|Gangguan KAMSELTIBCAR LANTAS Mudik hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119" |

A+ per detik

Dirut PGN yang tak begitu saya kenal, kini ia dicekal [#1]

*
*
Washington Mampe Parulian (WMP) Simandjuntak adalah salah satu inspirator saya, meski nasib berkata lain, saya jauh dari pencapaian beliau bak bumi-langit, setidaknya kecerdikannya menempati ruang penting disalah satu bilik benak saya.

Direktur Keuangan dan Administrasi, adalah jabatan yang ia pegang diawal karir di PGN. Faktor biaya tinggi dalam produksi gas buatan menjadi perhatiannya. Masygul, bagaimana mungkin PGN akan bangkit dari kondisi merugi jika gas buatan yang dihasilkan masih berasal dari bahan baku mahal untuk olahan, yakni minyak bumi dan batubara.

Untuk mencapai jabatan puncak, ia tekun dengan pekerjaannya. Sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi, ia melakukan pembenahan dalam sistem manajemen dan administrasi yang tidak terlihat dikerjakan secara professional.

Kalau pada umumnya laporan ke BPKP ‘asal beres’ dan BPKP tinggal “terima beres”, tidak dengan keuangan dan administrasi PGN. Sebagai ‘kepala suku’ ia menginginkan pekerjaannya menjadi tonggak keberhasilan sebuah system administrasi dan keuangan di perusahaan Negara tersebut dengan cara melibatkan proses audit sampai pembuatan system akuntansi dan kebijakan bersama BPKP, yang mana membutuhkan waktu selama 2 tahun antara 1987 sampai 1989.

Kerjakerasnya membuahkan hasil, ketika penjualan gas buatan mengalami peningkatan, pada tahun 1989 PGN berhasil membukukan keuangan sebesar Rp 600 juta. Dengan tangan dinginnya, dalam lima tahun membukukan keuntungan sebesar Rp 44 Miliar.

Maka wajar jika kemudian PGN mendapat predikat terbaik bersama 7 perusahaan lain di dunia, yang dibiayai Bank Dunia, meskipun bantuan Bank Dunia untuk PGN sebenarnya terhitung kecil yakni hanya 36 juta USD dan habis untuk memenuhi distribusi Sumatera utara dan Jawa Barat.

Tahun 1996, ketika proses pemeriksaan administrasi dan keuangan oleh Bank Dunia menyatakan PGN dalam status creditable, maka mengucurlah pinjaman sebesar 400 juta USD untuk membangun pipa ke daerah Duri [Sumsel] dari Grissik, dan rencana akan dicabangkan sampai ke Batam. Namun akibat badai krisis moneter 1997, proyek hanya dilaksanakan sampai Duri dengan pipa ukuran kecil 20 inchi.

Mengiringi krisis yang terus berlanjut, berbagai kesulitan menghampiri tugas alumni FE UI jurusan Akuntansi tahun 1969 ini. Namun semua dapat dilalui oleh pria kelahiran Porsea ini. Sebagai peraih empat bintang jasa dari Presiden, ia juga putra daerah kebanggaan Kabupaten Toba Samosir.[mp/sm-2001] Bersambung...

Lagi, 'shockteraphy' Malaysia bangunkan lelap kita


[logo gerakan sejuta melayu diatas tidak terkait isi informasi dibawah]

Artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

1. Batik dari Jawa oleh Adidas [kalau yg ini silahkan confirm ke mas guruh sp]
2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
29. Kain Ulos oleh Malaysia
30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia


Bangsa serumpun atau dikenal dengan Malaysia setidaknya mengklaim 21 artefak budaya Indonesia, dan yang terkini adalah tari Pendet dari Bali.

1. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
5. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
7. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
8. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
10. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
16. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
18. Kain Ulos oleh Malaysia
19. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia


NB:
a. dari Perancis, maret lalu diluncurkan 100 corak pakaian musim panas 2010 bermotif batik dipatenkan diseluruh dunia, tapi belum ngecek sih apakah batik asal indonesia atau bukan. mungkin warga fesbuker ada yang bisa bantu?
b. Replika Candi Borobudur, oleh seorang warga negara AS.
c. Motif bali dalam aneka kerajinan tembaga, oleh WN AS dan Belanda.
d. Wilayah udara dan sebagian laut utara indonesia dikuasai S'pore berdasar perjanjian DCA/MTA yg ditandatangani di Bali tahun 2004.

[dari berbagai sumber, disarankan check & recheck]

Alih-alih Bom, Israel Buka Kantor Dagang Di Jakarta

Pernyataan Pers FUI
Menolak Israel Buka Kantor Cabang di Jakarta

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Di tengah hingar-bingar pemberitaan yang sangat massif dan terus menerus pasca pengeboman hotel Ritz-Marriott 17 Juli lalu, ternyata diam-diam Israel membuka kantor dagang di Jakarta.

Ini terungkap dari pemberitaan harian Dza Marker berbahasa Ibrani yang terbit di Israel, menuliskan laporan jika Israel tengah berupaya memperluas jaringan dan hubungan ekonominya dengan Negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia.

Tujuan dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta adalah untuk memulai babak baru hubungan ekonomi antara Israel dan Indonesia. Ternyata, sebelum kantor dagang Israel itu dibuka di Jakarta, bubungan "gelap dan diam-diam" antara Indonesia dan Israel telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Ran Kohin, kepala kantor dagang Israel-Asia. Kohin menegaskan, dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta merupakan hasil dari perkembangan yang baik dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Israel yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, meskipun tak ada hubungan diplomatik antara keduanya. Tahun 2001, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan meneken Surat Keputusan Menperindag No 23/MPP/01/2001 tertanggal 10 Januari 2001 yang melegalkan hubungan dagang antara RI dengan Zionis-Israel.

Hanya saja kantor dagang Israel untuk Indonesia yang dikepalai oleh Immanuel Shahaf ini sampai hari ini masih belum diketahui alamatnya di mana.

Terhadap fenomena ini, Forum Umat Islam (FUI) amat prihatin dengan sikap pemerintah Indonesia yang mengizinkan bangsa penjajah Zionis israel membuka kantor perwakilan dagang di Jakarta. Tindakan tersebut inkonstitusional, sebab bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 yang mempunyai sikap tegas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Perlu ditegaskan bahwa pembukaan Kantor Dagang Israel di Indonesia akan memiliki implikasi:

Kegiatan politik dan diplomatik yang dilakukan secara diam-diam oleh negara penjajah Zionis Israel dengan cover kantor dagang.

Kegiatan dalam poin 1 akan menghasilkan pengakuan diplomatik dari RI kepada negara penjajah Zionis Israel yang sampai hari ini telah menjajah dan menindas bangsa dan negara muslim Palestina.

Kegiatan kantor dagang juga akan menghasilkan dominasi dan eksploitasi ekonomi negara penjajah Zionis Israel di Indonesia.
Oleh karena itu, FUI menyerukan kepada pemerintah Indonesia agar:

Segera mencabut surat Surat Keputusan Menperindag No 23/MPP/01/2001 dan melarang segala bentuk hubungan apapun dengan negara penjajah Zionis Israel.

Segera menutup kantor dagang negara penjajah Zionis Israel di Indonesia.

Segera menghentikan semua hubungan ekonomi Indonesia-Zionis Israel, baik antar negara maupun antar swasta sebagai upaya preventif untuk mencegah dominasi negara penjajah Zionis Israel atas Indonesia.

Kepada para alim ulama, pemimpin ormas dan orpol Islam, pimpinan pesantren dan lembaga-lembaga Islam, para mahasiswa, pelajar, buruh dan pekerja muslim, serta jamaah umat Islam, kami serukan agar meningkatkan persatuan dan kesatuan serta ukhuwwah Islamiyyah dan sekaligus mewaspadai dan mengusir keberadaan kantor dagang penjajah Zionis Israel di Indonesia sebagai bentuk sikap penentangan umat kepada kaum penjajah Zionis Israel. Allah SWT berfirman, (artinya):

". . . dan Allah sekali-kali tidak akan member jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman." (QS. An Nisa': 141)

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Jakarta, 24 Sya'ban 1430 H/ 15 Agustus 2009 M
Atas Nama Umat Islam Indonesia
Forum Umat Islam (FUI)

Sekretaris jenderal

KH. Muhammad al Khaththath

FORUM UMAT ISLAM :
Perguruan As Syafi'iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Syarikat Islam (SI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMI), YPI Al Azhar, Front Pembela Islam (FPI), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Majelis Adz Zikra, MER-C, PP Daarut Tauhid, Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Muslimah Peduli Umat (MPU), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Hidayatullah, Al Washliyyah, KAHMI, PERTI, Ittihad Muballighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Missi Islam, Harakah Dakwah Islamiyah Indonesia (HADII), Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), Irene Center, Gerakan Reformasi Islam (GARIS), LPPD Khairu Ummah, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Lascar Aswaja, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Ummat Indonesia (PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.

Info Pameran Kartun

**
CARTOON ART
EXHIBITION 2009
Part of Bazaar Art 2009
Pacific Place Mall, JAKARTA
1 st floor, 4-30 Agustus 2009
10.00 - 21.00 WIB
Presented by: www.jokersyndicate.com

Kartun adalah seni yang mengutamakan pesan yang dibungkus dalam tema humor yang terkadang satir. Kartun ini secara visual mengambil metafora yang dengan jenaka menyindir secara halus ironi yang terjadi di sekitar kita.

Kartun menjadi sebuah seni terapan yang kerap kali muncul di media. Ia mendampingi sebuah teks dan selain menjadi oase bagi mata, kartun juga membawa imajinasi pembacanya.

Dalam konteks seni modern, kartun ditarik sebagai sebuah karya mandiri yang bisa dinikmati secara bebas yaitu dengan menggunakan kekuatan visualnya yang menyindir tanpa lupa meninggalkan senyum.

Disela-sela kemurungan yang sering terasa belakangan ini, perkenankan kami-Joker Syndicate sebuah sindikasi kartunis profesional yang menyediakan kartun dan ilustrasi- membuat Anda tersenyum. Berbagai karya yang kami tampilkan adalah pemegang penghargaan kartun di berbagai negara, seperti "Money Case" (Jitet Koestana), "Cross Culture" (Thomdean),Digital Family (Doddy Iswahyudi) dan "Mine Worker Playing" (Didie SW) yang masing-masing menang di Iran, Korea, China dan Turki.

A cartoon is an art sending messages that is wrapped by humour or even plain satire. Cartoons indeed are visually metaphors of everyday events in our life.

Meanwhile, cartoons become applied art in media. They assist texts and are feasts for eyes. It brings out imaginations for the readers.

In a modern art context, cartoons can be independent through their visual strength; stinging but evoking smiles.

During this difficult time, allow us, Joker Syndicate, as a professional cartoonist syndication to provide illustrations that will make you smile. The features we present here are done by award-winning artists. They are Jitet Koestana with "Money Case", Thomdean "Cross Culture", Doddy Iswahyudi "Digital Family", and Didie SW "Mine Worker Playing, who have won competitions in Iran, Korea,China and Turkey.

Centro Gunakan Kemasan Plastik Oxobiodegradable

Ada yang berubah kalau kita belanja ke Centro, mulai bulan Agustus ini. Mungkin konsumen tidak terlalu memperhatikan, perubahan itu adalah pada kantong plastik Centro. Mulai Agustus 2009 ini, berangsur-angsur Centro mengganti bahan baku kantong plastiknya yang biodegradable.

Apa itu biodegradable? Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa kantong-kantong plastik yang biasa kita peroleh dari supermarket, toko maupun pusat belanja , ketika menjadi sampah membutuhkan waktu 500 – 1000 tahun untuk terurai oleh alam. Nah, plastik biodegradable ini adalah plastik yang campuran bahan bakunya ada komposisi dari bahan natural (tepung singkong atau bahan lain), sehingga waktu terurainya lebih singkat. Kantong plastik biodegradable Centro diklaim akan terurai dalam 2 tahun saja.

Andrei Aksana, General Manager Corporate PR, Event, & Fashion Trend, Centro Lifestyle Department Store, mengatakan, “Centro sebagai retail sadar bahwa kami menggunakan kantong belanja plastik yang mengancam lingkungan hidup, maka kami mengubah kebijakan dengan biodegradable bag yang dapat terurai dalam 2 tahun. Hal ini dilakukan supaya customer bersama-sama dengan Centro paham bahaya plastik, keuntungan menggunakan biodegradable bag, dan mengubah gaya hidupnya dengan mengurangi penggunaan kantong belanja plastik.”

Beliau menambahkan, “Kebijakan ini serempak dilakukan Centro di lima lokasinya, yaitu The Plaza Semanggi, MargoCity Depok, Mall Of Indonesia Kelapa Gading, Ambarukmo Plaza Yogya, dan Discovery Shopping Mall Bali.”Komitmen Centro ini dilakukan atas kerjasama dengan WWF Indonesia.

Penggunaan kantong plastik biodegradable ini nampaknya akan menjadi tren pusat-pusat belanja modern. Sebelum Centro, supermarket Hero, Ranch Market, Kem Chicks sudah menggunakan kantong plastik jenis ini. Ini seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen pada lingkungan hidup. Sebagian konsumen ini, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta, memasukkan pertimbangan memilih tempat belanja yang mendukung program-program lingkungan seperti Centro ini. Dan mengabaikan bahkan cenderung menolak untuk belanja di pusat-pusat belanja yang kurang ‘hijau’.





sumber : siaran pers WWF Indonesia

Kodak Honored with Two Top Industry Awards for Digital Innovation in Graphic Communications


KODAK NEXPRESS Dimensional Printing System and KODAK PRINERGY Digital Workflow receive 2009 InterTech Awards


ROCHESTER, N.Y., Aug. 13
Printing Industries of America awarded Kodak two 2009 InterTech Technology Awards, the highest honor for innovation in the graphic communications industry. The awards recognize leading KODAK Digital Technologies that help increase the impact of print and enable print service providers to offer even more value to their clients as marketing service providers. Kodak is the only company to receive two of the coveted awards this year.

Receiving 2009 InterTech Technology Awards are the KODAK Dimensional Printing System, a revolutionary digital print technology that creates raised—or 3D—text and images to differentiate and add value to the creative piece, and KODAK PRINERGY Digital Workflow, a software solution for digital presses that enables printers to improve efficiency, decrease production costs and reduce job turnaround times. Kodak holds a total of 24 InterTech Technology Awards for innovative solutions for commercial, data, publishing, and packaging printers.

“KODAK Solutions such as Dimensional Printing and PRINERGY Digital Workflow help customers differentiate their businesses in the marketplace, increase production efficiencies, and improve return on marketing investment for their clients,” said Chris Payne, Director and Vice President, Business to Business Marketing, Kodak.

“These awards reflect Kodak’s on going commitment to deliver innovative solutions that help our customers grow their businesses.”

The KODAK Dimensional Printing System is the only cut sheet inline digital, tactile printing system on the market. Available as part of the KODAK NEXPRESS Fifth Imaging Unit Solutions, Dimensional Printing gives specified text and images a raised or 3D effect that can help communications stand out in a crowded marketplace. The result is a printed piece with a dimensional feel that mimics the surface of the items in the image.

The KODAK NEXPRESS Intelligent Dimensional Coating Solution and KODAK NEXPRESS Dimensional Clear Dry Ink combine to create the Dimensional Printing effects. Dimensional Printing is well suited for a variety of markets, including commercial printing and photo products, and can be used for a variety of applications including direct mail, marketing collateral, promotional materials, greeting cards, business cards, invitations, certificates and photo books.

In his nomination letter for Dimensional Printing, Tony Seaman, Director, The University of Mississippi Publishing Center, lauded the impact Dimensional Printing has had on its business. The university hosted the first 2008 Presidential Debate and used Dimensional Printing to create a raised presidential seal and other elements for the invitations, pocket folders, and sponsor programs.

“We’ve seen an overall growth in our digital printing volume, and we believe the KODAK Dimensional Printing System is certainly contributing to this growth,” said Seaman. “It is opening doors and helping grow our volumes by establishing us as an innovative and dependable partner to our clients. It gives us a competitive advantage and helps us deliver much more than a standard digital print job.”

PRINERGY Digital Workflow is designed specifically for the needs and requirements of
digital printing workflows, such as higher job volumes, variable data printing, and short
production runs. It connects to a wide range of digital presses on the market.

PRINERGY Digital Workflow’s Rules Based Automation (RBA) feature impressed the
judges. The technology eliminates processes, simplifies production, and automates procedures regardless of the level of complexity—all based on establishing predefined “rules” to determine how to handle all facets of print jobs. Using RBA, many errors are eliminated, touch points disappear, and the process is much faster. This is absolutely critical in today’s digital print production process where the jobs have to be processed as efficiently as possible. When integrated with KODAK Unified Workflow Solutions, zero-touch automation is achieved.

Furthermore, PRINERGY Digital Workflow is tightly integrated with KODAK Web to Print Solutions, enabling print service providers to become marketing service providers by giving their customers easy, flexible ways to order marketing printed materials anytime via the Internet.

PRINERGY Digital Workflow is being honored for innovation in the same year that the
KODAK PRINERGY Workflow System, the industry’s first production workflow, is celebrating its tenth anniversary.

In nominating PRINERGY Digital Workflow for the 2009 InterTech Award, Yves Gray,
Digital Color Printing, ING Belgium, said, “PRINERGY Digital has become a big part of our production environment. It has proven to be very easy to integrate, very easy to use, and very robust. Our operators felt comfortable with the interface right away, and the status reporting and live device feedback are helping us to become much more efficient—saving time and money on each job.”

KODAK Products are backed by KODAK Service and Support. KODAK Service and Support is made up of more than 3,000 professionals reaching more than 120 countries. It is a leading multi-vendor integrated services provider, delivering consulting, installation,
maintenance and support services for the commercial printing, graphic communications,
document imaging and data storage industries. KODAK Service and Support professionals are uniquely qualified to provide services that control costs, maximize productivity, and minimize business risk.

About Printing Industries of America Printing Industries of America is the world’s largest graphic arts trade association representing an industry with approximately one million employees. It serves the interests of more than 10,000 member companies. Printing Industries of America, along with its affiliates, delivers products and services that enhance the growth, efficiency, and profitability of its members and the industry through advocacy, education, research, and technical information.

Born out of the consolidation of PIA and GATF, Printing Industries of America has a long andimpressive history. We are dedicated to the advancement of the graphic communications industry worldwide. Printing Industries proudly hosts two specialty Centers of Excellence—the Center for Technology & Research (formerly GATF) and the Center for Digital Printing Excellence. Both serve our members and the industry with in-depth, quality research, reports, products, services, and more.


About Kodak

As the world’s foremost imaging innovator, Kodak helps consumers, businesses, and creative professionals unleash the power of pictures and printing to enrich their lives.
To learn more, visit http://www.kodak.com and follow our blogs and more at http://www.kodak.com/go/followus.
More than 75 million people worldwide manage, share and create photo gifts online at KODAK Gallery—join for free today at www.kodakgallery.com

In the graphic communications market, Kodak offers the broadest portfolio of integrated solutions to help customers grow their business. For more information, visit www.graphics.kodak.com. For downloading photos and videos from Kodak’s image library, visit www.kodak.com/go/gcimages.

Sketsa Mamberamo, Papua: Raibnya 17 Orang dan Uang Miliaran di Boat

Oleh: Iwan Piliang,
literary citizen reporter, blog prestalk.com


Di penghujung Juli 2009 di kantor Redaksi Cendrawasih Pos (Cepos) , Jayapura, saya terkesima melihat arsip Cepos pada 4 Maret 2009, menulis berita hilangnya sebuah speed boat dalam pejalanan dari Serui – Mamberamo Raya. Ikut raib 17 orang penumpang - - dua di antaranya anggota IWAPI Papua - - dan uang lebih dari Rp 2,5 miliar. Lima hari setelah peristiwa, terbunuh pendeta Zeith Kiriomah, konon tahu akan peristiwa ini. Di halaman sama, ada berita tentang tewasnya David Hartanto Widjaja, mahasiswa Indonesia di NTU, 2 Maret 2009. Di hari ke lima David tewas, mati pula Zhao Zheng, warga negera Cina. Dua peristiwa tragis dengan kematian lain di hari kelima. Berikut verifikasi awal peristiwa Mamberamo yang tak mengemuka ke media meianstream itu. Entah mengapa?.




SEBUAH speed boat sandar di pelabuhan Serui, Papua 3 Maret 2009. Ukurannya tidak terlalu besar. Dua mesin, masing-masing 40 PK sudah menempel di bagian belakang. Di badan boat melingkar garis oranye. Di Selasa pukul 09 pagi itu, muatannya 6 drum solar, setara 34 jerigen, beras lima karung, mie instan, air mineral, dua karton bir, dua cool box.

Laut tenang, langit biru.

Ada seseorang yang sempat mencatat.

Di badan boat bertuliskan: Saweri Hung Ai U Hupa

Perjalanan menuju Mamberamo Raya yang ditempuh sekitar 10 jam oleh speed boat itu hingga hari ini tidak berujung ke tepian..

“Kamu tak perlulah ikut ke sana,” ujar Suparmu Ibrahim. Kalimatnya kepada Atieka Saraswati, sang isteri, yang kini lenyap entah di mana rimba.

“Yah proyek di Memberamo kan banyak, untungnya bagus, saya mesti ikut, toh Nia ada,” jawab Atieka.

Karena faktor jarak, bank belum merambah Mamberamo Raya, proyek pengusaha di sana harus dibayar tunai. Dan, biasanya, keuntungan yang diperoleh pengusaha juga lebih bagus. Kenyataan itulah yang menggugah wanita pengusaha itu berkeras mara ke Mamberamo Raya.

Atieka anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Papua. Kepada Suparmu, ia mengatakan bahwa Rahmania, sesama anggota Iwapi, juga turut serta. Suami Rahmania, Sujadi, adalah anggota Polisi di Yapen.

“Kendati ada Nia, saya tetap merasa kuatir perjalanan itu,” ujar Suparmu.

Kekuatiran Suparmu itu lebih kepada rencana keberangkatan yang sudah tertunda sejak Senin.

Dan penundaan itu, dikarenakan seorang pejabat bernama Isak Muabuay, Kepala Bagian Umum, Setda, Pemda Mamberamo Raya, yang mencarter speed boat, mengalami mabuk, kebanyakan minum Miras, di sebuah pub di Serui sejak Jumat malam, 27 Februaari 2009. “Pesta” pejabat itu berlanjut malam Minggu, Malam Senin, sehingga jadwal berlayar Senin pagi harus ditunda Selasa.

Dalam verifikasi saya di lapangan dari 30 Juli sampai 4 Agustus 2009, kebiasaan pejabat pelesir di pub-pub menjadi langgam biasa di Papua.

“Bahkan saya pernah bersama seorang Bupati yang membelanjakan Rp 2 miliar tunai dalam semalam,” ujar Yamin, bukan nama sebenarnya, seorang manager hotel di Jayapura. Yamin biasa menyimpankan uang sang pejabat, membawakan jika dibutuhkan membayar minuman dan perempuan. Uang terendah membayar perempuan Rp 20 juta. Kebanyakan lebih.

Lain ladang lain ilalang, lain pula gaya kehidupan pejabat.

Alam Papua yang kaya, ditambah urusan Otonomi Khusus (Otsus) telah membuat sebuah dilema. Banyak anggaran melimpah ada di tangan pejabat. Otonomi khusus juga telah memberi kesempatan kepada penduduk lokal tampil sebagai pemimpin di daerahnya, namun amat disayangkan bila kesempaatan itu tidak digunakan membangun daerah, meningkatkan taraf ekonomi dan mutu peradaban ranah Papua nan jaya.

Maka ketika memandu konperensi pers di Hotel Papua, 3 Agustua 2009, menyangkut hilangnya 17 nyawa yang sedang menuju Mamberamo itu, saya menggugah kawan-kawan media mainstream Papua untuk mengawal jalannya pemerintahan daerah dan berpihak kepada warga, sesuai dengan amanah yang tertera di dalam elemen jurnalisme. Terlebih untuk kasus raibnya speed boat ini:

Mengapa pula sejak Maret pemberitaannya seakan senyap?

Saya perhatikan Ketua DPR Papua, John Ibo, yang di malam konperensi pers itu ikut mendampingi Suparmu Ibrahim, juga berharap sama. “Kasus ini harus kita ungkap hingga ke akar-akarnya,” ujar John Ibo. Saat itu hadir pula, Yanni, Ketua Iwapi Papua, juga tokoh salah satu tokoh masayarakat dari Mamberamo, Yoel Maitindom.

Dari dua kali pertemuan saya dengan Kabid Humas Polda Papua, Agus Arianto, dapat saya ketahui bahwa motorist yang mengemudikan speed boat bernama Gerson Wanggai alias John Wanggai, terindikasi sosok narapidana yang kabur. Ia membawa asisten yang menahkodai boat itu; Mario Wanggai, Michael Wanggai dan Lambert Wanggai.

Penumpang lain adalah: Ferdian Sunur, pengusaha, Toni Fonataba, Ayub Karobaba, anggota Satpol Air Polres Yapen, Jack Karobaba, PNS, Reba, Erna Samori, Iin dan Nurul Fatimah. Dari list nama ini, dua di antaranya isteri kedua dan adik ipar Isak Muabuay, sang pejabat, pencarter boat.

Deretan nama penumpang di atas hingga tulisan ini saya buat belum tahu nasib dan keberadaannya.

Pada hari kami melakukan konperensi pers di Papua, paginya berita ditemukannya pesawat Twin Otter Merpati mengemuka. Penumpang dan crew-nya tewas 16 orang, dalam perjalanana dari Sentani ke Oksibil. Dari Papua saya simak liputannya meriah di semua teve nasional.

Dalam logika pikir saya, urusan nyawa seakan berbeda aura liputannya. Berbeda meriah antara di udara dan di air atau laut. Padahal nyawa yang hilang sama bahkan lebih jumlahnya.




KORAN Cendrawasih Pos, pada 16 Maret memberitakan sebuah penemuan speed boat di Mamberamo. Menurut Suparmu, adalah Thomas Ondi, Kepala bagian keuangan Setda Mamberamo, yang mengaku memiliki itu boat.

“Thomas juga mengaku bahwa boat yang ditemukan itulah yang dipakai rombongan yang hilang itu,” tutur Suparmu.

Sebagai suami salah satu korban, Suparmu tak tinggal diam, ia mencoba melakukan pencarian. Mulai dari menelusuri perjalanan dengan boat yang bermesin lebih besar, mengajak Angkatan Laut, hingga menelusuri pelosok. Rute dan upaya pencariannya itu ia paparkan di foto-foto di Facebook-nya.

“Dan boat yang ditemukan itu bersih, putih polos, sama sekali tak ada tanda-tanda bekas mesin.”

“ Tidak ada atap, tidak berwana oranye di lingaran badan. Tidak ada tulisan: Saweri Hung Ai U Hupa!”

Begitu Suparmu menceritakan.

Jika demikian, bisa jadi boat itu hanyalah alibi.

Dan Suparmu melihat keanehan lain. “Pada tanggal 5 sampai 8 Maret, handphone isteri saya nyala. Tetapi dihubungi tidak menyahut.”

Sementara dari isteri penguasaha Fredie Sunur yang saya huibungi via telepon mengaku telepon satelit yang dibawa suaminya bernomor 0868811040388, sejak 4 Maret 2009 sudah tak bisa lagi dihubungi.

Selain motorist yang terindikasi narapidana kabur, ada lagi benang merah lain yang sempat dicatat Suparmu.

“Dari cerita penduduk ada salah seorang yang yang turun di tempat perhentian,” ujarnya.

Sosok yang turun itu berinisial JT. Ia pada 9 April 2009 tersangka membunuh pendeta Zeith Kiriomah. “Konon sang pendeta tak berdosa mengetahui bahwa JT menyimpan sejumlah besar uang, hasil kejahatan.”

“Dari yang saya ketahui di lapangan, dua buah cool box yang dibawa, juga berisi uang,” ujar Suparmu. Tentunya dana milik Pemda Mamberamo. Jumlahnya menurut perkiraan di atas Rp 4 miliar.

Selama di Papua pula, saya menjalin kontak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat. Mereka menyanggah menyandera apalagi merampok. Perjuangan mereka, sebagaimana mereka sampaikan secara tertulis, membela kebenaran dan keadilan, bukan melakukan praktek kejahatan. Itu menurut mereka.

Nah, jika demikian siapa berulah?

“Sudah seharusnya kepolisian bergerak, apalagi benang merah yang dipaparkan bisa mengurut masalah, mulai dari napi yang kabur, pejabat yang mabuk, hingga pendeta yang tewas,” ujar John Ibo, Ketua DPR Papua. Dalam waktu dekat DPR Papua akan melakukan dengar pendapat dengan jajaran Polda Papua tentang kasus ini, untuk bisa diusut tuntas.

Sikap Ketua DPR Papua demikian, seharusnya membuat media bisa bekerja lebih terbuka. Media bukan bersembunyi di balik kekuatiran. Akan lebih disayangkan bila kekuatiran hanya urusan tidak kebagian angpau dari pejabat. Hingga di sini, tiada lain sebagai citizen reporter, saya berharap media di Papua, khususnya mengawal kasus ini, selain penegak hukum, kepolisian menyidik hingga tuntas. Sehingga laku bar-bar di ranah kehidupan yang kian hari seakan meninggi, bisa dibersihkan dini-dini! ***