|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Bibit-Chandra diciduk gara-gara mau audit yayasan team sukses pilpres?

Presiden RI, memberikan keterangan pers tentang penangkapan Bibit dan Chandra? tidak cukupkah Menteri HukHAM? atau Menko Polhukam? Bukankah agenda pemakmuran versi KADIN yang diadopsi sebagai agenda "National Summit 2009" KIB II lebih penting? Apakah sebab bunyi ledakan "BOM CICAK" ini menyebut2 keterkaitan RI 1?

Bibit Samad dijadikan tersangka oleh Polisi, dianggap menyalahi wewenang melakukan pencekalan terhadap Djoko Tjandra dalam rangka menyelidiki aliran dana dari Perusahaan yang dikelola Djoko Tjandra (PT Era Giat Prima) ke Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian (YKDK). Djoko Tjandra sendiri saat ini sudah kabur, entah keluar negeri atau di sebuah villa.

Kenapa Polisi dan beberapa pihak khawatir dengan penyelidikan KPK terhadap aliran dana ke YKDK? Siapakah dibelakang YKDK?.

Apakah karena didalam YKDK ada empat orang Dewan Pembina, yang dipromosikan jadi Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ataupun pejabat setingkat Menteri? keempatnya yaitu Djoko Suyanto (Menko Polhukam), Purnomo Yusgiantoro(Menhan), Sutanto (Kepala BIN), Muh S Hidayat(Menperind).

Di milis ITB misalnya, ada yang menyampaikan fakta padatnya kegiatan YKDK terutama jelang pemilu Presiden tanggal 8 Juli 2009 dan sebulan setelah Pemilihan Presiden. Dan semua kegiatan berhenti setelah bulan Agustus 2009. Sebagai sebuah yayasan, kegiatannya dinilai mirip yayasan team sukses kampanye seorang Presiden. Milister juga mempertanyakan, apakah karena Djoko Suyanto adalah Wakil Ketua Kampanye SBY-Boediono, sehingga YKDK adalah organisasi kampanye SBY-Boediono?. Lalu jikalau ternyata YKDK benar-benar sebuah organisasi kampanye, dan kemudian ternyata terbukti oleh KPK memakai dana korupsi, bagaimana implikasi hukumnya?

Di KIB I, anggota kabinet cukup cantik diformulasikan dalam rerupa trik politik sewajarnya. Yang sempat mengemuka jelang pilpres lalu hanya perihal 12 anggota team kampanye yang didudukkan sebagai komisaris 12 BUMN dan konon mendanai kampanye salah satu capres yang laporannya sempat ditarik kembali untuk dilakukan perubahan dan penyesuaian. Kini, dengan membagi kursi sampai ke kabinet, hampir saja ....

Kepada Presiden dan KIB II, lanjutkan! Tapi awas kalau ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar