|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Kecap Manis 'Black Gold' Optimis Diterima Baik Oleh Pasar

Oleh Mahar Prastowo, Media Profesi

Pangsa pasar kecap manis masih potensial di Indonesia. Dari hasil riset independen Millward Brown 2010, menunjukkan bahwa lebih dari 50% penggunaan kecap manis di rumah tangga di 5 kota besar di Indonesia (Jabotabek, Medan, Semarang, Surabaya, Bandung) adalah sebagai bumbu dan penyedap makanan. Dengan posisi Black Gold sebagai kecap manis yang mampu meresap lebih baik sehingga menghasilkan citarasa masakan yang lebih kaya, kami sangat optimis produk ini akan diterima baik di pasar.” Ujar Andra Wibisana, Brand Manager Black Gold.

Kecap manis Black Gold adalah inovasi baru kecap untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kecap manis yang membuat masakan semakin istimewa, karena dibuat dengan resep khusus yang mampu membawa semua bumbu meresap lebih baik ke dalam setiap lapisan masakan sehingga semakin kaya rasa, penampilan masakan lebih menggugah selera dan aroma lebih harum.

“Sebuah kebahagiaan jika saya dapat memasak makanan favorit keluarga. Namun untuk menyajikan masakan dengan citarasa tinggi, saya harus selektif memilih bahan dan bumbu berkualitas untuk menciptakan masakan yang lezat dan penampilannya mengundang selera. Di area ini, harus saya akui bahwa memasak daging cukup sulit bagi saya karena bukan saja cara memasaknya harus benar, namun temperatur dan waktu masak harus diperhitungkan,” katanya Artika Sari Devi, finalis kontes Ratu Sejagat 2005 yang juga ibu rumah tangga.

Ia mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran kecap manis  Black Gold yang mampu membawa bumbu-bumbu meresap sampai ke setiap lapisan masakan sehingga setiap masakan yang dibuatnya rata-rata tampil lebih baik. 

Edwin Lau, koki ternama Indonesia memberikan kesaksian, setelah mendapat contoh kecap manis ini, terilhami menciptakan resep keluarga.

“Kecap ini mengilhami saya untuk menciptakan sebuah resep masakan istimewa Gyoza-Vagant yang tidak hanya lezat, namun juga sehat untuk dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.” Kata Edwin.

Ternyata tak hanya Edwin lau, tapi juga William Wongso, tokoh kuliner Indonesia, sebagai seorang kuliner, ia merasa sangat senang dengan hadirnya kecap manis ini.

“Pada saat saya roadshow atau demo masak, banyak ibu-ibu yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa kesulitan memasak daging, baik itu daging sapi atau kambing atau daging lainnya. Menurut mereka, ketika memasak daging, bumbu-bumbu yang digunakan hanya terasa di lapisan luar karena bumbu-bumbu tersebut kurang meresap ke dalam daging.” Ujar William yang menurutnya kehadiran kecap ini sangat membantu kaum ibu.

Sementara itu, pengusaha sekaligus koki tiga restoran papan atas di kawasan Plaza Senayan dan Senayan City, Gabriele Noe, ia terinspirasi menciptakan resep omelet sayur isi daging kambing 5 rasa yang akan segera menjadi menu baru restorannya.

“Setelah menggunakan kecap manis Black Gold sebagai penyedap rasa, ternyata bumbu-bumbu yang saya gunakan dapat meresap dengan sangat baik ke dalam setiap lapisan masakan sehingga rasanya benar-benar kaya. Selain itu aroma masakan lebih harum serta warna masakannya yang lebih menarik.” Ungkap Gabriele.

Menanggapi kehadiran kecap manis Black Gold oleh Heinz ABC ini, Billy Boen, seorang pakar pemasaran dan penulis buku laris “Young on Top” memberikan penilaian tajam.

“Demi memberikan yang terbaik kepada konsumen, sebuah perusahaan harus selalu berinovasi di segala sektor, apakah di area produk, proses ataupun strategi perusahan yang sejalan pula dengan salah satu pakem ilmu pemasaran marketing mix yang terdiri dari 4P, yaitu Product (produk), Price (harga), Place (saluran distribusi) dan Promotion (promosi). Dalam hal ini, Black Gold merupakan inovasi di sektor pengembangan produk. Karena produk ini didisain khusus untuk menyempurnakan masakan, maka akan sangat menarik untuk diikuti perkembangannya, terutama bahwa produk ini harus diarahkan kepada target pasar yang tepat untuk menjamin penerimaan pasar termasuk dukungan industri kuliner yang memiliki tingkat penyerapan produk kecap sangat tinggi.” Pungkas Billy.


1 komentar: