Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Media Management Issue, Monitoring Media >> mahar.prastowo@gmail.com

Perlu, Hari Batik Nasional

___________________________________________
H, Muhammad “Ook” Arifin, Pemilik Katacraft

Turun temurun semenjak kakek buyutnya, darah pedagang kain batik juga diwarisi insinyur pertanian UGM yang jago IT ini. Kalau sebelumnya batik Ambologo hanya dapat ditemui di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, bersama “kawan mancing”nya, Aput dibukalah cabang distribusi batik Ambologo dengan bendera Katacraft di Jakarta. Blok M Square dan JaCC dianggap sebagai pilihan tepat mendekatkan diri ke pelanggan, setelah sebelumnya sempat dibuka di kawasan Kalimalang dan Pejaten.

Dalam membuka usaha distribusi dan butik batik ini, ia mendapatkan koleksi batiknya dari sentra-sentra batik di Indonesia, terutama Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pelanggan juga dapat memesan batik dengan membawa desain sendiri sesuai yang diinginkan.

Soal kapasitas produksi, Arifin tidak membatasi, apalagi dari sejarah batik di Jawa tengah, keluarganya termasuk pemain utama baik dalam produksi maupun distribusi dengan menjalin kemitraan perajin dan mendirikan ratusan toko di sentra-sentra bisnis.

Saat ini, menurutnya, persaingan batik di Indonesia sangat kompetitif dengan pemain-pemain lama yang masih eksis, dan ditambah dengan pemain-pemain baru. Namun demikian, kondisi ini tidak membuatnya takut atau minder, karena rezeki itu sudah diberi oleh Tuhan.


Hari Batik Nasional

Arifin atau yang akrab dipanggil Mas Ook ini juga menyambut gembira, ditetapkannya Batik sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Dengan berkembangnya batik ke seluruh dunia, akan turut mencitrakan Indonesia, seperti halnya di kuliner, Pizza bisa menjadi identitas Italy, Hoka-hoka Bento [Jepang], dan sebagainya.

Apresiasi terhadap pengakuan Unesco juga ditanggapi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga menghimbau untuk memakai busana batik pada hari Jumat 2 Oktober 2009 ini.

Sebagai pelaku bisnis distribusi batik untuk busana, tas, ornamen interior, meubel, stationary dan lain-lain, Ook berharap pemerintah melestarikan batik dengan membuat satu momentum yang berkesinambungan misalnya menetapkan 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.

Untuk mendapatkan informasi tentang produk-produk Katacraft, dapat dating langsung ke cabang distribusi di JaCC dan Blok M Square, atau menghubungi Mitro [Mgr. Operasional] di 0817 781 366, atau 021-710 372 051. [iklan]

LPM 2009, EKSPLORASI KAIN INDONESIA

_______
Tahun ini merupakan kebangkitan dari Batik Indonesia. Munculnya kebanggaan atas warisan bangsa ini dipicu oleh negara tetangga yang beberapa saat lalu melakukan klaim atas Batik sebagai budaya Melayu. Munculnya kesadaran atas warisan budaya saja tidaklah cukup, perlu adanya terobosan agar budaya kita menjadi relevan kembali ke generasi muda.


"Diperlukan munculnya desainer muda yang melakukan inovasi atas budaya, warisan dan tradisi, karena merekalah yang memahami semangat zaman, dan dari merekalah lahir sesuatu yang baru." Demikian disampaikan Andi S. Boediman, seorang Creative entrepreneur menanggapi penyelenggaraan Lomba Perancang Mode 2009.

Sebagai inpirator industri kreatif di Indonesia, Andi juga sependapat jika dari busana dapat memunculkan nasionalisme, namun demikian, para desainer muda hendaknya tak melulu berkutat pada eksplorasi Batik yang sudah ada, masih banyak hal berciri khas Indonesia dapat diangkat melalui fashion.

_______



Setelah melalui seleksi ketat, 10 calon desainer telah terpilih sebagai finalis dalam lomba fashion design prestisius, Lomba Perancang Mode Femina Group 2009 (LPM 09). Lomba ini merupakan bagian dari Jakarta Fashion Week 09/10 (JFW 09/10) yang akan berlangsung pada 14-20 November 2009 di Pacific Place, Jakarta. Jakarta Fashion Week 09/10, yang tahun ini dipersembahkan oleh Bank BRI, merupakan fashion week utama di Indonesia yang memberikan arahan fashion Indonesia dan memeragakan bakat dan kreativitas desainer fashion Indonesia.

Tema lomba kali ini adalah Eksplorasi Kain Indonesia. Menurut Zornia Devi, Ketua Pelaksana Lomba Perancang Mode 2009, pemilihan tema ini didasari pemikiran bahwa tanah air kita ini kaya akan beragam kain tradisional, namun yang terangkat baru batik saja. “Upaya eksplorasi kreatif dari desainer muda akan membuat kain Indonesia terus dikenal dan dimanfaatkan di masa mendatang, serta menjadi elemen fashion global,” kata Zornia. Untuk menjaring bakat-bakat baru, panitia LPM telah membuka pendaftaran sejak Mei 2009 lalu dan mengadakan road tour ke beberapa sekolah mode, seperti ESMOD, LaSalle College, LBTP Susan Budihardjo dan Phalie Studio.

Tahun ini panitia berhasil menjaring 202 peserta. Setelah melalui tahap penjurian awal, terpilihlah 20 semifinalis yang telah mempresentasikan konsep rancangan di depan dewan juri pada Selasa, 15 September 2009. Para semifinalis ini harus mewujudkan satu desain yang telah dipilih juri berdasarkan desain dan tingkat kerumitan pembuatannya. Hasilnya, mereka berhasil mewujudkan karya desainnya menjadi karya yang inovatif dan mengundang decak kagum. Sepertinya, hanya di ajang ini bisa ditemukan kain songket Makassar sebagai gaun 2-in-1, kain sarung bergaya kimono, kain lurik model ponco, sampai modifikasi kain tenun Bali yang membawa kesan mewah pada busana yang diciptakan.

Karakteristik yang sangat terlihat pada desain peserta adalah karya-karya yang sangat kreatif dan berani keluar dari kebiasaan. “Rata-rata usia para peserta yang relatif muda mungkin membuat mereka lebih terekspos perkembangan industri fashion dunia. Kedekatan mereka dengan lingkungan pop culture juga ikut mempengaruhi karya-karya mereka,” kata Petty S. Fatimah, pemimpin redaksi Femina, yang juga duduk di kursi Dewan Juri. Rata- rata peserta LPM tahun ini adalah 23 tahun, relatif lebih muda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain Petty S. Fatimah, dewan juri tahun ini terdiri atas Sebastian Gunawan (desainer), Taruna K. Kusmayadi (desainer, Ketua APPMI), Ninuk Pambudy (redaktur senior Kompas) dan Timur Angin (fashion photographer).

Dewan Juri menilai hasil rancangan para semifinalis berdasarkan kreativitas, orisinalitas, daya pakai, dan daya jual. Tambahan penilaian yang mesti direbut oleh para semifinalis adalah penampilan wujud rancangan dan konsep rancangan ketika dikenakan oleh model.

Setelah melalui diskusi yang panjang dan pelik, terpilihlah 10 Finalis LPM 2009 sebagai berikut (Red: Nama desainer, usia, domisili, sekolah mode, tema koleksi):

1. ALBERT GARRY YANUAR, 24, Jakarta, ESMOD – Percampuran Budaya
2. BETHANIA AGUSTHA TAMSIR, 19, Tangerang, ESMOD – Mood Swing
3. DENISE KRISTI TRISNA, 25, Jakarta, Susan Budihardjo; Abinieri Ang – Contradictive
4. ELIZABETH MYRA JULIARTI, 33, Jakarta, ESMOD – Culture Rocks!
5. GALIH PRAKARSA, 19, Jakarta, Susan Budihardjo – Mahadewata
6. IMELDA KARTINI, 23, Jakarta, ESMOD – Impossible-Possible
7. KURSIEN KARZAI, 29, Jakarta, Interstudy – Save The Forest
8. REVIANSYAH AL HAMIDI, 22, Jakarta, ESMOD – Papua Nugini’s Gold
9. VINORA NG, 20, Jakarta, ESMOD – Edito
10. VONNY CHYNTHIA KIRANA, 22, Jakarta, ESMOD – Indonesian Beauty

Walaupun hasil yang masuk sangat memuaskan, namun secara keseluruhan masih tersisa tantangan besar untuk sekolah mode dan media untuk memperkenalkan kain-kain khas Indonesia secara lebih konsisten kepada generasi muda. “Meski secara ide sangat menarik, masih banyak peserta yang memiliki konsep yang belum matang. Pengetahuan mereka tentang kain Indonesia relatif belum banyak,” kata Petty S. Fatimah.

Kini Lomba Perancang Mode 2009 kian mendekati babak menegangkan, karena kesepuluh finalis akan berlaga di malam final pada 19 November 2009. Pemenang akan meraih kesempatan menuntut ilmu di sekolah mode bergengsi, yaitu Fashion Institute of Design & Merchandising, Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka juga akan mengikuti kesuksesan para alumni LPM, seperti Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan.

Peneliti India Temukan Air di Bulan

_________________
New Delhi,

Peneliti India menemukan bukti adanya air dalam jumlah cukup besar di bulan. Kesimpulan ini didapat dari tiga misi penelitian negara itu ke bulan. Seperti dikutip dari laman Daily Telegraph, Kamis 24 September 2009, data dari pesawat luar angkasa, Chandrayaan-1, menemukan bahwa air masih dibentuk di permukaan bulan.

Direktur proyek Indian Space Research Organisation Mylswamy Annadurai, menyatakan senang dengan temuan itu. "Salah satu tugas Chandrayaan-1 adalah menemukan bukti adanya air di bulan," kata dia.

Peneliti yakin, air terbentuk di kutub dengan bantuan angin di bulan. Dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Science, peneliti menjelaskan bahwa air mungkin bergerak dalam bentuk partikel kemudian membentuk dan menyatu dengan debu-debu di permukaan bulan.

Chandrayaan-1 diluncurkan ke orbit bulan Oktober tahun lalu. Pesawat luar angkasa ini diperlengkapi dengan Moon Mineralogy Mapper (M3). Peralatan ini didesain memang untuk mencari air dengan cara mendeteksi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan mineral-mineral di permukaan bulan.

M3 sangat sensitif untuk mendeteksi keberadaan air sekalipun dalam jumlah yang kecil. Menurut peneliti dari Brown University di Rhode Island, Carle Pieters, "saat berbicara soal air di bulan, kita tidak berbicara soal danau, laut, atau bahkan kubangan."

Air di bulan berarti molekul pembentuk air, yakni hidrogen dan oksigen. "Senyawa dua molekul ini kemudian berinteraksi dengan batu dan debu," kata Pieters yang ikut meneliti data dari Chandrayaan-1 itu. Para peneliti mengatakan temuan ini jadi terobosan baru dalam misi penelitian dan eksplorasi berikutnya ke bulan. [tvone]

Warga Malaysia Tergila-gila Sinema Indonesia

__________
"Indonesia adalah negara yang besar. Produk-produk perfilman Indonesia ditayangkan di Malaysia. Dan kebanyakan rumah tangga di Malaysia tergila-gila bahkan terobsesi dengan sinetron dan film-film Indonesia." Dato' Seri Jawhar Hassan-CEO Institute for Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia.