Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

Mau Sukses? Gaul sama Orang Sukses!




GENERASIINDONESIA – Memilih teman bergaul  ternyata berpengaruh terhadap keberhasilan. Nah, lho? Setidaknya hal itu yang dikatakan Riezka Rakhmatiana, entrepreneur muda yang sukses meraup rupiah dari bisnis kuliner ringan “Pisang Ijo”, di depan peserta seminar entrepreneurship TI Fair 2011 yang diadakan oleh jurusan Teknik Industri Usakti di Smesco, Sabu (30/4)
Riezka bicara soal teman bergaul tentu saja bukan sembarang bicara, tapi ia menyitir sebuah ungkapan keteladanan dalam pergaulan dari Nabi Muhammad, bahwa untuk melihat siapa seseorang itu, lihatlah siapa teman bergaulnya.
“Artinya, bukan berarti dalam bergaul lantas pilih-pilih, tapi misalnya bercita-cita mau jadi pengusaha sukses, bergaul-lah dengan pengusaha sukses. Atau setidaknya bergaul dengan orang yang telah lebih dahulu memulai bisnis seperti dalam bisnis yang kita tekuni.” Ujar eksekutif muda yang di kantornya menggelar pengajian seminggu sekali ini.
Berbekal pergaulan itu pula, Riezka bagai anak panah terlepas dari busur ketika melakukan bisnisnya. Ia tak berhenti di Just Mine dan Pisang Ijo. Ia juga merambahi bisnis yang selalu melekat dalam kebutuhan sehari-hari  masyarakat, yakni seluler dan laundry dengan mengibarkan bendera Ezka Cell dan Ezka Laundry.
Tentu, bukan sekedar hoki semata. Ia pun pernah mengalami masa-masa sulit dalam usaha, namun dengan tetap semangat dan fokus, ia menjadi pengusaha muda yang sukses seperti sekarang. laman asli di www.gi.com

Usung Album Thank You Allah, Maher Zain Warnai Musik Indonesia

Sony Sandingkan Maher dengan Fadli PADI

Jumat, 29 April 2011 - 00:51:37 WIB Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 3.537 kali

Fadli (Vokalis PADI) bersama Maher Zain

GENERASIINDONESIA - Sukses di berbagai Negara di Amerika dan Eropa dan terutama Timur Tengah, kini Maher Zain menjajal pasar musik Indonesia dengan album Thank You Allah, disandingkan bersama Fadli, Vokalis Band PADI. Album Thank You Allah pernah dirilis sebelumnya pada Nopember 2009 dan berhasil mencapai peringkat I di tangga lagu Amazon’s World Music.

"Saya ingin memberikan nuansa baru musik Islami yang lebih ngepop secara musical namun tetap religius. Saya ingin lebih banyak orang dapat mendengar banyak hal seperti dalam album ini dimana saya bercerita tentang Islam, cinta, perdamaian, harapan, kehidupan dan banyak hal lainnya.” Ujar Maher Zain, di sela acara bincang-bincang dengan Wartawan di Mario’s Place Menteng Huis,  Jakarta.

Maher, sebelum menjadi penyanyi nasyid, pernah menjadi produser, tapi karena ia kurang puas sementara ia selain bisa mencipta lagu sendiri juga punya talenta menyanyi, maka ia memutuskan untuk menggeluti dunia tarik suara yang bukan hal asing baginya.

Maher berkebangsaan Swedia keturunan Lebanon, Pemuda kelahiran Maret 1981 itu dengan lantunan lagu-lagu religious telah menyihir banyak kalangan di berbagai Negara, sebut saja Negara seperti Australia, Aljazair, Belgia, Kanada, Mesir, Belanda, Prancis, Swedia, dan Amerika dan kini juga memikat Asia Tenggara terutama Malaysia dan Indonesia.

Popularitas Maher Zain di Indonesia tak lepas dari lagu-lagu yang dibawakannya, selain warnanya yang cukup popular sebagaimana Nasyid lainnya, ia memiliki lagu “Sepanjang Hidup” yang ia nyanyikan dengan bahasa Indonesia. Belum genap 24 jam, member Maher Zain Indonesia Fans Club (MZIFC) telah mencapai hampir sepuluh ribu atau naik lebih dari seribu member dibanding sehari kemarin, dan sangat mungkin akan naik dengan cepat setelah penampilannya di sinetron Pesantren & Rock n Roll. Belum lagi member di jejaring sosial Facebook secara global yang terus merangkak menuju setengah juta orang.
.
Unduh / Syair lagu Thank You Allah? Klik Free Download

Gelar SKF2011, Industri Lokal Butuh Proteksi

Pameran Sepatu, Kulit & Fashion (SKF) Produksi Indonesia 2011, JCC 28 April-1 Mei


Pilih Hari, 28 April 2011 - 17:22:36 WIB                                                   Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 11.242 kali




GENERASIINDONESIA – Gelar Sepatu Kulit & Fashion 2011 akan berlangsung selama empat hari kedepan, mulai hari ini, Kamis (28/4) hingga Minggu (1/5) mendatang.  Sebanyak 165 perajin hadirkan aneka ragam produk berbahan kulit mulai dari sepatu hingga jaket, tas dan asesoris. Berlangsung di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center, Pameran Sepatu, Kulit & Fashion (SKF2011) ini menjadi cermin industry persepatuan dan fesyen tanah air.

Pameran Sepatu, Kulit & Fashion - SKF2011, kali ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Kementrian Perindustrian,  Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI), dan Asosiasi Persepatuan mdonesia (Aprisindo) serta didukung Disperindagkop beberapa daerah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur

Menteri Perindustrian MS Hidayat usai berkeliling boothstand para peserta istirahat sejenak di VIP Room sambil berbincang dengan Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Ir. Nita Yudi, MBA. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya pameran ini. Terlebih produk-produk yang diikutkan merupakan murni produk dalam negeri dan banyak yang telah bersaing dalam kompetisi pasar internasional.

Nita Yudi turut mendampingi Menteri Perindustrian dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Iwapi, yang mana banyak anggotanya juga turut menjadi peserta dalam pameran ini seperti Nana Hasanah dengan bendera Dahayu Citra Busana, Luthfia (Fifi Collection) dengan produk tas kulit (sapi, ular air, piton, kobra) serta asesoris lain serba kulit, Sabrina, serta Ida Nangyu dengan produk tas dan aksesori kulit ular piton yang produk-produknya dapat dijumpai di boothstand Indira Leather Phyton Skin.

Menurut MS Hidayat, dengan digelarnya pameran seperti ini, pelaku industri dalam negeri yang kebanyakan adalah UKM, seharusnya dapat mengoptimalkan akses pasar dalam negeri untuk membendung arus importasi akibat perjanjian CAFTA yang menurutnya harus diubah dari Free Trade menjadi Fair Trade.

Akan halnya Nita Yudi, selain sependapat dengan MS Hidayat, ia juga melihat sisi positif dari CAFTA, bahwa di Jawa Timur sejak tahun lalu telah masuk beberapa investor asing termasuk dari China dan Vietnam. Dengan masuknya investasi, berarti ada tenaga kerja yang terserap.

“Tapi menjadi catatan bagi pemerintah di Jawa Timur, agar meningkatkan program pelatihan bagi tenaga kerja pendukung produksi alas kaki. Saat ini saja Jawa Timur butuh 45.000 tukang jahit untuk pabrik alas kaki. Jangan sampai terjadi pembajakan atas tenaga kerja terampil dari pabrik alas kaki lokal.” Ujar Nita Yudi.

Apa yang dikatakan Nita Yudi dibenarkan Purnomo Probo Nugroho, pemilik sandal fashion bermerek Dhiif’s. Masuknya investasi asing ternyata tak diimbangi dengan pelatihan yang cukup secara kuantitas sehingga terjadi apa yang disebutnya pembajakan tenaga kerja. Ditempatnya saja, yang sebelumnya memiliki 150 tenaga kerja, kini tinggal 50 orang saja. Sehingga kapasitas produksi juga menurun drastis dari 7.000 pasang perhari kini hanya mampu sekitar 2.000 pasang perhari. Pelatihan tenaga kerja dan pembinaan akan menjadi proteksi agar bisa tetap survive disamping perlu proteksi pasar. Dengan kenyataan ini, Purnomo kemudian mengubah strategi dalam berbagai hal mulai dari produksi hingga pemasarannya. Artikel Asli DISINI

Press Release "2 di Batas Cakrawala"



”Setelah 25 Tahun Menghilang, Mereka Kembali Pulang”

Peluncuran Antologi Puisi dan Bedah Buku
2 di Batas Cakrawala
Karya Nana Ernawati & Dhenok Kristianti

“”
“”
Sebagaimana ranah kehidupan yang lain, dunia sastra di Indonesia senantiasa ditandai oleh  kehadiran dan kepergian para penghuninya.  Selalu saja terjadi kehadiran penghuni baru, keberadaan dan kiprah penghuni lama serta kepergian satu atau beberapa penghuninya. Sekali waktu muncul pemandangan lain, yakni kembalinya satu atau beberapa penghuninya yang sempat menghilang kembali. 

Pada 2011 ini, dua penghuni rumah sastra Indonesia yang lama menghilang, Nana Ernawati dan Dhenok Kristianti  “tiba-tiba” kembali. Sebelumnya, keduanya dikenal sebagai pekerja sastra  yang aktif menghiasi ruang-ruang sastra di media massa, antologi dan berbagai medium sastra dengan karya-karya mereka, baik puisi  maupun prosa. Keduanya dikenal sebagai penyair Yogyakarta dekade 1980-an

Nana Ernawati mengawali kepenyairannya sejak terpilih  sebagai juara II Lomba Cipta Puisi Renas yang diadakan Harian Berita Nasional Yogyakarta. Sejak saat itu puisi-puisi dan cerpennya acap menghiasi berbagai harian seperti Kedaulatan Rakyat, Berita Nasional, Sinar Harapan dan lain-lain. Beberapa karya perempuan penyair kelahiran Yogyakarta 28 Oktober 1961 ini juga menghiasi antologi “Penyair Tiga Generasi”, “Tugu”, dan “Tonggak 4”.

Sementara Dhenok Kristianti dikenal sebagai penyair yang karya-karyanya kerap dipublikasikan di berbagai surat kabar dan majalah seperti Sinar Harapan, Berita Nasional, Minggu Pagi, Suara Karya dan Majalah Kebudayaan Basis. Sebagaimana Nana beberapa puisinya juga menyemarakkan antologi puisi seperti “Penyair 3 Generasi”, “Menjaring Kaki Langit”, “Tugu”, serta “Tonggak 4”.

Perempuan kelahiran Yogyakarta 25 Januari 1961 ini juga menulis cerita pendek (cerpen). Cerpen-cerpennya kerap muncul di ruang-ruang sastra media cetak seperti  Sinar Harapan, Bali Post, Kartini, Hai, dan Nova. Beberapa kali ia memenangi lomba cerpen dan penghargaan. Di antaranya  dari majalah  Hai dan Zaman (1978 dan 1979); juara I lomba penulisan cerpen yang diadakan Kopertis Wilayah V; juara I penulisan cerpen yang diadakan Majalah Kartini (1987). Pada 2003 cerpennya juga terpilih sebagai salah satu pemenang Lomba Menulis Cerita Pendek yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional.

Kalangan pekerja sastra, seperti penyair Joko Pinurbo  menilai Nana dan Dhenok sebagai dua penyair berbakat sekaligus bagian penting dari dunia puisi Yogyakarta pada 1980-an. Bahkan Andrik Purwasito, penyair lain yang juga guru besar pada FISIP UNS, menilai puisi-puisi mereka patut diperhitungkan dalam percaturan puisi Indonesia. (2 di Batas Cakrawala, Galang Press, 2011)

Namun selepas dekade 1980-an dunia sastra Indonesia seakan kehilangan jejak kepenyairan mereka. Joko Pinurbo menyebut keduanya ditelan rejim rumah tangga dan pekerjaan. Dunia lain memaksa mereka meninggalkan dunia sastra.

Nana menikah dengan seorang politikus, tinggal di Jakarta, dikaruniai tiga anak. Dhenok kini tinggal di Bali bersama suami dan ketiga anaknya karena harus mengikuti suaminya yang bertugas di pulau dewata itu. Dhenok bekerja sebagai guru di Gandhi Memorial International School Bali setelah  sebelumnya mengajar di Sekolah Pelita Harapan – Lippo Karawaci Tangerang  


Puisi tak pernah mati
Namun puisi tak pernah mati, bagi yang mencintainya.”Kredo” penyair Mustofa W Hasyim itu juga berlaku bagi Dhenok dan Nana. Puisi,  kata Joko Pinurbo, sangat mengasihi dan merindukan keduanya dan dengan caranya sendiri menjemput mereka dari rumah persembunyian, dari kematangan usia 50.

Bahkan Bambang Widyatmoko, penyair yang juga dosen di Universitas Mercu Buana Jakarta mengatakan, seperti magma yang telah lama tersimpan di perut Gunung Merapi, demikian pula Dhenok dan Nana. “Tiba-tiba saja mereka berdua mengeluarkan erupsi dengan sajaksajak yang bernas, matang, dan tentu menyuburkan jagad sastra Indonesia modern kita,” kata Bambang.

Ya, kini keduanya telah kembali ke rumah sastra Indonesia. Kehadiran mereka ditandai dengan terbitnya antologi bersama 2 di Batas Cakrawala.  Melalaui antologi itu keduanya seperti ingin mengatakan bahwa puisi sangat mengasihi dan merindukan keduanya dengan caranya sendiri. Pada jiwa mereka puisi terbukti tak pernah mati

Dari segi literer Joko Pinurbo menilai sajak-sajak yang tmapil di dalam antologi 2 di Batas Cakrawala sebagai sajak-sajak yang bersahaja, yang tidak dibelepoti oleh kenorakan dan kerumitan bahasa. Ahmadun Yosi Herfanda, anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta menilai sajak-sajak dalam buku ini mengesankan para penyairnya percaya bahwa untuk menciptakan keindahan ... tidak perlu melalui bahasa yang rumit dan gelap serta penuh lambang-lambang yang sulit ditebak maknanya.

Meskipun demikian, tutur Ahamdun, keduanya tetap mampu menghadirkan metafor-metafor cukup segar dengan citraan-citraan yang hidup unik, dan indah, .... Sementara Andrik menilai keduanya sebagai para penyair dengan kekuatan akustik pada setiap bait puisi mereka dan jernih menyuarakan respon realitas. Erna selalu jujur dengan apa yang diyakininya dan Dhenok tak berbasa-basi dalam memandang kehidupan.

Boleh jadi dalam satu dua puisi kita menemukan keterbataan berucap, tapi kita juga akan menemukan pendar-pendar langkah menuju kamar sublimitas yang kita inginkan. (Willy Pramudya, 2011)

Dari segi non- literer, Ahmadun dengan tajam melihat sisi yang menarik pada kehadiran antologi ini, yakni menyatunya dua penyair yang berbeda agama dalam satu buku. Nana seorang Muslimah dan Dhenok seorang Kristiani. Puisi telah menyatukan dua hati yang berbeda keyakinan ke dalam sebuah buku kumpulan sajak yang penuh isyarat rasa persaudaraan, dengan binar-binar hikmah dan pencerahan.

Memang tidak dapat dipungkiri, pada banyak momentum dan kesempatan, puisi berpeluang membuka dialog antarbudaya dan antarkeyakinan, sehingga tumbuh sikap positif, untuk kemudian meminimalisir perbedaan yang ada, guna menumbuhkan rasa saling memahami dan menghormati. Di sinilah puisi berperan dalam menciptakan perdamaian dalam keharmonisan hidup.



Pengakuan Nana dan Dhenok

Mengapa ”2 DI BATAS CAKRAWALA”?

Bukan tanpa alasan kami memberi judul kumpulan puisi ini “2 di Batas Cakrawala”. Angka ‘2’ sudah pasti menunjukkan bahwa buku ini hasil keroyokan antara kami berdua (Nana Ernawati dan Dhenok Kristianti) yang sama-sama rindu pada masa lalu, sekaligus masih memiliki harapan akan masa depan.

Secara kebetulan memang kami masing-masing menulis puisi dengan
judul yang sama (Di Batas Cakrawala), meskipun cara pandangkami tentang topik yang satu ini sangat berbeda. Kata ‘di batas cakrawala’ berhubungan erat dengan perjalanan hidup kami yang sudah cukup panjang. Kami merasa bahwa saat ini kami berdua sudah tiba di garis batas, sehingga perlu berbenah untuk memasuki tahapan baru dalam proses hidup selanjutnya.

Kesadaran bahwa harus ada sesuatu yang kami kerjakan dalam memaknai keberadaan diri, memaksa kami menengok ke belakang dan… alangkah menyedihkan! Sekian tahun kami menenggelamkan diri dalam zona aman keluarga dan pekerjaan, tanpa mempublikasikan karya-karya kami, padahal Tuhan telah menitipkan sekeping talenta yang semestinya kami hargai dan kembangkan.

Memang tidak salah kami meletakkan keluarga dan pekerjaan di urutan pertama prioritas kami sebab keduanya adalah anugerah terindah dari-Nya. Meskipun demikian, sesungguhnya masih ada ruang untuk terus berkarya di tengah-tengah berbagai kesibukan, bahkan keluarga dan pekerjaan merupakan inspirasi terbesar bagi proses kreatif kami.

Itulah sebabnya, di batas cakrawala usia, kami memutuskan untuk mengumpulkan puisi-puisi yang kami tulis selama berada dalam ‘persembunyian’ yang kami ciptakan sendiri. Tentu saja kami memilih puisi-puisi yang sungguh menyuarakan perasaan dan pemikiran kami tentang berbagai masalah kehidupan. Beberapa di antaranya sengaja kami masukkan puisi-puisi yang pernah diterbitkan oleh media massa, sehingga buku ini benar-benar merupakan cermin perjalanan kami.

Anehnya, setelah kini tiba di batas cakrawala, tiba-tiba kami menyadari bahwa perjalanan belum selesai, belum boleh selesai. Karena itulah, bagi kami buku ini merupakan langkah awal untuk menjalani proses demi proses berikutnya. Selamat membaca!

Salam,
Nana Ernawati dan Dhenok Kristianti



Biodata

Nana Ernawati
Nana lahir di Yogyakarta 28 Oktober 1961. Pada dekade 1980-an Nana dikenal sebagai salah satu penyair di Indonesia. Kepenyairannya diawali ketika dia terpilih sebagai juara II dalam Lomba Cipta Puisi Renas yang diadakan oleh Harian Berita Nasional Yogyakarta. Sejak saat itu puisi-puisi dan cerpennya banyak diterbitkan oleh berbagai surat kabar seperti Kedaulatan Rakyat, Berita Nasional, Sinar Harapan dan lain-lain. Beberapa di antaranya menghiasi antologi “Penyair Tiga Generasi”, “Tugu”, serta “Tonggak 4”.

Nana menikah dengan seorang politikus dan dikaruniai tiga anak. Kesibukannya ‘memaksa’-nya meninggalkan sementara waktu dunia kepenyairan yang telah digelutinya. Walaupun begitu, kebutuhan batin untuk berpuisi tidak pernah benar-benar ditinggalkan. Ia tetap menulis, tetapi tidak dipublikasikan dalam waktu yang cukup lama.

Kini setelah putra-putrinya beranjak dewasa, Nana ‘terpanggil’ untuk kembali menerbitkan puisi-puisinya dalam sebuah buku kumpulan puisi. Kumpulan puisi ini dibuat berdua dengan sahabatnya, Dhenok Kristianti, sebagai suatu pembuktian bahwa meskipun sudah menjadi istri, perempuan masih mampu berkarya, juga pembuktian pada anak-anaknya, bahwa ibunya ada.

Dhenok Kristianti
Dhenok Kristianti lahir di Yogyakarta, 25 Januari 1961. Pada dekade 1980-an ia dikenal sebagai salah satu wanita penyair yang karya-karyanya banyak
dipublikasikan di media massa, seperti Sinar Harapan, Berita Nasional, Minggu Pagi, Basis, dan Suara Karya. Beberapa puisinya menyemarakkan antologi puisi “Penyair 3 Generasi”, “Menjaring Kaki Langit”, “Tugu”, serta “Tonggak 4”.

Dhenok juga menulis cerita pendek dan beberapa kali memenangi lomba. Ia pernah mendapat penghargaan dari Majalah Hai dan Majalah Zaman pada 1978 dan 1979. Ia juga meraih juara I lomba penulisan cerpen yang diadakan oleh Kopertis Wilayah V dan juara I penulisan cerpen yang diadakan Majalah Kartini tahun 1987. Pada 2003 cerpennya terpilih sebagai salah satu pemenang dalam Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP) yang diselenggarakan oleh Depdiknas. Beberapa cerpen lainnya pernah dipublikasikan di Sinar Harapan, Bali Post, Kartini, Hai, dan Nova.

Saat ini Dhenok tinggal di Bali bersama suami dan ketiga putranya. Ia bekerja sebagai guru di Gandhi Memorial International School Bali; setelah kepindahannya dari Sekolah Pelita Harapan – Lippo Karawaci Tangerang karena mengikuti suaminya yang bertugas di Pulau Dewata. (Galang Press, 2011)

Undangan Peluncuran Antologi Puisi "2 di Batas Cakrawala"


Rekan-rekan Media dan Pecinta Sastra Yth,

Dengan gembira kami mengundang Anda  
untuk menghadiri acara

Peluncuran Antologi Puisi
”2 di Batas Cakrawala”
Karya Nana Ernawati & Dhenok Kristianti
&
Bedah Buku
Bersama
Prof Dr Mudji Sutrsino SJ
(Pengajar Pasca Sarjana UI dan STF Driyarkara, Budayawan
Ahmadun Yosi Herfanda (Komie Sastra DKJ)  
Moderator: Willy Pramudya (Jurnalis Senior)

Acara akan berlangsung pada:
Hari Sabtu, 30 April 2011,
Pukul 16.00 WIB - Selesai
di 
Toko Buku Gramedia Matraman,  
Jalan Matraman, Jakarta.

Akan tampil memeriahkan acara ini:
Pembacaan Puisi oleh Rieke Diah Pitaloka
Musikalisasi Puisi oleh Jodi Yudono
Visualisasi Puisi oleh M Sinar Hadi dan SMA N 50
Biola: Putri 

Terimakasih atas kesediaan rekan-rekan untuk memenuhi undangan kami.


Hormat kami

Anggraini Pramudya & Mahar Prastowo
- Penyelenggara Acara -
 
Turut Mengundang: 
Nana Ernawati & Dhenok Kristianti
- Penyair -
 
NB: Mohon konfirmasi kedatangan ke alamat email berikut:
"mahar prastowo" < mahar.prastowo@gmail.com >
atau SMS Nama ke Nomor 0815 8579 2280

Kredit Macet UKM Hanya 1 Persen


 JurnalInacraft - “Kredit macet untuk UKM, hanya 1 persen. UKM yang menjadi mitra BUMN umumnya memiliki potensi dan prospek yang bagus, hanya belum bankable saja,” tutur Gatot M Suwondo, Direktur Utama BNI.

Hingga Maret 2011, posisi kredit usaha kecil BNI mencapai Rp 29 triliun. Dana ini diserap kalangan industri di luar kriya, namun memiliki kaitan yang erat untuk menunjang peningkatan perdagangan industri kriya. Dana itu dikucurkan untuk kredit pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang dilakukan oleh swasta, semisal pelabuhan, listrik, jembatan, maupun jalan raya.

Sementara untuk penyaluran kredit kemitraan non komersil dari penyisihan laba, melalui Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) mencapai Rp 105 miliar, yang umumnya disalurkan ke pengusaha yang bergerak di bidang kriya. 

Penurunan suku bunga Bank tidak akan berpengaruh besar terhadap pengrajin seni kriya Indonesia. Justru persoalannya adalah ketidaktahuan pengrajin, mengenai program-program yang diupayakan kalangan Perbankan dan BUMN dalam bentuk PKBL.

“Produk kita adalah produk seni, sementara Cina produk massal, untuk itu bila pasar dalam negeri lebih senang menggunakan produk seni, pasar dalam negeri tak terganggu oleh produk-produk dari Cina,” tutur Gatot.

Di perhelatan Inacraft ini, BNI melansir kartu BNI – Asephi (Asosiasi Eskportir dan Produsen handicraft Indonesia). Kartu ini memudahkan transaksi antar pengusaha kriya yang menjadi anggota Asephi. Selain itu, kartu ini dapat dimanfaatkan sebagai kartu ATM dan belanja bagi 2.500 anggota Asephi.

Peluncuran Kartu BNI – Asephi ditandai dengan penyerahan kartu secara simbolis dari Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, kepada Ketua Asephi DKI Jakarta, Dodi Hidayat, yang disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Mari E Pangestu, dan Ketua Umum Asephi, Rudy Lengkong.

Mendag Ajak Pengusaha China ke Inacraft "Lirik" Potensi Kriya Indonesia


JurnalInacraft Inacraft 2011 dalam pandangan Wakil Presiden Budiono menemui tantangan pasar bebas Asean dan Cina, namun sekaligus mengukur saing produk-produk seni Indonesia di mata dunia.

 Wapres Budiono juga mengimbau agara para pengusaha dan seniman mampu memanfaatkan Inacraft sebaik mungkinlah  ditengah situasi ekonomi yang makin membaik tahun ini, dan pasar luar negeri yang mulai melirik kembali produk-produk Indonesia.

Senada dengan Wapres Budiono, Menteri Perdagangan juga melihat pasar luar negeri seperti China, adalah potensi bagi pemasaran produk kriya Indonesia.

Dalam upaya mempertemukan pengrajin dengan pasar China di Inacraft 2011, Kementrian Perdagangan mengajak para pengrajin memahami tentang pasar Cina. Negeri yang telah menjadi kekuatan ekonomi global ini, telah merebut pasar sektor industri dengan kemampuannya memproduksi barang tiruan dengan cepat, massal dan harga murah. Produk-produk Cina yang membanjir, lantaran masyarakat Indonesia lebih memilih produk yang lebih murah dan enggan membeli produk dalam negeri.

Di Inacraft 2011 ini, Kementrian Perdagangan mengajak delegasi Asean China Entreprenuer Association, untuk melihat-lihat potensi kriya Indonesia. Untuk menjajaki kerjasama perdagangan. Mengingat, antara produk Cina yang bersifat massal dan produk kriya yang bersifat seni, memiliki pasar tersendiri di dua negara. Kedatangan para delegasi itu, memungkinkan pengusaha kerajinan Indonesia dapat mengembangkan ekspornya ke Cina, selain pasar Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Utara yang sedang menuju pemulihan ekonomi. 

Inacraft Event yang Selalu Ditunggu-tunggu


JurnalInacraft-Tak banyak event yang selalu ditunggu-tunggu tiap tahun di Indonesia. Kalau negeri ini memiliki pameran komputer dan otomotif yang selalu dibanjiri masyarakat, maka Inacraft yang pameran kriya itu, mampu menyamai popularitas pameran komputer dan otomotif.

Walhasil setiap tahun, di bulan April, Jakarta Convention Center selalu riuh dengan pelaku industri kreatif di bidang kerajinan tangan. Inacraft dengan pasti mengukuhkan diri menjadi pameran yang sukses menggabungkan konsep business to consumer dan business to business. Pameran ini menjadi semacam persilangan pertemuan tahunan, para pekerja seni memamerkan karya mereka. Pembeli asing yang kerap menghadiri Inacraft, di antaranya pembeli dari Singapura, Brunei, Jepang, Thailand, Australia, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan.

Di sisi lain, Inacraft menjadi semacam pelestari produk kriya yang dimiliki oleh seribu lebih suku bangsa di Indonesia. Dengan tema From Smart Village to Global Market, Inacraft memiliki harapan besar mengangkat  mengangkat pengrajin dari desa kecil menuju pasar global.

“Pameran ini memiliki fungsi dan tujuan untuk melindungai dan memfasilitasi produksi kerajinan tangan dan meningkatkan kualitasnya, agar pantas bersaing dengan produk dari negara lain,” ujar Bramantyo, Presiden Direktur Mediatama Binakreasi. Sebagai salah satu pameran kerajian tangan terbesar di Asia, pameran ini menjadi arena promosi kerajinan tangan produksi Indonesia, untuk pasar domestik dan internasional dengan kualitas tinggi.

Sebagai fungsi untuk melestarikan seni kerajinan tradisional, setiap tahun Inacraft selalu menampilkan ikon kerajinan tangan milik provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Tahun ini Lampung dengan seni dan budayanya menjadi ikon Inacraft 2011. Tahun lalu, Sumatera Selatan menjadi ikon dengan tema besar Seni di Bumi Sriwijaya.

Tema yang mengambil khasanah budaya provinsi-provinsi di nusantara ini sudah menjadi tradisi Inacraft sejak pertama kali dihelat pada 1999. Saat itu, Yogyakarta dengan seni kerajinannya, menjadi pusat perhatian pengunjung pameran itu. Berikutnya Bali dengan seni topeng di 2000. Menariknya, Asephi tidak hanya mengangkat tema wilayah-wilayah yang sentra industri kerajinannya sudah mapan. Namun wilayah-wilayah lain semisal Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah pernah menjadi ikon, dan menarik perhatian besar pengunjung.  

Sikap NU Terkait Bom Cirebon


Peryataan Sikap 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama 
Berkenaan dengan Bom Bunuh Diri 
Di Masjid Mapolresta Cirebon


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Seperti diketahui bersama bahwa pada hari ini, Jum’at, 15 April 2011 Jam 12.30 di Masjid komplek Polresta Cirebon telah terjadi ledakan bom yang diyakini merupakan bom bunuh diri yang memakan korban termasuk didalamnya Kapolresta Cirebon. Dengn ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan sikap sebagai Berikut :

1.     Bom bunuh diri yang dilakukan di masjid komplek Polresta Cirebon adalah perbuatan biadab dan tidak dibenarkan oleh agama. Untuk itu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengutuk keras atas tindakan tersebut.
2.     Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta kepada aparat yang berwenang untuk mengusut tuntas atas kejadian tersebut dan menyeret dalang dibalik peristiwa itu ke meja hijau sesuai dengan hokum dan perundang-undangan yang berlaku.
3.     Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan waga Nahdlatul Ulama dan kepada seluruh Jajaran kepengurusan NU di semua tingkatan untuk tetap tenang dengan meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan dalam rangka menjaga ketentraman dan kesatuan masyarakat.

Demikian Pernyataan Sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama untuk dijalankan sebagaimana mestinya.

Wallahulmuwaffiq ila aqwamiththarieq,

Wassaalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 15 April 2011


Dr KH Said Aqil Siroj, MA                      H Marsudi Syuhud
Ketua Umum                                         Sekretaris Jenderal

Gara-gara ‘Susu Sebelanga’, Rusak Citra Perbankan

“Jika Citibank tidak meminta maaf, saya akan mengikuti para anggota DPR mengembalikan kartukredit. Teman-teman di organisasi juga akan saya himbau untuk mengembalikan kartukredit Citibank dan mengganti dengan kartu lain, bank nasional kita juga punya produk kartukredit, misalnya BRI Platinum seperti saya pakai!”(Nita Yudi, Pengantar Ekbis Tabloid Lugas, Minggu Ke-2 April 2011)


Citibank ibarat tupai melompat, adakalanya terjatuh juga. Tiba-tiba bank yang kini sebagian sahamnya dimiliki Pangeran Waleed Al Saud ini menyeruak menjadi buah bibir dalam 3 pekan terakhir, bukan karena kehebatannya tapi karena berbagai kasus yang mengiringinya. Dari pembobolan kartukredit nasabah produk private banking ini, sampai perilaku debtcollectornya yang menjadi mesin pembunuh hingga menewaskan politisi Irzen Octa. Dan paling seru adalah petualangan Inong Malinda Dee-“MALINg berDada geDEE” alias ber ‘susu sebelanga’ ini yang tak hanya merusak reputasi Citibank namun juga Bank Indonesia.

Sebenarnya nama besar Citibank nyaris tak tergoyahkan sejak beroperasi di Indonesia tahun 1968, sampai-sampai dalam dunia perbankan mendapat julukan “Universitas Perbankan.” Banyak banker sukses ditempa oleh disiplin kerja ketika berkarir di Citibank, bahkan kemudian mereka menempati berbagai posisi papan atas. Sebut saja Robby Djohan, Abdul Gani, Edwin Gerungan, Emirsyah Satar, Laksamana Sukardi, Jhon Rahman, Ralie Siregar, Henny Haryanto, Stanley S. Atmadja, dan Jerry Ng.

Robby Djohan, misalnya, usai berkarir di Citibank pada 1976 berhasil menyulap Bank Niaga menjadi Bank Lokal andalan yang berhasil mencetak orang-orang penting dunia perbankan seperti Agus Martowardojo, Arwin Rasyid, Winny Erwindia, bahkan orang penting di institusi lain.

Yang jelas, profesionalitas dan networking yang dijalin para alumni Citibank seperti tak pernah putus. Seperti Stanley S. Atmadja, pendiri Adira Group ini merupakan eks Citibankers dan tetap menjalin hubungan kerja yang baik dengan para alumni. Mereka bisa lebih mudah saling mempercayai karena pernah satu ‘kampus’ sehingga sama-sama sepaham dalam hal value, saling tahu performa, prestasi, attitude dan networknya.

Salah satu pelaku usaha yang mengikuti perkembangan kasus Citibank adalah Nita Yudi, khususnya dalam kasus Citibank yang perilaku debtcollectornya sampai menewaskan nasabah, ia bersikap tegas, jika Citibank tidak meminta maaf, ia akan mengikuti para anggota DPR mengembalikan kartukredit.

“Teman-teman di organisasi juga akan saya himbau untuk mengembalikan kartukredit Citibank dan mengganti dengan kartu lain, bank nasional kita juga punya produk kartukredit, misalnya BRI Platinum seperti saya pakai!” Ujar salah satu ikon kartukredit BRI Platinum ini menegaskan. ....Dst. Baca selengkapnya di edisi cetak Tabloid Lugas.

IIMS 2011 Diikuti 27 Merek Kendaraan Pribadi dan Niaga

Rabu, 06 April 2011 - 11:27:06 WIB Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca:  7.639 kali




Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan Dyandra Promosindo siap  menggelar pameran akbar The 19th Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta. Pameran bertaraf Internasional ini rencananya akan digelar sepuluh hari sejak tanggal 22 sampai 31 Juli 2011 di JIExpo Kemayoran.
Setelah peluncuran IIMS untuk kalangan APM (Agen Pemegang Merek) mobil akhir tahun lalu, telah tercatat 27 merek kendaraan yang akan ikut serta pada pameran tahun ini, terdiri dari 20 merek mobil pribadi (passenger car) dan 7 merek mobil niaga (commercial car). Merek mobil pribadi terdiri dari Audi, BMW, Chevrolet, Daihatsu, Ford, Geely, Honda, Hyundai, Jaguar, Jeep, KIA, Mazda, Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Nissan, Peugeot, Subaru, Suzuki, Toyota, dan VW. Sedangkan merk mobil niaga yang berpartisipasi antara lain Mitsubishi Fuso, Foton, Hino, Isuzu, Mercedes-Benz, Man Trucks dan UD Trucks.  Jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi peningkatan jumlah peserta. IIMS 2010 diikuti 22 merek kendaraan, terdiri dari 18 merek mobil pribadi dan 4 merek mobil niaga.
Sudirman MR, Ketua Umum Gaikindo berharap antusias APM mobil ini dapat diikuti oleh berbagai perusahaan produk komponen, aksesoris, serta produk dan jasa pendukung lainnya.
“Kami juga berharap, IIMS dapat menjadi ajang bagi APM mobil dan industri pendukungnya untuk lebih mempromosikan kelebihan yang dimiliki, khususnya yang mendukung teknologi hijau. Selain itu, para APM mobil juga dapat kembali menggunakan ajang IIMS untuk meluncurkan produk-produk terbarunya untuk pasar Indonesia, mengingat masyarakat selalu antusias melihat produk terbaru APM mobil saat pameran,” demikian ujar Sudirman.
Sebagai satu-satunya pameran otomotif bertaraf internasional di Indonesia, Sudirman menambahkan bahwa tujuan  pelaksanaan IIMS adalah sebagai sarana mengukuhkan eksistensi industri otomotif Indonesia ke dunia internasional, menegaskan komitmen industri otomotif Indonesia untuk meningkatkan kualitas teknologi, merupakan ajang pertemuan produsen otomotif dan semua pendukungnya dengan para pecinta, pengguna dan pemerhati otomotif di Indonesia, serta menjadi salah satu pendukung pilar perekonomian negara. Baca di Generasi Indonesia

Renex Ke-10 Angkat Tema Save Earth by Being Green di JCC 14-17 April 2011

Pilih Hari, 07 April 2011 - 21:36:12WIB                        Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 17.641 kali





Bertempat di Hall A & B, Jakarta Convention Center, pada tanggal 14 – 17 April 2011, PANORAMA CONVEX akan kembali menyelenggarakan Pameran Bahan Bangunan & Jasa Arsitektural Terbaik dan Terlengkap di Indonesia yang dikenal dengan nama “RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO” untuk ke – 10 kalinya.
Menempati areal seluas 11.000 m2, acara ini akan menghadirkan lebih dari 150 pelaku usaha yang bergerak di bidang industry bahan bangunan dan jasa arsitetural seperti roofing system, roof tiles and truss, flooring termasuk di dalamnya marble, granite dan ceramics, technology switches and smarthomes, wardrobe and fittings, filtration system, glassware, concrete and mortar products, insulation materials dan masih banyak lagi, nantinya para peserta akan menampilkan produk unggulan dan menawarkan jasa serta technology terbaiknya selama pameran berlangsung. Areal pameran akan dibuka untuk umum mulai jam 10.00 – 21.00 WIB.
Melihat banyaknya Produk dan penawaran yang sangat menarik yang diberikan oleh para peserta maka penyelenggara berharap “RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO ke – 10 ” ini akan mampu menarik lebih dari 35.000 perhatian public baik dari industri seperti para kontraktor, professional, arsitek, design interior, distributor dan agen produk, maupun masyarakat umum untuk datang.
Isu pemanasan global masih hangat diperbincangkan di berbagai bidang kehidupan, beragam cara dilakukan manusia untuk melindungi bumi kita guna menghambat dampak buruk akibat pemanasan global tersebut. Pada Penyelenggaraan RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO tahun 2011 ini kami kembali mengangkat issue ramah lingkungan dengan thema “ Save Earth by Being Green”, dimana RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO sejak tahun 2010 memang telah focus mengangkat thema – ramah lingkungan “go green” pada setiap penyelenggaraannya.
Dengan mengangkat issue ramah lingkungan maka diharapkan acara ini dapat memfasilitasi para pelaku pasar yang sangat concern terhadap issue mengenai dampak buruk dari pemanasan global tersebut dan juga turut aktif dalam kampanye penyelamatan bumi dari kerusakan lingkungan, sehingga melalui pameran ini para pelaku pasar dapat memperkenalkan produk unggulan mereka yang ramah terhadap lingkungan seperti cat yang tidak berbau dan berbahan dasar air, water heater dengan tenaga sinar matahari, dan masih banyak lagi kepada masyarakat luas dan juga pelaku usaha yang bergerak dibidang jasa kontraktor.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyatakan bahwa perkembangan industry jasa konstruksi di tahun 2011 diperkirakan akan mengalami peningkatan 30% dari tahun sebelumnya, hal ini tentunya akan dapat memberikan dampak positip pula bagi perkembangan industry bahan bangunan dan jasa arsitektural di Indonesia.

“Melihat perkembangan industry yang begitu baik, PANORAMA CONVEX selaku penyelenggara pameran menyadari bahwa dengan perkembangan industri yang baik maka akan banyak pula perusahaan yang membutuhkan wadah untuk mempromosikan beragam produk unggulan mereka, oleh sebab itu pada penyelenggaraan tahun ini, kami memperluas areal pameran dan memindahkan lokasi dari Assembly Hall ke Hall A dan B agar dapat mengakomodir semua kebutuhan peserta pameran terlebih yang membawa peralatan atau produk yang memiliki bobot besar ” jelas Eric Anthony selaku Project Manager Panorama Convex.
Hal ini seiring juga dengan perubahan pada konsep pameran, dimana “RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO” kali ini diharapkan dapat mengenerate transaksi secara korporasi dan bukan hanya retail. Target korporasi difokuskan pada hari Kamis dan Jumat, sedangkan Sabtu dan Minggu difokuskan bagi transaksi retail. Oleh karena itu Eric menyatakan dirinya optimis bahwa selama 4 hari pameran, transaksi dapat meningkat dengan minimum peningkatan sebesar 30%.
Penyelenggaraan “RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO” memiliki satu komitmen untuk dapat berbagi informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan produk dan jasa dari industry bahan bangunan dan arsitektural kepada para pengunjung pameran sehingga setiap penyelenggaraanya PANORAMA CONVEX selalu memadukan antara ruang pamer dan pusat informasi di areal pamerannya dengan bekerjasama dengan para ahlinya dan juga asosiasi terkait.
Dan untuk memberikan informasi kepada seluruh pengunjung pameran mengenai berbagai produk ramah lingkungan, pada penyelenggaraan “RENOVATION & CONSTRUCTION EXPO” tahun ini, penyelenggara bekerjasama dengan komunitas Green Design untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas dan juga pelaku usaha jasa kontraktor dan arsitektural yang datang berkunjung keareal pameran ini, bahwa sebenarnya memiliki bangunan dengan penerapan design green building tidaklah harus selalu mahal.
Menerapkan konsep green building pada bangunan, memberikan kita keuntungan ganda yaitu selain ramah lingkungan, konsep ini juga hemat energy, hal ini dikarenakan konsep green building adalah konsep bangunan yang memiliki sirkulasi udara dan tata pencahayaan yang baik sehingga dapat mengurangi penggunaan listrik sebagai lampu penerangan yang berlebihan.
Selain informasi bahan bangunan dan design ramah lingkungan di areal panggung juga akan diselenggarakan beragam acara seperti product presentation dan product launching, talkshow, konsultasi design gratis dan masih banyak lagi. Untuk para pengunjung yang melakukan transaksi baik retail maupun korporasi akan dimanjakan oleh beragam penawaran harga khusus yang diberikan oleh para peserta pameran selama acara berlangsung. (*) klik generasiindonesia sekarang!

IIMS 2011 Tampilkan 27 Merek Kendaraan

MEDIAPROFESI – Ajang pameran otomotif internasional kembali bakal digelar bertajuk Indonesia Motor Show (IIMS) ke-19 pada 22 – 31 Jui 2011, di Jakarta Intersional Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta. 

Pada pemeran IIMS 2011 ke-19, bakal diramaikan sebanyak 27 merek kendaraan akan ikut serta dalam pameran tahunan tersebut yang terdiri dari 20 merek mobil pribadi (passenger car) dan 7 merek mobil niaga (commercial car).

Gelaran ini, jika dibandingkan dengan penyelenggaraan IIMS tahun lalu, jumlah peserta pameran mengalami peningkatan, mengingat sebelumnya IIMS 2010 hanya diikuti 22 merek kendaraan, yang terdiri dari 18 merek mobil penumpang dan 4 merek mobil niaga.

“Kami juga berharap, IIMS dapat menjadi ajang bagi APM (Agen Pemegang Merek) mobil dan industri pendukungnya untuk lebih mempromosikan kelebihan yang dimiliki, khususnya yang mendukung teknologi hijau,” kata Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR dalam acara konferensi pers IIMS 2011, di Jakarta (5/4/2011).

Ditambahkan Sudirman, para APM mobil juga dapat kembali menggunakan ajang IIMS untuk meluncurkan produk-produk terbarunya untuk pasar Indonesia, mengingat masyarakat selalu antusias melihat produk terbaru APM mobil saat pameran.

Selain itu Sudirman sangat berharap agar ajang IIMS 2011 nantinya juga menjadi ajang bagi APM mobil dan Industri pendukung lainnya untuk bisa mempromosikan kelebihan yang dimilikinya serta peluncuran produk-produk terbaru ke pasaran, terutama beberapa kendaraan berteknologi hijau.

Ia juga sangat optimis dalam ajang IIMS 2011 nantinya akan mengikuti sukses IIMS sebelumnya yang selalu mencapai harapan bahkan melewati dari batas yang ditargetkan.

“Untuk tahun ini kami sangat optimis dalam ajang IIMS 2011 nanti kita mampu melampau target IIMS 2010 lalu yang hanya mencapai Rp 2,5 triliun yakni Rp 2,7 Triliun, dengan jumlah pengunjung mencapai 282.331 orang dalam kurun waktu 10 hari," jelas Sudirman. baca laman asli klik disini!

Rina Fahmi Hadiri Rakerda Lampung, Nita Yudi di Rakerda Papua Barat

Rina Fahmi resmikan Rakerda Iwapi Lampung
PEMBUKAAN Rapat Kerja (Rakerda) III sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-29 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Provinsi Lampung, Selasa (12/4) berlangsung sukses. Agenda yang berlangsung di Pondok Rimbawan itu dihadiri langsung Ketua DPP Iwapi Rina Fahmi Idris, Pembina Iwapi Provinsi Lampung Ny. Truly Sjachroedin Z.P., kepala Biro Pemberdayaan Perempuan mewakili gubernur Lampung, dan seluruh pengurus DPC Iwapi kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Pada kesempatan itu diumumkan surat keputusan penerimaan penghargaan wanita-wanita berprestasi Iwapi Lampung yang berada dibawah kubu kepemimpinan Rina Fahmi. Adapun wanita yang mendapat penghargaan sebagai wanita terbaik adalah Hj. Truly Sjachroedin Z.P. yang dikukuhkan sebagai pimpinan wanita terbaik. Kemudian wanita pengusaha binaan terbaik adalah Ny. Yunnatan, pengusaha bakery dan restoran. Lalu, wanita pengusaha teladan batik tradisional Lampung adalah Dr. Nirva Diana.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Iwapi Provinsi Lampung Hj. Karlina Kirom menyebutkan bahwa sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), Rakerda III Iwapi kali ini akan melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. Juga membuat rekomendasi dan rancangan program kerja yang akan dilaksanakan untuk periode 2011–2012.

“Dalam rakerda ini, kami juga akan menyusun laporan yang akan disampaikan pada agenda rakernas di Bangkabelitung,” ungkap Karlina.

Terusnya, sebagai organisasi yang telah terpilih sebagai organisasi teladan se-Indonesia, Iwapi Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja organisasinya. Di antaranya dengan melaksanakan pelatihan secara rutin bagi pengurus dan usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi binaannya. Dalam waktu dekat, Iwapi Lampung juga akan segera  membentuk tiga DPC Iwapi di tiga kabupaten.

Ketua DPP Iwapi Hj. Rina Fahmi yang didukung 10 DPD Propinsi termasuk Lampung, berharap agar peringan HUT Ke-29 Iwapi Provinsi Lampung dan Rakerda III bisa dijadikan momentum untuk berbenah, sehingga ke depan DPD Iwapi Provinsi Lampung bisa lebih baik lagi.

Nita Yudi dan Ramlah Alyafie
 Nita Yudi Hadiri Rakerda Iwapi papua Barat

Di kubu berbeda, Nita Yudi, Ketua DPP Iwapi yang didukung 22 DPD Propinsi, juga sedang menghadiri Rakerda Iwapi Papua Barat di Manokwari yang berlangsung tanggal 12-16 April 2011, dan mengagendakan kunjungan wisata bawah air di Raja Ampat bersama para pengurus dan anggota Iwapi Papua Barat.

Dualisme kepemimpinan Iwapi bermula ketika sebagian besar DPD merasa tidak puas dengan kepemimpinan Rina Fahmi lalu melengserkannya dari posisi Ketua Umum melalui Munaslub setahun lalu.

Namun dengan dukungan 10 DPD, ia hingga kini tetap keukeuh tidak mau melepaskan jabatan Ketua Umum Iwapi yang telah dipercayakan oleh 22 DPD melalui mekanisme organisasi di Munaslub, ke Nita Yudi.

Free Download Video Brimob Seleb Briptu Norman Kamarru