|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Nyaris Dikira Islam

Tari Besek Hantarkan NTT Juara Umum Parade Tari Nusantara ke-29


Salah satu penampilan tim peserta Parade Tari Nusantara ke-29 memukau ribuan penonton. (Foto: Mahar) 


NEWMEDIA-Parade Tari Nusantara ke-29 sukses diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah(TMII), pada Minggu (11/9) dengan suasana meriah dimana ribuan penonton memenuhi ruang pertunjukan hingga membludak. Acara yang telah menjadi tradisi tahunan ini pertama kali digelar pada tahun 1982 dengan memberikan hadiah bagi para pemenang berupa Piala Tetap Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Piala Bergilir Pemrakarsa TMII yakni Ibu Tien Soeharto. Berlangsung di Panggung Pentas Sasono Langen Budoyo, Parade Tari Nusantara 2011 ini diikuti oleh perwakilan dari 31 provinsi.
"Dalam penyelenggaraan acara tingkat nasional ini, TMII bekerjasama dengan dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta para pengelola anjungan daerah TMII. Tadi pagi juga dibuka oleh Bapak Kusnan A Halim, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Kementerian Dalam Negeri," demikian diungkapkan Ade Agustiana, humas TMII.
 
Sementara itu Budayawan sekaligus Manager Budaya TMII, KRAT Mas'oed Thoyib, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk melestarikan budaya Indonesia dan sebagai sarana untuk saling memahami perbedaan. 
 
"Parade Tari Nusantara yang sudah diselenggarakan untuk ke-29 ini, merupakan upaya melestarikan kebudayaan Indonesia serta sarana memahami kebhinnekaan dalam masyarakat bangsa Indonesia. Melalui acara ini, para para seniman tari juga dapat bertukar pikiran dalam upaya melestarikan kebudayaan dan meningkatkan persaudaraan," ujar Mas'oed.
 
Masih menurut Mas'oed Thoyib, bahwa Parade Tari Nasional ini dapat dijadikan sebagai tolok ukur eksistensi dan perkembangan kesenian daerah, hal ini nampak dengan munculnya tari kreasi baru dari berbagai daerah. Dalam penampilan para peserta, nuansa modern dan kreatifitas memberikan suatu harapan akan eksistensi dan perkembangan seni budaya dalam hal ini seni tari di masa depan.
 
Peserta Parade Tari Nusantara ke-29 ini, berasal dari perwakilan terbaik 31 Provinsi seperti Papua Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, Papua, Banten, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Maluku, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Bali, Jambi, Sulawesi Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam, Bengkulu, Gorontalo, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.
 
Dewan juri dari Pacara ini adalah lima tokoh seni yaitu Sulistyo Tirtokusuma (Direktur Seni Pertunjukan Kemenbudpar), Hermin Kusmayati (Rektor ISI Yogyakarta) Sri Hastanto (Guru Besar ISI Solo), Retno Maruti (Dosen IKJ), Ade F Meyliala (Direktur Operasional TMII), dan Sri Minarni (Disbudpar Provinsi Sulawesi Tengah) serta perwakilan setiap daerah yang tidak diperbolehkan memberikan poin nilai pada daerahnya sendiri, demi menghindari subyektifitas dalam penilaian.
 
 
NTT Juara Umum

 
Dalam penentuan para pemenang Parade Tari Nusantara 2011 ini, peserta asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membawakan Tari Besek berhasil meraih juara umum dengan mendapatkan Piala Tetap dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata serta Piala Bergilir Ibu Tien Soeharto selaku Pemrakarsa TMII, serta hadiah uang sebesar Rp10 juta Rupiah.
 
Tari Besek merupakan tarian asal Flores, terinspirasi dari budaya petani jagung di Flores, NTT. Gerakan dinamis dan penuh semangat yang ditampilkan para penari merupakan koreografi dan simbol dari cara menanam, menyiram, dan memelihara tanaman jagung serta semangat untuk menjaganya dari binatang buas. Besek sendiri merupakan wadah penyimpanan jagung yang terbuat dari anyaman daun lontar, menyimbolkan solidaritas masyarakat Flores yang bahu-membahu dalam bekerja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar