|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Kerupuk Ikan Patin Kampar, Permintaan Pasar Terhambat Modal


Media Center TEI 2010,
Area Hall D Trade Expo Indonesia 2010, merupakan area pesona aneka olahan kuliner berbahan dasar ikan laut dan udang. Begitu pengunjung memasuki area ini, disebelah kiri pintu masuk langsung disambut oleh boothstand nomor D26 yang menampilkan aneka produk olahan hasil laut dari UKM Binaan Disperindag Riau. 

Ada yang cukup mengejutkan dan sempat membuat buyers beberapa negara terkesima dengan produk kerupuk Ikan Patin Kampar olahan sentra produksi kerupuk ikan milik Baharudin H.S. Selain rasanya yang gurih dan dapat diterima lidah semua kalangan, ternyata kerupuk ikan ini tanpa campuran bahan kimia apapun. Itu sebabnya dalam kunjungan misi dagang Jepang ke boothstand Disperindag Riau, Kerupuk Ikan Patin akan diboyong dalam sebuah pameran pangan di Tokyo bulan depan.

"Bahkan Uni Emirat Arab meminta kami mensuplai 40 ribu boks atau satu kontainer yang berikutnya bisa 2-3 kontainer setiap bulan, tapi kami punya kendala di modal. Karena kapasitas produksi kami, dengan 8 pekerja, hanya 5.000 boks per bulan." Kata Baharudin kepada Media Center Trade Expo.

Sebagai informasi, bahwa dalam setiap produksi 5.000 boks kerupuk Ikan Patin Kampar dibutuhkan 2 ton ikan sebagai bahan baku dengan ketersediaan bahan di Riau sebanyak 40 ton. Artinya masih ada 38 ton ikan yang dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari dan berpotensi dioptimalkan sebagai produk olahan seperti kerupuk produksi UKM Baharudin H.S.

Menghadapi kendala modal adalah penyakit lama UKM, tak hanya Baharudin, namun ada lebih banyak lagi UKM lainnya. Disini tentunya diharapkan ada peran lembaga finansial perbankan yang dapat memberikan solusi kredit dengan prosedur lebih mudah. Dan alangkah membantu jika dalam pameran produk UKM juga disandingkan dengan lembaga finansial perbankan agar ada interaksi dan komunikasi langsung antara peserta pameran, buyer dan bank sehingga dapat langsung mendapatkan solusi.

Ketika hal ini ditanyakan pada Bapak Suhanto, Dirjen Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, pihaknya sebagai pemerintah akan mensupport dan memfasilitasi UKM yang potensial untuk mendapat kemudahan pinjaman modal di bank pemerintah yang menyalurkan KUR dan produk kredit sejenis.

"Kami tentunya mensupport UKM potensial untuk kemudahan meminjam modal di Bank dalam bentuk rekomendasi." Kata Suhanto kepada media Center Trade Expo Indonesia dan Pameran Pangan Nusa 2010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar