|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Le, Ndhuk, Lebaran Pulang Ya...


LAYANG KANGGO ANAK-ANAKKU


Ndhuk...  Le...
Bakda iki kowe mulih ya....
Aku karo bapakmu wis suwe  kangen...

Ndhuk...  Le...
Putuku saiki wis isa ngapa?...
Wingi kowe ngirim potone liwat hapene tangga mburi omah...
Lemu ya...
Pipine kaya bakpau..
Cilikanmu kae ya kaya kuwi...

Aku pengin nggendhong anakmu Le...
Pengin tak ajak mlaku neng dalan ndesa...
Ben wong ngerti, anak putuku ya mulih...
Ben wong ngerti yen anakku ora mung ngirim duwit thok, ning gelem niliki wong tuwane...
Senadyan keadaane ya mung kaya ngene

Lee...  Ndhuk...
Kowe suk bakda mulih-o...
Tak dolke wedhus nggo sangu kowe yen balik neng perantauanmu...
Gedhang satundun  neng mburi omah kena nggo gawe kolak suk bakda...

Le... Ndhuk...
Aku pengin masakke kupat kowe...
Mbelih pitik nggo putuku...
Bakda rong tahun iki, aku mung isa nyawang kupat neng meja Le...
Mung tangga-tangga cedhak sing gelem ngicipi...
Aku ya arep nggoreng rengginang senenganmu

Ndhuk...  Le...
Aku pengin dolanan neng latar karo anakmu sing gedhe...
Jagongan karo kowe neng emper omah...
Jagongan karo mantuku...
Mung pingin ngomong karo mantuku,  matur nuwun wis njogo anakku,  ngopeni putuku...

Ndhuk...  Le...
Kangen tarwih karo kowe...
Mbiyen, pas kowe cilik, tak gendhong mangkat nyang masjid...
Kowe seneng nek entuk jaburan criping...
Bagiyanku dak wenehke kowe karo adhimu...

Ndhuk... Le...
Malem takbiran, aku pengin nguripke oncor neng ngarep omah karo kowe...
Ndelok putu-putuku nguripke kembang api karo gegojegan...

Le... Ndhuk...
Bakda mulih ya...
Sadurunge Gusti Kang Murbeng Dumadi mundhut wong tuwamu iki...

Le...  Ndhuk...
Mulih ya....



Pemerintah Belum Berhasil Desain Lahan Pertanian

  
Focus Group Discussion (FGD) mengenai Solusi Komperhensif Tata Kelola Pangan di Indonesia di Kantor DPP PKS, Jln. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017)
Mafaza
-Online |
Menteri Pertanian periode 2004-2009, Anton Apriyantono mengatakan pemerintah belum berhasil mendesain lahan dengan baik, sehingga  hasil pangan dari pertanian belum bisa optimal.

"Pemerintah belum bisa mendesain lahan dengan baik, sehingga berpengaruh kepada ketersediaan pangan. Kenapa petani kita miskin? Karena ladangnya tidak ada," terangnya dalam Focus Group Discussion (FGD) mengenai Solusi Komperhensif Tata Kelola Pangan di Indonesia di Kantor DPP PKS, Jln. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (30/5/2017)

Selain memperhatikan ketersediaan lahan dan penguatan tanaman lokal, Anton menambahkan agar faktor lainnya yang berpengaruh terhadap pengelolaan lahan dapat diperhatikan dengan serius.

"Dalam menyelesaikan masalah ketahanan pangan, kita juga harus memperhatikan faktor produksi, konsumsi,  serta masalah SDM atau generasi penerus yang akan fokus pada pertanian kedepannya, hal ini juga perlu mendapatkan perhatian yang serius," ujar dia.

Wakil Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS, Riyono menjelaskan Indonesia masih belum memiliki konsep pangan yang jelas. Hal ini menyebabkan Indonesia mengalami kebingungan dalam menentukan kebijakan pangan ke depan.

"Sukarno pernah berkata 50 persen masalah negeri ini adalah pangan, kalau kita bisa menyelesaikannnya maka kita sudah menyelesaikan masalah negeri ini," ungkapnya.

Menurut Riyono, permasalahan pangan di Indonesia dipengaruhi oleh permasalahan produksi. Sehingga, menurutnya pemerintah harus memberikan perhatian kepada para petani sebagai ujung tombak pertanian Indonesia.

"Ketika harga pangan naik, kita semua berteriak. Tapi, ketika harga turun, kita tidak berteriak. PKS harus berteriak, berpihak kepada petani ketika harga cabai anjlok," terangnya.

Selain itu, Riyono juga menekankan agar pemangku kebijakan mampu mengelola pasar dengan baik. Sehingga, tidak dimonopoli oleh sekolompok orang saja.

Ketua Bidang Pekerja Petani dan Nelayan (BPPN) DPP PKS, Adang Sudrajat menyampaikan rasa prihatinnya atas kondisi pangan Indonesia saat ini.
"Melihat kondisi alam Indonesia seharusnya kita tidak mengalami masalah pada ketahanan pangan, namun pada faktanya tidak, kita masih harus melakukan impor pangan" ujarnya.

Adang berharap, diskusi ini akan memberikan dampak positif kepada pengelolaan pangan Indonesia kedepan.

"Masalah ketahanan pangan ini meyangkut kebijakan pemerintah, sehingga Ini akan menjadi bahan untuk PKS ke depan, juga untuk pemerintah dalam melakukan pengelolaan pangan," tuturnya.
 

Sebelumnya: 


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda

Nasihat Ukhuwah: Gumam Kyai Ahmad Dairobi

A+ | Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan shalat berjemaah di masjid. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa- apa saat tetanggaku banyak yang tidak shalat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah. Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka.
Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS.
Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama; dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka.
Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel.
Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama.
Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kyai Hasyim Asy’ari.
BUKAN NU yang menjadi kendaraan politik.
BUKAN NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis.
BUKAN NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah.
BUKAN NU yang melindungi liberalisme. _dan_
BUKAN NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidak peduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat Islam.

“Niat saya, agar antar gerakan Islam saling menjaga ukhuwah. Jangan sampai ashobiyyah dan fanatik buta pada organisasi masing-masing menutup pintu kebaikan kelompok lain.

Pada suatu ketika, Rasulullah bertanya kepada para sahabat,
Siapakah yg paling luar biasa imannya.

Para sahabat menjawab,: “Malaikat, ya Rasulullah.”

Balas Rasulullah, 'Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, kerana mereka senantiasa di sisi Allah.”

Seketika terdiam para sahabat,dan mereka menjawab lagi,
“Para nabi, ya Rasulullah.”

Rasulullah berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu dari Allah.”

Para sahabat mencoba lagi, “Kalau begitu kamilah yang paling beriman.”

Jawab Rasulullah, “Aku berada di tengah tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman.”

Lalu, salah seorang sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah dan Rasul Nya sajalah yang mengetahui.”

Maka dengan nada perlahan, Rasulullah berkata, “Mereka adalah umat yang hidup selepas aku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang bahagia. Namun orang yang tujuh kali lebih bahagia adalah : mereka yang tidak pernah bertemu aku tetapi beriman kepadaku.”

Rasulullah diam seketika. Kemudian, beliau menyambung dengan suara yang lirih,
"Sesungguhnya, aku rindukan mereka..."

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ َﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَ ﻋَﻠَﻰ ﺁِﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ

Kita hidup di masa saat ini di beri kesempatan Allah menjadi barisan yg di cintai Nabi... kita masih di beri kesempatan share akan membuat beribu , malah ber-juta-juta org utk bersholawat ke atas Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
Ya Allah semoga masukan aku dlm golongan hamba Mu yg selalu melaksanakan sunah nabiMu.

***
Kyai Ahmad,
Pengasuh Ponpes Sidogiri, Jawa Timur

Negara Gaduh dengan Hoax dan SARA? Kerja! Kerja! Kerja!


A+
| Dalam kurun satu tahun ini masyarakat disibukkan dengan berbagai informasi hoax, dan situasi ketegangan sosial bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan), yang dibungkus dengan isu terorisme melalui penggiringan opini. Pemerintah, dalam hal ini Kabinet Kerja dengan semboyan Kerja! Kerja! Kerja!, sama sekali tidak memasukkan kedua proyek diatas (hoax dan SARA atau pengebirian agama tertentu) dalam Daftar Proyek Strategis Nasional. Namun masyarakat justru dipertontonkan suatu keadaan dimana pemerintah seolah ikut dalam kegaduhan dan disibukkan dengan dua isu diatas.

Ada sesuatu ingin ditutupi dengan kegaduhan?

Untuk membantu pemerintah yang mungkin sedang sibuk kerja, dibawah ini A+ lampirkan DAFTAR PROYEK STRATEGIS NASIONAL & LOKASINYA, sebagaimana tertuang dalam LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL.

Inilah Proyek-proyek strategis nasional yang jumlahnya lebih dari 200 proyek:

A. Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol
1. Jalan Tol Serang - Panimbang (83,6km) Provinsi Banten
2. Jalan Tol Pandaan - Malang (37,62km) Provinsi Jawa Timur
3. Jalan Tol Manado - Bitung (39km) Provinsi Sulawesi Utara
4. Jalan Tol Balikpapan - Samarinda (99km) Provinsi Kalimantan Timur
5. Jalan Tol Medan - Binjai (16km) - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Sumatera Utara
6. Jalan Tol Palembang - Indralaya (22km) -bagian dari 8 ruas Trans Sumatera, Provinsi Sumsel
7. Jalan Tol Bakauheni - Tb. Besar (138km) -bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Lampung
8. Jalan Tol Pekanbaru - Kandis - Dumai (135km) - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Riau
9. Jalan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Lampung - Provinsi Sumatera Selatan
10. Jalan Tol Pematang Panggang - Kayu Agung - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Sumatera Selatan
11. Jalan Tol Palembang – Tanjung Api-Api - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Sumatera Selatan
12. Jalan Tol Kisaran - Tebing Tinggi - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera Provinsi Sumatera Utara
13. Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung (112km) Provinsi Sumatera Selatan
14. Jalan Tol Medan - Kualanamu - Lubuk Pakam - Tebing Tinggi (62km) Provinsi Sumatera Utara
15. Jalan Tol Soreang - Pasirkoja (11km) Provinsi Jawa Barat
16. Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (59 km) Provinsi Jawa Barat
17. Jalan Tol Pejagan - Pemalang (58km) Provinsi Jawa Tengah
18. Jalan Tol Pemalang - Batang (39km) Provinsi Jawa Tengah
19. Jalan Tol Batang - Semarang (75km) Provinsi Jawa Tengah
20. Jalan Tol Semarang - Solo (73km) Provinsi Jawa Tengah
21. Jalan Tol Solo - Ngawi (90km) Provinsi Jawa Tengah - Provinsi Jawa Timur
22. Jalan Tol Ngawi - Kertosono (87km) Provinsi Jawa Timur
23. Jalan Tol Kertosono - Mojokerto (41km) Provinsi Jawa Timur
24. Jalan Tol Mojokerto - Surabaya (36km) Provinsi Jawa Timur
25. Jalan Tol Gempol - Pandaan (14km) Provinsi Jawa Timur
26. Jalan Tol Ciawi - Sukabumi (54km) Provinsi Jawa Barat
27. Jalan Tol Gempol - Pasuruan (34,15km) Provinsi Jawa Timur
28. Jalan Tol Waru (Aloha) - Wonokromo - Tanjung Perak (18,2km) Provinsi Jawa Timur
29. Jalan Akses Tanjung Priok (17km) Provinsi DKI Jakarta
30. Jalan Tol Cengkareng - Batu - Ceper - Kunciran (14,19km) Provinsi DKI Jakarta
31. Jalan Tol Kunciran - Serpong (11,19km) Provinsi Banten
32. Jalan Tol Serpong - Cinere (10,14km) Provinsi Banten - Provinsi Jawa Barat
33. Jalan Tol Cinere - Jagorawi (14,64km) Provinsi Jawa Barat
34. Jalan Tol Cimanggis - Cibitung (25,39km) Provinsi Jawa Barat
35. Jalan Tol Cibitung - Cilincing (34km) Provinsi Jawa Barat – Provinsi DKI Jakarta
36. Jalan Tol Depok - Antasari (21,54km) Provinsi Jawa Barat
37. Jalan Tol Bekasi - Cawang - Kp. Melayu (21,04km) Provinsi Jawa Barat – Provinsi DKI Jakarta
38. Jalan Tol Sunter - Rawa Buaya - Batu Ceper (20km) Provinsi DKI Jakarta
39. Jalan Tol Bogor Ring Road (11km) Provinsi Jawa Barat
40. Jalan Tol Serpong - Balaraja (30km) Provinsi Banten
41. Jalan Tol Batu Ampar - Muka Kuning - Bandara Hang Nadim (25km) Provinsi Kepulauan Riau
42. Jalan Tol Semanan - Sunter 20,23 km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) Provinsi DKI Jakarta
43. Jalan Tol Sunter - Pulo Gebang 9,44km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) Provinsi DKI Jakarta
44. Jalan Tol Duri Pulo - Kampung Melayu 9,6km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) 
45. Jalan Tol Kemayoran - Kampung Melayu 9,6km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) 
46. Jalan Tol Ulujami - Tanah Abang 8,7km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) 
47. Jalan Tol Pasar Minggu - Casablanca 9,16 km (bagian dari 6 ruas tol DKI Jakarta) 

B. Proyek Pembangunan Infrastruktur Jalan Nasional/Strategis Nasional Non-Tol
48. Pembangunan Jalan Lingkar Trans Morotai Provinsi Maluku Utara
49. Jalan Palu - Parigi Provinsi Sulawesi Tengah
50. Pembangunan Fly Over dari dan Menuju Terminal Teluk Lamong Provinsi Jawa Timur
51. Jalan Penghubung Gorontalo - Manado Provinsi Gorontalo - Provinsi Sulawesi Utara
52. Jalan Trans Maluku (7 ruas) Provinsi Maluku

C. Proyek Pembangunan Infrastruktur Sarana dan Pra-Sarana Kereta Api Antar Kota
53. Kereta Api Makassar - Parepare (Tahap I dari pengembangan jalur Lintas Barat Sulawesi Bag. Selatan) Provinsi Sulawesi Selatan
54. Kereta Api Prabumulih - Kertapati (80km - bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Provinsi Sumatera Selatan
55. Kereta Api Kertapati - Simpang - Tanjung Api-Api (bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Provinsi Sumatera Selatan
56. Kereta Api Tebing Tinggi - Kuala Tanjung (Mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera) Provinsi Sumatera Utara
57. Kereta Api Purukcahu - Bangkuang Provinsi Kalimantan Tengah
58. Pembangunan rel Kereta Api Provinsi Provinsi Kalimantan Timur
59. Double Track Jawa Selatan Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi DI Yogyakarta, dan Provinsi Jawa Timur
60. High Speed Train Jakarta - Bandung Provinsi DKI Jakarta - Provinsi Jawa Barat
61. Kereta Api Muara Enim - Pulau Baai Provinsi Bengkulu - Provinsi Sumatera Selatan
62. Kereta Api Tanjung Enim - Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan
63. Kereta Api Jambi - Pekanbaru Provinsi Jambi - Provinsi Riau
64. Kereta Api Jambi - Palembang Provinsi Jambi - Provinsi Sumatera Selatan

D. Proyek Pembangunan Infrastruktur Kereta Api Dalam Kota
65. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor North - South Provinsi DKI Jakarta
66. Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor East - West Provinsi DKI Jakarta
67. Kereta api ekspres SHIA (Soekarno Hatta - Sudirman) Provinsi DKI Jakarta – Provinsi Banten
68. Jabodetabek Circular Line Provinsi DKI Jakarta
69. Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi Provinsi DKI Jakarta – Provinsi Jawa Barat
70. Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di wilayah Provinsi DKI Jakarta
71. Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan (Metro Palembang) Provinsi Sumatera Selatan

E. Proyek Revitalisasi Bandar Udara
72. Sentani, Jayapura Provinsi Papua
73. Juwata, Tarakan Provinsi Kalimantan Timur
74. Fatmawati Soekarno Provinsi Bengkulu
75. S. Babullah, Ternate Provinsi Maluku Utara
76. Raden Inten II, Lampung Provinsi Lampung
77. Tjilik Riwut, Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah
78. Mutiara, Palu Provinsi Sulawesi Tengah
79. HAS Hanandjoedin, Tanjung Pandan Provinsi Bangka Belitung
80. Matahora, Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara
81. Labuan Bajo, Komodo Provinsi Nusa Tenggara Timur
82. Sebatik Provinsi Kalimantan Utara

F. Proyek Pembangunan Bandar Udara Baru
83. Bandara Kertajati Provinsi Jawa Barat
84. Bandara Karawang Provinsi Jawa Barat
85. Bandara Internasional di Propinsi D.I.Yogyakarta 
86. Bandara Banten Selatan, Panimbang Provinsi Banten

G. Proyek Bandar Udara Strategis Lainnya
87. Pengembangan Bandar Udara Soekarno Hatta, Jakarta (Termasuk Terminal 3) Provinsi Banten
88. Pengembangan Bandara Achmad Yani, Semarang Provinsi Jawa Tengah

H. Proyek Pembangunan Pelabuhan Baru dan Pengembangan Kapasitas
89. Pengembangan pelabuhan internasional Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
90. Pengembangan pelabuhan hub internasional Bitung Provinsi Sulawesi Utara
91. Pelabuhan KEK Maloy Provinsi Kalimantan Timur
92. Inland Waterways/CBL Cikarang-Bekasi- Laut Jawa Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat
93. Pembangunan Pelabuhan Jawa Barat (Utara) Provinsi Jawa Barat
94. Pembangunan Pelabuhan Sorong Provinsi Papua Barat
95. Pembangunan Pelabuhan Kalibaru Provinsi DKI Jakarta
96. Makassar New Port Provinsi Sulawesi Selatan
97. Pengembangan Pelabuhan Wayabula, Kepulauan Morotai Provinsi Maluku Utara
98. Pengembangan pelabuhan Palu (Pantoloan, Teluk Palu) Provinsi Sulawesi Tengah
99. Pengembangan kapasitas Pelabuhan Parigi Provinsi Sulawesi Tengah
100. Pengembangan Pelabuhan Kijing Provinsi Kalimantan Barat
101. Pengembangan Pelabuhan Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

I. Program Satu Juta Rumah
102. Pembangunan 603.516 rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Lokasi tersebar, dengan lokasi utama:
a. Pembangunan 2.332 unit Rumah Susun Sewa di Pasar Minggu (DKI Jakarta) (Tahap 1)
b. Pembangunan 2.396 unit Rumah Susun Sewa di Pasar Rumput (DKI Jakarta) (Tahap 1)
c. Pembangunan 500 unit Rumah Susun Sewa di Pondok Kelapa (DKI Jakarta) (Tahap 1) Provinsi DKI Jakarta
103. Pembangunan Tahap 2 sebanyak 98.020 Unit Lokasi Belum Ditentukan
104. Pembangunan Tahap 3 sebanyak 173.803 Unit Lokasi Belum Ditentukan

J. Proyek Pembangunan Kilang Minyak
105. Kilang Minyak Bontang Provinsi Kalimantan Timur
106. Kilang Minyak Tuban (ekspansi) Provinsi Jawa Timur
107. Upgrading kilang-kilang eksisting (RDMP) Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Kalimantan Timur

K. Proyek Pipa Gas/Terminal LPG 
108. Pembangunan terminal LPG Banten kapasitas 1.000.000 ton/tahun Provinsi Banten
109. Pembangunan Pipa Gas Belawan - Sei Mangkei kapasitas 75 mmscfd (panjang 139,24km) Provinsi Sumatera Utara
110. Pembangunan kilang mini LNG dan stasiun LNG-LNCG di Pulau Jawa Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur

L. Proyek Infrastruktur Energi Asal Sampah
111. Energi asal sampah kota-kota besar (Semarang, Makassar, Tangerang) Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Banten

M. Proyek Penyediaan Infrastruktur Air Minum
112. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat Provinsi Jawa Tengah
113. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede Provinsi Jawa Barat
114. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan Provinsi Jawa Timur
115. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lampung Provinsi Lampung
116. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mamminasata Provinsi Sulawesi Selatan
117. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur Provinsi Jawa Barat
118. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang Provinsi Sumatera Utara
119. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Wasusokas Provinsi Jawa Tengah

N. Proyek Penyediaan Infrastruktur Sistem Air Limbah Komunal
120. Jakarta Sewerage System/Pengolahan Limbah Jakarta Provinsi DKI Jakarta

O. Proyek Pembangunan Tanggul Penahan Banjir
121. National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Tahap A Provinsi DKI Jakarta P. Proyek Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang
122. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Entikong, Kab. Sanggau Provinsi Kalimantan Barat
123. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Nanga Badau, Kab. Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat
124. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Aruk, Kab. Sambas Provinsi Kalimantan Barat
125. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Mota’ain, Kab. Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur
126. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Motamassin, Kab. Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur
127. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Wini, Kab. Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur
128. Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) & Sarana Penunjang Skouw, Kota Jayapura Provinsi Papua

Q. Proyek Bendungan
129. Bendungan Paya Seunara Provinsi Aceh
130. Bendungan Rajui Provinsi Aceh
131. Bendungan Jatigede Provinsi Jawa Barat
132. Bendungan Bajulmati Provinsi Jawa Timur
133. Bendungan Nipah Provinsi Jawa Timur
134. Bendungan Titab Provinsi Bali
135. Bendungan Marangkayu Provinsi Kalimantan Timur
136. Bendungan Kuningan Provinsi Jawa Barat
137. Bendungan Bendo Provinsi Jawa Timur
138. Bendungan Gongseng Provinsi Jawa Timur
139. Bendungan Tukul Provinsi Jawa Timur
140. Bendungan Gondang Provinsi Jawa Tengah
141. Bendungan Pidekso Provinsi Jawa Tengah
142. Bendungan Tugu Provinsi Jawa Timur
143. Bendungan Teritip Provinsi Kalimantan Timur
144. Bendungan Karalloe Provinsi Sulawesi Selatan
145. Bendungan Keureuto Provinsi Aceh
146. Bendungan Muara Sei Gong Provinsi Kepulauan Riau
147. Bendungan Tapin Provinsi Kalimantan Selatan
148. Bendungan Passeloreng Provinsi Sulawesi Selatan
149. Bendungan Lolak Provinsi Sulawesi Utara
150. Bendungan Raknamo Provinsi Nusa Tenggara Timur
151. Bendungan Rotiklod Provinsi Nusa Tenggara Timur
152. Bendungan Bintang Bano Provinsi Nusa Tenggara Barat
153. Bendungan Mila Provinsi Nusa Tenggara Barat
154. Bendungan Tanju Provinsi Nusa Tenggara Barat
155. Bendungan Sindang Heula Provinsi Banten
156. Bendungan Logung Provinsi Jawa Tengah
157. Bendungan Karian Provinsi Banten
158. Bendungan Rukoh Provinsi Aceh
159. Bendungan Sukoharjo Provinsi Lampung
160. Bendungan Kuwil Kawangkoan Provinsi Sulawesi Utara
161. Bendungan Ladongi Provinsi Sulawesi Tenggara
162. Bendungan Ciawi Provinsi Jawa Barat
163. Bendungan Sukamahi Provinsi Jawa Barat
164. Bendungan Leuwikeris Provinsi Jawa Barat
165. Bendungan Cipanas Provinsi Jawa Barat
166. Bendungan Komering II Provinsi Sumatera Selatan
167. Bendungan Semantok Provinsi Jawa Timur
168. Bendungan Pamukkulu Provinsi Sulawesi Selatan
169. Bendungan Bener Provinsi Jawa Tengah
170. Bendungan Sadawarna Provinsi Jawa Barat
171. Bendungan Tiro Provinsi Aceh
172. Bendungan Lausimeme Provinsi Sumatera Utara
173. Bendungan Kolhua Provinsi Nusa Tenggara Timur
174. Bendungan Sidan Provinsi Bali
175. Bendungan Telaga Waja Provinsi Bali
176. Bendungan Pelosika Provinsi Sulawesi Tenggara
177. Bendungan Jenelata Provinsi Sulawesi Selatan
178. Bendungan Matenggeng Provinsi Jawa Barat
179. Bendungan Sukaraja III Provinsi Lampung
180. Bendungan Segalamider Provinsi Lampung
181. Bendungan Bagong Provinsi Jawa Timur
182. Bendungan Randugunting Provinsi Jawa Tengah
183. Bendungan Rokan Kiri Provinsi Lampung
184. Bendungan Loea Provinsi Sulawesi Tenggara
185. Bendungan Mbay Provinsi Nusa Tenggara Timur
186. Bendungan Bonehulu Provinsi Gorontalo
187. Bendungan Bolangohulu Provinsi Gorontalo
188. Bendungan Long Sempajong Provinsi Kalimantan Utara

R. Program Peningkatan Jangkauan Broadband
189. Palapa Ring Broadband (Eastern part) di total 57 Kab/Kota) Nasional
190. Palapa Ring Broadband (457 kab/kota) Nasional

S. Proyek Infrastruktur IPTEK Strategis Lainnya
191. Percepatan Pembangunan Technopark Nasional

T. Pembangunan Kawasan Industri Prioritas/Kawasan Ekonomi Khusus
192. Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
193. Sei Mangkei Provinsi Sumatera Utara
194. Tanjung Api-Api Provinsi Sumatera Selatan
195. Tanjung Lesung Provinsi Banten
196. Landak Provinsi Kalimantan Barat
197. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
198. Tanggamus Provinsi Lampung
199. Batulicin Provinsi Kalimantan Selatan
200. Jorong Provinsi Kalimantan Selatan
201. Maloy Batuta Trans Kalimantan Provinsi Kalimantan Timur
202. Palu Provinsi Sulawesi Tengah
203. Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan
204. Bitung Provinsi Sulawesi Utara
205. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah
206. Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
207. Mandalika Provinsi Nusa Tenggara Barat
208. Buli, Halmahera Timur Provinsi Maluku Utara
209. Morotai Provinsi Maluku Utara
210. Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat
211. Belitung Provinsi Bangka Belitung
212. Kendal Provinsi Jawa Tengah
213. Percepatan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Provinsi Papua Barat
214. Percepatan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe Provinsi Aceh
215. Percepatan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus Merauke Provinsi Papua

U. Pariwisata
216. Percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Prioritas Danau Toba, Pulau Seribu, Tanjung Lesung dan 7 kawasan lainnya dengan lokasi di Provinsi Sumatera Utara, Provinsi DKI Jakarta, Provisi Banten, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Maluku Utara, Provinsi DI Yogyakarta, Provisi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Bangka Belitung

V. Proyek Pembangunan Smelter
217. Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
218. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
219. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah
220. Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
221. Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan
222. Buli Provinsi Maluku Utara

W. Proyek Pertanian dan Kelautan
223. Food Estate di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku dan Papua Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Maluku, Provinsi Papua
224. Pembangunan Pulau Karantina di Pulau Nanduk, Bangka Belitung (2.170 ha) Provinsi Bangka Belitung
225. Pembangunan Gudang Beku Terintegrasi dalam Rangka Penerapan Cool Chain System di 20 Lokasi Nasional

X. Program Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan 
(Daftar Proyek merujuk kepada daftar proyek pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi yang diatur dalam Peraturan Presiden tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan) Nasional

Dengan manajemen kehumasan yang baik, ratusan program strategis nasional diatas akan cukup membuat masyarakat tidak sempat membaca hoax dan dapat meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Begitu lemahkah kehumasan pemerintah saat ini?
[mp/praktisihumas/081585792280]

kamus gaduh A+:

Negara

adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah hasil kesepakatan politik dalam pemilu, memiliki kedaulatan.

Pemerintah
adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu.

Kabinet
adalah suatu badan yang terdiri dari pejabat pemerintah senior/level tinggi, biasanya mewakili cabang eksekutif.

Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengarnya untuk mempercayai sesuatu.