Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

24 Jan 2011

(catatankaki) Bank Melek Industri Animasi


Bisnis karakter setidaknya telah menjadi tren dalam empat sektor yang cukup strategis yang kadangkala tak disadari. Misalnya Apparel dan merchandise yang kemudian memunculkan karakter-karakter sampai pada ruang pribadi dengan melekat pada sprei, sarung bantal, guling dan sebagainya. Dan tak ketinggalan dalam dunia permainan anak (toys) yang mana hampir semua karakter melekati mainan anak bahkan hingga stationary. Kalau kita lihat, dari kaos kaki, sepatu, alat tulis, celana, baju, topi, tas sekolah.

Dengan melihat kekuatan bisnisnya yang luar biasa, seorang investor, atau perusahaan finansial tentu akan melihatnya sebagai peluang, termasuk bagi televisi untuk tidak hanya berharap mendapat iklan dari setiap slot tayangan film animasi, namun lebih luas lagi melihat sebagai peluang bisnis merchandising, apparel, toys dan stationary.

Begitu juga dengan Bank, sebagai lembaga keuangan tentunya diharapkan dapat lebih memberikan prioritas atau setidaknya kesempatan sama bagi kalangan industri kreatif utamanya animasi dalam pengucuran modal usaha. Maka ketika melihat Bank Mandiri yang dengan pogram CSRnya menyelenggarakan kompetisi kewirausahaan dan memilih Ahmad Rofiq sebagai salah satu finalis yang kemudian memenangi juara I kategori kreatif dengan produk film animasi, saya melihat Bank Mandiri sebagai Bank yang melek industri kreatif animasi. Meskipun, baru sebatas “nemu” potensi tersebut di tengah jalan ketika pelakunya sudah kelewat jauh melangkah, bukan membina sejak awal.

selengkapnya klik

33 Kegagalan SBY-Boediono Versi Petisi Garuda

33 poin kegagalan Pemerintahan SBY-Boediono:

1. Gagal melindungi sumber daya ekonomi rakyat dan sumber daya ekonomi negara
2. Gagal menyediakan pelayanan pendidikan yang terjangkau oleh masyarakat
3. Gagal menyediakan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
4. Gagal melindungi TKI di luar negeri
5. Gagal melindungi kedaulatan bangsa
6. Gagal melindungi HAM dan menuntaskan pelanggaran HAM
7. Gagal dalam upaya pemberantasan kasus korupsi
8. Gagal dalam peningkatan perekonomian rakyat
9. Gagal dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat
10. Gagal mereformasi birokrasi.
11. Gagal dalam upaya penegakan hukum bagi keadilan seluruh rakyat indonesia
12. Gagal membangun politik yang beretika
13. Gagal membangun karakter bangsa
14. Gagal membangun moralitas bangsa
15. Gagal mewujudkan kemandirian pangan
16. Gagal membangun wilayah perbatasan dan pedesaan
17. Gagal mensejahterakan buruh, nelayan dan kaum miskin Indonesia.
18. Gagal memberikan keadilan dalam menyelesaikan kasus -kasus rakyat
19. Gagal menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok
20. Gagal menyediakan kebutuhan energi untuk menopang kegiatan masyarakat.
21. Gagal membangun industri dasar untuk meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat.
22. Gagal membangun lingkungan hidup yang bersih.
23. Gagal menyelamatkan hutan dari kejahatan mafia kayu
24. Gagal mengeliminir praktek penyelundupan di wilayah perbatasan.
25. Gagal membebaskan bangsa dari cengkeraman mafia
26. Gagal menyelamatkan uang negara dalam kasus korupsi
27. Gagal menyelamatkan potensi pertambangan dan eksploitasi liar mafia tambang
28. Gagal membangun pluralisme.
29. Gagal menyediakan pupuk yang murah bagi petani.
30. Gagal melindungi hak buruh
31. Gagal dalam diplomasi internasional.
32. Gagal melindungi hak fakir miskin.
33. Gagal membangun kemandirian pangan.