Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Suara-suara tak bisa dipenjarakan, di sana bersemayam kemerdekaan

28 Jul 2010

Amerika Gencar Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

CornerStone Power Development, perusahaan pengembang asal Chicago sedang mempersiapkan pembangunan ladang seluas 485 ribu meter persegi di kota Coxsackie, New York.

Ladang yang dibangun bukanlah ladang biasa. Dengan modal sekitar US$60 juta, ladang tersebut akan menjadi instalasi pembangkit listrik tenaga surya skala besar pertama yang akan menghasilkan listrik sebesar 15 sampai 20 megawatt.

Proyek di Coxsackie ini sekaligus menunjukkan bahwa meskipun di New York, kawasan yang terkenal dengan langit berawan dan cuaca buruk, pembangkit listrik tenaga surya tetap bisa berfungsi.

“Kami yakin matahari kini semakin menjadi sumber daya yang sangat masuk akal,” kata Daniel Somers, seorang eksekutif dari CornerStone, seperti dikutip dari Times-Union, Rabu 28 Juli 2010.

CornerStone berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya mereka di kawasan pertanian, untuk memudahkan penambahan lahan jika dibutuhkan. Adapun ladang surya tersebut diperkirakan sudah dapat menghasilkan energi pada 2012.

Saat ini, proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga matahari skala besar lainnya juga sedang dikerjakan di Long Island, New York. Jika berhasil, instalasi pembangkit listrik tenaga surya skala yang lebih besar akan dibangun di kawasan timur laut Amerika Serikat. (*)

Diduga Mata-mata “Blok Timur”, Diperiksa Intensif Otoritas Keamanan USA

Seorang pemuda diduga mata-mata “Blok Timur”, Mahar Prastowo [namanya kok arab-jawa?-ed], diinterogasi otoritas keamanan Amerika Serikat sebagai bagian dari penyelidikan terhadap tersangka mata-mata asing.

Pemuda 29 tahun itu, harus menjalani pemeriksaan setelah berusaha untuk menyelundupkan kaca mata dan teropong malam hari serta barang terlarang lainnya ke “Blok Timur”. Peralatan itu telah disita ketika kurirnya mencoba menyelundupkan lewat pesawat.


[gambar: Mahar Prastowo, diduga mata-mata dari "blok timur"]

Kasus ini mirip dengan Anna Chapman, seorang tersangka mata-mata Rusia yang ditahan di New York dan kemudian kembali ke Rusia dalam "pertukaran mata-mata" pada awal bulan ini. Tidak ada bukti bahwa antara Mahar dan Anna Chapman saling kenal satu sama lain atau sama-sama bekerja untuk “Blok Timur”.
Dilaporkan, sebagaimana dilansir Telecgraph, Rabu (28/7), Mahar dimintai keterangan secara intensif karena "dengan sadar dan sengaja" mencoba untuk mengekspor "barang-barang pertahanan yang tercantum dalam daftar persenjataan Amerika Serikat." Kacamata dan teropong malam tidak dapat diekspor tanpa persetujuan Departemen Luar Negeri AS, karena barang-barang itu dianggap sebagai senjata militer canggih. Begitu juga alat-alat spionase seperti kamera mini berbentuk bros, kancing baju, kacamata, pulpen, jam tangan dan souvenir lainnya-yang selama ini paling banyak diselundupkan.

[gambar: pen camera, salah satu alat spionase yang makin mudah didapatkan]

Di antara barang-barang terakhir yang akan dikirim via Bandara di Texas, Amerika Serikat dan berhasil disita terdapat sebuah senjata pembidik Raptor 4X Night Vision, yang ia beli secara online. Seorang agen pabean mengklaim, nomor IDnya telah ditutupi dengan spidol hitam.

Mahar melakukan semua kegiatannya secara online. Jika tertangkap tangan berada di wilayah Amerika, dia akan menghadapi tuntutan penjara hingga 10 tahun.

Scott Palmer, seorang pengacara, mengatakan, tuduhan semacam itu merupakan tuduhan yang mengada-ada dan terlalu sensitif untuk dibahas. Apalagi setelah mendapat keterangan dari Mahar, bahwa teropong-teropong yang disita tersebut akan dijual kepada para pemburu.

Sedangkan alat-alat pengintai atau spionase a la James Bond yang selama ini dijual secara online, Mahar hanya menjual ke top managemen di perusahaan-perusahaan perbankan, asuransi dan lembaga keuangan lainnya serta para wartawan investigasi dan anggota intelijen kepolisian, tentara dan security service di wilayah Asean. [hoax]

Para Pelukis Muda yang Menjadi Miliarder

Di Singapura Laku Rp 3,5 M, di Hongkong Rp 9 M 

Fenomena pelukis muda yang sukses dan menjadi miliarder berkat karya mereka mulai muncul di tanah air. Salah seorang pelukis miliarder itu adalah I Nyoman Masriadi, 37. Lukisannya termasuk kategori langka dan diburu banyak orang. 

---

RUMAH berpagar tinggi menjulang 4 meter itu berdiri di atas tanah seluas 1.000 meter persegi lebih sedikit. Lokasinya di pinggir Kota Jogjakarta atau tepatnya berada di Kelurahan Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Jauh dari bising suara knalpot maupun asap kendaraan bermotor. Bangunan rumah megah tersebut terlihat mencolok karena hanya bertetangga sawah dan kebun jagung.

Sejumlah mobil diparkir di halaman depan rumah yang berfungsi sebagai garasi. Ada Kijang Innova, Honda CR-V, sedan BMW putih, dan Mini Cooper warna putih-merah marun. Jawa Poslantas menemui pemilik rumah di bagian belakang di pinggir kolam renang seukuran lapangan bola voli. 

''Sekadar iseng. Pelukis kan jarang punya rumah dengan kolam renang,'' kata Masriadi, sang pemilik rumah, saat ditemui di kediamannya dua pekan lalu, lantas tersenyum kecil.

Kendati sudah menjadi miliarder dari aktivitas melukisnya, penampilan Masriadi sama sekali tidak terlihat perlente. Saat ditemui, pria kelahiran Gianyar, Bali, tersebut hanya memakai celana pendek hitam dan kaus oblong. Wajahnya pun tampak kusut seperti habis bangun tidur. Selama wawancara, pelukis yang irit bicara tersebut lebih sibuk mengucek-ucek matanya daripada berbicara.

Masriadi termasuk salah seorang pelukis Indonesia yang sedang meroket. Karyanya langka, mahal, dan diburu banyak orang. Galeri yang menjual lukisannya memasang banderol cukup tinggi, sekitar USD 200 ribu hingga USD 300 ribu. Jika dikurskan dalam rupiah, rata-rata harga lukisan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta tersebut Rp 1,86 miliar hingga Rp 2,75 miliar.

Itu level harga di galeri. Kalau dibawa ke rumah lelang seperti di Singapura dan Hongkong, harganya bisa berlipat-lipat. Lukisan Masriadi dengan judul Book Lover terjual SGD 588.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar di Singapura. Saat dilelang Sotheby di Hongkong pada 2008, lukisan Masriadi yang berjudul The Man from Bantul laku HKD 7,8 juta atau sekitar Rp 9 miliar. 

''Saya nggak terlalu ngikuti harga di balai lelang. Kadang ngeri mendengarnya. Kadang juga bangga bisa sampai segitu. Tapi, itu bukan urusan saya lah,'' kata ayah Ganesha, 12, dan Pucuk, 10, itu. Yang dipikirkannya hanya berkarya. Harga menjadi urusan belakangan.

Apa rahasia membuat lukisan seharga miliaran? Kening Masriadi berkerut. Dia tidak tahu jawabannya. Dia justru merendah. Katanya, lukisan itu ditawar tinggi lantaran diluncurkan pada momen yang pas. Ide lukisan sangat cocok dengan situasi pada saat itu. ''Bisa jadi kalau ada pelukis lain dengan ide sama mengeluarkan karya, yang bagus bukan hanya saya,'' jelas pelukis yang suka tema-tema kontemporer tersebut.

Masriadi termasuk irit dalam berkarya. Rata-rata setahun dia hanya menghasilkan enam hingga tujuh lukisan. Paling banter, dia bikin 12 lukisan dalam setahun. Hal itu terjadi pada 2003. ''Barangkali juga karena lukisannya kecil-kecil. Tidak sampai 2 meter. Barangkali juga karena saat itu sedang rajin-rajinnya,'' katanya lantas terkekeh.

Padahal, kalau mau memanfaatkan situasi, dia bisa setel kenceng memproduksi lukisan. Cepat bikin dan langsung dijual. Tapi, dia enggan melakukan. Sebab, itu membuat lukisan menjadi komoditas pasar. Tidak beda dengan barang dagangan lain. Lagi pula, dia mengatakan tidak terlalu rajin melukis. ''Saya jarang melukis karena malas,'' ujarnya lantas tertawa. (jpnn)

The Winning Eleven, 11 karya baru dan terbaik dari Yovie Widianto

Tepat seminggu setelah diluncurkannya single terbaru berjudul Manusia Biasa (CLB), pada Senin 3 Juni 2010 lalu, Yovie & Nuno akan melawat ke Eropa dalam rangkat promo single tersebut. Mereka akan mulai perjalanan dari tanggal 14 - 21 Juni 2010. Kota-kota yang dikunjungi meliputi Amsterdam, Milan, Paris, Brusel, dan Berlin. 


Di 5 kota besar tersebut Yovie & Nuno  tampil dihadapan para penggemarnya, membawakan lagu-lagu hitsnya, juga materi dari album terbaru. Khusus di kota Milan yang merupakan salah satu barometer fashion dunia, mereka akan mengambil gambar untuk keperluan video klip.

Tidak diragukan lagi Yovie & Nuno adalah salah satu band yang paling diperhitungkan di negeri ini. Konsep bermusik mereka kuat. Tetap setia di jalur pop namun tampil dengan rasa musik dan performance dengan identitas yang khas.

Yovie & Nuno telah menangguk sukses lewat album sebelumnya The Special One (2008) dengan pencapaian RBT lebih dari 8 juta download. Mereka juga meraih berbagai penghargaan seperti Most Favorite Artis Indonesia (MTV Asia Awards 2008), Most Favorite Artist Group / Band or Duo MTV Indonesia Awards (2008), Album Terbaik – Album The Special One – AMI Award 2009. Dan banyak lagi.

Di tengah hujan sukses, Yovie & Nuno tetap bersemangat untuk melahirkan karya-karya terbaik. Di sela tur panjang ke berbagai kota di Indonesia, bahkan ke negeri Jiran, hingga tanah Eropa, mereka menyempatkan diri untuk berkreasi. Hasilnya terangkum dalam album terbarunya yang akan dirilis tak lama lagi. Berjudul The Winning Eleven, 11 karya baru dan terbaik dari Yovie Widianto selaku motor grup ini dan yang dibawakan dengan segenap hati oleh semua personil Yovie & Nuno.

Single MANUSA BIASA (CLB singkatan dari Cinta Luar Biasa) ini tampil ringan namun menarik dalam balutan beat mid tempo. Liriknya bersahaja,menceritakan tentang pengakuan seorang pria bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa, namun dia memiliki cinta luar biasa. Dan cinta itu khusus dipersembahkan kepada sang pujaan hatinya. Ah…betapa manisnya. Semanis melodi yang dimainkannya dimana permainan string section sesekali menimpali. Dengarkanlah lagu ini sekali atau dua kali. Dijamin lagu akan cepat akrab di telinga dan dengan mudah disenandungkan bersama. (*)

Menancapkan Posisi Indonesia Sebagai Pusat Wayang Dunia

PEKAN WAYANG INDONESIA 2011
International Puppet Festival
21 – 30 Oktober 2011
Gedung Pewayangan Kautaman – Taman Mini



Setelah absen selama 10 tahun, Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) akan kembali menggelar Pekan Wayang Indonesia yang ke 8. Pekan Wayang Indonesia merupakan sebuah tradisi 5 tahunan dari Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), dimana sejak pelaksanaannya yang pertama di awal tahun 70-an, Pekan Wayang Indonesia telah menjadi acuan utama perkembangan seni budaya Wayang Indonesia. Pekan Wayang Indonesia 2011 dirancang untuk menjadi festival besar yang mengetengahkan beragam pertunjukan Wayang dari seluruh pelosok Indonesia, baik dalam bentuk tradisi – sesuai dengan dari daerah asalnya, maupun dalam bentuk pengembangan yang lebih modern – dalam berbagai format pertunjukan, buah karya cipta para seniman di Indonesia. Pekan Wayang Indonesia 2011 juga akan mengundang partisipasi dari negara-negara sahabat yang juga memiliki tradisi pewayangan maupun teater boneka.

 
Menancapkan Posisi Indonesia Sebagai  Pusat Wayang DuniaSetelah sempat tertunda pelaksanaannya pada tahun 2006 karena tidak tersedianya dana pelaksanaan, maka pada tahun 2011 yang akan datang, Pekan Wayang kembali diselenggarakan dengan format yang jauh lebih besar dari tahun-tahun yang sebelumnya. Besarnya penyelenggaraan kali ini terkait dengan dikukuhkannya Wayang Indonesia oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada tahun 2004 yang lalu. Pengukuhan ini sekaligus menguatkan posisi Indonesia untuk menjadi pusat seni pewayangan dunia. Disamping itu, Indonesia merupakan negara dengan tingkat keragaman tertinggi di dunia. Sehingga, momentum pelaksanaan Pekan Wayang Indonesia 2011 akan menjadi ajang penting yang akan memperlihatkan Indonesia sebagai negara adi daya dalam bidang kebudayaan, khususnya seni budaya Wayang.

Semua Suka Wayang, Wayang untuk Semua!

Adanya persepsi umum bahwa kesenian wayang adalah milik etnis Jawa, Sunda atau Bali merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara. Bagi sebagian masyarakat yang menganggap dirinya modern, wayang seringkali dilihat sebagai kesenian tradisional yang kuno / usang, serta penuh dengan falsafah Jawa yang feodalistik meskipun, tak bisa dipungkiri, bernilai tinggi. Ditambah lagi, adanya pendapat bahwa wayang hanya dapat dinikmati mereka yang berusia lanjut, konservatif, dan berada dalam level sosial menengah kebawah, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, SENAWANGI didukung oleh GELAR sebagai pengembang program, akan melebarkan rentang audiens yaitu masyarakat muda Indonesia, serta masyarakat internasional. Sebuah positioning statement : “Semua Suka Wayang!”  akan ditanamkan dalam benak target audiens Pekan Wayang Indonesia 2011. Program ini terutama akan menyasar para pelajar dan mahasiswa, profesional muda, dan ibu rumah tangga. Selebihnya adalah seniman/pekerja seni pewayangan ; seniman / pekerja seni budaya ; pakar dan pemerhati ; pemerintah ; sponsor pendukung ; masyarakat umum lokal ; masyarakat internasional.


100 Pertunjukan, Ratusan Jenis Wayang, dan Aneka Ajang Kompetisi
Berbagai kegiatan akan dilangsungkan dalam Pekan Wayang Indonesia 2011. Mengingat rentang audiens yang lebar, maka beragam kegiatan yang sebelumnya tidak pernah digelar dalam Pekan Wayang tahun-tahun sebelumnya, kali ini mulai dimasukkan, melengkapi berbagai kegiatan yang sudah menjadi tradisi Pekan Wayang Indonesia.