|Call Center NTMC POLRI (Kode Area) "500669" atau SMS "9119", Darurat Kamtibmas Telp 110 (dari Telkomsel) atau 021-110 (dari selain telkomsel)|

A+ per detik

nazarudin pun kembali bernyanyi

http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/07/19/9351/210/Nazaruddin-Kembali-Bernyanyi


Nazaruddin Kembali Bernyanyi

Metro Hari Ini / Selasa, 19 Juli 2011 18:10 WIB

Mantan Bendahara Partai Demokrat, Muhamad Nazaruddin kembali bernyanyi. Kepada Metro TV Nazaruddin mengungkap berbagai borok di tubuh Partai Demokrat, termasuk keterlibatan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Bahkan, Nazaruddin menuding Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M. Hamzah menerima uang. "KPK itu perampok," tuding Nazaruddin.

Kepada Indra Maulana dari Metro TV yang mewawancarai melalui saluran telepon, Selasa (19/7), Nazaruddin menolak mengungkap di mana ia berada. Ia memastikan masih di luar negeri. Tapi ia tidak menjawab tegas saat ditanya apakah masih ada di Singapura. "Saya berada di tempat yang aman dari rekayasa politik."

Nazaruddin menantang KPK untuk membuktikan ada aliran dana dari proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. "Jika KPK bisa membuktikan ada aliran ke rekening saya, saya akan pulang (ke Indonesia)."

Nazaruddin kembali menegaskan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum banyak menikmati uang dari proyek-proyek yang dibiayai APBN. Tender proyek itu dimenangi oleh perusahaan yang dimiliki Anas dan Nazaruddin. "Anas yang merekayasa semuanya, kok saya dijadikan tersangka," kata politikus asal Riau itu.

Berbeda dengan keterangan sebelumnya, Nazaruddin mengaku ia hanya operator. "Saya ini bawahan Anas," kata Nazaruddin. Ia kembali menegaskan, untuk memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat digelontorkan dana sebesar 20 juta dolar AS.

Nazaruddin juga mengungkap pertemuan Anas dengan Chandra Hamzah untuk mengatur pemilihan pimpinan KPK. Skenarionya, Chandra Hamzah dan Ade Raharja kembali terpilih sebagai pimpinan KPK. Dengan begitu, KPK tidak akan memanggil Anas, Angelina Sondakh dan Wayan Koster. Angie dan Koster merupakan anggota DPR dari Demokrat dan PDIP yang terlibat dugaan suap kasus Wisma Atlet.

Ada banyak hal-hal detil yang diungkapkan Nazaruddin ikhwal patgulipat proyek APBN, keterlibatan para politikus Demokrat, anggota DPR dan kebobrokan KPK. Ikuti keterangan Nazaruddin selengkapnya dalam video berita ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar