|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Kirab dan Selamatan Agung Suro Meriahkan 1 Muharram di TMII

Kirab Agung Suro tahun lalu. Foto Dok. 2009
"Selain Kirab Agung dan Selamatan Agung, malam 1 Suro dan tahun baru Muharram ini diramaikan pagelaran wayang dengan 3 dhalang yaitu Ki Purba Asmara, Ki Sri Sadono Among Raga dan Ki Wandaya. Dan lebih penting lagi, dalam Kirab Agung nanti akan ada prosesi penanaman tanah dan air titipan dari Raja-raja di seluruh Nusantara sebagai simbol dukungan dan keteguhan hati demi keutuhan NKRI." Ujar Mas'ud Thoyib, Budayawan yang juga Manager Budaya Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Sebagaimana biasanya selama 18 tahun terakhir, upacara-upacara adat dan kirab budaya telah menjadi ciri khas Taman Mini dalam merayakan malam 1 Suro dan tahun baru Islam 1 Muharram. Diantara upacara adat dan tradisi dalam budaya Jawa, adalah arakan-arakan tumpeng selain berbagai ritual Keraton lainnya. 

"Ini bagian dari upaya mempertahankan tradisi budaya yang sangat luhur." Tegas Mas'ud Thoyib. Ia menambahkan bahwa kesenian Keraton seperti Edan-edanan, Subamanggala dan Barisan Pusaka juga akan ditampilkan seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Perayaan 1 Suro 1944/ 1 Muharram 1432 kali ini juga menjadi penting dicatat, dengan adanya prosesi penanaman tanah dan air yang didatangkan oleh Raja-raja di seluruh nusantara. Tentang hal tersebut Mas'ud Thoyib memberikan penjelasan, "boleh saja orang beranggapan bahwa para tatanan Kerajaan kontra dengan demokrasi, tapi para Raja telah punya komitmen bahkan sejak Negara Republik Indonesia ini lahir, bahwa Nusantara harus tetap bersatu. Dan penanaman tanah dan air ini, merupakan simbol dari komitmen para Raja bahwa mendukung keteguhan dan kekokohan NKRI." 

Dibawah ini adalah Susunan Acara Perayaan Malam Suro 1944 J / Muharram 1432 H pada Senin, 6 Desember 2010.

Kirab dan Selamatan Agung Suro / Muharram
Pukul 15.30 WIB bertempat di Tugu Api Pancasila
Upacara Kirab Agung Suro; dimulai dengan persiapan tata upacara, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film Kemenbudpar, sambutan Menteri Dalam Negeri, Penyerahan Pusaka Majapahit dan Songsong Agung dari Direktur Utama Taman Mini Kepada Senopati Kirab Suro, Pemberangkatan Pasukan Kirab Suro oleh Subamanggala.

Pukul 16.00 WIB
Keliling TMII dalam Kirab Agung Suro dari Plaza Tugu Api Pancasila, dan ketika sampai di Arsipel Indonesia akan dilakaukan prosesi penanaman tanah dan air dari seluruh Raja-raja Nusantara.

Pukul 17.00 WIB
Selamatan Agung Suro bertempat di Sasono Utomo; dengan ditandai Serah terima Pusaka Majapahit dari Senopati Kirab Suro kepada Pimpinan Museum Pusaka. Dilanjutkan dengan do'a lintas Agama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa; lalu dilanjutkan dengan makan bersama dimana akan ada Hujan Berkah berupa Tumpeng Gunungan Kraton Surakarta, Kraton Yogyakarta dan Tumpeng Apem Yogowiyu di Plaza Tugu Api Pancasila.

Urutan Arak-arakan Kirab Agung Suro adalah sebagai berikut:
Di barisan paling depan adalah Edan-edanan, kemudian di barisan berikutnya adalah Kebo Bule Yyi Welas dan Nyi Asih, di belakangnya adalah Subamanggala disusul Manggalayudha. Pada barisan berikutnya adalah barisan Kirab Pusaka sebanyak 30 orang, kemudian Gunungan Apem Yogowiyu disusul Gunungan Kraton Surakarta dan Gunungan Kraton Yogyakarta yang dibelakangnya adalah Dupa Wangi. Dan berikutnya sampai barisan terakhir secara berurutan adalah dari Kementerian Dalam Negeri, Kemenbudpar, Sekneg & penghayat kepercayaan; Kelompok Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME sebanyak 300 orang dibawah Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME; Penyembuh alternatif, FKPPAI-APALI-AKSI-Panji Nusantara-Tosan Aji dll; Kelompok perwakilan Anjungan Daerah 33 Propinsi dan paling belakang adalah kelompok unit usaha, unit kerja dan BUMN.

*Berita dan susunan acara ini ini adalah undangan kepada masyarakat luas dan panduan untuk datang turut meramaikan tahun baru Jawa dan Islam tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar