Tentang Sepatu Lars dan Meja
Sepatu lars melangkah
dengan bunyi yang tegas—
duk… duk… duk…
seperti keputusan yang diumumkan
di halaman yang penuh gema.
Setiap hentak
menggetarkan tanah,
seolah dunia harus tahu
bahwa ada kuasa yang lewat.
Namun di sudut ruangan,
kaki meja berdiri tanpa suara.
Ia tidak berbaris,
tidak pula berteriak pada bumi
agar diakui.
Ia hanya memikul
piring-piring kehidupan,
buku yang belum selesai dibaca,
tangan yang sesekali bersandar lelah.
Sepatu lars mungkin dikenang
karena bunyinya yang keras.
Tapi kaki meja
menopang dunia kecil manusia
dengan sunyi yang teguh.

0 Komentar