Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Management Issue, Monitoring Media, wa.me/081387284468 >> mahar.prastowo@gmail.com >> fb.com/editor.wiki

Menyikapi Densus 88, Ormas Islam Jabar Siap Bentuk Tim Advokasi



Foto bersama usai pembukaan Musyawarah, bersama forum 
komunikasi Pimpinan Daerah. Dua dari kiri Prof Dr Salim
Badjri ketua Forum Ukhuwah Islamiyah.
Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) dibawah pimpinan Prof Dr Salim Badjri, melakukan inisiatif untuk menggelar Musyawarah Ormas-Ormas Islam yang ada di Jawa Barat. Acara digelar di Gedung Diklatpri jalan Pemuda Kota Cirebon tanggal 5 – 6 Januari. Acara ini diikuti antara lain Laskar Sabilillah, Pagar Aqidah (Gardah), Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas), Front Pembela Islam (FPI) dan beberapa ulama.
                    
Hal-hal terpenting yang dibahas dalam musyawarah ini adalah, Pendidikan, Kenakalan Remaja, Kemaksiatan, Korupsi, Pencegahan Aliran Sesat dan Pemurtadan. Masalah aliran sesat dan pemurtadan mendapat porsi penting pada acara ini. Utusan-utusan dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Kuningan dan Kota/Kabupaten Cirebon menganggap hal ini lebih urgen daripada pembahasan lainnya. Karena ketiga daerah itu saat ini mengalami eskalasi pemurtadan yang sangat mengkhawatirkan.

Untuk Kabupaten Kuningan dan Kabupaten/Kota Cirebon, permasalahannya malah lebih rumit lagi karena ada dua hal lainnya, yakni yakni masalah aliran sesat yang terus merebak ditambah dengan gerakan pemurtadan yang terjadi karena adanya perlindungan dari sesama ormas Islam dan pemerintah. Dalam masalah pemurtadan Cianjur juga mengalami hal yang sama, yakni gerakan pemurtadan berjalan karena adanya peran aparatur negara.

Dalam kajian musyawarah ini setidaknya menemukan sebab-sebab maraknya pemurtadan adalah sebagai berikut :
1.            Karena agresifnya pihak Kristen untuk mengkristenkan Indonesia
2.            Peran para pejabat Kristen untuk memberikan dukungan moral dan perlindungan terhadap kegiatan pemurtadan di daerah-daerah.
3.            Peran aparatur pemerintahan yang beragama Islam, yang mudah menerima suap.
4.            Takutnya aparatur pemerintahan yang beragama Islam terhadap kekuatan Kristen (salahsatunya takut dicap tidak toleran).
5.            Tidak adanya pencerdasan ummat dalam masalah aqidah dari otoritas Islam.
6.            Kemiskinan absolut, sehingga masyarakat mudah dibujuk dengan berbagai bantuan dari pihak Kristen.
7.            Belum padunya kekuatan Islam untuk melawan pemurtadan.


Menyikapi Densus 88
Semula pada Ahad, 6 Januari, akan diadakan apel siaga yang akan digelar di alun-alun Kejaksan Kota Cirebon untuk melanjutkan acara musyawarah yang berlangsung sebelumnya. Tetapi karena ada berita tentang keganasan Densus 88 terhadap para terduga teroris di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, acara kemudian dipindahkan ke pesantren Tahfidzul Quran Al Falah di Pelandakan Kota Cirebon. Hal itu dilakukan karena para ulama menganggap lebih baik dilakukan pengarahan intensif dari pada melakukan orasi di lapangan.

Pengarahan dilakukan oleh tiga tokoh, yakni Ahmad Michdan, Ketua Tim Pembela Muslim (TPM), ustadz Said Sungkar (dari FPI wilayah Jawa Tengah), dan Prof Dr Salim Badjri. Dalam pengarahan itu Ahmad Michdan memberikan arahan supaya semua Ormas Islam membentuk tim advokasi, karena cara Densus 88 dalam menangani terorisme sudah sangat berlebihan.
“Sehingga jika nanti ada pihak ormas yang dituduh teroris dan atau kemudian dikejar padahal bukan teroris, maka pembelaan hukum sudah siap,” kata Michdan.

Sementara itu Ustadz Said Sungkar menekankan supaya para aktivis Islam tetap maju berdakwah dengan kesabaran, karena menegakkan kebenaran itu sangat sulit dan penuh dengan fitnah yang memojokkan. “Langkah pertama dan terpenting bagi para anggota aktivis Islam adalah membersihkan aqidah dan I’tiqad, kemudian menjalankan ibadah dengan tekun dan menjauhi ma’shiyat. Karena kekuatan Islam terletak pada semua unsur itu,” jelas Said Sungkar.

Sedangkan Prof Dr Salim Badjri menekankan, supaya ormas-ormas Islam melepaskan baju kefanatikan ashabiyahnya, dan senantiasa menjalin komunikasi dan silaturrahmi satu sama lain. Karena silaturrahmi adalah kekuatan kedua setelah aqidah. “Dengan silaturrahmi akan terbentuk kekuatan yang didasari keikhlashan. Dengan semua itu Insya Allah Ummat Islam akan menang,” pungkas Salim Badjri. (FUI)

===================================================================
Bagi Ukhti muslimah yang ingin tampil cantik nan shalihat, segera beralih ke pengobatan Herbal non alkohol. Tersedia: Aliya Natural Anti Acne dan Aliya Natural Regenerating Harga: Rp 40.000,- (Plus Ongkos kirim) Hub: Winwin (0293)5540586 atau KLIK MAFAZA

NASI Jagung Manglie Harga @Rp 10.000 disc 30% bagi agen atau pembelian 1 karton (48 dus) Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim Bagi Anda yang berminat silakan hubungi kami: 085717238073 (Muhammad Nur) Kami juga melayani Terapi, konsultasi kesehatan, ruqyah dan keharmonisan rumahtangga (permasalahan pria). Silakan di Klik MAFAZA
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 

Jangan Putus Asa untuk Menjadi Manusia Unggul



Judul                           : Menjadi Manusia Unggul
Penulis                         : Muhammad bin Sarrar Al-Yami
Penerbit                       : PT Maghfirah Pustaka
Cetakan                       : Pertama, September 2006
Halaman                      : 244 halaman, 140 x 210 mm


Semua orang pastinya menginginkan kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup. Ada yang mengejar dunia dan segala konsep materialismenya, namun di satu pihak ada orang yang mengejar kesuksesan sejati. Dalam hal ini berkaitan dengan karakter dan sikap hidup yang mengantarkan kepada kesuksesan hakiki.

Terkait hal tersebut, buku Menjadu Manusia Unggul ini dapat dijadikan referensi untuk menggapai sukses sejati. Jadi, pada dasarnya  Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kesuksesan dan kegagalan diri Anda. Hanya Anda yang mengetahui bakat, talenta, dan potensi kesuksesan diri Anda.

Selain sikap hidup positif seperti bagaimana menggapai pintu emas, Ingat akan tujuan hidup, Kemana Tujuan hidup, Fokus kepada tujuan saja dan bagaimana menata hidup dimulai dari niat yang baik.  Buku ini juga menyinggung bahaya sifat negatif atau prasangka buruk terhadap Allah SWT. Sesungguhnya keputusasaan mendatangkan kebodohan dan menghilankan kecerdasan seseorang,  Putus ada akan mengungkung jiwa yang kreatif, lalu menghancurkannya. Rasa putus asa memaksa orang-orang yang berpikiran maju menarik kembali roda kehidupannya ke belakang. Putus asa menutup mata seseorang dari kebaikan, menghalangi pemahaman akalnya, membunuh optimisme, dan menutup keunggulan masa depan seseorang.

Berdzikir kepada Allah SWT adalah solusi menyikapi permasalahan. Rasa putus asa akan sirna dari hati setiap orang yang bertakbir dan bertahlil.

Firman Allah SWT:

Janganlah kamu  berputus asa atas rahmat Allah, (QS: Az-Zumar [39] :53)

Sebab, disebutkan bahwa :

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa kamu,” (Az-Zumar [39] :53)

“Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (Al-An’am [6]:54)

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu,” (Al-A’raf  [7]:156).

Janganlah Anda berputus asa. Ketahuilah bahwa orang-orang jenius terkadang lahir dari kondisi yang sulit. Oleh karena itu, berusahalah untuk menciptakan keunggulan dalam hidup Anda. Jangan berputus asa. Diantara faedah buku ini adalah dapat memberikan manfaat kepada manusia serta menyampaikan kebaikan kepada orang lain. (Asqarini)

===================================================================
NASI Jagung Manglie Harga @Rp 10.000 disc 30% bagi agen atau pembelian 1 karton (48 dus) Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim Bagi Anda yang berminat silakan hubungi kami: 085717238073 (Muhammad Nur) Kami juga melayani Terapi, konsultasi kesehatan, ruqyah dan keharmonisan rumahtangga (permasalahan pria). Silakan di Klik MAFAZA
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------