Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

3 Agu 2010

Moratorium Picu Keresahan Industri, 450 Ribu Pekerja Terancam PHK

”Moratorium (pemanfaatan hutan) berdampak serius terhadap industri CPO, kertas dan bubur kertas, serta industri sektor kehutanan. Pemerintahan sekarang sangat tidak jelas dalam menjaga iklim investasi. Investor menjadi bingung karena perizinan yang telah diberikan pemerintah akan ditinjau kembali.” -Sofjan Wanandi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia menanggapi moratorium Norwegia tentang penghentian sementara penerbitan ijin konversi lahan hutan gambut dan hutan alam.

Kalangan pengusaha resah dan menagih komitmen pemerintah lindungi dunia usaha dalam menjalankan perjanjian kehutanan dengan negara lain. Keresahan dipicu niat pemerintah mengkaji ulang izin semua usaha kehutanan dan perkebunan yang telah ada, terkait dengan penerapan moratorium konversi hutan alam dan lahan gambut.

Saat ini, Dewan Pertimbangan Presiden sedang siapkan peraturan tentang moratorium konversi hutan alam dan pemanfaatan lahan gambut dengan mencantumkan klausul peninjauan ulang izin usaha yang sudah ada di lahan gambut.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Fadhil Hasan, meminta pemerintah menyadari dampak pertumbuhan perkebunan kelapa sawit seluas 300.000 hektar per tahun bagi perekonomian nasional yang mampu penciptaan lapangan kerja. Selain itu, ekspor minyak kelapa sawit mentah mampu menyumbang 10 miliar dollar AS tahun 2009.

Kesepakatan yang disetujui Pemerintah Indonesia melalui moratorium Norwegia mengenai penghentian sementara penerbitan ijin konversi lahan hutan gambut dan hutan alam, dapat memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di industri kelapa sawit.

Saat ini sekitar 42 persen dari total 7,5 juta hektar area perkebunan sawit merupakan milik petani kecil, 52 persen milik swasta dan sisanya milik BUMN. Total pekerjanya mencapai 4,5 juta orang. Dengan demikian nasib sekitar 10 persen atau 450 ribu tenaga kerja industri sawit terancam.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Effendi mengatakan, terdapat perbedaan data hutan primer dan sekunder antara Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kemhut telah alokasikan 1,05 juta hektar hutan primer dan 6,03 juta hektar hutan sekunder untuk pembangunan di luar sektor kehutanan. Sementara menurut KLH, ada 2,7 juta hektar hutan primer dan 4,32 juta hutan sekunder.

Terkait keresahan industri sawit ini, berbagai pihak terkait hari ini, selasa [3/8] juga sedang melakukan pertemuan di Jambi. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain dari Komisi VI DPR-RI, Komisaris dan Direksi PTPN serta dari PT Rajawali Nusantara Indonesia [RNI] Persero.

"Semoga menghasilkan yang bermanfaat bagi kinerja BUMN dan pemahaman yang konstruktif bagi para anggota DPR-RI." Demikian ditulis via Status Facebook Ismed Hasan Putro, Komisaris PT RNI yang juga Komisaris Utama PT. Sawit Indomakmur.

12 Perupa Jogja Ramaikan Jambore Seni Rupa Nasional di Ancol

Jambore Seni Rupa Nasional XV yang mengambil tempat di Pasar Seni Ancol dibuka Jumat [30/7] pekan lalu. Pameran seni rupa dan kerajinan ini diselenggarakan dalam rangkaian acara Ancol Art Festival 2010. Kali ini, 12 perupa dari Jogjakarta turut ambil bagian dalam Jambore Seni Rupa Nasional XV, diantaranya Mahyar, Ledek Sukadi, Sumadi, P. Armin, Edi Purwanto, Joko Santoso, Joko Indarto, Rismaryono, Yoyon, Indarin, Gondrong Kamsuri, dan Godod Sutejo. Menurut Godod Sutejo, koordinator rombongan perupa dari Jogjakarta, sekitar 200 karya diberangkatkan dari Sambung Seni Jogjakarta untuk diikutkan dalam pameran di Ancol.

Gelaran yang ke-15 kali ini lebih menarik karena dibarengi dengan pameran International Art Painting – Jakarta Art Award 2010 dengan segudang rangkaian acara yang sangat spektakuler, diantaranya performance art, mural, melukis bareng artis, musik humor, pagelaran wayang kulit, musik campur sari, indiecamp music, pameran & workshop edutainment seni rupa UNJ, pameran & workshop komik, dan new Friday Jazz Nite. 

"Keseluruhan acara menarik untuk dinikmati, menggugah kelesuan peminat seni rupa memang tidak gampang tetapi berbagai upaya peningkatan terus kami lakukan mengingat ini merupakan acara rutin yang telah dirintis sekian lama oleh seniman-seniman Ancol dulu. Jadi kami akan terus melanjutkan acara ini kedepannya dengan tambahan berbagai acara pendukung biar lebih menarik,” ungkap Godod Sutejo,

Jambore seni rupa tahunan ini banyak diminati oleh perupa nusantara karena selain cukup ramai pengunjung, yang berdampak langsung pada banyaknya transaksi jual beli, sekaligus juga sebagai ajang berkumpulnya sahabat dan teman-teman seniman yang sudah lama tidak bertemu. Pengunjung akan disuguhi beragam pilihan aliran lukisan dari berbagai daerah yang tertata apik dalam ratusan stand yang disediakan panitia. 

“Harapan kami sebagai peserta, jambore ini sekiranya dapat sukses karena selain banyak acara pendukung lainnya juga berbarengan dengan awal bulan puasa, kalau orang Jawa menyebutnya nyadran, dimana banyak pengunjung membutuhkan souvenir bingkisan maupun parsel untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Dan lukisan bisa menjadi pilihan yang sangat menarik,” Ujar Godod. 

Pameran Jambore Seni Rupa Nasional XV dalam rangka Ancol Art Festival 2010, terbuka untuk umum dan setiap hari buka jam  9 pagi hingga tengah malam, akan berakhir tanggal 8 Agustus 2010.

UEA Blokir BB Demi Keamanan Nasional, Indonesia Soal Turunkan Harga


Sejumlah fitur BlackBerry segera diblokir di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. UEA akan mulai memblokir fitur layanan tersebut mulai Oktober 2010. Sedangkan Arab Saudi akan mulai menerapkan larangannya akhir Agustus ini.

Fitur-fitur tersebut antara lain: email, internet, dan instant messaging ke sesama pengguna handset BlackBerry. Sedangkan Arab Saudi memblokir seluruh layanan pesan instan di BlackBerry demi keamanan nasional.

Kedua negara ini mengaku kecewa karena tak bisa memonitor komunikasi yang lalu-lalang lewat ponsel smartphone besutan Research in Motion (RIM) dari Kanada itu. Sebab, BlackBerry menyalurkan data enkripsinya secara otomatis ke server komputer di luar kedua negara itu.
Abdulrahman Mazi, dari operator BUMN Saudi Telecom, mengakui keputusan ini sebagai salah satu cara untuk menekan RIM agar mau merilis data komunikasi pengguna jika suatu saat dibutuhkan.

Dengan alasan yang sama, Indonesia juga bisa melakukan langkah yang sama untuk menekan RIM, bukan demi keamanan nasional, namun lebih untuk menekan agar RIM membuka server di Indonesia. Karena ada adanya server di Indonesia, imbasnya adalah pada pengguna BB yang akan mendapatkan beban biaya lebih murah. Setidaknya itulah yang diungkapkan Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutadi, Senin (2/8/2010).


"Concern beberapa negara soal keamanan internet dan email BlackBerry sama dengan Indonesia. Jadi bukan tidak mungkin kalau BlackBerry tidak buka server di sini, juga sama nasibnya (diblokir-red.). Kita kan tidak tahu apakah data-data yang dikirimkan tersebut apakah dibaca atau tidak oleh pihak ketiga," ujar Heru.   

Pemerintah sudah sejak tahun lalu mendesak RIM untuk membuka perwakilan resmi dan membangun servernya di Indonesia. Apalagi pasar BlackBerry di Indonesia cukup besar.


Lain lubuk lain belalang. Kalau UAE dan Arab Saudi beralasan keamanan Nasional, Indonesia beralasan soal harga murah. Dasar Indon, tak jua pikirkan kedaulatan!


berita lainnya:
http://www.detikinet.com/read/2010/08/07/152848/1415612/328/blackberry-vs-kedaulatan-indonesia?nhl

NU: PUASA RAMADHAN MENUNGGU RUKYATUL HILAL

Awal puasa Ramadhan 1431 H/2010 M menunggu rukyah. Meski NU telah memprediksi awal puasa Ramadhan 1431 H/2010 M dalam hisabnya beberapa tahun sebelumnya, tetapi tidak dalam posisi menentukan. Rukyah sebagai penentu; dan hisab sebagai pendukung rukyah untuk memperoleh hasil yang berkualitas.
Berdasarkan sunnah rasul, maka NU akan menyelenggarakan rukyatul hilal bil fi’li atau observasi hilal di lapangan untuk awal Ramadhan 1431 H pada hari Selasa, 10 Agustus 2010 di sembilan puluh titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU. Rukyah akan dilaksanakan oleh seratus dua puluh perukyah bersertifikat nasional di samping para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan pesantren setempat, serta bekerja sama dengan instansi terkait. Dalam pada itu LF PBNU akan menerjunkan sebagian anggota pengurus untuk memantau langsung pelaksanaan rukyah di lapangan. Hisab digunakan untuk memandu dan memudahkan pelaksanaan rukyah sekaligus sebagai kontrol terhadap tingkat akurasi rukyah. Sebaliknya rukyah merupakan instrumen koreksi hisab.
Hasil penyelenggaraan rukyatul hilal bil fi’li dilaporkan kepada PBNU dan Departemen Agama dengan kriteria-kriteria yang ditentukan, baik secara syar’i, astronomis maupun secara teknis administratif.
Dari hasil laporan itu NU tidak secara serta merta langsung mengumumkan tentang sikapnya mengenai awal ramadhan 1431 H, namun melaporkan terlebih dahulu kepada Menteri Agama dalam Sidang Itsbat pada malam itu juga. Hal ini dilakukan sebagai wujud partisipasi dan pengakuan NU bahwa hak Itsbat itu adalah hak negara yang didelegasikan kepada Menteri Agama. Prosedur ini didasarkan pada tradisi para sahabat yang melaporkan setiap hasil rukyah kepada Nabi Muhammad saw baik selaku rasul Allah maupun selaku  kepala negara pemegang hak Itsbat.
Itsbat Menteri Agama didasarkan pada rukyah dan hisab sebagaimana rekomendasi tahun 2003 yang dikeluarkan oleh Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI dan ormas Islam se-Indonesia.
Setelah Menteri Agama menerbitkan Itsbat, kemudian PBNU menggunakan hak Ikhbar untuk mengumumkan sikap NU tentang awal ramadhan 1431 H yang didasarkan pada rukyah dan didukung dengan ilmu hisab.
Jadi puasa ramadhan 1431 H menunggu hasil rukyah yang akan diselenggarakan pada hari Selasa, 10 Agustus 2010, yang kemudian akan diitsbatkan oleh Menteri Agama. 

Jakarta, 2 Agustus 2010

KH A. Ghazalie Masroeri
Ketua Lajnah Falakiyyah PBNU