Jakarta Tanggap COVID-19

Data Pemantauan COVID-19 Nasional dan DKI Jakarta

21 Januari 2020 sampai hari ini
Personal Branding Pilkada/Pileg, Kehumasan (PR), Media Management Issue, Monitoring Media >> mahar.prastowo@gmail.com

Facebook Picu Tingginya Angka Perceraian

Angka perceraian di Kabupaten Sampang diperkirakan meningkat pada bulan Ramadhan. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Sampang, jumlah gugatan cerai yang diterima perbulannya rata-rata 60 orang, sedangkan selama bulan puasa, di mana sudah menginjak delapan hari, sudah mencapai 13 perkara.

Penyebabnya masih faktor yang sama yaitu adanya “pihak ketiga” dalam rumah tangga. “Kemajuan teknologi digital yang semakin maju ini juga menjadi salah satu penyebabnya, mulai dari SMS-SMS mesra dari orang lain sampai status di Facebook,” kata Panitra Sekretaris (Pansek) PA Sampang, Moh. Ali Samsi, di ruang kerjanya, Rabu, (18/8).


Menurut Ali kasus perceraian yang diproses PA Sampang lebih banyak diajukan pihak wanita. Mayoritas disebabkan adanya pihak ketiga atau perselingkuhan, faktor ekonomi, dan tanggung jawab keluarga.

Diakui Ali, jumlah perceraian yang terjadi di Sampang semakin meningkat. "Apakah ini menunjukkan bahwa gaya hidup di Sampang sudah mulai hampir sama dengan kota-kota besar,” tuturnya.

PA Sampang tidak hanya memproses kasus perceraian hingga tuntas, namun juga menjadi mediasi bagi pihak suami dan istri agar rujuk kembali. Demikian seperti dilansir situs beritajatim.com.

“Ada kehidupan berumah tangga yang berhasil diselamatkan dengan mediasi ini, tapi kebanyakan juga tidak berhasil. Pasalnya, rata-rata yang melakukan gugatan cerai itu sudah parah permasalahannya. Perceraian itu tidak mudah. Belum lagi urusan pembagian harta atau hak asuh anak. Bisa lebih ribet,” kata Ali.

Menurutnya perceraian tidak selalu menjadi solusi yang terbaik bagi pihak suami dan istri. "Hendaknya peran orangtua keluarga ikut andil untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangga. Peran anak juga bisa menjadi jembatan untuk mempersatukan hubungan rumah tangga yang putus". Pungkasnya. (nuonline]

HUT RI ke-65 di Paviliun Indonesia Semarakkan World Expo

"Acara ini sangat bagus, saya suka sekali dengan busana-busana yang diperagakan, sangat detail dan tentunya sangat mengejutkan. Saya juga diberi tas suvenir yang isinya begitu lengkap. Sekarang saya mempunyai perasaan istimewa terhadap Indonesia". Ujar Lyann, pengunjung Paviliun Indonesia asal Belanda, di malam puncak acara HUT RI ke-65 usai menerima goody bag berisi buku tentang Indonesia, kerajinan tangan buatan Indonesia dan boneka maskot Koko & Pongo.

World Expo Shanghai China-WESC2010 semakin semarak dengan acara pergelaran berbagai event pada puncak perayaan HUT RI ke-65. Acara digelar pada tanggal 17 Agustus dari jam 19.30 sampai pukul 23.00 malam waktu Shanghai. 


Tak hanya kemeriahan acaranya yang mengesankan, namun juga disebabkan kehadiran para diplomat asing serta para Direktur Paviliun masing-masing Negara, tak ketinggalan adalah para pejabat pemerintah Tiongkok, serta pengunjung Paviliun Indonesia.

Direktur Paviliun Indonesia, Widharma Raya Dipodiputro, membuka peringatan Malam 17 Agustus yang kemudian diisi dengan sambutan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Imron Cotan. Tak lupa ada acara pemotongan tumpeng sebagai pembuka perayaan 65 tahun proklamasi kemerdekaan ini.

“Banyak sekali masyarakat Tiongkok yang belum mengenal Indonesia, mereka lebih mengenal Bali, karena itu berbagai pertunjukan yang ditampilkan hari ini juga didatangkan dari berbagai daerah, jadi kita mengharapkan masyarakat dunia dapat mengenal Indonesia secara utuh. Selain itu, kita juga menyediakan sajian makana Indonesia, diharapkan agar para tamu yang hadir ke Paviliun Indonesia bisa merasakan benar-benar di Indonesia". Kata Widharma saat pembagian hadiah istimewa bagi pengunjung Paviliun Indonesia ke-5 juta. 

Pengunjung Paviliun Indonesia ke-5 juta yang beruntung adalah Zhang Fengying, ia mendapat hadiah berupatiket perjalanan pergi-pulang Shanghai-Jakarta-Bali untuk dua orang, ia merencanakan pergi bersama anaknya, Song Jiagi.

"Saya sangat senang dan tidak terpikir bisa mendapatkan hadiah tiket perjalanan ke Bali, rasanya sangat beruntung." Ujar Zhang.

Sebagaimana dijanjikan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, juga diberikan hadiah spesial yang diberikan kepada pengunjung ke 5.017.845 yang merupakan simbol angka istimewa bagi bangsa Indonesia, yakni mencerminkan tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan.

Suguhan utama acara Malam 17 Agustus adalah sejumlah pertunjukan, antara lain tari Serunai, peragaan busana muslim, jazz band, dan musik batak dari Amadeus Quartet. Juga ada pameran aneka produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

"Ada banyak pertunjukan seperti jazz, tarian-tarian tradisional, peragaan busana muslim dan lain-lain. Orang Tiongkok atau siapapun yang hadir bisa melihat bahwa Indonesia bermulti ragam seni budaya, termasuk yang tradisional dan juga yang modern." Wakil Direktur Paviliun Indonesia Pratito Soeharyo.

Pratito Soeharyo juga menambahkan, citra atau pesan yang ingin disampaikan Paviliun Indonesia kepada dunia luar adalah Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beraneka ragam budaya, tradisi dan agama. "Respon pengunjung dan tamu yang hadir sangat positif," tambahnya.

Direktur Paviliun Indonesia, Widharma Raya Dipodiputro juga memberikan apresiasi pada masyarakat China terkait musibah banjir yang melanda sebagian wilayah China. "Kita tahu bahwa pemerintah Tiongkok baru mengalami musibah, jadi kita juga prihatin sekali dengan keadaan tersebut. Tapi dengan hari kemerdekaan ini, kita juga mengadakan perayaan dengan sederhana namun yang mempunyai makna mendalam.”