Essai Mahar Prastowo
Pagi-pagi, warga mungkin tidak sadar.
Pelayanan di kelurahan tetap buka. Stempel tetap berbunyi. Surat pengantar RT tetap ditandatangani. Grup WhatsApp RW tetap ramai soal saluran mampet dan lampu mati.
Tetapi sesungguhnya ada yang berubah.
Orang-orang yang biasa duduk di balik meja pelayanan mulai berpindah.
Ada yang dari Pasar Rebo menuju ruang sekretariat kecamatan. Ada yang dari kantor lama menjadi lurah baru. Ada pula yang tiba-tiba memimpin wilayah yang selama ini hanya ia dengar namanya di rapat.
Mutasi pejabat di Jakarta Timur kali ini bukan kecil.
Puluhan nama bergerak bersamaan.
Sekretaris kecamatan berubah. Wakil camat berubah. Lurah berubah. Kepala seksi berubah. Bahkan mesin administrasi di tingkat bawah ikut diputar.
Seperti permainan catur.
Bedanya, papan caturnya bernama Jakarta Timur.
Wilayah yang paling rumit di DKI.
Penduduk padat.
Tawuran masih muncul.
Permukiman bantaran masih ada.
Persoalan air, kemiskinan, pengangguran, banjir hingga konflik sosial hidup berdampingan.
Karena itu mutasi birokrasi tidak pernah sekadar soal promosi.
Ia soal pertaruhan.
Apakah lurah baru bisa membaca karakter wilayah?
Apakah sekretaris kecamatan baru bisa mempercepat anggaran?
Apakah kasie pemerintahan baru cukup kuat menghadapi dinamika warga?
Atau semuanya hanya perpindahan meja.
Saya sering memperhatikan satu hal.
Ketika pejabat pindah.
Yang paling cemas bukan pejabat.
Tetapi staf.
Karena staf tahu: gaya memimpin akan berubah.
Ada atasan yang senang turun lapangan.
Ada yang lebih nyaman rapat.
Ada yang menyelesaikan masalah lewat dialog.
Ada yang memilih surat.
Dan di Jakarta Timur, beda gaya bisa berarti beda hasil.
Beda pendekatan bisa membuat tawuran reda.
Atau sebaliknya.
Mutasi besar ini memberi pesan lain.
Pemkot tampaknya sedang menyusun ulang mesin.
Karena Jakarta tidak lagi menghadapi persoalan biasa.
Urbanisasi berubah.
Ekonomi berubah.
Karakter warga berubah.
Birokrasi yang lambat sekarang cepat terlihat publik.
Salah sedikit, videonya masuk media sosial.
Maka pejabat wilayah bukan sekadar administrator.
Mereka sekarang juga krisis manager.
Mediator.
Komunikator.
Kadang psikolog warga.
Warga mungkin tidak hafal nama lurahnya.
Tidak tahu siapa sekretaris kecamatannya.
Tetapi warga akan tahu satu hal:
Apakah mereka merasa urusannya dipersulit atau dipermudah.
Di situlah ukuran sesungguhnya dari mutasi.
Bukan SK.
Bukan pelantikan.
Bukan foto bersama.
Melainkan ketika seorang ibu pulang dari kelurahan sambil berkata:
“Alhamdulillah, urusannya cepat.”
Kalimat sederhana itu lebih mahal daripada jabatan apa pun.
Karena di pemerintahan, jabatan hanya sementara.
Pelayanan yang diingat warga bisa bertahan lama.
#
Daftar Sejumlah Pejabat yang Dimutasi di Lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur
Mutasi kali ini menyentuh berbagai level jabatan, mulai dari wakil camat, sekretaris kecamatan, lurah hingga kepala seksi dan pejabat administrasi. Berikut sebagian nama dan jabatan barunya:
Tingkat Kecamatan (Eselon III.b)
1. Wahyu Dwi Kesdianto — Wakil Camat Matraman
2. Dede Syaipulah — Sekretaris Kecamatan Pasar Rebo
3. Ade Victor Manampang Mangaputua Siahaan — Sekretaris Kecamatan Duren Sawit
4. Rahma Edwina — Sekretaris Kecamatan Ciracas
5. Ericson Dollyno — Sekretaris Kecamatan Matraman
6. Ibnu Fajar — Sekretaris Kecamatan Cipayung
7. Beni Haribowo — Wakil Camat Cipayung
8. Zaini Miftah — Wakil Camat Kramatjati
Jabatan Strategis Sekretariat Kota
Erind Chrisnina Prasetyo — Kepala Bagian Perekonomian
Nina Permata — Kepala Bagian Umum dan Protokol
Zelica Nindya Prameswari — Ketua Subkelompok Perindustrian, Perdagangan dan KUKM
Setiyawan — Ketua Subkelompok Pendidikan, Kebudayaan dan Mental Spiritual
Lurah yang Mendapat Penugasan Baru
Yuni Sarofah — Lurah Utan Kayu Utara
Agung Budi S — Lurah Pal Meriam
Andi Agung Yasser — Lurah Cipinang Besar Utara
Hery Kurniawan — Lurah Rawa Bunga
Yola Dwiyenti — Lurah Rawamangun
Mohamad Noor — Lurah Munjul
Ria Handayani — Lurah Utan Kayu Selatan
Boval Juliansyah — Lurah Penggilingan
Asep Ahmad Umar — Lurah Jati
Sekretaris Kelurahan yang Bergeser
Rekowati — Sekretaris Kelurahan Kramatjati
Masayu Indriati — Sekretaris Kelurahan Rawa Terate
Panca Indria — Sekretaris Kelurahan Jatinegara
Sudarto — Sekretaris Kelurahan Cipinang Besar Selatan
Dewi Aryanti — Sekretaris Kelurahan Malaka Jaya
Taufik Hidayat — Sekretaris Kelurahan Pisangan Baru
Minnesally Mahedodyan F — Sekretaris Kelurahan Cipinang
Nurlela Runiati Sihombing — Sekretaris Kelurahan Cipinang Melayu
Waldi Septri — Sekretaris Kelurahan Cawang
Mega Devita Kusuma — Sekretaris Kelurahan Pondok Kelapa
Selfi Hidayati — Sekretaris Kelurahan Batu Ampar
Mickle Mangasa H Parulian — Sekretaris Kelurahan Duren Sawit
Erwin Ismantri — Sekretaris Kelurahan Cilangkap
Kepala Seksi Pemerintahan, Kesra dan Ekbang
Mutasi juga menyasar pejabat teknis seperti:
Agung Triyoga, Evy Widyasanti, Angga Harjuno Rakasiwi, Irwan Ilyas, Bambang Hendrianto, Sinta Yuniawati, Eni Tresnowati, Andi Muhammad Anzar Akbar Rumpang, Nanang Kosim, Mega Natalia, Sriatun, Diah Lestari, Ahmad Buchori, Yuniar Triyoko, Noviana Damarristry, Wisnu Kurniawan, Pipit Ayu Suwandari, Retno Wulandari, Eli Mulyaningsih, Agus Endri Anto, Annisa Rizqi, Indira Adriana dan sejumlah pejabat lainnya.
Mutasi terhadap sedikitnya 76 pejabat ini menunjukkan adanya penyegaran besar dalam mesin birokrasi Jakarta Timur. Ujian sesungguhnya baru dimulai setelah pelantikan selesai: apakah perubahan nama di papan kantor akan berubah menjadi perubahan pelayanan bagi warga.
(MP)

0 Komentar