|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Kolong Jembatan Kandarah, Kisah Tragis Pahlawan Devisa

Di Kolong Jembatan Kandarah, ada sekitar 700 TKI telantar
(cerita & foto:Ibrahim Aji)


Nasib tidak jelas juga berpotensi dialami para TKW ilegal bahkan di tangan orang Indonesia sendiri, alias para Channel

Sarah (20) TKW ilegal asal Cirebon memasang mimik ngeri ketika disebut kata “Channel”. “Banyak yang tertipu Mas, bukan cuma uang, diperkosa malah dibuang di pinggir jalan."

“Channel”, adalah istilah untuk orang-orang Indonesia (kebanyakan suku Madura) di Jeddah yang mengaku dapat membantu TKI bermasalah segera pulang ke Indonesia. Untuk jasa membantu masuk Tarhil (Penjara Imigrasi), para Channel mematok tarif SR 800-1500. 

"Channel –Channel itu ngakunya dekat dengan orang Jawajab, mereka janjinya bisa memasukkan ke Tarhil (penjara imigrasi—red)”, kata Hanafi, Sopir.

Ilegal dari negara lain kebanyakan lelaki, ketika syahwat tak tertahankan, para ilegal lelaki negara lain tersebut suka menggoda, bahkan sampai berani memperkosa TKW asal Indonesia. Inilah sumber perkelahian antara para lelaki di sana. Para ilegal lelaki asal Indonesia biasanya langsung melindungi para TKW ilegalnya. Bunuh membunuh bukan hal yang aneh dan ilegal lelaki Indonesia ditakuti karena keberanian dan kelihaiannya berkelahi. 

“Semalam ada yang mati lagi dari Bangladesh di tangan orang kita”, kata Hanafi. Lalu apakah pembunuhan itu ditangani polisi KSA? Hanafi hanya memberi informasi tidak jelas, “Ya begitu saja”. Soalnya, tambah Hanafi, di lain pihak, jika TKW Ilegal Indonesia diculik oleh para lelaki ilegal negara lain, juga biasanya tidak jelas nasibnya. Hanafi menggunakan istilah “dikeroyok” untuk pemerkosaan ramai-ramai para TKW ilegal tersebut. Bahkan ada yang sampai dibunuh.

Ada preman pengungsian, biasanya penghuni lama, ada yang sudah 17 tahun di sana. Para Channel, dan oknum Jawajab yang bermain di sana. Ada juga lelaki hidung belang Arab atau orang Indonesia sendiri yang memanfaatkan kecarut marutan di sana.

“Maaf-maaf ya, Mas Sunda bukan? Soalnya di sini TKW suku Sunda banyak yang enggak bener. Sudah enak jadi PRT, mungkin bosan atau suka sama supir asal Indonesia, terus ya begitu…(sambil tersenyum—red), terus kabur dari majikan. Akhirnya jadi ilegal”. Kisah Hanafi. Ada juga yang menyerahkan tubuhnya kepada majikan, lalu setelah kabur menjadi semacam pekerja seks komersial (PSK) di Jeddah.

TKW menjadi penghuni terbanyak kolong jembatan Kandarah, Jeddah. Ratusan TKI ilegal ini menghadapi nasib tidak jelas, tanpa pekerjaan, terlantar, dan ditipu terus menerus. Para TKI ini mengaku iri dengan para ilegal negara lain, terutama Filipina. Meski kasusnya rata-rata sama, yaitu kabur dari majikan/ perusahaan, kondisinya lebih baik para ilegal dari Filipina. Tiap kali ada ilegal baru datang ke pengungsian yang terletak tak jauh dari situ, petugas Kedutaan Besar Filipina segera mendatanya untuk kemudian diurus untuk dipulangkan atau dipekerjakan kembali di majikan/ perusahaan lainnya.

Dari situs resmi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), http://bnp2tki.go.id para TKI ini disebut pahlawan devisa. Sekilas data tentang para pahlawan devisa ditulis di halaman muka situs tersebut: “Enam juta TKI bekerja di 42 negara berasal dari 361 kabupaten/kota dan 33 provinsi. Mengurangi pengangguran, mengikis kemiskinan dan menggerakkan perekonomian masyarakat desa, Menopang kehidupan 30 juta anggota keluarga dan menyumbang devisa lebih Rp 100 Triliun per tahun."

Simak selengkapnya dengan klik judul diatas untuk menuju blog Ibrahim Aji
http://ajisaka.dagdigdug.com/2010/04/27/cerita-dari-kandarah/#more-268
(copyright: Ibrahim Aji)

1 komentar:

  1. pemerintah arab, indonesia, preman 'channel' sama saja biadabnya...

    BalasHapus