Ajang kompetisi e-sport nasional ini dibuka oleh Kadiv Humas Polri, Jhonny Eddizon Isir, bersama Adex Yudiswan. Acara tersebut turut dihadiri para pemangku kepentingan industri e-sport nasional, komunitas digital, serta pelaku ekonomi kreatif.
Ketua Pelaksana E-Sport Kapolri Cup 2026, Brigjen Pol. Adex Yudiswan, mengatakan bahwa kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang pertandingan gim, tetapi juga bagian dari strategi Polri dalam membangun ruang digital yang sehat dan produktif bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, perkembangan industri e-sport yang semakin pesat perlu diimbangi dengan pembinaan karakter, peningkatan kreativitas, dan penguatan kesadaran digital agar potensi anak muda dapat berkembang secara optimal.
“Melalui E-Sport Kapolri Cup 2026, kami ingin menghadirkan wadah yang positif bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka. E-sport saat ini telah menjadi bagian dari perkembangan teknologi dan kreativitas generasi muda yang perlu didukung secara konstruktif,” ujar Adex.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga mengusung berbagai pesan edukatif terkait tantangan dunia digital yang dihadapi generasi muda. Materi sosialisasi mencakup bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan perundungan siber (cyber bullying), serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era transformasi digital.
Polri memandang ruang digital bukan hanya sebagai sarana hiburan dan ekspresi, tetapi juga sebagai ekosistem yang harus dijaga agar tetap aman, sehat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Adex menegaskan bahwa kompetisi ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta yang sportif, kreatif, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi wadah pencarian talenta-talenta terbaik yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap kompetisi ini dapat menjadi sarana membangun karakter, sportivitas, dan kesadaran digital yang baik. Pada saat yang sama, kami ingin menjaring talenta-talenta terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah e-sport nasional maupun internasional,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Polri juga memperkenalkan logo dan tema resmi E-Sport Kapolri Cup 2026, yakni “Dream to Become”. Tema tersebut menggambarkan semangat generasi muda untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan mengubah passion menjadi prestasi yang membanggakan.
Kompetisi akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda, hingga babak final tingkat nasional yang akan digelar di Mabes Polri pada Juli 2026. Sejumlah kategori yang dipertandingkan antara lain Mobile Legends: Bang Bang, lomba defile dan cosplay, serta kompetisi bagi Key Opinion Leader (KOL) dan influencer.
Kehadiran E-Sport Kapolri Cup 2026 menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dunia nyata, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang positif. Melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda, Polri berupaya mendorong lahirnya talenta-talenta kreatif yang mampu bersaing di era ekonomi digital sekaligus menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang siber yang aman, sehat, dan berdaya saing global.
Dengan semakin berkembangnya industri e-sport di Indonesia, ajang ini diharapkan menjadi salah satu katalisator lahirnya atlet-atlet digital berprestasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan baru dalam industri e-sport dunia.

0 Komentar