|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Tarakan: Nyaris Salah Sasaran, Rumah Tokoh LDII Sempat Dikepung


-Panglima Kumbang, salah satu tokoh Dayak yang terlibat kasus konflik etnis di Nunukan dan Sampit, berada di Tarakan-

Nyaris salah sasaran, sekitar pukul 20.51 Wita sempat terjadi konsentrasi massa yang mengepung rumah pribadi H. Sani, yang salah satu tokoh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tarakan. Kelompok massa tersebut mensinyalir pelaku pembunuhan H Abdullah, 50, yang tewas dalam konflik tersebut dilakukan oleh kerabat H Sani. Namun konsentrasi berangsur mereda setelah massa mengetahui bahwa mereka mengepung alamat yang salah.

Kantor berita Istana, Politikindonesia, melansir pernyataan dari kantor Staf khusus Presiden bidang Otoda, bahwa secara umum situasi pada selasa [28/09] terkendali, dengan petugas Kepolisian dan TNI masih tetap bersiaga karena masih ada konsentrasi massa, baik suku Bugis maupun suku Tidung di wilayah masing-masing.

Sebelumnya, sekitar pukul 20.51 Wita sempat terjadi konsentrasi massa yang mengepung rumah pribadi H. Sani, yang salah satu tokoh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tarakan. Kelompok massa tersebut mensinyalir pelaku pembunuhan H Abdullah, 50, yang tewas dalam konflik tersebut dilakukan oleh kerabat H Sani. Namun konsentrasi berangsur mereda setelah massa mengetahui bahwa mereka mengepung alamat yang salah. 

Di pusat kota, terutama di Jalan Yos Sudarso, juga sempat terjadi bentrokan antar warga yang kemudian dapat diatasi oleh petugas, namun menyisakan ketegangan setelah sebelumnya sempat mereda. Ini membuat warga enggan keluar rumah bahkan sebagian mengungsi ke tempa lebih aman. Bahkan, penumpang pesawat yang baru datang di Bandara Juwata, demi keamanan untuk sementara diminta tidak meninggalkan Bandara dan menginap di ruang tunggu.

Asalmula Pertikaian
Sebagaimana diketahui, bahwa peristiwa konflik antar etnik lokal dan pendatang ini dipicu oleh tewasnya Abdullah Salim [50], warga suku Tidung. Jenazah Abdullah Salim ditemukan di semak dengan kondisi babk belur dan tangan terpotong akibat sabetan senjata tajam.

Konflik berawal ketika salah seorang anak Abdullah, melintas di gang yang dijaga sejumlah pemuda mabuk. Mereka melakukan pemalakan-meminta paksa sejumlah uang-untuk membeli sesuatu. Namun putera Abdullah menolak yang mengakibatkan Keributan kecil.

Bermaksud mendamaikan, Abdullah datang ke lokasi pemalakan namun tak lama kemudian tiba-tiba sekelompok orang datang menyerang Abdullah di rumahnya. Pada Senin pukul 03.00 dinihari, Abdullah ditemukan tewas. Mayat Abdullah ditemukan di semak-semak dengan luka di sekujur tubuh dan kedua tangannya putus.

Penyisiran warga ke rumah-rumah untuk mencari pelaku, mengakibatkan ketegangan makin memuncak, dan pertokoan di sepanjang Jalan Mulawarman, Jl Yos Sudarso hingga Jl Sudirman ditutup. Warga suku Tidung dari berbagai daerah sekitar, hinggga kini masih banyak berada di dalam kota membentuk kerumunan. 

Upaya perdamaian
Walikota Tarakan H. Udin Hianggio, Selasa, 28 September 2010 sekitar pukul 01.00 dini hari,  turun ke lapangan setelah sebelumnya bertemu Camat Tarakan Utara dan melakukan rapat bersama kedua kubu warga yang bentrok serta semua unsur muspida, tokoh agama, pemuka masyarakat serta TNI dan Polri. Walikota juga datang ke rumah keluarga Abdullah menjelaskan langkah yang diambil aparat untuk menuntaskan kasus ini. 

Senin siang lalu, Polda Kaltim juga telah memberangkatkan Dir. Intelkam Kombes Pol Rudi Pranoto, Wakil Direktur Reskrim AKBP Dono Indarto, Kasat I AKBP Handoyo bersama petinggi Polda Kaltim serta Kasat Brimob Polda kaltim AKBP Leo Bona Lubis besrta jajaran perwira lainnya, dalam rangka upaya pemulihan keamanan.

2 komentar: