|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Sahabat UMKM

A+ | Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak boleh lagi hanya menjadi sekadar program di tingkat pembuat kebijakan. Karena sektor UMKM merupakan pilar ekonomi bangsa di sektor riil, kebijakan pemerintah juga tak boleh hanya diatas kertas. 

Indonesia butuh sekitar 2 juta wirausahawan, klaim pemerintah kini sudah menciptakan 600ribu wirausahawan. Artinya masih banyak PR bagi kita menciptakan dan memberi dorongan bagi siapapun untuk menjadi wirausahawan.

Awalnya, mungkin kita sudah merasa bahwa kuota 2 juta wirausahawan telah terpenuhi karena sering pula kita dengar, puluhan BUMN mengaku membina ribuan, puluhan ribu bahkan ratusan ribu UMKM melalui program CSR / PKBL.

Terlepas dari itu semua, kami adalah sebuah team independen dalam badan kelembagaan nonprofit yang peduli terhadap UMKM, demi kemajuan bangsa.

Selain mendorong jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar, mahasiswa dan pemuda, kami juga melakukan program akselerasi peningkatan kapasitas bagi wirausahawan yang sudah memulai usahanya, serta membantu dalam pendampingan, akses permodalan hingga promosi.

Kami juga melayani berbagai solusi bagi UMKM maupun Korporasi:
  • Media Relations
  • Media Monitoring & Analysis
  • Brand Strategy
  • Social Media Activation
  • Mobile Activation
  • In-House Training
  • Social Marketing
  • Public Affair Communications
  • Digital Communications
  • Financial Communications
  • Communication Production
  • Litigation Communications
  • CSR Communications
  • Crisis Communications
  • Corporate Communications

Hubungi:
Mahar Prastowo
mobile: 081 5 8579 2280
email: mahar.prastowo@gmail.com

Jelang Lebaran, Presiden Soeharto Instruksikan Menteri Terkait Turunkan Harga

A+ | RABU, 9 AGUSTUS 1978 Sidang kabinet terbatas bidang Ekuin berlangsung di Bina Graha mulai pukul 10.00 pagi ini dibawah pimpinan Presiden Soeharto. Antara lain sidang telah membahas masalah tunjangan hari raya buat pegawai negeri. Mengenai hal ini sidang memutuskan bahwa tahun ini Pemerintah tidak akan memberikan tunjangan hari raya untuk pegawai negeri. Akan tetapi guna membantu meringankan beban mereka, Pemerintah memutuskan untuk mengajukan pembayaran gaji bulan September, sehingga dapat dibayarkan pada tanggal 25 Agustus.

Sementara itu, sehubungan dengan terjadinya kenaikan harga bahan makanan, sidang menilai bahwa kenaikan itu tidak perlu dirisaukan, sebab persediaan gula, beras, tepung terigu, dan tekstil masih memadai. Namun demikian, Presiden menginstruksikan para menteri terkait untuk segera mengambil langkah-langkah agar harga barang dapat diturunkan kembali.

Dalam sidang itu antara lain dilaporkan bahwa harga beras naik sebanyak 1% dan minyak goreng naik 5%. Diantara langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah antara lain adalah mengimpor minyak goreng. (AFR)

Hindari Ijon Gabah, Presiden Soeharto Bahas Pemberian Kredit BUUD

A+ | SENIN, 2 DESEMBER 1974, Pagi ini Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan Menteri Ekuin/Ketua Bappenas, Widjojo Nitisastro, Menteri Keuangan, Ali Wardhana, Gubernur Bank Sentral, Rachmat Saleh, dan Menteri/Sekretaris Negara, Sudharmono. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu telah dibahas masalah pelaksanaan pemberian kredit insvestasi kepada BUDD. Kredit tersebut akan dipergunakan oleh BUUD untuk pembelian padi gabah dalam rangka menghindarkan petani dari praktek ijon. (WNR).