Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini

Tidak Memakai Masker, Wartawan Ini Tersinggung Ditegur Polwan


A+ - Leo Depari yang sehari-harinya berprofesi sebagai wartawan, merasa diperlakukan tidak manusiawi dengan dihardik oleh dua orang Polwan,  saat berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan, Jalan Gatot Subroto, Sabtu (28/3).

Pasalnya, saat korban bersama adiknya hendak membayar barang belanjaan, tiba-tiba dua orang wanita yang mengaku sebagai anggota Polri (Polwan-red) menghardiknya dengan sikap arogan.

“Kata wanita yang mengaku Polwan itu bahwa saya saat belanja tidak menggunakan masker,” ungkap Leo sebagaimana dikutip waspada online.

Mendengar perkataan itu, Leo pun menjawab bahwa dirinya tidak sakit dan yang memakai masker itu khusus bagi orang yang sakit.

Kepada wartawan, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Immanuel Ginting, saat di konfirmasi mengatakan bahwa kedua belah pihak telah dijembatani. Namun belum ada yang membuat laporan.

Atas kejadian itu, Mahar Prastowo dari Forum Wartawan Digital (FORWARD), menyarankan agar kedua belah pihak saling berdamai saja. Pasalnya, dunia sedang dilanda kepanikan, aparat keamanan memikul tanggung jawab melindungi masyarakat selain melindungi dirinya sendiri, sehingga menurutnya lebih baik semua bersepakat meminimalisir risiko dengan alat pelindung diri (APD), salah satunya masker. 

"Masker itu alat pelindung diri paling efektif dari penularan virus, apalagi WHO meralat bahwa virus Corona dapat menular melalui udara," kata Mahar.

Dikatakan Mahar, fungsi masker bagi orang sakit seperti batuk dan flu - yang juga merupakan gejala tampak dari orang terpapar Covid-19, adalah untuk meminimalisir droplet (percikan cairan) saat bersin dan batuk. Sedangkan bagi orang sehat, untuk melindungi diri supaya tidak terkena percikan ketika ada yang bersin atau batuk, serta melindungi diri dari menghirup udara kotor oleh polutan ataupun virus.

Soal sikap Polwan yang terkesan menghardik dan berlaku kasar, ia memaklumi karena situasi memang sedang genting tak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Hanya saja sikap humanis tetap harus dipegang aparat dalam menjalankan tugas, misalnya dengan teguran yang santun, dan membagikan masker bagi masyarakat yang ditemukan tidak memakainya. ()