|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Konsekuensi Moratorium Norwegia, Indonesia Kehilangan USD 14 M Per Tahun dari CPO dan 1/2 Juta Pekerja Sawit Terancam Menganggur

Pembukaan lahan gambut untuk perkebunan sawit. (foto: Greenpeace)

“Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempunyai visi progresif untuk pembangunan rendah karbon, dan perjanjian Indonesia-Norwegia bisa menjadi contoh fantastis bagi dunia bagaimana negara maju dan negara berkembang bisa bekerja bersama-sama dalam melindungi hutan alam dan mengatasi perubahan iklim. Hanya saja rencana ini secara sistematis terancam tidak efektif oleh pengaruh industri minyak kelapa sawit dan pulp and paper, yang berniat untuk melakukan model ekspansi seperti biasa yang akan menghancurkan banyak hutan hujan dan lahan gambut Indonesia yang masih tersisa." __ Bustar Maitar, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara.

Hm, ada apa sebenarnya dibalik Moratorium Norwegia dengan kompensasi USD 1 Milyar kepada Indonesia, namun di sisi lain Indonesia harus merelakan kehilangan pendapatan USD 14 Milyar/ tahun dari CPO serta setengah juta pekerja dan petani sawit siap menganggur?

Ikuti terus melalui http://www.mediaprofesi.com


1 komentar:

  1. hahahaha, bloggernya mabok tape, judulnya panjang minta ampyun seperti skripsi, artikelnya cuma 2 alinea. Dasar provokator.

    BalasHapus