Kegiatan yang akan digelar pada 14 Juni 2026 tersebut menargetkan partisipasi 1.200 pelari. Namun, menurut Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, keberhasilan kegiatan ini tidak diukur dari jumlah peserta yang terlibat, melainkan dari dampak yang dihasilkan terhadap lingkungan.
“Target utama bukan soal banyaknya peserta, tetapi bagaimana kegiatan ini mampu mengajak masyarakat, khususnya para pelari, untuk ikut membersihkan kota,” ujar Agung.
Konsep yang diusung dalam Pekanbaru Lestari Run terbilang unik. Para peserta tidak hanya ditantang menyelesaikan rute lari sejauh lebih dari lima kilometer, tetapi juga diwajibkan memungut sampah selama perjalanan. Dengan demikian, olahraga dan kepedulian lingkungan berjalan beriringan dalam satu kegiatan.
Peserta akan dibagi dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan enam orang. Setiap tim akan berlomba mengumpulkan sampah sebanyak mungkin di sepanjang lintasan yang telah ditentukan panitia.
“Kelompok yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak akan menjadi pemenang. Jadi ini bukan sekadar lomba kecepatan, tetapi juga kompetisi kepedulian terhadap lingkungan,” kata Agung.
Melalui konsep tersebut, Pemko Pekanbaru ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh warga.
Pekanbaru Lestari Run sekaligus menjadi simbol kampanye kolektif menuju Kota Bertuah yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah perkotaan, kegiatan ini diharapkan mampu membangun budaya baru yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Selain aspek lingkungan, faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama penyelenggara. Agung menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan harus berlangsung aman dan nyaman, baik bagi peserta maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Target kita adalah no accident dan no sampah. Seluruh pelari harus bisa menikmati kegiatan dengan nyaman, sementara masyarakat tetap dapat beraktivitas tanpa terganggu,” tegasnya.
Rute Pekanbaru Lestari Run akan memanfaatkan kawasan Car Free Day dengan jarak tempuh sekitar 5,2 kilometer. Lintasan dimulai dari Jalan Gajah Mada menuju Pos Gurindam I, Kantor ACC Pekanbaru, hingga RS Awal Bros Ahmad Yani pada kilometer pertama.
Perjalanan kemudian berlanjut melalui Jalan KH Ahmad Dahlan menuju SPPG Husus Kota Pekanbaru di kilometer kedua. Selanjutnya peserta melintasi Simpang Jalan Cempaka, Dinas Pemadam Kebakaran, Simpang Jalan Jenderal Ahmad Yani, dan Simpang Gambir pada kilometer ketiga.
Memasuki kilometer keempat, peserta akan melintasi Simpang Jalan Jenderal Sudirman, U-Turn Mal Pekanbaru, hingga kawasan Mysoona Outlet. Lintasan berakhir di sekitar Simpang RS Bhayangkara Baru dengan total jarak mencapai 5,2 kilometer.
Pekanbaru Lestari Run 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga dalam rangkaian HUT Kota Pekanbaru. Kegiatan ini membawa pesan tegas bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari tindakan nyata. Dengan menggabungkan semangat olahraga dan kepedulian terhadap lingkungan, Pemko Pekanbaru berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa kota yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat.
Sumber Pemko Pekanbaru

0 Komentar