|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Hanada Food, Kerajaan Oleh-oleh Khas Bogor

Tri Kismiati, perintis usaha Hanada Food menunjukkan
Goreng Ikan Balita dan Abon Bandeng (Foto: MP)
 
USAHA rumahan berupa jajanan khas serba keripik yang dikembangkan Tri Kismiati, selain menjadi sumber pendapatan keluarga sekaligus menghidupi keluarga lain disekitarnya yang terlibat dalam produksi. Bahkan, dengan dengan transfer skill yang terjadi secara alamiah kini telah ada beberapa rumahtangga yang juga melakukan produksi dan tergabung dalam kelompok usaha Hanada Food rintisan Tri Kismiati dan suaminya, Sajiman.

“Awalnya ya iseng-iseng, karena tadinya kan Bapak masih kerja, begitu membuat keripik goreng ikan mas balita banyak teman pada pesan,” kenang Tri tentang ihwal awal usahanya 5 tahun lalu.

“Saya bersyukur selama 5 tahun menjalani usaha ini, selain menjadi andalan ekonomi keluarga sekaligus membantu masyarakat sekitar untuk mengisi kegiatan di rumah dan terutama bagi ibu rumah tangganya.” Ujar Tri, perintis produk-produk jajanan bermerek Hanada Food, yang kini telah berkembang menjadi puluhan varian produk. 

Hanada Food, yang ia klaim sebagai kerajaan oleh-oleh, menyediakan jajanan keripik dari paru sapi, ceker ayam, usus ayam, kerupuk kulit sapi, abon bandeng, abon ayam. Selain itu ada juga keripik tempe, kremes, kerupuk kulit hiu, ikan balado, kacang bogor, peyek bayam. Belut, kulit kakap, ikan balita, rengginang udang, sumpia udang, lele asap dan sukun termasuk yang cukup banyak diminati pembeli.

Tri Kismiati, kami temui di Pameran UKM Perempuan yang digelar Ippkindo di Kartika Expo, Balai Kartini pada 4-7 Nopember 2010 ini. Sebuah kebetulan, karena 2 pekan sebelumnya, produk-produk yang ia pajang di etalase Trade expo Indonesia 2010 menarik perhatian banyak buyer dari berbagai kalangan di dalam maupun luar negeri. Ada yang membeli sebagai oleh-oleh, sample, atau sekedar camilan saat bersantai.

“Setelah mencicipi, bahkan goreng ikan mas balita diborong Pak Fadel (Menteri Kelautan dan Perikanan, red,).” Ujar Tri bangga. 

Ia menuturkan bahwa ikan mas balita inilah produk pertamanya, yang dulu ia pasarkan ke teman-teman kerja suaminya di PT BSM, yang setelah permintaan semakin banyak, suaminya juga harus lebih banyak membantu Tri dari mulai mencari suplai bahan sampai pemasaran. Saat itulah Sajiman, suami Tri memutuskan berhenti dari bekerja sebagai karyawan.

Hanada Food, merek yang ia bangun, sudah didaftarkan paten mereknya di Dirjen HAKI. Hal ini dilakukan kelompok usaha rumahan ini untuk menghindari beredarnya produk yang sama namun bukan produksi kelompok usaha Hanada. Nama yang diambil dari nama anak Tri, ini juga sempat membuat seorang buyer dari Jepang membeli sebagai sample dan oleh-oleh bagi kawannya yang berasal dari salah satu klan Hanada di negerinya. “Itu hanya kebetulan saja, ternyata Hanada itu nama salah satu klan di Jepang, dan memiliki arti taman bunga.” Papar Tri.

Produk Hanada Food, mengandalkan promosi melalui pameran-pameran, sebagai binaan PT Telkom Indonesia, Tbk, Hanada sering mendapat kesempatan diikutkan dalam pameran-pameran di dalam maupun luar negeri. Untuk pameran dalam negeri biasanya Tri dan Sajiman yang menangani, tapi kalau pamera di luar negeri, biasanya produk-produknya dibawa oleh misi dagang atau atse dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Seperti pertengahan bulan ini (Nopember, red), produk-produk Hanada akan dibawa sebagai produk unggulan dalam sebuah pameran di Ukraina.” Ujar Tri.


Kendala Pengiriman dan Kemasan

Goreng Ikan Balita
Sejauh ini, permintaan produk-produk jajanan Hanada selain dari berbagai daerah juga berasal dari luar negeri. Hanya saja masih ada kendala antara lain dalam hal pengiriman, karena Handa pernah melakukan pengiriman dengan box kayu keluar daerah, ternyata dikomplain karena produknya rusak dan hancur.

“Sebab itulah kami saat ini hanya fokus melayani permintaan yang jaraknya terjangkau kendaraan darat saja dan bisa kami antar sendiri.” Kata Tri mengungkapkan kendala yang dialaminya. Dan ia tak menyerah begitu saja, dalam waktu dekat, ia akan ke sebuah kelompok usaha di Kalimantan Barat untuk mengajar membuat produk asal ikan seperti goreng ikan mas balita dan sebagainya.

Jabodetabek, Banten dan Bandung menjadi target pasar yang ia garap. Di Bandung misalnya, produk-produknya sudah tersedia di Carrefour dan berbagai minimarket. Begitu juga di jalur Bopunjur-ogor-Puncak-Cianjur, produk Hanada Food dapat ditemui di toko-toko jajanan serta restoran.

“Untuk kemasan yang ada saat ini, memang sudah cukup lah untuk dijual di pusat perbelanjaan dan toko-toko, tapi ketika ada permintaan skala besar dari luar negeri, kami terkendala persyaratan karena harus kemasan berlapis alumunium foil.” Ungkap Tri. (mahar)

Kerajaan Oleh-oleh Hanada Food,
Melayani Pesan Antar Grosir dan Eceran
Perumahan Puri Nirwana 3 AC-26 Cibinong, Bogor.
Hotline: Telp. 021-8792 8171 HP. 0815 8772491


3 komentar:

  1. berhubung peminat yang menghubungi hanadafood via telpon sangat tinggi rata2 sampai 50 penelpon dan 35 pembeli setiap hari, agar tidak over capacity nomer telpon akan segera dicabut, bagi yang belum mencatat silakan dicatat. siapa tahu anda butuh di lain waktu.

    BalasHapus
  2. boleh tahu harga eceran dan grosir? bagaimana kalau buat dijual lagi di toko?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hub Kismy 081318754305
      Email Hanada.food@yahoo.com
      Websate http://hanada-food.blogspot.com

      Hapus