|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

10 Siswa Penerima Beasiswa Melanjutkan Pendidikan ke Luar Negeri

SUBANG-writerpreneur newsnetwork

Bupati Subang, Eep Hidayat menyampaikan bahwa Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri terinspirasi oleh keberhasilan warga Indonesia yang dinilai berhasil belajar dan bekerja di Subang. Secara eksplisit Bupati menyebutkan sosok BJ. Habibie yang berhasil meningkatkan kemajuan Indonesia setelah lama belajar dan menimba pengalaman di Jerman. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Subang saat melepas 10 siswa hasil seleksi untuk diikutsertakan dalam Program Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri. Acara pelepasan berlangsung di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Subang.


Saat ini, lanjut Bupati, berdasarkan data dari salah satu penukaran uang asing, menyebutkan uang masuk mencapai nilai Rp 1 trilyun per tahun. “Nilai sebesar ini belum termasuk dari lembaga keuangan perbankan swasta ataupun pemerintah,” kata Bupati.


Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Drs. Makmur Sutisna, M.Pd., nilai 1 trilyun yang masuk seperti yang diutarakan bupati itu berasal dari TKI dengan latarbelakang pendidikan SMP sampai SMA, maka akan lainnya dengan latar belakang pendidikan lebih tinggi. Itu dari sisi uang masuk, belum lagi dengan pembangunan industri dalam negeri. Maka dari itu pengiriman pelajar memiliki muatan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kulitas pendidikan dimasa depan. Ketika selesai menempuh pendidikan, mereka diharapkan bisa membangun sistem pendidikan di sekolah asalnya atau sekolah di Subang dengan berbasiskan kompetensi. 

“Harapan kami, ketika selesai menempuh pendidikan, mereka bisa mengembangkan pendidikan di sini (di Subang). Selanjutnya bisa saja nanti dalam memproduksi pesawat terbang, misalnya, sekolah ini membuat disain sayap, sekolah itu menciptakan mesinnya, dan sekolah lainnya membuat disain interiornya. Maka tidak menutup kemungkinan industri pesawat terbang bisa dibuat dengan percepatan dari putra-putri kita,” terang Makmur memaparkan harapannya.

Pada saat pelepasan Bupati membacakan puisi ciptaannya yang berjudul “Anaking Jimat Awaking” yang berisikan serangkaian harapan orang tua kepada anaknya yang ingin anaknya berguna untuk masyarakat.


Dalam pembacaan “Ikrar Putra Kabupaten Subang” dibacakan ulang oleh siswa yang diantara isinya menyatakan bahwa bila setelah lulus akan bekerja di Jerman guna menimba pengalaman kemudian akan mengamalkannya untuk kepentingan kemajuan Subang.


10 siswa hasil seleksi yang meliputi seleksi mata pelajaran matematika, fisika & kimia dan psikotes yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Program Beasiswa atas dasar hukum Perda Subang No. 2 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Kab. Subang,
Perbup No. 10 tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Bantuan Beasiswa Pendidikan ke Luar Negeri untuk Program Sarjana bagi Lulusan SMK, SMA dan MA 5 angkatan 2010 sampai dengan 2014, Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemkab Subang dengan ITB No. 650/PK.17-BAPPEDA, dan Kepbup No. 422.5/Kep.152-Disdik/2010, tanggal 16 Juni 2010 tentang Penerimaan Bantuan Pendidikan ke Luar Negeri bagi Lulusan SMK, SMA di Kabupaten Subang.
 
Seleksi menghasilkan 10 siswa dan asal sekolah adalah sebagai berikut: Adi Wibowo SMAN 1 Subang, Agung Gumilar SMAN 1 Subang, Cevi Herdian SMAN 1 Subang, Musiga Buana Juli Chrissy SMKN 2 Subang, Lilis Mulansari SMAN 1 Pagaden, Rio Mathias Mungok SMAN 1 Subang, Yulia Iskandar SMAN 1
  Tanjungsiang, Galuh Permana SMAN 2 Subang, Rahmah Mulyawati SMAN 1 Pabuaran, dan Eha Rohayati SMAN 1 Compreng.

Diantara para tamu yang hadir dalam acara pelepasan tersebut ialah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Ir. Agus Masykur Rosyadi, MM, Dandim 0605/Subang, Letkol Inf Stefanus Mahuri, Kepala Bappeda, Ir. Besta Besuki, MM., dan Kabag Bina Mitra Polres Subang, Kompol Sirat Harsono yang hadir
mewakili Kapolres.

Usai dilepas secara resmi kemudian para siswa menuju Bandung untuk dikarantina guna pembekalan tentang penguasaan bahasa dan tata budaya negara tujuan sekaligus menjalani penentuan penempatan lembaga pendidikan di Jerman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar