|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

SBY, Bapak Privatisasi Indonesia


Era pemerintahan Bung Karno pantas disebut sebagai "peletak dasar industrialisasi nasional". Pada masanya, sekitar 90% perusahaan perkebunan asing berpindah ke tangan Republik Indonesia, dan sekitar 246 pabrik atau perusahaan asing berhasil dinasionalisasi.

Tidak hanya itu, Soekarno telah membangun sejumlah industri di dalam negeri, yaitu  pabrik Baja Trikora pada 1962-kini bernama PT Krakatau Steel-dan Semen Gresik pada 1953.

Sayang sekali, setelah rejim Soeharto berkuasa, perusahaan-perusahaan itu bukannya dikembangkan dengan baik, malah dijadikan lahan korupsi bagi keluarga dan kroninya. Dengan argumen hendak membersihkan korupsi dan kesalahan manajemen di dalam BUMN, rejim-rejim neoliberal pasca reformasi telah mengobral murah keseluruhan perusahaan-perusahaan tersebut.

Periode 1991-2001, pemerintah Indonesia 14 kali memprivatisasi BUMN, namun yang terprivatisasi ada 12 BUMN. Sementara di jaman SBY, dalam setahun terdapat 44 BUMN yang langsung "dilego" kepada pihak asing. Dengan agresifitasnya dalam mengobral "BUMN", SBY pantas disebut sebagai bapak privatisasi Indonesia.

Baca selengkapnya di editorial berdikari online 
http://berdikarionline.com/editorial/20101104/sby-bapak-privatisasi-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar