|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

catatan sehari menjadi orang Indonesia

Klik disini, lihat ekspresi kecintaan pada NKRI


Ini tidak sedang berbicara tentang 93% wilayah daratan NKRI yang sudah tergadai dalam kontrak karya dengan asing untuk 95 tahun hingga beberapa abad kedepan. Tapi keseharian kita yang tak lepas dari pengaruh asing. Dan, dalam sehari itu seberapa banyak kita dalam pengaruh asing?

Sebagai contoh, saat bangun tidur, kita minum apa? Apakah air putih dari mata air bening yang melimpah dari lembah-lembah di kampung kita? Atau Aqua yang 74% sahamnya milik Danone, sebuah raksasa perusahaan milik Perancis? Atau Teh Sariwangi yang 100% sahamnya milik Unilever Inggris? Atau Minum susu SGM milik Sari Husada yang 82% sahamnya juga milik Danone group, Perancis?

Bagaimana dengan kegiatan pagi anda berikutnya? Apakah kemudian mandi dengan sabun Lux dan sikat gigi dengan Pepsodent yang merupakan produk Unilever (Inggris)? Sarapan berasnya beras import Thailand, gulanya juga import? Lalu menyempatkan diri bersantai sebentar usai sarapan sambil merokok sebatang Sampoerna yang  97% saham milik Philip Morris Amerika?

Anda juga keluar rumah menuju tempat kerja dengan naik motor/mobil buatan Jepang, China, India, Eropa? Sampe kantor menyalakan AC buatan Jepang, Korea, China. Pake komputer, handphone dengan operator jaringan Indosat, XL, Telkomsel yang milik asing; Qatar, Singapore, Malaysia?

Aaah, capek ternyata mereka sudah menyatu dalam diri kita, cari kegiatan lain aja yuk, bagaimana kalau kita belanja saja. Ke Lotte Mart, aah punya Korea. Ke Giant? hm, ternyata ini punya Dairy Farm Internasional, sama dengan Hero, Malaysia punya. Circle K? Wow, yang ini Amerika punya. 

Ups, dompet anda penuh dengan kartu2 kecuali kartu remi? Ada ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga... ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

Ngomong-ngomong anda tinggal di rumah yang dibangun dengan menggunakan semen Tiga Roda Indocement yang sekarang sudah jadi milik Heidelberg Jerman dengan saham 61,70% itu? atau semen Gresik milik Cemex Mexico, Semen Cibinong milik Holcim (Swiss)?

Hm, bagaimana anda baca tulisan ini, dari BlackBerry buatan Mexico? Atau dari komputer made in China?

Tapi tetaplah berbangga jadi bangsa Indonesia, kita masih punya yang asli 100 persen Indonesia: ada koruptor, ada polisi rekening gendut, ada PNS ditya nguntal arta negara, ada SMI, ada Gayus, ada SBY, ada Nunun, ada siapa lagi? Itulah milikmu, inventarisir supaya tak merasa kehilangan ketika bangsa lain mengklaim ... 

(yang mau nambah silakan tulis di komentar dibawah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar