Ilustrasi: Juana Sari 


Teruslah Menjadi Cahaya

Puisi oleh Mahar Prastowo
untuk Bunda Lusi, Sekjen FKKS Jakarta Timur

Empat puluh tiga tahun bukan sekadar angka, ia adalah jejak panjang tentang langkah yang tak selalu mudah, tentang doa yang tumbuh di antara lelah dan pengabdian.

Hari ini, 10 Agustus, waktu sejenak berhenti di hadapanmu, membuka lembar perjalanan, dan berkata lirih:

“Terima kasih telah terus memberi arti.”

Di dunia pendidikan dan pengabdian, engkau hadir bukan sekadar nama, tetapi penghubung banyak hati yang menjahit perbedaan menjadi satu cita-cita.

Di FKKS Jakarta Timur, namamu berjalan bersama kerja, gagasan, dan langkah kecil yang menjadi perubahan besar.

Engkau memahami bahwa pendidikan bukan hanya buku atau ruang kelas, tetapi tentang menyalakan harapan.

Empat puluh tiga tahun telah berlalu, namun perjalanan belum selesai.

Masih ada jalan, tangan yang membutuhkan uluran, dan generasi yang berharap pada kepedulian.

Maka biarlah usia bertambah, tetapi semangat jangan menua.

Biarlah waktu mengubah raga, tetapi hati tetap muda untuk bermimpi, mengabdi, dan berbagi.

Bunda Lusi,

Semoga setiap langkahmu menjadi kebaikan, setiap lelah menjadi keberkahan, dan setiap kata menjadi penuntun bagi yang mencari arah.

Semoga Allah SWT melimpahkan kesehatan, umur berkah, rezeki lapang, hati tenang, dan kekuatan untuk terus mengabdi.

Hari ini kami tidak hanya mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi merayakan perjalanan, keteguhan, dan pengabdian.

menjadi cahaya, menanam kebaikan, berjalan bersama harapan.

Selamat Milad ke-43, Bunda Lusi

Teruslah menjadi cahaya yang menerangi jalan orang lain.

Karena pada akhirnya, usia bukan tentang lama hidup, melainkan tentang seberapa banyak kehidupan menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

10 Agustus 2026