|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Jusuf Kalla, "Lebih Cepat Lebih Baik itu Karakteristik Islam"


Oleh: Mahar Prastowo, Writerpreneur

“Lebih cepat lebih baik, itu bukan karakter pedagang saja, tapi karakter islam. Contohnya dalam sholat, dilaksanakan lebih cepat atau diawal waktu itu lebih baik. Buka puasa, dilakukan lebih cepat juga lebih baik. Menguburkan orang mati pun lebih cepat lebih baik. Juga disebutkan dalam hadith supaya membayar upah buruhmu sebelum keringatnya kering. Artinya lebih cepat lebih baik itu ada dalam hukum dan karakter Islam.” __HM. Jusuf Kalla, Ketua PMI, dalam Dialog Karakter Bangsa, Pengembangan Kapasitas Kepemimpinan Era Global di Wilayah Multi Etnik, bersama para tokoh Agama Islam berbagai Ormas, Pemerintah dan Masyarakat di Gedung Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Senayan, Jakarta pada Selasa (9/11).

Orang mengetahui bagimana taktisnya pemikiran dan tindakan HM Jusuf Kalla sewaktu bergandengan tangan dengan Kabinet era Presiden Megawati Soekarno Putri. Ia selalu mencari penyelesaian masalah dengan menelusuri hingga akarnya. Ternyata tak sampai disitu, ketika menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi SBY, kebiasaan itu tetap menempel sebagai karakteristik seorang JK. Maka tak heran kalau beragam julukan muncul seperti The Real President, bahkan dengan aksinya dalam tanggap darurat bencana Merapi sampai mendapat julukan JK bukan sebagai inisial Jusuf Kalla melainkan Jenderal Kecil.

Sang Jenderal Kecil, menaiki Panser PMI untuk melakukan tindakan terjun ke medan berat akibat erupsi Merapi. Sampai-sampai Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, menyatakan salut atas kesigapan JK. Priyo bahkan menilai kinerja BNPB dalam menangani musibah cukup lambat.

"BNPB kok kalah dari Pak Jusuf Kalla. BNPB masih ada bolong-bolong," kata Priyo dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Senayan.

Selanjutnya klik http://www.mediaprofesi.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar