|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Juliyanto Tewas Terbitlah SP3

Juliyanto, sosok yang masih 'remang-remang' dalam kasus praduga penyuapan terhadap pimpinan KPK, menjadi saksi kunci lanjut atau tidaknya kasus perseteruan KPK-POLRI sampai pada gelar perkara di persidangan.

Saat ini, keberadaan Ary Muladi sebagai 'petunjuk' ibarat berada di jalan buntu, karena putusnya rangkaian saksi kunci dengan munculnya nama Juliyanto. Entah benar atau tokoh fiktif, bisa jadi Juliyanto sengaja diciptakan penulis skenario kasus ini, untuk menggagalkan gelar persidangan dan dikeluarkan SP3. Kalau memang demikian, bisa jadi perseteruan KPK-POLRI ini hanya 'bom' atau 'bola panas' untuk menutupi berbagai skandal besar lain.

Karena nama Juliyanto telah dirilis, untuk pembenarannya, jangan kaget jika tiba-tiba kekuatiran sementara blogger akan jadi kenyataan, yakni munculnya headline media massa tentang tewasnya seorang buron kasus Cicak-Buaya karena melawan petugas seperti dalam koran-korang kuning yang sering dijumpai seperti: "Timah Panas Untuk Juliyanto, Melawan Saat Diperiksa Petugas", "Saksi Kunci Tewas, Terbitlah SP3", "Saksi Kunci Tewas, Sidang Cicak-Buaya Dipastikan Tak Bisa Digelar".

BLBI, 12 Jabatan Komisaris BUMN oleh timses salah satu kandidat pilpres 2004, Munir, dana asuransi jiwa pemilik kendaraan, dana denda tilang, penjualan pulau, Blunder BI, Pileg/Pilu, Pilpres, YKDK/timses Pilpres yang menempati 4 kursi KIB II, Poros Jakarta-Washington, Laporan dana kampanye yang ditarik dari Panwaslu dan dilakukan perubahan, pembuatan pangkalan militer di Papua dengan alasan pangkalan peluncuran satelit NASA, Dana BOS yang ternyata sebagian "kembali lagi ke Jakarta", Bank Century....adalah beberapa kasus yang tenggelam oleh keriuhan "layar tancap" serial kolosal Cicak-Buaya.

Jadi, jika anda punya nama atau ciri-ciri mirip Juliyanto, lalu ada berita kehilangan keluarga, anda layak waspada. Bisa jadi, anda "kena motif" sebagai bagian dari langkah ke-5 operasi intelijen untuk 'menghilangkan' anda setelah sukses dengan langkah ke-4, "menggiring opini publik" sebagai dasar melakukan tindakan.

Jika terjadi demikian, sebagai "Juliyanto", anda akan segera 'disekolahkan' dan punya alamat baru: K-U-B-U-R-A-N. Karena anda terlibat kejahatan yang mengoyak kepercayaan rakyat, maka kampung halaman anda tak akan menerima jasad anda dan bersama para 'penjahat' lain, atau orang hilang yang organ vitalnya telah dipakai untuk praktek mahasiswa atau bahkan dijual, akan menempati sepetak tanah di PONDOK RANGON. [blogger]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar