Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Media Management Issue, Monitoring Media >> mahar.prastowo@gmail.com

Anak Usia Dini, Aset Paling Berharga

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal
(Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Reny Akbar-Hawadi
“Anak usia dini adalah aset paling berharga yang dimiliki sebuah negara. Oleh karena itu menjadi kewajiban semua pihak baik keluarga, masyarakat, maupun  negara untuk memberikan dukungannya terhadap tumbuh kembang anak, terutama sejak usia lahir hingga enam tahun, bahkan setelahnya,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi yang akrab disapa Reni Akbar Hawadi.

Dirjen mengungkapkan hal diatas saat membuka konferensi internasional tentang PAUD yang diselenggarakan atas kerja sama antara Bank Dunia, ARNEC (Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood), dan Koalisi Nasional PAUDNI di Hotel Sultan, awal pekan ini.

Dalam pertemuan yang dihadiri pakar pendidikan dari beberapa negara itu, Guru Besar Psikologi Anak Universitas Indonesia tersebut menambahkan, karena begitu pentingnya perkembangan anak usia dini ini maka pemerintah Indonesia menjadikan PAUD salah satu topik utama dalam pembangunan.

“Saya berharap dalam pertemuan ini para peserta dapat berbagi pengalaman sekaligus dapat memberikan akses pendidikan dan pengembangan anak usia dini,” tambahnya.

Selain itu, Dirjen PAUDNI menilai konferensi internasional ini bisa dijadikan ajang untuk saling berbagi informasi mengenai kebijakan, hasil penelitian, dan juga inisiatif lainnya dalam pengembangan  anak usia dini yang begitu beragam baik dari segi keilmuan maupun geografis. (AgusW)

Taman Bermain Lilbee, PAUD Bernuansa Alam

Sekolah alam bukan hal baru sebenarnya, meski di Indonesia baru mulai mendapat tempat dalam kurun satu dasawarsa ini. Dalam konsep ini, sekolah menjadikan fungsi alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan belajar, serta alam sebagai objek pembelajaran. Sekolah alam bisa diterapkan baik dari tingkat PAUD, TK, Sekolah Dasar bahkan sekolah menengah. Untuk PAUD bernuansa alam ini salah satunya diterapkan Taman Bermain dan Kampung Dongeng Lilbee yang berdiri di lahan 1000 meter persegi tepatnya di Jl. Benda No. 50 Jatiluhur, Jatiasih, Kota Bekasi.

"Alam memberikan banyak kelebihan dan manfaat. Taman Bermain Lilbee ingin memberikan proses bermain sambil belajar  yang terintegrasi dengan alam. Dengan lingkungan alam yang asri, nyaman, dan sejuk serta jauh dari riuh keramaian diharapkan akan  tercipta suatu proses pembelajaran yang  baik," ungkap Hj. Reny Nurlela, pendiri Taman Bermain Lilbee, tentang alasan mendirikan sekolah alam untuk penyelenggaraan PAUD.

Dengan menyatu bersama alam, belajar dapat dilakukan kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja. Sebagaimana visi Taman Bermain Lilbee, Hj. Reny Nurlela berharap dapat membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan berbudi pekerti, serta mengembangkan kecerdasan majemuk anak (multiple Intelegences) dan memperoleh keterampilan hidup (Like Skills) secara Holistic, terpadu dan berkesinambungan, melalui proses pendidikan bernuansa Alami (Natural) dan ramah otak.

Kurikulum alam yang diberikan di TB Lilbee antara lain gardening, farming, outing, eksplorasi alam dan sains sederhana.

Meski baru didirikan tahun 2009, TB Lilbee telah menorehkan berbagai prestasi baik oleh siswa maupun guru hingga tingkat propinsi Jawa Barat dan Jabodetabek.

Disamping kurikulum alam, TB Lilbee juga bekerjasama dengan Kampung Dongeng Kak Awam Prakoso yang secara rutin mengisi setiap bulan di minggu ke-4. Peserta di Kampung Dongeng ini tak hanya siswa-siswi PAUD TB Lilbee, tapi juga dari berbagai PAUD dan TK lainnya.

"Mendidik dan mendongeng itu mengasyikan, banyak sekali manfaatnya. Salah satunya kita bisa menanamkan pelajaran budi pekerti,” ujar Kak Awam yang juga pendongeng senior itu.

Dalam sebuah kesempatan, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Dirjen PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi juga pernah mengungkapkan karena begitu pentingnya perkembangan anak usia dini ini maka pemerintah Indonesia menjadikan PAUD salah satu topik utama dalam pembangunan.

Apakah anda orangtua dengan anak usia dini? Pilih model pendidikan yang tepat. Salah satunya memasukkan ke PAUD bernuansa alam seperti Taman Bermain Lilbee. (Yunita)

Kolaborasi Molto - Anne Avantie, Keharuman Inspirasi Wanita Indonesia

Jakarta Fashion Week 2013 diwarnai kolaborasi Molto dengan karya desainer inspirasional Anne Avantie bertajuk 'Puspawarni - Inspiration by Anne Avantie, Rejuvenation by Molto' selengkapnya klik DISINI

Unilever Luncurkan Varian Premium Molto Ultra Aroma Essence

FAMILIA | Di tengah perhelatan akbar Jakarta Fashion Week (JFW) 2013, Molto, produksi PT Unilever Indonesia Tbk meluncurkan varian premium terbarunya - Molto Ultra Aroma Essence, produk pewangi dan pelembut pakaian pertama di Indonesia dengan sensasi keharuman seperti aromaterapi. Molto menghadirkan Molto Ultra Aroma Essence di tengah JFW 2013 karena kesegaran wewangian seperti aromaterapi-nya akan menjadi bagian tak terpisahkan dari sensasi  berpenampilan setiap hari.

”Di tengah ritme kehidupan masyarakat perkotaan yang serba cepat dan penuh kesibukan, kini Molto menghadirkan solusi baru melalui Molto Ultra Aroma Essence dengan empat varian yang memberikan sensasi keharuman tahan lama, yaitu varian Inspiring, Refreshing, Indulging dan Energizing. Wangi aromaterapi dari kandungan natural essence oil-nya bukan hanya memberikan sensasi keharuman menyegarkan, tetapi juga  dapat membangkitkan suasana hati atau mood sehari-hari,” ujar Anggya Kumala, Brand Manager Molto.

Anggya menambahkan, Molto sebagai produk yang sangat dekat dengan pakaian dan perawatannya, merupakan unsur tak terpisahkan dari fashion secara keseluruhan. Perawatan pakaian  yang baik  tentu sangat dibutuhkan agar pakaian kita tetap terjaga bentuk dan warnanya, namun bukan hanya itu saja, pakaian dapat lebih menyempurnakan penampilan jika ditunjang dengan keharuman yang dapat membangkitkan mood positif untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Terlebih lagi, Molto Ultra Aroma Essence memiliki teknologi encapsulated perfume yang memberikan wangi tahan lebih lama. Oleh karena itu Molto menjadi solusi, termasuk untuk para fashionista yang menginginkan koleksi pakaiannya senantiasa terjaga dan terpelihara.

Brand Ambassador Molto Ultra Aroma Essence, Dian Sastrowardoyo yang kini dengan julukan baru 'Bu Molto', memiliki pandangan tersendiri mengenai  fashion sebagai kebutuhan sehari-hari. "Bagi saya, fashion bukan sekedar model baju atau apa yang kita pakai, namun sudah merupakan kebutuhan dan bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya.

"Fashion adalah salah satu ekspresi kita dalam hal menghargai diri sendiri maupun dalam berinteraksi dengan orang lain. Untuk itu, kenyamanan berpakaian menjadi sangat penting karena dapat menyempurnakan penampilan secara keseluruhan sekaligus menjadi mood booster tersendiri agar saya selalu positif. Kunci dari mood booster ini adalah saat saya merasa nyaman dengan keharuman pakaian yang saya kenakan," ungkap Bu Molto, Dian Sastro.

Evita Zoraya, pakar aromaterapi sependapat dengan Bu Molto, menurutnya hampir 75% dari reaksi emosional terkait dengan apa yang dicium, dan wewangian aromaterapi terbukti mampu meredakan stress, menyegarkan pikiran, mendorong rasa percaya diri, dan lain-lain. Evita menjelaskan, di dalam teori aromaterapi, dikenal sebuah konsep Aromatic Dressing. Artinya, aroma dapat dipergunakan mirip seperti cara kita berpakaian. Layaknya berpakaian, padu-padan atau layering aroma yang tepat akan dapat menyempurnakan keseharian kita karena mood kita akan ikut terbawa sesuai dengan keinginan kita saat itu.

“Seiring dengan perkembangan jaman, kini formulasi wewangian aromaterapi dikemas sedemikian rupa sehingga kita dapat menikmati sensasi dan manfaatnya sehari-hari melalui cara-cara yang lebih praktis, termasuk dalam merawat pakaian. Tentunya, kadar dan formulasi aromanya memang disesuaikan untuk kebutuhan harian, bukan untuk fungsi yang bersifat terapis,” kata Evita. | www.maharprastowo.com