|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Siaran Pers Lapindo Brantas Diragukan Kebenarannya

SatuDunia, Jakarta. Siaran pers Lapindo Brantas terkait konferensi "Subsurface Sediment Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" di London ternyata diragukan kebenarannya. Bahkan Lapindo bisa diseret ke pengadilan bila mengatasnamakan konferensi internasional tersebut untuk menyebarluaskan berita bohong.

_______________________

“Sebuah konferensi tidak pernah menghasilkan satu kesimpulan,” tulis pakar teknik pengeboran dari Institut Teknolgi Bandung (ITB) Dr Rudi Rubiandini dalam pesan pendeknya yang diterima oleh Satudunia.net (23/10). Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa tidak ada diskusi apalagi kesimpulan yang menyatakan bahwa semburan dapat dimatikan atau tidak.

“Lapindo bisa dituntut secara hukum bila mengatasnamakan hasil konferensi untuk menyebarkan pernyataan yang tidak benar,” jelasnya.

Dalam siaran pers Lapindo yang dikutip oleh website Antara (22/10) menyebutkan bahwa geolog PT Energi Mega Persada, Bambang Istadi, menegaskan bahwa semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh "underground blowout".

Underground blowout sendiri adalah munculnya aliran minyak, gas, dan lumpur yang tidak bisa dikendalikan di dalam pipa pengeboran atau lubang sumur, sehingga menimbulkan nyala api di bawah permukaan atau di dalam sumur.

Pernyataan geolog PT Energi Mega Persada itu bertentantangan dengan Berita Acara tanggal 8 Juni 2006 tentang penanggulangan kejadian semburan lumpur di sekitar sumur eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1. Dalam Berita Acara itu disebutkan bahwa BP Migas maupun PT Lapindo Brantas telah sepakat semburan tersebut sebagai akibat dari underground blowout.

Penulis: daus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar