dia tidak mau mengikuti skenario yang seperti itu. KKG minta kepada para petinggi Depkeu yang hadir agar mempersiapkan gambaran menyeluruh tentang posisi hutang luar negeri RI. KKG akan mengatakan bahwa jumlah hutang yang demikian besarnya adalah kesalahan negara-negara pemberi hutang juga, yang sejak tahun 1967 menggerojok hutang kepada Indonesia melalui IGGI/CGI. Setelah mengucapkan pidato singkat ini KKG akan tidur, dan mempersilakan mereka berunding sesukanya. Apa yang merekaputuskan akan dipenuhi oleh KKG kalau dianggap reasoanble dan fair, tetapi kalau dianggap tidak fair akan ditolak dan KKG akan segera terbang kembali ke Indonesia sambil mengatakan akan berani menghadapi resiko apapun.

Beberapa hari kemudian Marsilam Simanjuntak (Mensesneg) menelpon KKG memberitahukan bahwa Presiden Gus Dur telah menerbitkan Keputusan Presiden yang membentuk Tim Asistensi pada Menko EKUIN yang harus mengawal (baca mengawasi dan mengendalikan) Menko EKUIN selama perundingan Paris Club. Ketuanya Widjojo Nitisastro dan Sekretarisnya SMI. Memang selama perundingan Widjojo N. dan SMI mengapit KKG dan Bambang Sudibyo selama 24 jam, supaya mereka menjaga bahwa KKG benar-benar menanggapi pasal demi pasal dari para anggota Paris Club.

Ketika Megawati menjabat Presiden, diberitakan di Kompas bahwa SMI akan menjabat sebagai anggota Board of Directors IMF di Washington mewakili Indonesia. KKG menanyakan hal itu kepada Mega. Beliau terkejut sambil mengatakan : “kok enak saja, kan harus dengan persetujuan saya ?”, sambil mengatakan juga bahwa beliau tidak pernah mengetahuinya dan tidak pernah menandatangani Keppres untuk itu. Beberapa hari kemudian diberitakan lagi di Kompas bahwa SMI sudah akan efektif menjabat per tanggal tertentu. KKG menanyakan hal itu lagi kepada Megawati, dan dijawab bahwa Keppresnya memang sudah ditandatangani dengan alasan “…daripada, daripada ….”

Konon kabarnya, sebelum susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I terbentuk, SBY didatangi oleh Dubes AS Ralph Boyce dan Kepala Perwakilan Bank Dunia di Jakarta Andrew Steer. Mereka mengatakan bahwa kendali ekonomi hendaknya diberikan kepada SMI, Boediono dan Mari Pangestu. Boediono menolak yang bisa dipahami. Seusai sidang kabinet Megawati terakhir Boediono berpamitan dengan rekan-rekan menterinya. Dia mengatakan bahwa salah satu dari kita bisa saja diminta lagi oleh SBY untuk duduk dalam kabinetnya. Tetapi dia (Boediono) tidak akan mau duduk dalam pemerintahan. Dia sudah fed up dan akan kembali ke kampus saja. Saya termasuk yang diberitahu tentang hal ini. Maka saya tidak heran mendengar bahwa Boediono menolak tawaran SBY untuk duduk dalam KIB-nya. Namun ketika SBY tidak tahan tekanan publik, beliau mengumumkan akan melakukan reshuffle kabinet. Saya mendengar bahwa Boediono sedang “digarap” habis-habisan untuk mau menjadi Menko Perekonomian, dan terjadilah itu. Ini saya gambarkan betapa mutlak pengaruh kekuatan internasional dalam mengendalikan kebijakan ekonomi Indonesia. Lebih hebat lagi, Jakarta Post tanggal 25 Mei 2009 memberitakan bahwa ketika Boediono ditanya, faktor apa yang mendorongnya mau menerima pencalonan dirinya sebagai Wakil Presiden dijawab olehnya : “because of a big stream that I can not resist”, yang berarti karena arus (kekuatan) besar yang tidak dapat ditahannya. Saya merasa perlu menceriterakan ini karena hubungannya antara SMI dan Boediono yang sama-sama anggota senior OTB dan sama-sama disodorkan kepada SBY agar mereka dan Mari Pangestu memegang kekuasaan ekonomi di Indonesia. Kenyataan-kenyataan ini jelas relevan dalam menjelaskan mengapa pengangkatan SMI sebagai managing director WB yang sangat tidak wajar dan menghina bangsa Indonesia itu berjalan demikian mulusnya.

Di tengah-tengah menjalankan tugas sebagai Menkeu yang dalam proses pemeriksaan oleh KPK sebagai tindak lanjut dari hasil kerja Pansus DPR tentang Bank Century, SMI mengumumkan pengunduran dirinya untuk menjabat sebagai managing director di WB mulai tanggal 1 Juni 2010, seperti yang kita ketahui bersama.

Saya mempunyai pengalaman yang menyangkut SMI dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ceriteranya sebagai berikut : hibah dari Uni Eropa kepada Indonesia menurut investigasi WB dikorup. Karena pelaksananya Bappenas, maka saya “diperiksa” oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Yang dipermasalahkan bukan KKG mengkorup, tetapi mengapa KKG membayar kembali hibah yang dituntut oleh WB sebesar USD 500 juta sedangkan yang dikorup hanyalah sekitar USD 30.000. Mengembalikan hibah seluruhnya sebesar USD 500 juta dianggap merugikan keuangan negara. Tetapi ketika salah paham, bahwa justru KKG yang berkelahi tidak mau membayar dan SMI yang sebagai Menteri Keuangan yang membayarnya, SMI-nya tidak diapa-apakan. KKG juga tidak diapa-apakan, tetapi sempat diperiksa. Berkaitan dengan ini ada hal sejenis yang terpublikasikan secara luas. Indonesia menerima hutang dari WB sebesar USD 4,7 juta untuk membangun proyek infra struktur. Menurut WB lagi sebagian dikorup, dan karena itu minta supaya seluruh hutang yang USD 4,7 juta dikembalikan. Tidak jelas dikembalikan atau tidak. Rasanya dikembalikan dan tidak ada konsekwensinya, walaupun dianggap merugikan dan mengacaukan perencanaan keuangan negara. Saya kemukakan ini karena ada kecenderungan segala sesuatunya akan kebal hukum apabila WB ada di belakangnya. Jelas ini merupakan faktor yang bisa menjelaskan mengapa pengangkatan SMI oleh WB langsung saja mematikan urusannya dengan KPK tentang Century yang sebelumnya demikian gegap gempitanya.



SMI, BERKELY MAFIA, KEKUATAN ASING DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA

Kekuatan asing yang boleh dikatakan menentukan semua kebijakan ekonomi dan keuangan Indonesia diwakili oleh tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF.

Ketika KKG sebagai Menko EKUIN pertama kali harus mengucapkan pidato di depan CGI dalam pembukaan rapat tahunannya, kepada KKG disodorkan naskah pidato oleh staf yang jelas anggota OTB. Isinya sama sekali tidak disetujui oleh KKG, dan dia minta kepada staf yang bersangkutan supaya diubah dengan arahan dari KKG. Dia menolak sambil mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi sejak dahulu kala bahwa pidato pembukaan IGGI/CGI oleh Ketua Delegasi RI haruslah dibuat oleh WB melalui staf Menko EKUIN. Akhirnya saya membuatnya sendiri yang isinya sesuai dengan hati nurani dan keyakinan saya, yang ternyata isinya mengejutkan pimpinan sidang, Wakil Presiden WB Dr. Kasum.

Pidato yang saya ucapkan mengandung tiga inti. Yang pertama, kalau Indonesia tidak mampu membayar cicilan pokok utang beserta bunga yang jatuh tempo, negara-negara IGGI/CGI ikut bersalah, karena barang siapa memberi utang harus mengevaluasi apakah yang diberi utang akan mampu membayar cicilan utang pokoknya beserta bunganya tepat waktu. Kalau ternyata tidak bisa, negara-negara pemberi utang harus ikut bertanggung jawab dalam bentuk hair cut. Bukan hanya penundaan pembayaran cicilan utang pokoknya saja, yang sifatnya menggeser beban di kemudian hari, sedangkan bunganya membengkak. Kedua, KKG protes penggunaan istilah “negara donor”, dan minta supaya istilah yang sudah dibakukan oleh WB bersama-sama dengan para ekonom OTB itu diganti dengan istilah “negara kreditur” atau “negara pemberi utang”. Ketiga, KKG juga protes digunakannya istilah “aid” atau bantuan, dan minta diganti dengan “loan” atau kredit. Kesemuanya tidak dihiraukan. Belakangan saya mendengar dari Dr. Satish Mishra yang khusus diperbantukan pada Indonesia oleh PBB selama krisis. Dia memberitahukan kepada saya bahwa walaupun segala sesuatu yang saya katakan masuk akal, para ekonom OTB sendiri bersama-sama dengan WB, Bamk Pembangunan Asia dan IMF menyikapinya dengan “let him talk”. Biarlah dia bicara, tidak akan ada dampaknya sama sekali.



SEJARAH PENGUASAAN EKONOMI INDONESIA OLEH KEKUATAN ASING DAN KELOMPOK BERKELEY MAFIA

Mari sekarang kita telaah bagaimana beberapa akhli dan pengamat asing melihat peran kekuatan asing dan kelompok Berkeley Mafia dalam perekonomian Indonesia sejak tahun 1967.

Saya kutip apa yang ditulis oleh John Pilger dalam bukunya yang berjudul “The New Rulers of the World.” Saya terjemahkan seakurat mungkin ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut :

“Dalam bulan November 1967, menyusul tertangkapnya ‘hadiah terbesar’, hasil tangkapannya dibagi. The Time-Life Corporation mensponsori konperensi istimewa di Jenewa yang dalam waktu tiga hari merancang pengambil alihan Indonesia. Para pesertanya meliputi para kapitalis yang paling berkuasa di dunia, orang-orang seperti David Rockefeller. Semua raksasa korporasi Barat diwakili : perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel. Di seberang meja adalah orang-orangnya Soeharto yang oleh Rockefeller disebut “ekonoom-ekonoom Indonesia yang top”.

“Di Jenewa, Tim Sultan terkenal dengan sebutan ‘the Berkeley Mafia’, karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley. Mereka datang sebagai peminta-minta yang menyuarakan hal-hal yang diinginkan oleh para majikan yang hadir. Menyodorkan butir-butir yang dijual dari negara dan bangsanya, Sultan menawarkan : …… buruh murah yang melimpah….cadangan besar dari sumber daya alam ….. pasar yang besar.”

Di halaman 39 ditulis : “Pada hari kedua, ekonomi Indonesia telah dibagi, sektor demi sektor. ‘Ini dilakukan dengan cara yang spektakuler’ kata Jeffrey Winters, guru besar pada Northwestern University, Chicago, yang dengan mahasiwanya yang sedang bekerja untuk gelar doktornya, Brad Simpson telah mempelajari dokumen-dokumen konperensi. ‘Mereka membaginya ke dalam lima seksi : pertambangan di satu kamar, jasa-jasa di kamar lain, industri ringan di kamar lain, perbankan dan keuangan di kamar lain lagi; yang dilakukan oleh Chase Manhattan duduk dengan sebuah delegasi yang mendiktekan kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh mereka dan para investor lainnya. Kita saksikan para pemimpin korporasi besar ini berkeliling dari satu meja ke meja yang lain, mengatakan : ini yang kami inginkan : ini, ini dan ini, dan mereka pada dasarnya merancang infra struktur hukum untuk berinvestasi di Indonesia. Saya tidak pernah mendengar situasi seperti itu sebelumnya, di mana modal global duduk dengan para wakil dari negara yang diasumsikan sebagai negara berdaulat dan merancang persyaratan buat masuknya investasi mereka ke dalam negaranya sendiri.

Freeport mendapatkan bukit (mountain) dengan tembaga di Papua Barat (Henry Kissinger duduk dalam board). Sebuah konsorsium Eropa mendapat nikel Papua Barat. Sang raksasa Alcoa mendapat bagian terbesar dari bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan-perusahaan Amerika, Jepang dan Perancis mendapat hutan-hutan tropis di Sumatra, Papua Barat dan Kalimantan. Sebuah undang-undang tentang penanaman modal asing yang dengan buru-buru disodorkan kepada Soeharto membuat perampokan ini bebas pajak untuk lima tahun lamanya. Nyata dan secara rahasia, kendali dari ekonomi Indonesia pergi ke Inter Governmental Group on Indonesia (IGGI), yang anggota-anggota intinya adalah Amerika Serikat, Canada, Eropa, Australia dan, yang terpenting, Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia.”

Demikian gambaran yang diberikan oleh Brad Simpson, Jeffrey Winters dan John Pilger tentang suasana, kesepakatan-kesepakatan dan jalannya sebuah konperensi yang merupakan titik awal sangat penting buat nasib ekonomi bangsa Indonesia selanjutnya.

Kalau baru sebelum krisis global berlangsung kita mengenal istilah “korporatokrasi”, paham dan ideologi ini sudah ditancapkan di Indonesia sejak tahun 1967. Delegasi Indonesia adalah Pemerintah. Tetapi counter part-nya captain of industries atau para korporatokrat.



PARA PERUSAK EKONOMI NEGARA-NEGARA MANGSA

Benarkah sinyalemen John Pilger, Joseph Stiglitz dan masih banyak ekonom AS kenamaan lainnya bahwa hutanglah yang dijadikan instrumen untuk mencengkeram Indonesia ?

Dalam rangka ini, saya kutip buku yang menggemparkan. Buku ini ditulis oleh John Perkins dengan judul : “The Confessions of an Economic Hit man”, atau “Pengakuan oleh seorang Perusak Ekonomi”. Buku ini tercantum dalam New York Times bestseller list selama 7 minggu.

Saya kutip sambil menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia sebagai berikut.

Halaman 12 : “Saya hanya mengetahui bahwa penugasan pertama saya di Indonesia, dan saya salah seorang dari sebuah tim yang terdiri dari 11 orang yang dikirim untuk menciptakan cetak biru rencana pembangunan pembangkit listrik buat pulau Jawa.”

Halaman 13 : “Saya tahu bahwa saya harus menghasilkan model ekonometrik untuk Indonesia dan Jawa”. “Saya mengetahui bahwa statistik dapat dimanipulasi untuk menghasilkan banyak kesimpulan, termasuk apa yang dikehendaki oleh analis atas dasar statistik yang dibuatnya.”

Halaman 15 : “Pertama-tama saya harus memberikan pembenaran (justification) untuk memberikan hutang yang sangat besar jumlahnya yang akan disalurkan kembali ke MAIN (perusahaan konsultan di mana John Perkins bekerja) dan perusahan-perusahaan Amerika lainnya (seperti Bechtel, Halliburton, Stone & Webster, dan Brown & Root) melalui penjualan proyek-proyek raksasa dalam bidang rekayasa dan konstruksi. Kedua, saya harus membangkrutkan negara yang menerima pinjaman tersebut (tentunya setelah MAIN dan kontraktor Amerika lainnya telah dibayar), agar negara target itu untuk selamanya tercengkeram oleh kreditornya, sehingga negara penghutang (baca : Indonesia) menjadi target yang empuk kalau kami membutuhkan favours, termasuk basis-basis militer, suara di PBB, atau akses pada minyak dan sumber daya alam lainnya.”

Halaman 15-16 : “Aspek yang harus disembunyikan dari semua proyek tersebut ialah membuat laba sangat besar buat para kontraktor, dan membuat bahagia beberapa gelintir keluarga dari negara-negara penerima hutang yang sudah kaya dan berpengaruh di negaranya masing-masing. Dengan demikian ketergantungan keuangan negara penerima hutang menjadi permanen sebagai instrumen untuk memperoleh kesetiaan dari pemerintah-pemerintah penerima hutang. Maka semakin besar jumlah hutang semakin baik. Kenyataan bahwa beban hutang yang sangat besar menyengsarakan bagian termiskin dari bangsanya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan jasa-jasa sosial lainnya selama berpuluh-puluh tahun tidak perlu masuk dalam pertimbangan.”

Halaman 15 : “Faktor yang paling menentukan adalah Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Proyek yang memberi kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB harus dimenangkan. Walaupun hanya satu proyek yang harus dimenangkan, saya harus menunjukkan bahwa membangun proyek yang bersangkutan akan membawa manfaat yang unggul pada pertumbuhan PDB.”

Halaman 16 : “Claudia dan saya mendiskusikan karakteristik dari PDB yang menyesatkan. Misalnya pertumbuhan PDB bisa terjadi walaupun hanya menguntungkan satu orang saja, yaitu yang memiliki perusahaan jasa publik, dengan membebani hutang yang sangat berat buat rakyatnya. Yang kaya menjadi semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Statistik akan mencatatnya sebagai kemajuan ekonomi.”

Halaman 19 : “Sangat menguntungkan buat para penyusun strategi karena di tahun-tahun enam puluhan terjadi revolusi lainnya, yaitu pemberdayaan perusahaan-perusahaan internasional dan organisasi-organisasi multinasional seperti Bank Dunia dan IMF.”



PENUTUP

Fokus tulisan ini adalah peran SMI dalam perpspektif sejarah dan kaitannya dengan hubungan yang sangat erat dan subordinatif pada kekuatan-kekuatan asing, mungkin kekuatan corporatocracy yang diwakili oleh tiga lembaga keuangan internasional, yaitu Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan IMF.

Sejak Konperensi Jenewa bulan November 1967 yang digambarkan oleh John Pilger, dalam tahun itu juga lahir UU no. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing, yang disusul dengan UU No. 6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri, dan serangkaian perundang-undangan dan peraturan beserta kebijakan-kebijakan yang sangat jelas menjurus pada liberalsasi. Dalam berbagai perundang-undangan dan peraturan tersebut, kedudukan asing semakin lama semakin bebas, sehingga akhirnya praktis sama dengan kedudukan warga negara Indonesia. Kalau kita perhatikan bidang-bidang yang diminati dalam melakukan investasi besar di Indonesia, perhatian mereka tertuju pada pertumbuhan PDB Indonesia yang produknya untuk mereka, sedangkan bangsa Indonesia hanya memperoleh pajak dan royalti yang sangat minimal.

Bidang-bidang ini adalah pertambangan dan infra struktur seperti listrik dan jalan tol yang dari tarif tinggi yang dikenakan pada rakyat Indonesia mendatangkan laba baginya.

Bidang lain adalah memberikan kredit yang sebesar-besarnya dengan tiga sasaran : pertama, memperoleh pendapatan bunga, kedua, proyek yang dikaitkan dengan hutang yang diberikan di mark up, dan dengan hutang kebijakan Indonesia dikendalikan melalui anak bangsa sendiri, terutama yang termasuk kelompok OTB untuk ekonomi dan kelompok The Ohio Boys untuk bidang politik.

Keseluruhan ini sendiri merupakan ceritera yang menarik dan bermanfaat sebagai bahan renungan introspeksi betapa kita sejak tahun 1967 sudah dijajah kembali dengan cara dan teknologi yang lebih dahsyat.

Para penjajah Belanda dahulu menanam berbagai pohon yang buahnya bernilai tinggi. Kekejaman mereka terletak pada eksploitasi manusia Indonesia bagaikan budak. Kebun-kebunnya sampai sekarang menjadi PTP yang masih menguntungkan.

Sejak tahun 1967, pengerukan dan penyedotan kekayaan alam Indonesia oleh kekuatan asing, terutama mineral yang sangat mahal harganya dan sangat vital itu dilakukan secara besar-besaran dengan modal besar dan teknologi tinggi. Para pembantunya adalah bangsa sendiri yang berhasil dijadikan kroni-kroninya. Apakah pengangkatan SMI menjadi managing director WB merupakan bagian dari skenario ini saya tidak tahu.