|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Sekjen PARI: Perlu Tingkatkan Wawasan Kebangsaan Bagi Wartawan

A+ | Jakarta, 22 Agustus 2013 - Mahar Prastowo, Sekretaris Jenderal Persatuan Rakyat Indonesia, mengatakan, media massa perlu bekerja sama dengan Lemhannas untuk menyelenggarakan pendidikan tentang wawasan kebangsaan bagi para wartawan.

Sinergi antara Lembaga Ketahanan Nasional dan berbagai pihak sangat penting untuk meningkatkan sikap wawasan kebangsaan. Dengan upaya itu diharapkan dapat mengurangi fenomena disorientasi nilai yang semakin meluas di masyarakat, yang mengakibatkan maraknya praktik korupsi, teror terhadap pihak keamanan, dan konflik sosial.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi bertema ”Peran Media Massa Dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan” yang diselenggarakan oleh Lemhannas pada Rabu (21/8) di Jakarta. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Lemhannas Budi Soesilo Soepanji dan pembicara Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun serta dihadiri sejumlah insan pers lain.

Menurut Budi, dalam meningkatkan wawasan kebangsaan, pihaknya perlu menerjemahkan masukan dari media massa. ”Kejadian-kejadian aktual yang disampaikan oleh media massa akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan kami. Hal ini untuk menanamkan kepedulian para birokrat terhadap masalah-masalah tersebut,” ungkap Budi.

Sementara itu, Rikard menjelaskan, media massa saat ini kedodoran dalam implementasinya. Hal itu terlihat dengan adanya pertarungan antara media massa konvensional dan media sosial. ”Media lebih menekankan pada sensasi daripada substansi berita. Akibatnya, menggiring masyarakat dalam labirin disorientasi nilai,” ujarnya.

Menurut Rikard, wawasan kebangsaan di Indonesia juga mengalami penurunan. Salah satu contoh adalah kedaulatan politik yang telah dibajak perilaku para politisi di DPR yang saling melecehkan di depan publik. ”Sikap tersebut dilihat oleh anak-anak dan pemuda sebagai cara demokrasi yang ditampilkan para orang tua. Olah karena itu, kami mengharapkan Lemhannas harus mengambil peran yang lebih besar untuk menghadapi tantangan ini,” tutur Rikard.

Dia menyatakan, media massa menyediakan ruang publik yang begitu terbuka untuk mengamplifikasikan wawasan kebangsaan. Dikatakan, jika Lemhannas tidak memanfaatkan peluang tersebut, hal itu akan diisi oleh orang-orang bersifat oportunis yang lebih mementingkan profit sebagai transaksional dalam politik.

Mahar Prastowo, Sekretaris Jenderal Persatuan Rakyat Indonesia, mengatakan, media massa perlu bekerja sama dengan Lemhannas untuk menyelenggarakan pendidikan tentang wawasan kebangsaan bagi para wartawan. (Sumber: Kompas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar