|Gangguan KAMSELTIBCAR LALU LINTAS hubungi Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

13 Tokoh Deklarasikan Front Nasional Pancasila

Sebanyak 13 tokoh mendeklarasikan berdirinya organisasi masyarakat (ormas) Front Nasional Pancasila (FNP) di Gedung Proklamasi, Jakpus, Sabtu (2/10) siang WIB.
Menurut Ketua Umum FNP, Letjen Mar. (Pur) Suharto, FNP dibentuk untuk menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari krisis multi dimensi.
“FNP adalah organisasi massa yang independen dan non partai. Kami sepakat menyatukan hati, tekad, pikiran dan langkah untuk berjuang bersama menyelamatkan NKRI,” kata Suharto.
Lewat deklarator FNP, Laksamana (Purn) Slamet Soebiyanto, FNP menyatakan tiga sikap dalam deklarasi tersebut.
Pertama, mengajak seluruh anak bangsa meresapi, memahami dan melaksanakan kembali nilai-nilai, jiwa, dan semangat yang terkandung dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945.
Kedua, FNP mengajak TNI mengambil sikap tegas menyelamatkan NKRI dari krisis multi dimensi yang mengarah kepada perpecahan, dan sekaligus mengawal Pancasila serta UUD 1945.
Dan ketiga, mengajak seluruh anak bangsa mengobarkan semangat nasionalisme dan patriotisme kebangsaan untuk menghadapi segala bentuk tekanan yang merugikan NKRI.
Menurut jadwal, FNP dideklarasikan 13 tokoh  yakni: Laksamana (Purn) Slamet Soebiyanto, Letjen Marinir (Purn) Suharto (ketua umum), Dr. dr. Siti Fadhillah Supari, SpJk, Kolonel Marinir (Purn) Aji Harimurti, Ir. Burhan Rosyidi, Indrawati Soegandi, Ferdi Sembiring SH (ketua panitia), Eddy Sanusi S, SE, MM, Thamrin Humris SE, Sabar Martin Sirait SE, MPA, Dionisius Pati Muda, Dharmo Larsono SE, MSi, dan Washinton Sinting Hendrawan Sinbo.
Namun dari 13 tokoh tersebut, tiga di antaranya tidak hadir yakni Siti Fadhillah Supari, Aji Harimurti dan Thamrin Humris.
Deklarasi dihadiri sekitar 400 orang, di antaranya terdapat pesinetron senior Pong Harjatmo yang pernah bikin heboh Gedung DPR RI karena aksinya mencoret atap gedung, dan sejumlah alim ulama. (aby/B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar