Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

28 Sep 2010

Mengintip Gaji & Fasilitas Bos BUMN

Berapa sih penghasilan Bos-bos BUMN? Yuk, kita intip, mata merem sebelah ya, jangan merem semua.

1. PT Aneka Tambang Tbk 
Jumlah gaji dan tunjangan lainnya untuk komisaris dan direksi perseroan adalah sekitar Rp27,7 miliar. Jumlah gaji dan tunjangan itu untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009. Dengan asumsi sekitar 65 persen dari total gaji dan tunjangan itu atau sekitar Rp18,06 miliar untuk direksi, maka dari enam direksi BUMN itu, masing-masing akan menerima gaji dan tunjangan sekitar Rp3,01 miliar per tahun atau Rp250,8 juta per bulan. Namun, jumlah gaji dan tunjangan komisaris serta direksi perseroan itu turun dibanding 2008 yang mencapai Rp46,3 miliar.

2. PT Timah Tbk
Berdasarkan data laporan keuangan auditan per 31 Desember 2009, jumlah gaji dan bonus lima direksi Timah sebesar Rp12,7 miliar dengan perincian gaji Rp4,8 miliar dan tantiem Rp7,8 miliar. Dari data tersebut, masing-masing direksi akan menerima gaji (belum termasuk bonus) minimal Rp962,2 juta per tahun atau sekitar Rp80 juta per bulan. Jumlah gaji dan tantiem direksi tersebut turun dibanding 2008 yang mencapai Rp13,2 miliar. Perinciannya, gaji sebesar Rp4,4 miliar dan bonus Rp8,8 miliar. 

3. PT Bukit Asam Tbk 
Total gaji dan tunjangan direksi serta komisaris perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp20,5 miliar. Jika diasumsikan sekitar 65 persen dari total gaji dan tunjangan tersebut, atau sekitar Rp13,3 miliar untuk direksi, masing-masing direktur BUMN tambang yang mencapai enam orang itu akan menerima gaji dan tunjangan minimal Rp2,2 miliar atau Rp185 juta per bulan. Meski demikian, jumlah gaji dan tunjangan direksi serta komisaris BUMN itu meningkat sekitar 10,2 persen dari sebelumnya Rp18,6 miliar per akhir 2008. 

4. Bank Mandiri 
Hasil rapat umum pemegang saham pada 4 Mei 2009 menyetujui penyesuaian gaji Direktur Utama Bank Mandiri menjadi sebesar Rp 166 juta netto per bulan atau mengalami kenaikan sebesar 11,06% dari gaji netto yang berlaku sebelumnya. Sedangkan, total gaji, tunjangan dan bonus yang diberikan kepada 11 anggota direksi Bank Mandiri berjumlah Rp93,08 miliar per tahun atau setara dengan Rp7 miliar per bulan. Jadi satu orang anggota direksi Bank Mandiri rata-rata mendapatkan Rp705 juta per bulan. Itu belum termasuk fasilitas berupa perumahan, transportasi dan santunan. 

Perincian penghasilan 11 bos Bank Mandiri selama setahun: 
Gaji Rp27,57 miliar, tunjangan yang mencakup THR, cuti, kesehatan dan handphone Rp17,51 miliar, bonus Rp48,0 miliar.

Sedangkan, fasilitas yang diperoleh oleh 11 orang anggota direksi adalah mencakup: Perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan (dapat dimiliki) Rp 4,69 miliar.  

5. TELKOM 
PT Telkom merupakan BUMN yang juga memberikan gaji besar kepada anggota direksinya. Untuk tahun anggaran 2009, berdasarkan laporan keuangan Telkom seorang direktur utama, Rinaldi Firmansyah memperoleh penghasilan Rp7,22 miliar selama setahun atau Rp602 juta per bulan. Penghasilan itu terdiri atas gaji, tunjangan, asuransi dan tunjangan lainnya. Sedangkan, seorang direktur Telkom rata-rata memperoleh penghasilan sebesar Rp6,53 miliar per tahun atau Rp544 juta per bulan. 

6. PLN 
PLN belum menjadi perusahaan publik. Namun demikian, PLN juga merupakan perusahaan negara yang menggaji tinggi kepada direksinya. Ketika Kementerian BUMN dipimpin oleh Sofyan Djalil, pada Mei 2009 lalu, sang menteri membuat keputusan baru untuk menaikan gaji direksi PLN dari semula Rp45 juta menjadi Rp145 juta per bulan. 

Pertimbangannya, PLN yang kini dipimpin oleh Dahlan Iskan merupakan BUMN sangat strategis serta mengelola aset dalam jumlah besar, yakni total Rp350 triliun. Dengan demikian, tanggung jawab yang diemban juga sangat besar. [dari berbagai sumber]

Indofair 2010: Suriname Berharap Produk Teknologi Indonesia

Paramaribo,- 
Indofair 2010, merupakan festival budaya dan seni Indonesia serta pameran dagang produk Indonesia yang diselenggarakan di Ibukota Suriname, Paramaribo. Indofair 2010 dibuka Sekjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Wardiyatmo, berlangsung dari 24 September hingga 2 Oktober 2010.

Bob Saridin, Pemilik Sri Abadi Trading, importir berbagai produk dari Indonesia, menyayangkan pengusaha asal Indonesia yang hanya berminat memasarkan produk-produk yang sudah menguasai pasar Suriname seperti batik, kerajinan, mebel. Sementara pada kenyataannya, pengusaha Suriname sendiri telah menggeluti impor komoditas tersebut. 

"Akibatnya, apa yang dilakukan pengusaha Indonesia dengan memasukkan produk-produk itu, justru menjadi saingan pelaku usaha lokal." Ujar penggagas Indofair ini.

Ia berharap, ke depan pengusaha Indonesia menfokuskan pada pemasaranan produk-produk teknologinya ke Suriname, yang mana saat ini masih dikuasai oleh Amerika dan Eropa.

Harapan Bob Sakrie Saridin, Pengusaha Suriname yang kakek moyangnya berasal dari Jawa Timur ini, mengungkapkan bahwa saat ini produk-produk Indonesia yang sudah masuk ke negara tersebut antara lain mebel, aneka kerajinan, garmen dan pakaian, makanan maupun farmasi.

"Kita mengharapkan produk-produk teknologi juga masuk pasar Suriname seperti alat-alat pertanian, barang-barang elektronika atau fotografi dan komputer." Kata Bob Saridin.

Menurut Bob, kawasan Karibia dengan 6 negara utama dan Suriname sebagai pintu gerbangnya. Karena itu, tantangan bagi  produk-produk teknologi Indonesia untuk masuk kawasan Karibia, mulai dari Suriname. Dan Indofair, adalah salah satu sarana untuk melakukan promosi untuk meningkatkan hubungan dagang.

"Kalau tidak investasi dari sekarang maka tidak akan kompetitif lagi. Indonesia harus lebih agresif memasarkan produk teknolginya ke sini." Kata Bob yang berharap Indofair 2010 akan mengalami kenaikan transaksi sekitar 10 persen dibandingkan Indofair tahun lalu yang mencapai 30.000 dolar AS per hari.

Menurut Bob Saridin, Indofair yang antara lain berupa pameran produk-produk Indonesia itu merupakan kegiatan tahunan, yang mana tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke 10 kalinya dan peserta menyatakan puas mengikuti ajang ini.

Indofair pertama kali digelar pada tahun 2001 dengan peserta hanya 5 badan usaha lokal. Seiring perjalanan waktu, Indofair terus mengalami peningkatan, seperti tahun ini, Indofair 2010 diikuti 33 peserta, termasuk warung dan 65 stand.