|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Suzuki Ajak Divers Gunakan Mesin Ramah Lingkungan


Kamis, 31 Maret 2011 - 19:40:20 WIBPenulis : (Mahar Prastowo)
 Foto : ( mahar )
GENERASIINDONESIA – "Tentu kurang tepat jika divers yang notabene adalah pecinta lingkungan tapi masih menolak menggunakan mesin 4 tak yang jauh lebih ramah lingkungan karena pencemarannya lebih rendah." Ujar Sri Handayani, Marketing Marine Division PT Indomobil Suzuki International saat ditemui Generasi Indonesia di arena Pameran Deep and Extreme Indonesia 2011, di Jakarta Convention Center, Kamis (31/3).
Handayani benar, karena sejauh ini masih banyak penghobi olahraga air yang menggunakan peralatan marine outboardseperti boat dengan aneka type, masih menggunakan mesin 2 tak.  Di beberapa Negara yang telah meratifikasi peraturan internasional tentang lingkungan, penggunaan mesin boat 2 tak tidak diperbolehkan. 
 
"Kami tentu saja berharap agar pemerintah sebagai regulator juga membuat aturan pembatasan penggunaan mesin 2 tak karena polusi yang dibuang ke air akan meracuni biota laut, terumbu karang dan air itu sendiri. Untuk itulah maka Suzuki sejak awal dan menjadi yang pertama memproduksi mesin 4 tak dan menghentikan produksi mesin 2 tak. Ini menjadi bagian dari mengusung semangat ramah lingkungan," kata Sri Handayani menjelaskan.
 
Masih menurut Sri Handayani, keterlibatan pemerintah dalam hal regulasi menjadi penting untuk memperlancar pemasaran mesin ramah lingkungan 4 tak, karena saat ini, jumlah persebaran mesin 4 tak masih kecil jika dibandingkan mesin 2 tak yang digunakan pemakainya. Dan untuk mengubah dari menggunakan 2tak ke 4 tak tentu saja juga harus dibarengi dengan merubah mindset yang selama ini menganggap mesin 4 tak lebih ‘rewel’ dalam perawatan, misalnyascheduling pengisian oli dan sebagainya.
 
Luncurkan Si Mesin Pintar
Untuk mencegah kesulitan menemukan kesalahan prosedur atau kerusakan, bersamaan dengan pameran Deep and Extreme Indonesia 2011 yang dibuka Menbudpar Jero Wacik ini, Suzuki Marine meluncurkan SMIS (Suzuki Module Instrument System). SMIS yang mendapat julukan Mesin Pintar ini merupakan perangkat digital minim kabel dan simple dari segi penggunaan space, yang menunjukkan indikator-indikator mesin. 
 
SMIS merupakan pengembangan Tachometer dari generasi sebelumnya yang terdiri dari 4 panel pembaca indicator, dan sekarang dengan SMIS yang merupakan tachometer versi digital ini dapat membaca seluruh indicator dalam satu layar digital berbentuk bulat, ditempatkan didekat kemudi tangan.
 
Melalui SMIS inilah, apabila terjadi kesalahan prosedur atau kerusakan misalnya, saat mesin dinyalakan SMIS akan ‘menegur’ dengan  bunyi ‘bip’ sebagai tanda member iperingatan. Jika peringatan diabaikan kemudian terjadi kerusakan, pada saat pemeriksaan blackbox ECM (Electronic Boat Machine), dapat dibaca melalui computer kesalahan prosedur apa saja yang telah terjadi.
 
"Jika terjadi kesalahan prosedur akibat kesengajaan karena membiarkan bip bunyi peringatan, garansi tidak akan berlaku terjadap kerusakan yang ditimbulkan." Ujar Gunardi, Teknisi Suzuki Marine seraya menjelaskan bahwa untuk saat ini, SMIS dapat diaplikasikan hanya pada mesin DF300-4Tak yang terkenal kuat, irit bahan bakar, ramah lingkungan dan senyap ini. Jadi, cocok untuk speedboat hingga untuk kapal transportasi dan kapal patroli seperti yang telah dipakai oleh TNI AL, Polairud dan lain-lain.klik laman asli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar