|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Ikrar Majelis Kebangsaan Panji Nusantara Tegakkan Pancasila



Romo Muji Soroti Disorientasi Nilai
Selasa, 03 Mei 2011 - 14:48:45 WIB
                                           
                                          Penulis : Mahar Prastowo
Dibaca: 5.703  kali
Laksamana TNI (Purn) Slamet Subijanto bersama Indira Sugandi, pengurus harian Majelis KPN

GENERASIINDONESIA - Berdalih pada menganut paham demokrasi yang merupakan paham import dari barat, banyak pihak kemudian abai terhadap nilai luhur Pancasila, yang merupakan jiwa dari bangsa Indonesia. Pancasila tidak pernah diamalkan dengan baik. Demokrasi yang selalu diagung-agungkan, paham yang sengaja di sebarkan kelompok Zionis  untuk menguasai dunia.


Lantas berbagai pihak melakukan evaluasi, dan salah satunya adalah Ketua Majelis Kebangsaan Panji Nusantara (KPN) Laksamana TNI (Purn) Slamet Subijanto. Menurut mantan KSAL ini, pemerintah terkesan gagal menjalankan amanat nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi Dasar Negara.


Slamet Subijanto menyampaikan hal itu pada acara Silaturahmi Anak Bangsa di Gedung Pola Museum Proklamasi Jakarta Pusat, Sabtu (30/4). Acara di hadiri sederet tokoh lintas sektoral seperti mantan Dirjen Dikti Prof. Indra Djati Sidi, Budayawan Suparwanto Parikesit, Ratu Raja Arimbi Hurtina dari Istana Kanoman Cirebon, Djon Pakan,  Pendeta Shepard Supit, Christ Siner Key Timu, Laksda (Purn) Mulyo Wibisono, Hatta Taliwang, Harris Rusly, Ketum PNI Agus Suparwanto, Ir. Pribadyo, TS Lingga, HMS Hadinagoro, Dr. Ir. Arnaully Aminullah, Dr. Ir. Imam Hardjono, tampak pula Pong Harjatmo danRay Sahetapy.


“Kondisi saat ini, rasa Nasionalisme kita sudah terkikis dengan paham Demokrasi yang menjadi alat kapitalis menjajah bangsa kita, begitu besar kehilangan kita akan sumber daya alam, begitu juga dengan kedaulatan Negara,” tegasnya.


"Maka sebagai Bangsa yang beradab, cinta akan persatuan dan kesatuan, dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat dalam memecah segala permasalahan Bangsa adalah menjadi kewajiban dan keharusan semua anak bangsa untuk berikrar kepada negeri ini yang telah memberikan ruang hidup dan penghidupan kepada kita. Dengan memahami Pancasila sebagai taktik untuk meraih cita-cita Bangsa.” Ujar Mantan KSAL yang peduli akan urgensi dan prioritas pelaksanaan operasi-operasi laut yang intens dan kualitas pendidikan bagi Perwira ini.


Pancasila mengajarkan kepada bangsa Indonesia untuk selalu bermusyawarah dalam menentukan segala keputusan yang mengatur hajat hidup orang banyak. Juga mengajari tentang tolerasi sehingga tak ada pihak yang diperbolehkan mengganggu ketertiban umum dengan baju apapun, dan pemerintah tak boleh melakukan pembiaran.




Disorientasi Nilai


Pada kesempatan berbeda pada hari yang sama, Prof. Muji Sutrisno yang akrab sebagai Romo Muji, memberikan pandangan mengenai bangsa Indonesia yang kehilangan budaya dan mental menjunjung dan menghormati orang lain, sebagaimana diajarkan dalam Pancasila.


“Saat ini tidak ada kelompok kreatif yang mampu menghentikan disintegrasi, juga terjadinya penolakan terhadap nilai-nilai sejarah yang dulu ditanam oleh founding fathers (Bapak Bangsa), kehilangan kepercayaa dari masyarakat dengan saling curiga, serta munculnya disorientasi nilai.” Ujar Romo Muji usai membedah buku antologi puisi 2 di Batas Cakrawala perempuan penyair Nana Ernawati dan Dhenok Kristanti.


Disorientasi budaya, dalam pandangan Romo Muji, adalah hilangnya nilai-nilai yang indah, baik dan benar karena tergusur oleh tradisi lisan yang anonim akibat dari terdigitalisasi hidup mini. Dalam disorientasi budaya ini, tidak ada pendalaman, refleksi atas hidup itu sendiri. Selain itu, keterpurukan itu muncul akibat munculnya disorientasi bernegara yang berlandaskan Pancasila dengan dicedarai kekosongan keteladan dan berburu pada imej.




Ikrar Majelis Kebangsaan Panji Nusantara (KPN).


KAMI BERSUMPAH DEMI NEGERI INI, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA:
(1) Kami Bangsa Indonesia Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Kami Bangsa Indonesia Ber-Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
(3) Kami Bangsa Indonesia Menjunjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan Indonesia.
(4) Kami Bangsa Indonesia Ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.
(5) Kami Bangsa Indonesia, Ber-Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.


Nyambung ke Generasi Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar