Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

Kecap Manis 'Black Gold' Optimis Diterima Baik Oleh Pasar

Oleh Mahar Prastowo, Media Profesi

Pangsa pasar kecap manis masih potensial di Indonesia. Dari hasil riset independen Millward Brown 2010, menunjukkan bahwa lebih dari 50% penggunaan kecap manis di rumah tangga di 5 kota besar di Indonesia (Jabotabek, Medan, Semarang, Surabaya, Bandung) adalah sebagai bumbu dan penyedap makanan. Dengan posisi Black Gold sebagai kecap manis yang mampu meresap lebih baik sehingga menghasilkan citarasa masakan yang lebih kaya, kami sangat optimis produk ini akan diterima baik di pasar.” Ujar Andra Wibisana, Brand Manager Black Gold.

Kecap manis Black Gold adalah inovasi baru kecap untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kecap manis yang membuat masakan semakin istimewa, karena dibuat dengan resep khusus yang mampu membawa semua bumbu meresap lebih baik ke dalam setiap lapisan masakan sehingga semakin kaya rasa, penampilan masakan lebih menggugah selera dan aroma lebih harum.

“Sebuah kebahagiaan jika saya dapat memasak makanan favorit keluarga. Namun untuk menyajikan masakan dengan citarasa tinggi, saya harus selektif memilih bahan dan bumbu berkualitas untuk menciptakan masakan yang lezat dan penampilannya mengundang selera. Di area ini, harus saya akui bahwa memasak daging cukup sulit bagi saya karena bukan saja cara memasaknya harus benar, namun temperatur dan waktu masak harus diperhitungkan,” katanya Artika Sari Devi, finalis kontes Ratu Sejagat 2005 yang juga ibu rumah tangga.

Ia mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran kecap manis  Black Gold yang mampu membawa bumbu-bumbu meresap sampai ke setiap lapisan masakan sehingga setiap masakan yang dibuatnya rata-rata tampil lebih baik. 

Edwin Lau, koki ternama Indonesia memberikan kesaksian, setelah mendapat contoh kecap manis ini, terilhami menciptakan resep keluarga.

“Kecap ini mengilhami saya untuk menciptakan sebuah resep masakan istimewa Gyoza-Vagant yang tidak hanya lezat, namun juga sehat untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.” Kata Edwin.

Ternyata tak hanya Edwin lau, tapi juga William Wongso, tokoh kuliner Indonesia, sebagai seorang kuliner, ia merasa sangat senang dengan hadirnya kecap manis ini.

“Pada saat saya roadshow atau demo masak, banyak ibu-ibu yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa kesulitan memasak daging, baik itu daging sapi atau kambing atau daging lainnya. Menurut mereka, ketika memasak daging, bumbu-bumbu yang digunakan hanya terasa di lapisan luar karena bumbu-bumbu tersebut kurang meresap ke dalam daging.” Ujar William yang menurutnya kehadiran kecap ini sangat membantu kaum ibu.

Sementara itu, pengusaha sekaligus koki tiga restoran papan atas di kawasan Plaza Senayan dan Senayan City, Gabriele Noe, ia terinspirasi menciptakan resep omelet sayur isi daging kambing 5 rasa yang akan segera menjadi menu baru restorannya.

“Setelah menggunakan kecap manis Black Gold sebagai penyedap rasa, ternyata bumbu-bumbu yang saya gunakan dapat meresap dengan sangat baik ke dalam setiap lapisan masakan sehingga rasanya benar-benar kaya. Selain itu aroma masakan lebih harum serta warna masakannya yang lebih menarik.” Ungkap Gabriele.

Menanggapi kehadiran kecap manis Black Gold oleh Heinz ABC ini, Billy Boen, seorang pakar pemasaran dan penulis buku laris “Young on Top” memberikan penilaian tajam.

“Demi memberikan yang terbaik kepada konsumen, sebuah perusahaan harus selalu berinovasi di segala sektor, apakah di area produk, proses ataupun strategi perusahan yang sejalan pula dengan salah satu pakem ilmu pemasaran marketing mix yang terdiri dari 4P, yaitu Product (produk), Price (harga), Place (saluran distribusi) dan Promotion (promosi). Dalam hal ini, Black Gold merupakan inovasi di sektor pengembangan produk. Karena produk ini didisain khusus untuk menyempurnakan masakan, maka akan sangat menarik untuk diikuti perkembangannya, terutama bahwa produk ini harus diarahkan kepada target pasar yang tepat untuk menjamin penerimaan pasar termasuk dukungan industri kuliner yang memiliki tingkat penyerapan produk kecap sangat tinggi.” Pungkas Billy.


Yani Motik: Pengusaha Pribumi Siap Berkompetisi di Kancah Global


Yani Motik
Yani Motik, kandidat Ketua Umum HIPPI -Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 punya cita-cita luhur untuk membawa pengusaha pribumi siap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dan siap berkompetisi di era persaingan global.

Karena mau tidak mau, suka tidak suka, tidak ada lagi istilah ada kata tidak siap dalam menghadapi bakal membanjirnya masuk produk dari luar. Hal ini sudah mulai terasa dengan mulai masuknya baik mainan, pakaian jadi, elektronik dan lain sebagainya ke wilayah negara Indonesia. Pertanyaannya adalah sejauh mana kesiapan pengusaha kita dan industri dalam negeri mempersiapkan diri untuk bisa bersaing?

Persoalan ini rupanya sudah menjadi visi Yani Motik bilamana dia dipercaya menjadi Ketua Umum HIPPI bakal menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang kondusif, bersih dan transparan yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya bagi anak bangsa atau pengusaha pribumi untuk dapat berperan serta secara efektif dalam pembangunan nasional pada tatanan ekonomi pasar dalam percaturan perekonomian global.

Menurut satu-satunya calon Ketua Umum yang mewakili dari kaum hawa ini, dalam menghadapi persaingan pasar bebas, kita harus terlebih dahulu memetakan kekuatan dari dunia usaha di berabagai daerah, dengan cara mendengarkan masukan dari seluruh komponen untuk bersama-sama maju dalam berkompetisi secara sehat.

Penguatan yang patut mendapat perhatian khusus adalah kalangan usaha kecil menengah (UKM). Langkah yang dilakukan dengan cara mendengar masukan dari pihak UKM guna mengetahui kebutuhan mereka. “Kalau mereka tidak bisa berkembang karena persoalan teknologi misalnya, maka teknologinya yang diupgrade. Kalau persoalan pasar dibantuin pasarnya,” ujar Yani di sela Munas HIPPI ke-7.

Lebih jauh dia mengungkapkan, kita tidak bisa lagi memproteksi, tapi kita bisa bermain di aturannya itu, dengan melihat celah-celahnya yang bisa mengurangi mereka masuk. “Sama halnya dengan negara maju juga melakukan proteksi dengan peraturan dalam melindungi industri dan pasar dalam negerinya. Jadi anggun saja kita mainnya,” ujar wanita yang siap menjadi Ketua Umum HIPPI.

Diakuinya, tentu yang jelas HIPPI tidak bisa jalan sendirian. HIPPI akan bisa jalan kalau bergandengan tangan dengan pemerintah, karena masalah kebijakan. Masalah pelayanan itu merupakan tugas pemerintah yang punya tanggung jawab dalam membuat kebijakan melindungi kalangan industri dan pelaku usaha di dalam negeri. Sementara HIPPI hanya salah satu bagian yang disitu tugasnya mengingatkan dan memberikan masukan kepada pemerintah.

Selain itu HIPPI punya kewajiban dalam membenahi pengusahanya sendiri dalam memberikan kontribusi yang dominan dari dunia usaha asli pribumi yang solid, kreatif dan berdaya saing tinggi.

Hal ini dituangkan dalam visinya yaitu mengembangkan dan membina kemampuan, kegiatan dan kepentingan pengusaha primbumi, serta memadukan secara seimbang keterkaitan antar potensi ekonomi nasional di bidang usaha negara, usaha koperasi dan usaha swasta, antar sektor dan antar skala.

Tak heran bila Yani bangga akan begitu besarnya potensi sumber daya alam dan kemampuan bangsa untuk bangkit dan membangun negeri dengan rasa percaya diri.

Dia juga bangga begitu besarnya kebhinnekaan dengan semangat toleransi tinggi dan rasa kebersamaan sebagai pribumi untuk mengangkat harkat perekonomian bangsa dalam kiprah pasar global.

Sementara misinya, adalah HIPPI sebagai wadah komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha pribumi, antara pengusaha pribumi dan pemerintah, dan antara para pengusaha pribumi dan para pengusaha asing.

Mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan professional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional. (Syam/MP)

Peran Penting HIPPI Hadapi Persaingan Pasar Bebas



Ketua Umum HIPPI, Suryo B. Sulisto mengungkapkan, tugas ke depan kita sangat berat, bahwa kita tahu tantangan yang dihadapi bangsa ini tidak kecil, persaingan dengan negara-negara lain makin keras dan makin ketat di era pasar bebas. “Dimana dengan mudah produk-produk asing itu masuk ke negara kita, dan ini akan berdampak kepada keberlangsungan banyak usaha-usaha daripada teman-teman kita,” kata Suryo.

Untuk itu kita harus menyikapinya sama dengan sikap yang diambil banyak negara, yaitu pijakan kita harus kepada melindungi industri dalam negeri, kepentingan nasional kita, untuk kita bias mengamankan eksistensi daripada lapangan-lapangan kerja bangsa Indonesia.

Berita selengkapnya klik judul diatas.

HIPPI Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) akan mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-7 pada 26 hingga 28 November 2010 dengan tema ‘Pemantapan Peranan HIPPI mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional’ dan sekaligus memilih ketua umumnya yang baru.

Munas kali ini diikuti oleh 33 perwakilan HIPPI utusan dari daerah seluruh Indonesia. Munas ini merupakan tonggak penting yang dapat merubah wujud organisasi HIPPI sebagai organisasi kepentingan yang sebelumnya bercorak “vested-interest” menjadi “professional organization”.

Ada lima orang kandidat yang masuk bursa dalam memperebutkan kursi orang nomor satu di HIPPI, dan salah satunya adalah wanita. Mereka adalah Drs, Yockie M.Hutagalung MM, Suryani Motik, Herman Suprobo, Ilhami Ilyas dan Dr. Dhaniswara Harjono, SH.

Berita selengkapnya klik judul diatas.