|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

Gara-gara ‘Susu Sebelanga’, Rusak Citra Perbankan

“Jika Citibank tidak meminta maaf, saya akan mengikuti para anggota DPR mengembalikan kartukredit. Teman-teman di organisasi juga akan saya himbau untuk mengembalikan kartukredit Citibank dan mengganti dengan kartu lain, bank nasional kita juga punya produk kartukredit, misalnya BRI Platinum seperti saya pakai!”(Nita Yudi, Pengantar Ekbis Tabloid Lugas, Minggu Ke-2 April 2011)


Citibank ibarat tupai melompat, adakalanya terjatuh juga. Tiba-tiba bank yang kini sebagian sahamnya dimiliki Pangeran Waleed Al Saud ini menyeruak menjadi buah bibir dalam 3 pekan terakhir, bukan karena kehebatannya tapi karena berbagai kasus yang mengiringinya. Dari pembobolan kartukredit nasabah produk private banking ini, sampai perilaku debtcollectornya yang menjadi mesin pembunuh hingga menewaskan politisi Irzen Octa. Dan paling seru adalah petualangan Inong Malinda Dee-“MALINg berDada geDEE” alias ber ‘susu sebelanga’ ini yang tak hanya merusak reputasi Citibank namun juga Bank Indonesia.

Sebenarnya nama besar Citibank nyaris tak tergoyahkan sejak beroperasi di Indonesia tahun 1968, sampai-sampai dalam dunia perbankan mendapat julukan “Universitas Perbankan.” Banyak banker sukses ditempa oleh disiplin kerja ketika berkarir di Citibank, bahkan kemudian mereka menempati berbagai posisi papan atas. Sebut saja Robby Djohan, Abdul Gani, Edwin Gerungan, Emirsyah Satar, Laksamana Sukardi, Jhon Rahman, Ralie Siregar, Henny Haryanto, Stanley S. Atmadja, dan Jerry Ng.

Robby Djohan, misalnya, usai berkarir di Citibank pada 1976 berhasil menyulap Bank Niaga menjadi Bank Lokal andalan yang berhasil mencetak orang-orang penting dunia perbankan seperti Agus Martowardojo, Arwin Rasyid, Winny Erwindia, bahkan orang penting di institusi lain.

Yang jelas, profesionalitas dan networking yang dijalin para alumni Citibank seperti tak pernah putus. Seperti Stanley S. Atmadja, pendiri Adira Group ini merupakan eks Citibankers dan tetap menjalin hubungan kerja yang baik dengan para alumni. Mereka bisa lebih mudah saling mempercayai karena pernah satu ‘kampus’ sehingga sama-sama sepaham dalam hal value, saling tahu performa, prestasi, attitude dan networknya.

Salah satu pelaku usaha yang mengikuti perkembangan kasus Citibank adalah Nita Yudi, khususnya dalam kasus Citibank yang perilaku debtcollectornya sampai menewaskan nasabah, ia bersikap tegas, jika Citibank tidak meminta maaf, ia akan mengikuti para anggota DPR mengembalikan kartukredit.

“Teman-teman di organisasi juga akan saya himbau untuk mengembalikan kartukredit Citibank dan mengganti dengan kartu lain, bank nasional kita juga punya produk kartukredit, misalnya BRI Platinum seperti saya pakai!” Ujar salah satu ikon kartukredit BRI Platinum ini menegaskan. ....Dst. Baca selengkapnya di edisi cetak Tabloid Lugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar