|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

IMF: Banyak Bank Akan Tutup

[CAIRO] Kepala Dana Mo-neter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Khan menyatakan bahwa krisis keuangan global belum berakhir dan justru kemungkinan makin banyak bank lagi yang akan tutup.

"Kenyataan sekarang ada sejumlah bank di Amerika Serikat yang sedang merestrukturisasi bisnisnya, namun diharapkan mereka tidak panik," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan kantor berita AFP terkait dengan bangkrutnya bank investasi Amerika Serikat (AS), Lehman Brothers.

"Tetapi justru peristiwa itu menambah ketidakpastian sekarang ini. Dan ketegangan finansial tidak dapat diatasi dalam jangka pendek, mengingat bank-bank lain juga dalam kondisi sulit."

Memprediksi dangkalnya sektor finansial global, Direktur Pelaksana IMF mengatakan, beberapa "pemain alam menghilang", khususnya di AS. Kemungkinan lain bank investasi independen akan menghilang secara bertahap seperti Lehman atau Merrill Lynch.

Lehman Brothers pada keuangan AS adalah salah satu dari empat bank investasi besar di AS, bersama Morgan Stanley, Goldman Sachs dan Merrill Lynch. Namun hari Senin (15/9), Merrill diambil alih oleh Bank of America senilai US$ 44 miliar (sekitar Rp 396 triliun).

"Kita menghadapi krisis keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," tegas Strauss-Kahn, sambil menambahkan, krisis ini terjadi di "jantung sebuah sistem", AS dan bukan daerah lain di sekelilingnya. Tetapi dampaknya dialami di seluruh dunia secara beruntun.

Dia menambahkan, beberapa bagian dunia ini ada yang hanya sedikit terkena dampak krisis itu. "Seluruh ekonomi global akan melambat, termasuk Tiongkok dan Eropa, sekitar setengah sampai dua persen."

Sesuatu yang baru lebih berbahaya dibanding peristiwa yang pernah terjadi berulang kali, ungkap Strauss-Kahn. "Tetapi berbeda dengan krisis (pernah terjadi di pasar saham) tahun 1929, kita memiliki instrumen yang tidak mengizinkan untuk menghindari krisis, tetapi hanya bisa memperkecil konsekuensi dan mengoreksi dampak yang ditimbulkan," katanya.

Menurut dia, bank-bank di Eropa, tampaknya hanya sedikit terkena dampak itu dan tidak berisiko untuk jatuh seperti yang dihadapi di AS.

Di sisi lain Kepala IMF memuji Bank Sentral Eropa untuk menerapkan kebijakan yang ketat. "Sejujurnya, Bank Sentral eropa sudah menjalankan tugas dengan baik, melalui cara menghindari tekanan inflasi," ujar Strauss-Kahn.

Wajar saja di tengah tingginya harga komoditas, tambahnya, bank sentral itu menerapkan pengetatan.

Ada beberapa hal positif yang dipuji Strauss-Kahn di bidang perekonomian global secara umum, termasuk turunnya harga minyak di bawah US$ 100 per barel. Karena itu, IMF memperkirakan ekonomi tahun 2009 khususnya di bulan Oktober akan sedikit membaik. [AFP/E-4]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar