Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Management Issue, Monitoring Media, wa.me/081387284468 >> mahar.prastowo@gmail.com >> fb.com/editor.wiki

CAM Solution-Animasi, Bisnis Karakter dan Merchandise

Warta Kota Hal. 19, Sabtu (29/1/2011)
Artikel terkait, klik 
http://pendek.in/03koy

Malaysia Releases 6,000 Genetically Modified Mosquitoes into the Wild

Over the protests of environmental groups and NGOs, Malaysia has released 6,000 genetically modified mosquitoes into the wild, hoping to drive down incidents of mosquito-borne dengue fever. It’s the first experiment of its kind in Asia, but naturally everyone isn’t thrilled with the idea of releasing altered DNA into the ecosystem.

Dengue fever is a particularly nasty bug found in tropical and subtropical climes like Malaysia’s, causing nausea, muscle and joint pain, fever, headaches, rashes, and sometimes death if left untreated (in Malaysia it killed 134 people last year). The experimental mosquitoes, all male, were engineered to produce offspring that quickly die in hopes that shortening life spans will thin the population of Aedes species (dengue fever is carried by females).
The experiment was conducted less to see if the GM mosquitoes’ offspring would die off earlier and more to see how the 6,000 mosquitoes themselves would fare in the wild. That also happens to be the sticking point for environmental groups and locals who are incensed that the Malaysian government went ahead with the experiment over their protests. Tweaking genomes, critics say, could lead to unforeseen and uncontrollable consequences.
So how did the genetically modified Aedes males fare? We don’t know yet, as the results are still being analyzed. If it turns out they were able to mingle with their unmodified cousins without generating any adverse consequences it would be huge for advocates of this kind of gene tinkering. Mosquitoes bear all kinds of illness all over the world—most notoriously malaria—and making adjustments to mosquito genomes has long been proposed as a potential solution.


original source:
http://www.popsci.com/science/article/2011-01/malaysia-releases-6000-genetically-modified-mosquitoes-wild

"Pak Beye, Ada Suap Di Bukit Djalil"


Kepada Yth.

Bapak Susilo  Bambang Yudhoyno
Presiden  Republik  Indonesia
Di  Jakarta


Dengan  Hormat,

Perkenalkan nama  saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan kementrian  Keuangan Republik Indonesia.  Semoga  Bapak Presiden dalam keadaan sehat selalu.

Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi  terkait dengan apa yang saya dengar dari salah satu wajib pajak yang saya  periksa dan kebetulan adalah pengurus PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya). Dari testimony yang disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.

Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai.  Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh  Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu NH dan ADS. Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah.

Informasi dari kawan saya, saat di kamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang  ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser” dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding.

Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada  tahun ini. Uang tersebut untuk menyuap  peserta kongres agar memilih NH kembali sebagai Ketua Umum PSSI pada periode berikutnya.

Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI yang tidak bertanggung  jawab.

Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden  untuk melakukan penyelidikan atas skandal suap yang sangat memalukan ini.

Semoga Tuhan memberkati Negara ini.


Hormat Kami,

Eli Cohen
Pegawai Pajak  


Tembusan
   1. Menteri Olah Raga
   2. Ketua KPK
   3. Ketua DPR
   4. Ketua KONI 







baca link dibawah
http://www.primaironline.com/berita/sosial/inilah-surat-eli-cohen-buat-sby-soal-dugaan-skandal-suap-final-aff

Bodrek yang "Bikin Pusing"



Fake Journalist Notification



Dear, Respective Journalist, Marcomm Agency; PR Agency; PR Practitioners; Corporate Communications; and Corporate Secretary;

I’d like to give the information that Feri Widiamoko, a.k.a. Taufik Ismail, Widi Amoko, Feri Widiatmoko ( fwidiamoko@yahoo.com) with phone number 081384112241 is a ‘wartawan gadungan’ and never work for ‘Harian Surya’; or any other media. He often writes about emiten, corporate things, stocks, shares, and another financial & business related issues. He also used to hang out in IDX an BEI.

Yesterday I helped the representative of Harian Surya (Kompas Group Member) to report him to the authorities and process him accordingly.

I send this notification just because yesterday during the process in Polda Metro Jaya; I reckon that he also quite often approach the Corporate Secretary, Executives and C Levels from various top level and multinational companies; international organizations; foreign representatives; BUMN; and governmental institutions.. Regarding i feel that we're stand on the same boat named PR, Marcomm, Corporate Comm, or Mass Media; thus I'd like to pass this news for your information.

For further information, kindly find the links below:
http://www.surya.co.id/berita-foto/wartawan-surya-palsu.html
http://www.surya.co.id/berita_terkini/mengaku-wartawan-surya-fw-ditangkap-satpam.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2011/01/30/21313719/Mengaku.Wartawan.Surya..FW.Digelandang


Hopefully this email will be useful for all of us. 

Cheers,
rs
-- 
Rosari Soendjoto | @rosarirosari