|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Diklat Citizen Reporter oleh PPWI DKI Jakarta

Usai melaksanakan pelatihan bela negara, salah satu kegiatan PPWI dalam rangka membekali anggotanya tentang wawasan kebangsaan.
Reporter: Bhumi Prasetyo-Citizen Journalist

GENERASIINDONESIA"Kini setiap orang bisa jadi reporter!" Demikian kata Mahar Prastowo, Sekretaris PPWI DKI Jakarta yang juga salah satu trainer pada Diklat Pewarta Warga (Citizen Reporter) yang diselenggarakan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia-PPWI DKI Jakarta. Ungkapan tersebut benar adanya, mengingat begitu banyaknya medium, dimana warga dapat melaporkan kejadian di sekitarnya, ataupun menulis ulasan berbagai permasalahan dalam masyarakat yang ditemuinya.

Citizen Reporter marak ketika masyarakat dengan mudah mengakses internet dan membagikan apa yang diketahuinya kepada publik melalui berbagai medium baik itu blog, microblog serta jejaring sosial. Bahkan tak jarang, jurnalis dari media mainstream mengutip atau mencari sumber informasinya melalui para pewarta warga yang menayangkan informasi atau pendapatnya di medium-medium yang ada.

Dengan maraknya konten dunia maya yang selain dapat mencerdaskan masyarakat, namun jika isinya tak 
bertanggung jawab juga bisa menyesatkan publik, untuk itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat. Dan ini menjadi salah satu dari tujuan penyelenggaraan Diklat Jurnalistik bagi pewarta warga, yang selain menciptakan reporter-reporter di lapisan masyarakat paling bawah, juga bertujuan menjadikan masyarakat melek media dan cerdas informasi.

"Diklat pewarta warga ini sifatnya lebih edukatif dengan tujuan menjadikan masyarakat melek media dan cerdas informasi sebagaimana telah disepakati menjadi visi dari organisasi yang menaungi kami yaitu Persatuan Pewarta Warga Indonesia atau PPWI sejak awal berdiri empat tahun lalu," kata Gatot Suroso, Ketua DPD PPWI DKI Jakarta yang juga penulis buku "Sarjana Muda".

Lebih jauh Gatot Suroso menjelaskan bahwa PPWI terdiri dari lintas kelas sosial dalam masyarakat, dari pelajar, mahasiswa, karyawan, eksekutif, Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri hingga pejabat publik maupun artis. Mereka disela aktifitasnya menulis diberbagai medium, mulai dari blog pribadi, jaringan media PPWI di seluruh Indonesia, jejaring sosial hingga media arus utama.

"Sebagian dari anggota kami memang profesional dalam dunia jurnalistik sehingga bisa memberikan pelatihan peningkatan kualitas bagi anggota dalam menulis. Sebagian lainnya ada yang menulis di blog pribadi, mengelola blog atau website personal, produk maupun perusahaan, menulis buku, atau membuat catatan-catatan di jejaring sosial dan sebagainya," ungkap Gatot seraya menjelaskan bahwa pelaksanaan Diklat akhir pekan ini, Sabtu (18/2/2012) diselenggarakan di Pluit Dalam I Jakarta Utara, yang dapat diikuti masyarakat umum.

Tak pelak, kenyataan akan maraknya citizen journalism juga berimbas positif dimana masyarakat dapat berekspresi dengan menulis, serta meningkatkan fungsi kontrol publik terhadap lingkungan maupun kinerja pemerintahan. Pengaruh aktifitas citizen reporter ini semakin menguat dalam isu-isu sosial politik pada tahun-tahun terakhir, mulai dari menguarkan isu untuk penggalangan solidaritas sosial sampai pada ranah kritik kebijakan pemerintah. Tak heran jika kemudian pemerintah juga mengeluarkan peraturan mengikat seperti UU ITE dan UU KIP (Keterbukaaan Informasi Publik).

Salah satu sosok didalam PPWI, selain Wilson Lalengke selaku pendiri organisasi ini, ada Iwan Pilang, citizen reporter yang mengungkap berbagai kasus melalui investigasi-pakem yang makin hilang dari dunia pers tanah air-dari masalah buruh migran (TKI/TKW), pembunuhan David Wijaya-mahasiswa Indonesia di Singapura, transfer pricing ribuan trilyun hingga soal kecurangan pemilu dan kasus wisma atlet dengan newsmaker Nazarudin-Angie.

Tentang Diklat Pewarta Warga

Diklat Pewarta Warga oleh PPWI DKI Jakarta diselenggarakan setiap akhir pekan dengan kapasitas kelas minimal 25 peserta, dilaksanakan di wilayah DKI Jakarta di berbagai instansi dari kantor departemen, suku dinas/kota, kecamatan bahkan kelurahan; serta instansi swasta yang ingin mengadakan bagi kegiatan peningkatan kapasitas kehumasan, termasuk kampus.

Pelatihan diberikan dalam jenjang dasar, intermediate dan advance dimana peserta diberikan panduan praktis sehingga mudah dipraktekkan siapa saja. Pemateri utama diklat dari PPWI antara lain akademisi dan praktisi seperti Wilson Lalengke, Iwan Piliang, Mung Pujanarko, Mahar Prastowo dan beberapa lainnya. PPWI juga menggandeng instansi lain terkait dalam penyelenggaraan diklat baik dari asosiasi kewartawanan maupun perusahaan media menyesuaikan kebutuhan.
Setiap peserta mendapatkan sertifikat telah mengikuti diklat sesuai jenjangnya, ID Card PPWI sebagai bekal melaksanakan kegiatan liputan sebagai citizen reporter, seragam dan buku panduan praktis menjadi citizen reporter. Peserta diklat juga menjadi kontributor untuk menulis di berbagai media cetak dan online serta radio dan televisi dalam jaringan sindikasi PPWI. Hingga saat ini anggota PPWI telah mencapai 3.000 orang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara. Baca laman asli di generasiindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar