Essai Mahar Prastowo
Senin pagi itu, sepetak lapangan RPTRA Kebon Pala Berseri, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara deretan kursi yang mulai terisi, anak-anak datang dengan wajah berbinar. Sebagian bercengkerama dengan teman duduk sebelah. Sebagian lagi sibuk memperhatikan tumpukan paket seragam sekolah yang tersusun rapi di depan panggung.
Di sudut lain, paket-paket sembako telah menunggu pemiliknya.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya acara seremonial. Namun bagi keluarga yang sedang bersiap menghadapi tahun ajaran baru, pagi itu adalah kabar baik. Seragam sekolah yang biasanya harus dibeli dari hasil menyisihkan penghasilan bulanan, hari itu datang sebagai bantuan. Begitu pula sembako yang sedikit meringankan pengeluaran dapur.
Itulah semangat yang dibawa PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma melalui program SESAMA (Seragam Sekolah untuk Semua) dan PUSAKO (Pasar Murah Sembako) yang digelar di RPTRA Kebon Pala Berseri, Senin (6/7/2026).
Program SESAMA memberikan bantuan seragam beserta perlengkapan sekolah bagi siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Sementara PUSAKO menghadirkan pasar murah sembako agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, dua program tersebut hadir dengan tujuan sederhana: mengurangi beban masyarakat.
Lurah kelurahan Kebon Pala, Dian Eka Harianti, menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha.
"Atas nama Pemerintah Kelurahan Kebon Pala kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina atas kepedulian dan kontribusinya kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membantu meringankan kebutuhan warga, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih terjadi," ujarnya.
Menurut Dian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan hari itu, tetapi juga memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara PT Pertamina dan Kelurahan Kebon Pala semoga terus terjalin sehingga semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaatnya."
Harapan yang sama disampaikan Irene Yuliana, Assistant Manager Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma PT Pertamina Patra Niaga.
Baginya, tugas Pertamina tidak berhenti pada memastikan pasokan avtur tersedia bagi dunia penerbangan. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab sosial untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
"Selain memastikan pasokan energi penerbangan berjalan dengan baik, kami juga memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberikan dampak positif."
Melalui program SESAMA, Pertamina ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan seragam sekolah sekaligus memberi motivasi kepada anak-anak agar semakin semangat belajar.
"Kami berharap bantuan seragam sekolah ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus menjadi penyemangat bagi adik-adik untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya. Kami meyakini pendidikan merupakan pondasi utama dalam membangun masa depan."
Sementara melalui program PUSAKO, Pertamina menyediakan paket sembako dengan harga terjangkau sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
Irene mengakui bahwa bantuan tersebut mungkin belum mampu menjawab seluruh kebutuhan warga. Namun ia berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mempererat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat.
Di balik pembagian seragam dan sembako itu, sebenarnya tersimpan makna yang lebih besar.
Corporate Social Responsibility (CSR) bukan sekadar memenuhi kewajiban perusahaan. Ia menjadi cara perusahaan hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, lalu berusaha menjadi bagian dari solusi.
Bagi PT Pertamina Patra Niaga AFT Halim Perdanakusuma, energi tidak hanya mengalir melalui avtur yang menggerakkan pesawat di landasan. Energi juga hadir dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar.
Pagi itu, energi itu menjelma menjadi seragam baru yang akan dikenakan seorang anak saat memasuki kelas berikutnya. Menjadi paket sembako yang membantu seorang ibu mengatur pengeluaran rumah tangga. Menjadi senyum yang mungkin sederhana, tetapi lahir dari rasa lega.
Seragam memang hanya selembar kain.
Sembako hanyalah kebutuhan sehari-hari.
Namun ketika keduanya diberikan pada saat yang tepat, nilainya jauh melampaui isi paket yang dibawa pulang. Ia menjadi pesan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Kadang, ia berawal dari kepedulian yang dibagikan kepada mereka yang paling membutuhkan.
Dan pagi itu, di Kebon Pala, kepedulian itu benar-benar terasa.
(MP)




0 Komentar