Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

27 Sep 2007

SILKY BEAUTY-SEBUAH SOLUSI


Waspadai ProduK Kosmetik Anda !!

Sekedar pemberitahuan Buat Cewek2 Di seluruh Indonesia Neh..Penting Baca Ini deh...

Liputan6.com,
Jakarta: Tampil cantik menjadi segala-galanya bagi kebanyakan kaum perempuan. Berbagai cara pun ditempuh dengan mengolesi wajah dan bagian tubuh dengan krim pemutih, bedak, dan gincu tebal. Yang memiliki kantong tebal bisa dengan cara suntik dan operasi.

Impian itu kini kian mudah seiring kemajuan teknologi yang menawarkan beribu Terungkapnya fakta itu membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak henti-hentinya merazia produk-produk kosmetik berbahaya dari waktu ke waktu. BPOM melarang peredaran 27 merek kosmetik berbagai jenis [baca: Badan POM Melarang 27 Kosmetik Berbagai Merek]. Bahkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 455 Tahun 1998, bahan-bahan itu dilarang untuk digunakan sebagai bahan kosmetik.

BPOM juga mengeluarkan public warning yang dilansir 7 September silam. Surat terbaru ini merupakan hasil kajian BPOM selama setahun. Ditemukan terdapat 27 merek kosmetik yang kebanyakan bermerek Cina yang terbukti mengandung di antaranya Merkuri, Hidrokinon, dan pewarna tekstil. Peringatan ini sudah tiap tahun dilakukan, tapi merek-merek kosmetik yang pernah dirazia itu tetap beredar di pasaran [baca: Kosmetik Tak Terdaftar di Badan POM Masih Beredar].

Pelanggaran terjadi dipicu harga kosmetik-kosmetik itu yang relatif terjangkau, oleh konsumen kelas bawah sekali pun. Satu set krim pemutih dijual sekitar Rp 5 ribu. Adapun produk kosmetik mahal jarang sekali ditemukan penggunaan merkuri, kecuali produk tersebut dipalsukan. Seorang pedagang kosmetik mengaku bisa menjual 20 lusin set krim pemutih wajah merek Cina dan Filipina per minggunya.

Sejumlah dugaan mencuat mempertanyakan asal kosmetik berbahaya tersebut. Pertama kosmetik yang rata-rata bermerek dan berhuruf Cina itu merupakan barang selundupan dari luar negeri. Mudah bagi penyelundup mengingat kosmetik adalah barang kecil yang bisa dimasukkan tas jinjing sekali pun.cara mempercantik diri. Mulai dari cara instan hingga perawatan di klinik-klinik perawatan tubuh. Bagi yang berkulit hitam atau sawo matang konon bisa disulap menjadi putih, bahkan dalam waktu singkat. Begitu pula bagi Anda yang berhidung pesek bisa dimancungkan dalam sekejap.

Contohnya beberapa produk industri rumahan yang berasal dari Bandung, Jawa Barat yang ditemukan berdasarkan penelusuran Tim Sigi. Kosmetik polosan (tanpa pita cukai) ini bahkan menjanjikan hal yang fantastis. Bisa memutihkan wajah dalam tempo empat hingga tujuh hari setelah pemakaian.

Tapi setiap pilihan ada risikonya. Maklum tak sedikit dari alat-alat kecantikan itu justru dibuat dari bahan kimia yang mengandung racun. Banyak kaum hawa akhirnya menjadi korban. Pada banyak kasus yang ditemui korban justru mendapatkan wajah rusak dan perlu tindakan medis serius.

Yanti seorang di antaranya yang memiliki pengalaman kurang menyenangkan akibat salah memilih kosmetik. Setelah menggunakan sebuah produk kosmetik, awalnya wajah Yanti merah dan kemudian terasa panas. "Belakangan kulit mengelupas," ujar dia.

Kerusakan wajah akibat produk kosmetik pernah terjadi lebih dari seperempat abad lampau. Waktu itu telah ditemukan penggunaan logam berat merkuri (Hg) atau air raksa pada pemutih wajah. Demikian pula Hidrokinon dengan dosis berlebihan, steroid yang membuat ketagihan atau pewarna tekstil yang semuanya racun bagi tubuh.

Khusus hidrokinon, masih diyakini menjadi bahan kimia paling efektif buat memuluskan wajah. Tapi penggunaannya harus atas pengawasan dokter yang kompeten. Ini mengingat dampak membahayakan yang muncul jika digunakan serampangan. "Kalau di atas dua persen harus di bawah pengawasan dokter," jelas dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan Sutirto Basuki. Pada banyak kasus, kosmetik-kosmetik ilegal mengandung hidrokinon hingga lima persen.

Terungkapnya fakta itu membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tak henti-hentinya merazia produk-produk kosmetik berbahaya dari waktu ke waktu. BPOM melarang peredaran 27 merek kosmetik berbagai jenis [baca: Badan POM Melarang 27 Kosmetik Berbagai Merek]. Bahkan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 455 Tahun 1998, bahan-bahan itu dilarang untuk digunakan sebagai bahan kosmetik.

BPOM juga mengeluarkan public warning yang dilansir 7 September silam. Surat terbaru ini merupakan hasil kajian BPOM selama setahun. Ditemukan terdapat 27 merek kosmetik yang kebanyakan bermerek Cina yang terbukti mengandung di antaranya Merkuri, Hidrokinon, dan pewarna tekstil. Peringatan ini sudah tiap tahun dilakukan, tapi merek-merek kosmetik yang pernah dirazia itu tetap beredar di pasaran [baca: Kosmetik Tak Terdaftar di Badan POM Masih Beredar].

Pelanggaran terjadi dipicu harga kosmetik-kosmetik itu yang relatif terjangkau, oleh konsumen kelas bawah sekali pun. Satu set krim pemutih dijual sekitar Rp 5 ribu. Adapun produk kosmetik mahal jarang sekali ditemukan penggunaan merkuri, kecuali produk tersebut dipalsukan. Seorang pedagang kosmetik mengaku bisa menjual 20 lusin set krim pemutih wajah merek Cina dan Filipina per minggunya.

Sejumlah dugaan mencuat mempertanyakan asal kosmetik berbahaya tersebut. Pertama kosmetik yang rata-rata bermerek dan berhuruf Cina itu merupakan barang selundupan dari luar negeri. Mudah bagi penyelundup mengingat kosmetik adalah barang kecil yang bisa dimasukkan tas jinjing sekali pun.

Tertangkapnya kapal motor berbendera Singapura Pioner Admiral oleh Kepolisian Air dan Udara Kepolisian Daerah Banten pekan silam, buktinya. Seorang nakhoda bernama Lifianus Sarahutu dan delapan anak buah kapalnya ditangkap. Kapal itu kedapatan sedang menurunkan sejumlah barang ilegal, termasuk aneka kosmetik dari Negeri Singa.

Pada pekan yang sama polisi dan petugas Balai POM Bali juga menyita produk kosmetik palsu berbagai merek buatan Cina siap edar. Polisi menyita 32 ribu produk kosmetik yang terdiri dari 36 jenis mulai dari krim malam, krim pemutih wajah, lipstik, blash on, bedak aneka warna, hingga krim antijerawat.

Sementara dugaan kedua, kosmetik-kosmetik palsu itu sesungguhnya produk lokal yang dikemas seolah-olah buatan Cina, Thailand, atau Filipina. Survei oleh Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) menegaskan, kosmetik-kosmetik Cina sebenarnya produk sekitar Jakarta. "Produk-produk ilegal itu jarang menggunakan bahasa Indonesia," kata Kepala BPOM Husniah R. Thamrin.

Kosmetik palsu buatan Cina, Filipina, dan Thailand tanpa nomor registrasi masih ditemukan dalam jumlah besar, hampir semuanya berada di Ibu Kota. Fakta itu berdasarkan penelusuran Tim Sigi di sejumlah pusat perdagangan kosmetik di Jakarta selama Oktober hingga pertengahan November. YPKKI memperkirakan, dalam sehari nilai transaksi di sejumlah pasar kosmetik di Ibu Kota mencapai miliaran rupiah.

Harga rata-rata kosmetik tak resmi itu yakni Rp 20 ribu per lusin atau sekitar dua ribu rupiah per buah. Dengan harga semurah ini jelas hanya diproduksi oleh pabrik kosmetik gelap.

Di Jakarta setidaknya ada lima pasar tradisional yang memperdagangkan kosmetik-kosmetik palsu.Sebut saja Pasar Tebet, Pasar Manggarai, Pasar Kebayoran Lama, Blok M, Pasar Asemka atau Pasar Pagi Lama serta sejumlah mal.

Tim Sigi lalu mencoba meneliti tujuh produk kosmetik yang didapat dari sejumlah pasar di Jakarta di BPOM. Ketujuh produk itu adalah New Placenta Pearl Cream (buatan Guangzhou Cina), RDL Whitening Special Pearl Cream (buatan Filipina), dan Clariderm White Beuty Pearl Cream tanpa nama perusahaan. Adapun dua produk krim pemutih tanpa merek dan label yaitu Placenta Sunblock Cream (buatan PT Sparindo Mustika) dan Krim malam RDL Papaya Bleaching Cream, produksi perusahaan yang sama.

Untuk menguji ada tidaknya kandungan merkuri digunakan metode amalgam. Caranya yakni mencelup logam emas atau tembaga ke larutan krim pemutih yang diuji. Jika kawat tembaga itu berubah warna keperak-perakan berarti krim itu positif mengandung air raksa--logam berat yang dilarang keras untuk bahan kosmetik. Sebab salah satunya bisa menimbulkan iritasi kulit.

Sedangkan pengujian senyawa kimia hidrokinon dan tretinoin, dipilih metode kromatografi lapis tipis (KLT). Metode ini sama dengan pengujian pada bahan pewarna tekstil Rhodamin B atau pewarna berbahaya lainnya seperti Merah K3 yang banyak dijumpai pada lipstik.

Secara sederhana pengujian dengan metode KLT dilakukan dengan membandingkan panjang perambatan cahaya dan warna pendar masing-masing senyawa itu dengan zat aslinya. Bila warna pendar dan jarak perambatan atau panjang gelombangnya sama, maka dipastikan kosmetik itu mengandung zat berbahaya tretionoin atau hidrokinon.

Dari tujuh contoh kosmetik yang diujikan, tiga di antaranya positif mengandung logam berat merkuri. Kendati begitu tak satu pun dari merek-merek kosmetik yang diujikan ditemukan mengandung hidrokinon dan tretinoin. Adapun empat kosmetik lainnya aman dari bahan kimia berbahaya, dua di antaranya memenuhi standar administrasi peredaran. Antara lain menyebutkan nomor registrasi BPOM, menyebutkan kandungan kimianya, dan cara penggunaan dalam bahasa Indonesia.

Para produsen kosmetik masih banyak yang memakai hidrokinon karena diyakini mampu mengelupaskan bagian kulit bagian luar. Bahan kimia itu juga menghambat pembentukan melanin yang membuat kulit tampak hitam.

Merkuri lebih berbahaya lagi. Logam berat yang biasa dipakai di pertambangan ini dengan mudah bisa meresap ke darah dan mengendap di organ tubuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, merkuri bisa menimbulkan kerusakan otak permanen dan gangguan janin.

Bagi aparat negara memberantas peredaran kosmetik beracun bukan perkara mudah. Jalur hukum terlalu ringan untuk membuat para produsen dan penjual kosmetik ilegal jera. Itu sebabnya setiap peringatan publik dan pelarangan oleh BPOM tidak ampuh.

YPKKI punya usulan lain. Penyidik semestinya jangan cuma memakai Undang-undang Kesehatan agar jerat hukum bisa lebih kuat. Semua upaya itu jelas bertujuan untuk menyadarkan publik tentang perlunya menggunakan kosmetik secara rasional. Sebab sudah menjadi takdir kulit orang Indonesia sebagian besar berwarna sawo matang. Warna ini sudah banyak mengandung pigmen melanin yang mampu menyerap sinar ultra violet yang bisa merusak kulit. Tanpa melanin itu pembuluh darah bisa melebar sehingga terjadi penuaan dini, kekebalan tubuh hilang dan menimbulkan kanker kulit. Syukurilah.(AIS/Tim Sigi)

BAKSO CAK AGUS


BCA yang ini bukan Bank, juga bukan Blue Campus Area...melainkan BAKSO CAK AGUS, terletak di kawasan Pondok Kelapa Jakarta Timur, Bakso Cak Agus siap menggoyang lidah para pandhemen bakso....harga terjangkau, bisa dipanggil saat hajatan (yang penting masih di wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa). Tapi karena BCA yang ini benar-benar uenaak...anda harus mengantri kira-kira 1/2 jam untuk bisa menikmati Bakso Racikan Cak Agus. tapi tenang aja, karena selama anda menunggu, anda bisa baca-baca majalah, buku, koran...cuci mata juga bisa. Karena kebetulan pelanggannya juga banyak cewek-cewek cantik dari kalangan berkelas (jetset dan esmud), bahkan ada juga lho artis yang rela ngantri, padahal dia harus bayar mahal:diomelin sutradara-telat datang ke loksasi syuting. kalau nggak percaya, tanya saja Revalina S Temat

Waiting Sunset



ETALASE MAG


ini adalah cover ETALASE, diterbitkan dari Mezzanine Floor WTC Serpong!

Tje Fuk Ad

backpacker



www.naked-traveler.blogspot.com
www.perca.blogdrive.com

MAHAR PRASTOWO: Management 1

http://for-management.blogspot.com

Management 1

Stop Going to Meetings - 10 Questions to Ask Before Attending a Meeting - Get More Productive.

We get invited to attend so many "meetings" but do we need to attend them all? Use these 10 questions to assess if you should attend that next meeting invitation.

What is the agenda of the meeting? Don't attend a meeting without a clear agenda otherwise you are wasting time. Don't ever schedule a meeting unless you make it clear to your attendees what the purpose, timeframe and outcomes of the meeting will be.

Who is attending the meeting? Ask the question to ensure the meeting set at the right level and the correct people are involved.

Why do you need/want me involved? Make sure there is a good reason for you to attend the meeting.

What time does it start? Be strict with your own time and also those of the attendees. If you are scheduling the meeting always start on time regardless of if all attendees have arrived. Make it known you will start and finish on time.

What time does it finish? Advise all attendees that it will finish on time to allow them to attend their next meeting.

May I attend for my section only of the agenda? Where possible don't sit through unnecessary meeting discussions, only attend when the agenda item relates to your or your department.

What do you need me to prepare before the meeting? Get clear instructions of the preparation required. If the person scheduling the meeting advises you don't need to prepare anything- ask question 3 again, why do you want me involved?

When will minutes be available of the meeting? If possible take minutes at the meeting (handwritten is fine) and then walk to the photocopier, take enough copies for everyone and then give them out. Avoid extra work of typing minutes unless necessary.

Where is the meeting located? Ask for clear instructions including the floor number and the meeting room number to ensure you don't waste time looking for the meeting.

Can we teleconference instead of a physical meeting? Where possible handle matters over the phone to avoid wasting time in meetings.

By asking these 10 simple questions you will help educate those around you on the importance of managing & respecting time, save yourself time and you will be more productive in your day.

Neen is a Global Productivity Expert: by looking at how they spend their time and energy ? and where they focus their attention ? Neen helps people to rocket-charge their productivity and performance. An Aussie, a dynamic speaker, author and corporate trainer, Neen - strates how boosting your productivity can help you achieve amazing things. With her unique voice, sense of fun and uncommon common-sense, Neen delivers a powerful lesson in productivity.

Islib Catut Umar

Untuk mengukuhkan pendapat dan alasan madzhabnya, kalangan liberal menyandarkan epistemologi pemikirannya kepada Umar ibn Khatthab. Dalam beberapa kesempatan, sahabat dan sekaligus mertua Nabi Muhammad Saw itu dirujuk oleh aktivis (Islam) liberal sebagai tokoh liberal.

Klaim mereka itu didasarkan pada "keberanian" al-khalifah al-rasyidah kedua itu melakukan ijtihad terhadap beberapa ketentuan yang telah ada dalam nash (Al-Qur'an dan Al-Hadits). Misal, sikap Umar yang menghentikan memberikan zakat bagi muallafati qulubuhum, pembagian ghanimah yang 'tak sama' pada Nabi saw dan lainnya.

Tapi pendapat kaum liberal itu dibantah dan dinilai pakar fiqh Dr. Rusli Hasbi, MA keliru dan gegabah. Menurutnya, mereka (kalangan liberal) salah memahami pemikiran Umar. Selain itu mereka telah terjebak dijadikan Barat untuk merusak Islam.

Laki-laki asal Aceh ini telah menulis tesis master di Universitas Omdurman, Sudan, tentang ijtijad Umar dengan judul Nazhariyah al-Mashlahah 'inda 'Umar ibn al-Khatthab wa Atsaruha fi Fiqh al-Islamy al-Mu'ashir. Selanjutnya disertasinya doktoralnya membahas tentang Al-Ara' al-Ushuliyah fi Qa'idah Sadd al-Dzara-i'. Berikut petikan wawancaranya kepada eramuslim. Com:

Kalangan liberal mengklaim sahabat Umar ibn al-Khatthab adalah tokoh liberal. Benarkah?
Bicara tentang Umar Ibn al-Khattab itu kita harus tahu siapa Umar. Dia itu salah satu sahabat yang termasuk al-mubassyirun bi al-jannah (orang yang mendapat berita/jaminan masuk surga). Dia sudah mendapat sertifikat masuk surga. Itu pertama.

Kedua, Umar Ibn al-Khattab itu orang yang mertua Nabi. Karena itu ia jarang berpisah dengan Nabi. Jadi kebanyakan waktunya bersama Rasulullah. Bila ada masalah yang sensitif Umar selalu dipanggil. Kalau begitu ini artinya apa? Artinya Umar itu sangat mengusai perjalanan Rasulullah, perjalanan Islam ini. Visi dan misi yang dibawa Rasulullah ia sangat mengerti. Kalau begitu orang liberal mengatakan Umar menyimpang dari nash, itu tidak bisa diterima. Menyimpang itu kan jauh, tidak menyatu. Tapi sesungguhnya Umar itu tidak pernah menyimpang dari nash. Cuma dalam cara melihat berbeda. Jadi misi Rasulullah itu digerakkan dan dimantapkan Umar. Kalau orang yang pemahamannya terhadap nash cukup mendalam tidak akan mengatakan Umar menyimpang.

Jadi mengaitkan Umar sebagai rujukan pemikiran liberal itu tidak benar?
Tidak benar kalau Umar dikatakan menyimpang dari ketentuan Rasulullah apalagi ketentuan Allah.

Beberapa kasus dibuat referensi kaum liberal, misal, muallaf yang distop zakatnya. Bisa dijelaskan?
Masih dalam konteks yang saya sampaikan tadi, bahwa Umar tidak pernah menyimpang. Tapi, Umar adalah memahami nash itu dalam kapasitasnya sebagai orang yang selalu bergabung terus dengan Nabi. Ia memahami misi teks Al-Qur’an itu sesuai dengan misi Nabi. Inilah yang membedakan kita dengan Umar dalam memahami teks Al-Qur’an. Contoh, kasus muallaf yang tidak diberi zakat. Dalam surat al-Tawbah ayat 60 itu disebut wa muallafiti qulubuhum. Memang salah satu mustahik zakat itu muallaf. Bahasa Al-Qur’an memakai wa muallaf ati qulubuhum itu artinya membuat orang menjadi terpengaruh dengan zakat yang diberikan kepadanya. Artinya sikapnya berubah dari yang kasar terhadap Islam menjadi lembut. Jadi andaikan ada orang diberi zakat tapi hatinya masih keras terhadap Islam, itu artinya tak berbekas. Dari pemahaman kita sendiri boleh distop kan.

Apa pemahaman muallafati qulubuhum tidak hanya yang masuk Islam?
Bukan. Muallafati qulubuhum itu memang orang-orang yang baru masuk Islam. Mereka itu dulunya kasar dan benci terhadap Islam. Dengan diberi zakat ketika ia masuk Islam, ia harus merubah sikapnya, berubah dari benci menjadi cinta kepada Islam. Kalau begitu ada orang yang sudah masuk Islam dan bertahun-tahun telah diberi zakat, tapi tetap memusuhi Islam. Itu namanya bukan muallaf, karena itu tidak perlu diberi zakat dan harus kita rubah.

Sederhananya bagaimana. Bisa dibuatkan contoh?
Contohnya dalam pertanian. Anda menanam banyak pohon mangga di lahan lima hektar. Tapi, ada di antaranya yang sudah berumur lima tahun dan panjangnya masih satu meter, sementara yang lain sudah puluhan meter. Bagi yang mengerti pertanian, pohon mangga yang tetap satu meter sebaiknya dipotong atau dirubah, dikasih pohon yang lain atau dicabut. Atau boleh dibuang daripada menghabiskan pupuk dan air. Kalau tidak dibuang, paling tidak pohon mangga itu tidak diberi pupuk lagi. Begitu muallaf yang tidak berubah sikap. Rasulullah selama hidupnya tetap memberi zakat, tapi setelah beliau wafat tidak berubah, maka distop Umar. Distop bukan berarti menentang Rasulullah, tapi Umar memahami visi Rasululah.

Apa ini juga sama berlaku dalam kasus ghanimah?
Iya, sama. Umar itu luar biasa dalam memahami nash. Jadi tidak benar Umar menyimpang nash. Itu salah total. Tudingan itu melanggar dalam agama. Yang benar adalah Umar adalah orang yang paling mantap mempertahankan nash. Karena itu kalau bukau yang menyebutkan Umar menyimpang dari nash, itu saya tentang. Penulisnya harus bertaubat kepada Allah.

Jadi kaum liberal menyandarkan dan menjadikan Umar sebagai rujukan liberalisme berarti hanya mengaku-aku dan salah?
(Sembari menggelengkan kepala) Walah, bukan salah lagi. Jadi Umar itu berada dipihak yang benar. Apa semudah itu menyatut nama seorang Umar? Bukankah sahabat Umar adalah orang yang dijamin masuk surga. Bolehkah penyimpang itu masuk surga. Dengan kapasitas Umar yang luar biasa, maka ia dapat memahami nash dengan luar biasa. Dengan demikian visi nash dapat diselamatakan oleh Umar. Maka saya katakan kepada kelompok yang menyatakan Al-Qur’an perlu dirubah, lalu mereka juga mengatakan hadis-hadis Rasulullah boleh ditinggalkan karena tidak sesuai dengan perkembangan dunia ini, kalimat seperti itu salah. Kalau mau mengambil dari Umar itu begini. Mari kita pahami Islam ini seperti apa Umar memahami nash dan mentatati nash. Kalau mau tentang berapa jumlah fiqh Umar, silahkan baca tesis saya.

Ada berapa fiqh Umar?
Yang ada dalam tesis saya itu ada 10, tapi itu kemudian membengkak. Itu ada sekitar 70-an masalah. Judulnya Nadlariyah al-Mashlahah ‘inda Umar.

Kalau begitu apa kita sekarang boleh melakukan hal yang serupa dengan Umar?
Boleh. Mengikuti metodologi Umar ini dalam mengikuti memahami nash, bukan dalam meyimpang dari nash. Orang yang tidak bisa mengikuti nash berarti menghancurkan Islam, bukan penyelamat Islam. Mereka itu, para liberalis itu, termasuk GPK (Gerakan Pengacau Keagamaan, red).

Lalu apa tujuan mereka mencatut nama sahabat Umar?
Liberal itu kan kalimat yang datangnya dari Barat. Islam tidak mengenalinya. Kalau Barat, ini maaf, sudah rahasia umum, kelihatannya mereka (kaum liberal) menjadi kaki tangan mereka. Cuma mereka mungkin mereka tidak sadar. Berapa sich uang yang diterima mereka. Apa pertanggungjawaban mereka nanti di hadapan Allah nanti? Mereka jadi alat orang Barat untuk menghancurkan Islam itu sendiri. (dina/eramuslim)