|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Yockie : Perjuangkan Bunga Kredit Rendah

Yokie M. Hutagalung berempati dan merasa sedih melihat pengusaha pribumi yang tertinggal. Namun bilamana pengusaha pribumi bersatu itu bersatu, maka bisa berkembang dan maju.

Kini begitu mendengar kata pribumi, banyak orang yang alergi dan muncul kesan diskriminatif yang seolah memisahkan diri dari warga yang bukan pribumi. Dan juga seolah-olah menunjukan satu hal yang sifatnya eksklusif dan ingin membuat suatu kumpulan yang menunjukan kekuatannya sebagai suatu kumpulan yang besar.

Kesan seperti itu yang mau dipinggirkan oleh Yokie M. Hutagalung yang kini turut mencalonkan pemilihan Ketua Umum HIPPI periode 2010 – 2015, dengan memberikan sebuah difinisi daripada Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), adalah seseorang yang lahir dan atau besar di Indonesia yang cinta dan setia kepada Indonesia yang siap berjuang dan rela berkorban untuk persatuan, kemajuan dan kebesaran bangsa dan negara Indonesia.

“Itulah yang bisa dipanggil sebagai pribumi yang nasionalis, dan saya akan mensosialisasikan dengan tujuan apabila HIPPI diterima oleh bangsa ini sebagai suatu himpunan pengusaha yang nasionalis, maka kita mengundang saudara keturunan darimana pun untuk bersama membangun ekonomi pribumi Indonesia,” katanya di sela Munas HIPPI ke-7, di Jakarta.

Sebagai pengusaha pribumi kita juga tidak boleh menjadi jago kandang. Dan untuk itulah dia punya suatu konsep dalam menghdapi ekonomi global ini, harus mencari produk-produk unggulan, untuk dapat bersaing dengan produk-produk impor.

Caranya kita harus meningkatkan industri-industri yang berbahan baku dari hasil agro industri yang tidak banyak dimiliki oleh Negara-negara lain. Seperti coklat yang hanya dimiliki oleh beberapa negara saja di dunia ini, salah satunya Indonesia. Kita akan berusaha supaya itu bisa di produksi bukan hanya raw material atau semi raw material, tapi harus sampai ke finish produk. “Begitu pun dengan produk-produk lain, seperti kelapa sawit, lada dan lain sebagainya,” terangnya.

Yokie berjanji bilamana dia terpilih menjadi Ketua Umum HIPPI, akan memeprjuangkan agar HIPPI sebagai pengusaha yang peduli dengan UKM bisa mendapatkan kredit Rp 5 – 10 miliar dengan bunga rendah. “Karena modal yang dimiliki oleh HIPPI rata-rata sudah mencapai Rp 5-10 miliar,” kata Yockie dengan penuh semangat agar anggota HIPPI juga dapat bersaing di pasar global.

Bapak 4 orang anak ini mengajak seluruh komponen bangsa khususnya yang bernaung di bawah organisasi HIPPI untuk berusaha menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dengan kemampuan profesionalitas, dan jiwa besar.

“Kita harus membangun bangsa ini dengan meninggalkan sifat-sifat yang rasialistis,” tambah suami Louise M.A. Sitompul, SH, MKn.

Kunci dalam menghadapi persaingan pasar bebas, mau tidak mau, kita harus meningkatkan kemampuan kita untuk bisa bersaing dengan produk-produk impor. “Pertama kita harus meningkatkan kemampuan dalam bidang research and development, dan teknologi. Kedua, pemerintah mau memberikan pinjaman dana dengan bunga kredit yang murah,” tambah Yockie.

Selain itu yang ketiga, ungkap Yokie, kita harus terus meningkatkan dalam menjalin hubungan dengan para buyer di luar negeri. *

tautan berita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar