|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

33 Kegagalan SBY-Boediono Versi Petisi Garuda

33 poin kegagalan Pemerintahan SBY-Boediono:

1. Gagal melindungi sumber daya ekonomi rakyat dan sumber daya ekonomi negara
2. Gagal menyediakan pelayanan pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat
3. Gagal menyediakan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
4. Gagal melindungi TKI di luar negeri
5. Gagal melindungi kedaulatan bangsa
6. Gagal melindungi HAM dan menuntaskan pelanggaran HAM
7. Gagal dalam upaya pemberantasan kasus korupsi
8. Gagal dalam peningkatan perekonomian rakyat
9. Gagal dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat
10. Gagal mereformasi birokrasi.
11. Gagal dalam upaya penegakan hukum bagi keadilan seluruh rakyat indonesia
12. Gagal membangun politik yang beretika
13. Gagal membangun karakter bangsa
14. Gagal membangun moralitas bangsa
15. Gagal mewujudkan kemandirian pangan
16. Gagal membangun wilayah perbatasan dan pedesaan
17. Gagal mensejahterakan buruh, nelayan dan kaum miskin Indonesia.
18. Gagal memberikan keadilan dalam menyelesaikan kasus -kasus rakyat
19. Gagal menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok
20. Gagal menyediakan kebutuhan energi untuk menopang kegiatan masyarakat.
21. Gagal membangun industri dasar untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
22. Gagal membangun lingkungan hidup yang bersih.
23. Gagal menyelamatkan hutan dari kejahatan mafia kayu
24. Gagal mengeliminir praktek penyelundupan di wilayah perbatasan.
25. Gagal membebaskan bangsa dari cengkeraman mafia
26. Gagal menyelamatkan uang negara dalam kasus korupsi
27. Gagal menyelamatkan potensi pertambangan dan eksploitasi liar mafia tambang
28. Gagal membangun pluralisme.
29. Gagal menyediakan pupuk yang murah bagi petani.
30. Gagal melindungi hak buruh
31. Gagal dalam diplomasi internasional.
32. Gagal melindungi hak fakir miskin.
33. Gagal membangun kemandirian pangan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar